Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Daulah Syafawi
I Spesifikasi
Nama Penyusun Ulfah, S.Pd.I
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam
Fase/Kelas/Semester F / XI / Ganjil
Topik Pembelajaran Daulah Syafawi
Alokasi Waktu 5 x pertemuan @2 JP x 45 menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan
  • Bernalar Kritis:Menganalisis dampak penetapan satu mazhab sebagai ideologi negara terhadap stabilitas politik dan hubungan luar negeri.
  • Berkebinekaan Global:Menghargai kekayaan budaya Persia sebagai bagian integral dari peradaban Islam dunia.
  • Kreativitas: Mengambil inspirasi dari tata kota Isfahan untuk konsep hunian yang asri dan artistik.
3 Topik Panca Cinta
  • Cinta pada Allah SWT:Memahami akar Daulah Syafawi yang berasal dari gerakan Tarekat (Penyucian Jiwa), mengajarkan bahwa kekuatan sejati bermula dari kedekatan dengan Allah.
  • Cinta pada Sesama (Toleransi):Belajar dari konflik Syafawi-Usmani, peserta didik diajak untuk mengedepankan Ukhuwah Islamiyah di atas perbedaan mazhab, menanamkan sikap toleran dan anti-fanatisme buta.
  • Cinta pada Ilmu Pengetahuan: Mengapresiasi kemajuan filsafat Islam di masa Syafawi (Isfahan School) yang melahirkan pemikir besar seperti Mulla Sadra, membuktikan Islam cinta rasionalitas.
4 Materi Integrasi KBC

Pembelajaran tentang Daulah Safawi tidak hanya diarahkan agar murid memahami fakta sejarah, tetapi juga agar mampu mengambil ibrah, nilai keteladanan, dan pelajaran kehidupan dari perjalanan peradaban Islam.

III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 9941 Tahun 2025 Mengacu pada CP No. 9941 Tahun 2025: “Peserta didik mampu menganalisis sejarah lahirnya Daulah Syafawi; menganalisis strategi dan kebijakan pemerintahannya; menganalisis perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan…; serta mengevaluasi faktor kemajuan dan kemunduran Daulah Syafawi untuk mengambil ibrah bagi masa kini.”
2 Tujuan Pembelajaran
  1. Murid mampu menganalisis proses transformasi gerakan tarekat menjadi daulah politik.
  2. Murid mampu mengembangkan sikap istiqomah (Cinta Allah) meneladani keteguhan pendiri tarekat Syafawiyah.
  3. Murid mampu mengevaluasi strategi militer Shah Abbas I dalam memperkuat kedaulatan negara.
  4. Murid mampu menunjukkan sikap nasionalisme (Cinta Bangsa) dengan memahami pentingnya pertahanan negara.
  5. Murid mampu mengidentifikasi peninggalan arsitektur dan seni masa keemasan Syafawi.
  6. Murid mampu mengapresiasi keindahan lingkungan (Cinta Lingkungan) melalui tata kota Isfahan.
  7. Murid mampu mendiagnosis faktor internal (moralitas) penyebab runtuhnya Syafawi.
  8. Murid mampu membentengi diri (Cinta Diri) dari perilaku hedonis yang merusak masa depan.
3 Kerangka Pembelajaran
  • Praktik Pedagogik:Timeline Inquiry (Menelusuri sejarah tarekat), Virtual Field Trip (Menjelajah Isfahan), dan Fishbone Analysis (Sebab Kemunduran).
  • Kemitraan Pembelajaran:Perpustakaan digital (akses jurnal sePjarah Persia) dan kolaborasi kelompok.
  • Lingkungan Pembelajaran:Kelas disetting dengan nuansa “Galeri Seni Persia” (gambar karpet/masjid).
  • Pemanfaatan Digital: Google Earth (Menjelajah Naqsh-e Jahan Square), Quizizz, Video dokumenter arsitektur Islam.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Sejarah Daulah Syafawi
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa.
  2. Guru mengondisikan murid agar siap untuk belajar.
  3. Guru mempresensi dan mengapresiasi kehadiran murid.
  4. Guru melakukan ice breaking untuk membangun semangat belajar.
  5. Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi sejarah Islam sebelumnya, khususnya Daulah Usmani, dengan munculnya Daulah Safawi.
  6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru menampilkan video/PPT dengan judul “Sejarah Berdirinya Daulah Safawi”.
  • Murid menyimak video/PPT untuk memperoleh informasi tentang sejarah awal berdirinya Daulah Safawi.
  • Guru mengarahkan murid untuk mencatat informasi penting mengenai:
    1. wilayah Persia;
    2. asal-usul Daulah Safawi;
    3. Syekh Safi al-Din Ishaq;
    4. perkembangan Tarekat Safawiyah;
    5. Ismail I;
    6. proses berdirinya Daulah Safawi;
    7. perkembangan awal wilayah kekuasaan Daulah Safawi.
  • Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan video/PPT.
  • Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang telah diperoleh.
  • Guru dan murid membahas jawaban secara bersama-sama.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru mengajak murid menghubungkan sejarah berdirinya Daulah Safawi dengan pentingnya semangat perjuangan, kepemimpinan, dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
  • Beberapa murid menyampaikan pendapat berdasarkan informasi yang diperoleh.
  • Guru menjelaskan latar belakang munculnya Daulah Safawi dan peran Ismail I dalam membangun pemerintahan.
  • Guru memberikan contoh nilai yang dapat diteladani, seperti:
    1. ketekunan;
    2. kerja keras;
    3. kepemimpinan;
    4. kerja sama;
    5. semangat belajar;
    6. menghargai sejarah dan keberagaman budaya.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok.
  • Guru membagikan PPT/materi Sejarah Daulah Safawi kepada murid.
  • Murid diberikan waktu untuk membaca dan mempelajari kembali materi sebagai persiapan mengikuti kegiatan kelompok.
  • Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk menyusun peta konsep sejarah berdirinya Daulah Safawi.
  • Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi:
    1. wilayah dan latar belakang Persia;
    2. Syekh Safi al-Din Ishaq;
    3. perkembangan Tarekat Safawiyah;
    4. Ismail I;
    5. proses berdirinya Daulah Safawi;
    6. perkembangan awal Daulah Safawi.
  • Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta konsep atau tabel.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap hasil kerja murid.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan pertanyaan:

“Apa yang dapat kita teladani dari perjuangan para tokoh dalam membangun Daulah Safawi, dan bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini?”

Kemudian murid menyampaikan satu nilai keteladanan yang mereka peroleh dari pembelajaran.

Guru memberikan penguatan bahwa berdirinya suatu peradaban membutuhkan proses panjang, kepemimpinan, kerja keras, kerja sama, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari.
  2. Guru bersama murid menyimpulkan materi Sejarah Berdirinya Daulah Safawi.
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah mengikuti pembelajaran dengan baik.
  4. Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang akan datang.
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh.
  6. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal murid sebagai penghubung dengan materi sebelumnya.

  • Apa yang kalian ketahui tentang Persia?
  • Apakah kalian pernah mendengar nama Daulah Safawi?
  • Siapakah Syekh Safi al-Din Ishaq?
  • Apa yang kalian ketahui tentang Ismail I?
  • Mengapa sebuah kerajaan dapat berkembang menjadi kekuatan besar?
Asesmen Proses

Unjuk Kerja

Membuat peta konsep sejarah berdirinya Daulah Safawi yang memuat:

  • latar belakang Persia;
  • Syekh Safi al-Din Ishaq;
  • Tarekat Safawiyah;
  • Ismail I;
  • proses berdirinya Daulah Safawi;
  • perkembangan awal Daulah Safawi.

Sikap

Guru melakukan observasi terhadap:

  • kemampuan bekerja sama;
  • tanggung jawab;
  • keaktifan dalam diskusi;
  • kemampuan menghargai pendapat teman;
  • keberanian menyampaikan pendapat;
  • sikap menghargai sejarah dan keberagaman budaya.
Asesmen Akhir

Tes Tulis: Soal Uraian HOTS

“Analisislah faktor-faktor yang mendukung berdirinya Daulah Safawi dan jelaskan nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini!”

Proyek

Murid membuat poster/infografis digital “Jejak Berdirinya Daulah Safawi” yang memuat:

  • wilayah dan latar belakang Persia;
  • Syekh Safi al-Din Ishaq;
  • perkembangan Tarekat Safawiyah;
  • Ismail I;
  • berdirinya Daulah Safawi;
  • perkembangan awal Daulah Safawi;
  • nilai-nilai keteladanan dari sejarah berdirinya Daulah Safawi.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-2
Kesultanan Daulah Syafawi
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa.
  2. Guru mengkondisikan murid agar siap untuk belajar.
  3. Guru mempresensi dan mengapresiasi kehadiran murid.
  4. Guru melakukan ice breakinguntuk membangun semangat belajar.
  5. Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi sejarah berdirinya Daulah Syafawi pada pertemuan sebelumnya.
  6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menampilkan video/PPT dengan judul “Sultan/Raja-Raja Terkenal Daulah Syafawi dan Kebijakannya”.
  • Murid menyimak video/PPT untuk memperoleh informasi menyeluruh mengenai kepemimpinan para sultan Daulah Syafawi.
  • Guru mengarahkan murid untuk mencatat informasi penting mengenai:
  1. Profil dan biografi singkat sultan-sultan terkenal Daulah Syafawi (seperti Shah Ismail I, Shah Tahmasp I, dan Shah Abbas I);
  2. Kebijakan-kebijakan strategis para sultan (bidang politik, militer, ekonomi, dan keagamaan);
  3. Kontribusi dan capaian penting masing-masing sultan dalam membina peradaban Syafawi.
  • Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan video/PPT.
  • Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang telah diperoleh.
  • Guru dan murid membahas jawaban secara bersama-sama.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
• Guru mengajak murid menghubungkan kepemimpinan para sultan Daulah Syafawi dengan kehidupan sehari-hari (pentingnya ketegasan, visi masa depan, dan keadilan dalam kepemimpinan).

• Beberapa murid menyampaikan pendapat berdasarkan informasi yang diperoleh.

• Guru menjelaskan bagaimana kepemimpinan yang berwawasan luas membawa kemajuan serta bagaimana kelemahan kepemimpinan berdampak pada kelangsungan suatu organisasi/bangsa.

• Guru memberikan contoh nilai yang dapat diteladani, seperti:

• Berani dan berorientasi pada kemajuan;

• Bijaksana dalam mengambil keputusan strategis;

• Menghargai seni, budaya, dan ilmu pengetahun.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok.
  • Guru membagikan bahan ajar/PPT tentang Sultan-Sultan Daulah Syafawi.
  • Murid diberikan waktu untuk membaca dan mempelajari kembali materi sebagai persiapan mengikuti kegiatan kelompok.
  • Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membuat analisis komparatif / profil tokoh (biography chart/tabel analisis) mengenai sultan-sultan terkenal Daulah Syafawi.
  • Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi:
  • Biografi dan masa pemerintahan sultan;
  • Kebijakan utama di bidang pemerintahan, ekonomi, dan militer;
  • Keberhasilan dan legacy (warisan kepemimpinan) masing-masing sultan.
  • Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk pameran karya (gallery walk)/peta konsep/tabel.
  • Setiap kelompok mempresentasikan/mendisplay hasil diskusinya.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap hasil kerja murid.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan pertanyaan:

“Nilai keteladanan apa dari kepemimpinan sultan Daulah Syafawi yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sebagai calon pemimipis masa depan?”

  • Murid menyampaikan satu nilai hikmah/keteladanan yang mereka peroleh dari pembelajaran.
  • Guru memberikan penguatan bahwa kejayaan suatu peradaban sangat dipengaruhi oleh integritas, visi, dan pemikiran maju para pemimipinnya.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari.
  2. Guru bersama murid menyimpulkan materi Sultan/Raja-Raja Daulah Syafawi.
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah mengikuti pembelajaran dengan baik.
  4. Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran/evaluasi bab yang akan datang.
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh
  6. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal murid sebagai penghubung dengan materi sebelumnya:
  • Siapakah pendiri Daulah Syafawi yang kemudian mengangkat dirinya menjadi Shah/Sultan pertama?
  • Mengapa masa pemerintahan Shah Abbas I dianggap sebagai puncak kejayaan kepemimpinan Daulah Syafawi?
  • Kebijakan apa yang dilakukan para sultan Daulah Syafawi untuk memperkuat sektor ekonomi dan militer?
Asesmen Proses Unjuk Kerja:

Membuat matriks/tabel profil dan analisis kepemimpinan para sultan Daulah Syafawi yang memuat aspek biografi, kebijakan strategis, dan keberhasilan pemerintahan.

Sikap:

Guru melakukan observasi terhadap:

Kemampuan bekerja sama;

Tanggung jawab;

Keaktifan dalam diskusi;

Kemampuan menghargai pendapat teman;

Keberanian menyampaikan pendapat dan berpikir kritis

Asesmen Akhir Tes Tulis (Soal Uraian HOTS):

Analisis kepemimpinan Shah Abbas I dalam memajukan Daulah Syafawi! Kebijakan-kebijakan strategis apa saja yang dilakukannya sehingga berhasil membangkitkan Syafawi dari krisis?

Proyek:

Murid membuat biography card / infografis digital bertema “Jejak Kepemimpinan Para Sultan Daulah Syafawi”.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-3
Kejayaan dan Keruntuhan Daulah Syafawi
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa.
  2. Guru mengondisikan murid agar siap untuk belajar.
  3. Guru mempresensi dan mengapresiasi kehadiran murid.
  4. Guru melakukan ice breaking untuk membangun semangat belajar.
  5. Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi sejarah berdirinya Daulah Safawi dengan perkembangan dan kejayaan Daulah Safawi.
  6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru menampilkan video/PPT dengan judul “Kejayaan dan Keruntuhan Daulah Safawi”.
  • Murid menyimak video/PPT untuk memperoleh informasi tentang perkembangan, kejayaan, dan keruntuhan Daulah Safawi.
  • Guru mengarahkan murid untuk mencatat informasi penting mengenai:
    1. perkembangan Daulah Safawi;
    2. Sultan Tahmasp I;
    3. Sultan Abbas I;
    4. kemajuan politik dan pemerintahan;
    5. kemajuan ekonomi dan perdagangan;
    6. kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan;
    7. perkembangan seni dan arsitektur;
    8. faktor-faktor keruntuhan Daulah Safawi;
    9. berakhirnya kekuasaan Daulah Safawi.
  • Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan video/PPT.
  • Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang telah diperoleh.
  • Guru dan murid membahas jawaban secara bersama-sama.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru mengajak murid menghubungkan kejayaan dan keruntuhan Daulah Safawi dengan pentingnya kepemimpinan, persatuan, tanggung jawab, dan kemampuan menghadapi perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Beberapa murid menyampaikan pendapat berdasarkan informasi yang diperoleh.
  • Guru menjelaskan bahwa Daulah Safawi mengalami perkembangan pesat terutama pada masa Sultan Abbas I.
  • Guru menjelaskan berbagai kemajuan Daulah Safawi dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, seni, dan arsitektur.
  • Guru menjelaskan bahwa setelah masa kejayaan, Daulah Safawi menghadapi berbagai persoalan internal dan eksternal yang menyebabkan kekuatannya melemah.
  • Guru memberikan contoh nilai yang dapat diteladani, seperti:
    1. kepemimpinan;
    2. kerja keras;
    3. persatuan;
    4. tanggung jawab;
    5. semangat membangun peradaban;
    6. kemampuan melakukan evaluasi dan perbaikan.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok.
  • Guru membagikan PPT/materi Kejayaan dan Keruntuhan Daulah Safawi kepada murid.
  • Murid diberikan waktu untuk membaca dan mempelajari kembali materi sebagai persiapan mengikuti kegiatan kelompok.
  • Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk menyusun peta konsep kejayaan dan keruntuhan Daulah Safawi.
  • Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi:

    Kelompok 1: Masa kejayaan Daulah Safawi.

    Kelompok 2: Peran Sultan Abbas I dalam membawa Daulah Safawi mencapai kejayaan.

    Kelompok 3: Kemajuan Daulah Safawi dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan, seni, dan arsitektur.

    Kelompok 4: Faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran Daulah Safawi.

    Kelompok 5: Proses keruntuhan dan berakhirnya Daulah Safawi.

  • Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta konsep/tabel.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap hasil kerja murid.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan pertanyaan:

“Apa yang dapat kita teladani dari masa kejayaan Daulah Safawi dan apa yang dapat kita pelajari dari sebab-sebab keruntuhannya?”

Kemudian murid menyampaikan satu nilai keteladanan atau pelajaran yang mereka peroleh dari pembelajaran.

Guru memberikan penguatan bahwa suatu peradaban dapat mencapai kemajuan melalui kepemimpinan, kerja keras, persatuan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengelolaan pemerintahan yang baik. Sebaliknya, perpecahan, lemahnya kepemimpinan, konflik internal, dan berbagai tekanan dari luar dapat menjadi tantangan bagi keberlangsungan sebuah pemerintahan.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari.
  2. Guru bersama murid menyimpulkan materi Kejayaan dan Keruntuhan Daulah Safawi.
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah mengikuti pembelajaran dengan baik.
  4. Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang akan datang.
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh.
  6. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal murid sebagai penghubung dengan materi sebelumnya.

  • Apa yang kalian ketahui tentang Daulah Safawi?
  • Siapakah Sultan Abbas I?
  • Apa yang kalian ketahui tentang masa kejayaan Daulah Safawi?
  • Dalam bidang apa saja Daulah Safawi mengalami kemajuan?
  • Mengapa suatu kerajaan dapat mengalami kemunduran?
Asesmen Proses

Unjuk Kerja

Membuat peta konsep Kejayaan dan Keruntuhan Daulah Safawi yang memuat:

  • tokoh-tokoh penting;
  • masa kejayaan;
  • Sultan Abbas I;
  • kemajuan politik;
  • kemajuan ekonomi dan perdagangan;
  • kemajuan ilmu pengetahuan;
  • kemajuan seni dan arsitektur;
  • faktor-faktor kemunduran;
  • proses keruntuhan Daulah Safawi.

Sikap

Guru melakukan observasi terhadap:

  • kemampuan bekerja sama;
  • tanggung jawab;
  • keaktifan dalam diskusi;
  • kemampuan menghargai pendapat teman;
  • keberanian menyampaikan pendapat;
  • kemampuan berpikir kritis;
  • sikap menghargai sejarah dan warisan peradaban Islam.
Asesmen Akhir

Tes Tulis: Soal Uraian HOTS

“Analisislah faktor-faktor yang menyebabkan Daulah Syafawi mencapai masa kejayaan dan jelaskan hubungan antara kepemimpinan Sultan Abbas 1 dengan kemajuan Daulah Syafawi”

Proyek

Murid membuat poster/infografis digital:

“Jejak Kejayaan dan Keruntuhan Daulah Safawi”

Poster/infografis memuat:

  • perkembangan Daulah Safawi;
  • Sultan Abbas I;
  • masa kejayaan Daulah Safawi;
  • kemajuan politik dan pemerintahan;
  • kemajuan ekonomi dan perdagangan;
  • kemajuan ilmu pengetahuan;
  • kemajuan seni dan arsitektur;
  • faktor-faktor kemunduran;
  • proses keruntuhan Daulah Safawi;
  • nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-4
Warisan Daulah Syafawi
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa.
  2. Guru mengondisikan murid agar siap untuk belajar.
  3. Guru mempresensi dan mengapresiasi kehadiran murid.
  4. Guru melakukan ice breaking untuk membangun semangat belajar.
  5. Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi sebelumnya tentang kejayaan dan keruntuhan Daulah Safawi dengan berbagai warisan peradaban yang ditinggalkan Daulah Safawi.
  6. Guru memberikan pertanyaan pemantik
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru menampilkan video/PPT dengan judul “Warisan Peradaban Daulah Safawi”.
  • Murid menyimak video/PPT untuk memperoleh informasi tentang berbagai warisan Daulah Safawi.
  • Guru mengarahkan murid untuk mencatat informasi penting mengenai:
    1. warisan arsitektur Daulah Safawi;
    2. Masjid Shah di Isfahan;
    3. Masjid Syekh Lutfollah;
    4. perkembangan Kota Isfahan;
    5. perkembangan seni dan budaya;
    6. perkembangan ilmu pengetahuan;
    7. perkembangan perdagangan dan ekonomi;
    8. nilai-nilai peradaban yang diwariskan Daulah Safawi.
  • Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan video/PPT.
  • Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang telah diperoleh.
  • Guru dan murid membahas jawaban secara bersama-sama.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru mengajak murid menghubungkan warisan Daulah Safawi dengan pentingnya menjaga dan menghargai peninggalan sejarah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Beberapa murid menyampaikan pendapat berdasarkan informasi yang diperoleh.
  • Guru menjelaskan berbagai warisan Daulah Safawi dalam bidang arsitektur, seni, budaya, ilmu pengetahuan, ekonomi, dan perdagangan.
  • Guru menjelaskan bahwa peninggalan peradaban merupakan sumber pembelajaran bagi generasi berikutnya.
  • Guru memberikan contoh nilai yang dapat diteladani, seperti:
    1. cinta ilmu pengetahuan;
    2. menghargai karya seni dan budaya;
    3. menjaga warisan sejarah;
    4. kreativitas;
    5. tanggung jawab;
    6. menghargai keberagaman budaya.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok.
  • Guru membagikan PPT/materi Warisan Daulah Safawi kepada murid.
  • Murid diberikan waktu untuk membaca dan mempelajari kembali materi sebagai persiapan mengikuti kegiatan kelompok.
  • Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk menyusun peta konsep warisan Daulah Safawi.
  • Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi:

    Kelompok 1: Warisan Daulah Safawi dalam bidang arsitektur.

    Kelompok 2: Warisan Daulah Safawi dalam bidang seni dan kebudayaan.

    Kelompok 3: Warisan Daulah Safawi dalam bidang ilmu pengetahuan.

    Kelompok 4: Warisan Daulah Safawi dalam bidang ekonomi dan perdagangan.

    Kelompok 5: Nilai-nilai yang dapat dipelajari dari warisan peradaban Daulah Safawi.

  • Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta konsep/tabel.
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap hasil kerja murid.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan pertanyaan:

“Apa yang dapat kita teladani dari warisan peradaban Daulah Safawi dan bagaimana cara kita menghargai serta menjaga warisan sejarah pada masa kini?”

Kemudian murid menyampaikan satu nilai atau pelajaran yang mereka peroleh dari pembelajaran.

Guru memberikan penguatan bahwa warisan suatu peradaban tidak hanya berupa bangunan atau benda bersejarah, tetapi juga berupa ilmu pengetahuan, seni, budaya, kreativitas, dan nilai-nilai kehidupan yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari.
  2. Guru bersama murid menyimpulkan materi Warisan Daulah Safawi.
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah mengikuti pembelajaran dengan baik.
  4. Guru menyampaikan informasi tentang kegiatan pembelajaran yang akan datang.
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh.
  6. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal murid sebagai penghubung dengan materi sebelumnya.

  • Apa yang kalian ketahui tentang Daulah Safawi?
  • Apa yang dimaksud dengan warisan peradaban?
  • Apa saja kemajuan yang pernah dicapai Daulah Safawi?
  • Apakah kalian mengetahui peninggalan Daulah Safawi di Isfahan?
  • Mengapa peninggalan sejarah penting bagi generasi masa kini?
Asesmen Proses

Unjuk Kerja

Membuat peta konsep Warisan Daulah Safawi yang memuat:

  • warisan arsitektur;
  • warisan seni dan kebudayaan;
  • warisan ilmu pengetahuan;
  • warisan ekonomi dan perdagangan;
  • perkembangan Kota Isfahan;
  • nilai-nilai peradaban yang dapat diteladani.

Sikap

Guru melakukan observasi terhadap:

  • kemampuan bekerja sama;
  • tanggung jawab;
  • keaktifan dalam diskusi;
  • kemampuan menghargai pendapat teman;
  • keberanian menyampaikan pendapat;
  • kepedulian terhadap warisan sejarah;
  • kemampuan menghargai keberagaman budaya
Asesmen Akhir

Tes Tulis: Soal Uraian HOTS

“Analisislah mengapa warisan arsitektur dan kebudayaan Daulah Syafawi memiliki arti penting bagi perkembangan peradaban Islam”

Proyek

Murid membuat poster/infografis digital:

“Jejak Warisan Peradaban Daulah Safawi”

Poster/infografis memuat:

  • sejarah singkat Daulah Safawi;
  • warisan arsitektur;
  • Masjid Shah;
  • Masjid Syekh Lutfollah;
  • Kota Isfahan;
  • seni dan kebudayaan;
  • ilmu pengetahuan;
  • ekonomi dan perdagangan;
  • nilai-nilai yang dapat diteladani;
  • pentingnya menjaga warisan sejarah.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-5
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *