Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila

BAB 1 (Ber-Pancasila Dalam Keseharian di Masyarakat)
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Ber-Pancasila Dalam Keseharian di Masyarakat
I Spesifikasi
Nama Penyusun Diah Fuji Lestari Kadir
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Fase/Kelas/Semester F / XII / Ganjil
Topik Pembelajaran Ber-Pancasila Dalam Keseharian di Masyarakat
Alokasi Waktu 2 Pertemuan (2 x 2 JP @ 45)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran sebagai warga negara Indonesia yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kolaborasi: Peserta  didik  mampu  bekerja  sama  secara  efektif  dan  menghargai perbedaan dalam mencapai tujuan bersama berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis kasus-kasus yang berkaitan dengan pengamalan  Pancasila,  mengidentifikasi  akar  masalah,  dan  merumuskan solusi yang relevan.

Keimanan  dan   Ketakwaan   terhadap   Tuhan:   Peserta   didik   menunjukkan keyakinan dan sikap beriman serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang terefleksi dalam toleransi dan keadilan sosial.

3 Topik Panca Cinta Cinta Tanah Air

Definisi: Cinta tanah air adalah sikap dan perasaan cinta terhadap bangsa, negara, dan budaya Indonesia, yang tercermin dalam tindakan nyata untuk menjaga keutuhan dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Materi Berbasis Pancasila:Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghargai keberagaman budaya dan agama sebagai anugerah Tuhan untuk memperkuat persatuan bangsa.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menunjukkan sikap toleransi dan saling menghormati antarwarga negara dari berbagai suku, agama, dan budaya.

Sila Persatuan Indonesia: Mempertahankan keutuhan NKRI melalui tindakan seperti menjaga lingkungan, mendukung produk lokal, dan menghormati simbol-simbol negara

(bendera, lagu kebangsaan, dan lambang negara).

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam

Permusyawaratan/Perwakilan: Berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti musyawarah desa atau gotong royong untuk membangun lingkungan yang harmonis.

Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Mendukung pembangunan nasional

dengan cara menjaga fasilitas umum dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

 

Cinta Ilmu

Definisi: Cinta ilmu adalah semangat untuk terus belajar, mengembangkan pengetahuan, dan memanfaatkan ilmu untuk kemajuan diri dan masyarakat dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Materi Berbasis Pancasila

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Menyadari bahwa ilmu adalah anugerah Tuhan yang harus digunakan untuk kebaikan.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menggunakan ilmu untuk membantu sesama,

seperti berbagi pengetahuan atau mengajarkan keterampilan kepada yang membutuhkan. Sila Persatuan Indonesia: Memanfaatkan ilmu untuk memperkuat persatuan, misalnya melalui inovasi teknologi yang mendukung komunikasi antarbudaya.

 

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Menggunakan ilmu untuk membuat keputusan yang bijaksana dalam musyawarah, seperti menyusun program pemberdayaan masyarakat. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Mengaplikasikan ilmu untuk

mengatasi ketimpangan sosial, seperti mengembangkan solusi teknologi untuk pendidikan di daerah terpencil.

Cinta Diri dan Sesama

Definisi: Cinta diri dan sesama adalah sikap menghargai diri sendiri sebagai individu yang bermartabat dan peduli terhadap kesejahteraan orang lain dengan landasan nilai-nilai kemanusiaan.

Materi Berbasis Pancasila:

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Menghargai diri dan sesama sebagai ciptaan Tuhan dengan menjaga kesehatan fisik dan mental.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menunjukkan empati dan saling membantu, seperti memberikan dukungan kepada teman yang sedang kesulitan.

Sila Persatuan Indonesia: Membangun hubungan harmonis dengan sesama warga negara, terlepas dari perbedaan latar belakang.

Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Menghormati pendapat orang lain dalam diskusi kelompok atau musyawarah.

Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial atau donor darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

4 Materi Integrasi KBC Ber-Pancasila Dalam Keseharian di Masyarakat
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila; menganalisis peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global dalam konteks Pancasila sebagai ideologi negara; dan membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari-hari
2 Tujuan Pembelajaran A. Memahami nilai-nilai Pancasila dalam konteks kehidupan bermasyarakat
  1. Melalui diskusi kelompok dan analisis berita, peserta didik mampu mengidentifikasi esensi nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan) dalam berbagai konteks kehidupan masyarakat dengan benar
  2. Setelah menyimak   studi   kasus,   peserta   didik   mampu   menganalisis   implikasi pengamalan atau pelanggaran nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan sosial di masyarakat dengan kritis
  3. Dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan “role-playing” sederhana, peserta didik dapat mengemukakan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam situasi sehari-hari di lingkungan mereka

B. Mempraktikkan sikap dan perilaku Ber-Pancasila dalam keseharian

  1. Melalui kolaborasi dalam proyek sederhana, peserta didik mampu merencanakan dan menyusun kampanye/aksi mini yang mengampanyekan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat secara kreatif
  2. Setelah melaksanakan proyek, peserta didik mampu menunjukkan sikap kolaboratif dan bertanggung jawab dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan sekitar.
  3. Dengan presentasi hasil proyek, peserta didik dapat merefleksikan pengalaman ber- Pancasila dan dampak yang ditimbulkan terhadap diri dan lingkungan masyarakat secara jujur.
3 Kerangka Pembelajaran
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
MEMAHAMI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KONTEKS KEHIDUPAN MASYARAKAT
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (15 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan KEGIATAN  PENDAHULUAN  (15  MENIT)  –  BERKESADARAN  (MINDFUL LEARNING):
  • Pembukaan: Guru mengucapkan salam, berdoa bersama, dan melakukan presensi. (Fokus: Menyadari kehadiran dan mempersiapkan diri).
  • Apersepsi:  Guru   menampilkan   sebuah    video   singkat   atau   gambar   yang menggambarkan interaksi sosial yang menunjukkan nilai-nilai Pancasila (misalnya, gotong royong, musyawarah, kerukunan antarumat beragama) atau sebaliknya (misalnya, konflik akibat intoleransi). Peserta didik diminta untuk mengamati dan menyampaikan kesan pertama mereka. Guru memantik pertanyaan: “Apa yang kalian lihat dan rasakan dari video/gambar ini? Mengapa hal ini bisa terjadi di masyarakat kita?” (Fokus: Menghadirkan kesadaran akan realitas sosial dan relevansi Pancasila).
  • Ice Breaking (Joyful Learning): Permainan “Tebak Sila Pancasila” dari deskripsi singkat perilaku atau kasus. (Fokus: Membangun suasana ceria dan mengaktifkan pengetahuan awal).
  • Penyampaian Tujuan:  Guru  menyampaikan  tujuan  pembelajaran  hari  ini  dan bagaimana hal ini akan membantu mereka memahami peran Pancasila dalam keseharian. (Fokus: Membangun makna belajar).
B. Kegiatan Inti (60 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Stimulasi & Identifikasi Masalah (Memahami & Mengaplikasi):
  • Guru membagi  peserta  didik  menjadi  beberapa  kelompok  (diferensiasi  kelompok berdasarkan minat pada isu tertentu atau gaya belajar).
  • Setiap kelompok diberikan satu studi kasus atau artikel berita tentang suatu fenomena sosial di masyarakat (misalnya, kasus intoleransi di suatu daerah, aksi gotong royong warga, musyawarah desa, atau demonstrasi menuntut keadilan). (Diferensiasi Konten: Variasi studi kasus sesuai tingkat kesulitan dan jenis sila yang dominan).
  • Peserta didik diminta untuk membaca studi kasus, mengidentifikasi masalah, dan merumuskan pertanyaan-pertanyaan awal terkait implementasi Pancasila.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Pengumpulan Data & Pembuktian (Mengaplikasi):
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis studi kasus, mengidentifikasi nilai- nilai Pancasila yang terkandung atau dilanggar dalam kasus tersebut.
  • Peserta didik diminta untuk merujuk pada buku teks Pendidikan Pancasila (halaman relevan tentang makna setiap sila dan implementasinya) atau melakukan penelusuran singkat di internet untuk memperdalam pemahaman mereka.
  • Guru membimbing  kelompok  untuk  mengaitkan  kasus  dengan  esensi  nilai-nilai Pancasila. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan lembar kerja terstruktur dengan pertanyaan panduan bagi kelompok yang membutuhkan dukungan, dan membiarkan kelompok lain bereksplorasi lebih dalam).
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Pengumpulan Data & Pembuktian (Mengaplikasi):
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menganalisis studi kasus, mengidentifikasi nilai- nilai Pancasila yang terkandung atau dilanggar dalam kasus tersebut.
  • Peserta didik diminta untuk merujuk pada buku teks Pendidikan Pancasila (halaman relevan tentang makna setiap sila dan implementasinya) atau melakukan penelusuran singkat di internet untuk memperdalam pemahaman mereka.
  • Guru membimbing  kelompok  untuk  mengaitkan  kasus  dengan  esensi  nilai-nilai Pancasila. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan lembar kerja terstruktur dengan pertanyaan panduan bagi kelompok yang membutuhkan dukungan, dan membiarkan kelompok lain bereksplorasi lebih dalam).
  • Pengembangan & Presentasi (Mengaplikasi):
    • Setiap kelompok merumuskan hasil analisis mereka tentang studi kasus, menjelaskan implikasi pengamalan/pelanggaran  Pancasila,  dan  memberikan  contoh  penerapan nilai-nilai Pancasila dalam situasi sehari-hari yang releva
    • Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kela
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Analisis & Evaluasi (Merefleksi):
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan. Guru memfasilitasi diskusi dan mengklarifikasi konsep.
  • Guru  memberikan   penguatan   terhadap   pemahaman   nilai-nilai   Pancasila   dan urgensinya dalam kehidupan masyarakat, serta memberikan contoh-contoh nyata pengamalan Pancasila.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Refleksi Diri (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik menuliskan satu kalimat refleksi singkat tentang “Bagaimana saya dapat berkontribusi mewujudkan nilai Pancasila di lingkungan saya?” (Umpan balik konstruktif).
  • Penyimpulan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang nilai-nilai Pancasila dalam konteks kehidupan masyarakat.
  • Tindak Lanjut & Perencanaan (Joyful Learning): Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya yang akan fokus pada praktik nyata ber-Pancasila. Guru juga memberikan tugas mandiri (misalnya, mengidentifikasi satu masalah di lingkungan sekitar yang dapat diselesaikan dengan pendekatan Pancasila) dan mengajak peserta didik untuk memikirkan ide proyek mini.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Format: Tes Lisan / Survei singkat tertulis / Polling interaktif (Mentimeter).

Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang nilai-nilai Pancasila dan pemahaman mereka tentang relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan Contoh:

  1. “Menurut kalian, apa arti ‘gotong royong’ dalam kehidupan sehari-hari?”
  2. “Sebutkan 3 contoh permasalahan sosial di sekitar kalian yang menurut kalian bisa diselesaikan dengan nilai Pancasila!”
  3. “Bagaimana cara kalian menunjukkan rasa hormat kepada teman yang berbeda agama/suku?”
  4. “Apa tantangan terbesar dalam mengamalkan Pancasila di era sekarang?”
Asesmen Proses Format: Observasi (saat diskusi kelompok, role-playing, pelaksanaan proyek), Penilaian Diri, Penilaian Antarteman, Lembar Kerja Analisis Kasus.
  • Tujuan: Memantau  pemahaman  peserta  didik  selama  proses  pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik.

Pertanyaan/Tugas Contoh:

  • Observasi  Diskusi   Kelompok:   Catatan   guru   tentang   partisipasi   aktif, kemampuan menganalisis kasus, dan kolaborasi dalam kelompok.
  • Lembar Kerja Analisis Kasus (Pertemuan 1): Peserta didik mengisi tabel: Kasus, Nilai Pancasila yang Relevan (Sila ke berapa?), Implikasi Positif/Negatif, Solusi yang ditawarkan.
Asesmen Akhir
  • Format: Tes Tertulis (Uraian/Pilihan Ganda Berbasis Kasus) dan/atau Penilaian Produk/Unjuk Kerja (Portofolio Proyek).

  • Tujuan: Mengukur pencapaian keseluruhan Kompetensi Pembelajaran (CP) peserta didik pada akhir unit/tema, menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila, serta menentukan ketuntasan belajar.

Pertanyaan/Tugas Contoh

  • Tes Tertulis Berbasis Kasus (Soal Uraian HOTS):

    “Di sebuah desa, muncul konflik antarwarga akibat perbedaan pandangan dalam penggunaan dana desa untuk pembangunan rumah ibadah. Masing-masing kelompok merasa paling berhak atas dana tersebut.

    Pertanyaan:

    1. Analisis kasus di atas berdasarkan sila-sila Pancasila yang dilanggar maupun yang dapat dijadikan landasan penyelesaian!

    2. Rumuskan dua solusi konkret yang mencerminkan musyawarah mufakat (Sila ke-4) dan keadilan sosial (Sila ke-5) untuk menyelesaikan masalah tersebut!”

  • Penilaian Produk/Unjuk Kerja (Rubrik Laporan Proyek Akhir):

    • Tugas: Menyusun laporan akhir atau mempresentasikan hasil aksi nyata pengamalan Pancasila di lingkungan sekolah/masyarakat.

    • Kriteria Penilaian:

      • Kedalaman Analisis: Kejelasan hubungan antara aksi nyata dengan nilai Pancasila yang diangkat.

      • Dampak & Solusi: Kebenaran dan efektivitas solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan real.

      • Kreativitas & Penyajian: Kerapian laporan, kejelasan presentasi, serta visualisasi data/dokumentasi.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-2
Mempraktikkan sikap dan perilaku Ber-Pancasila dalam keseharian
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (15 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan Pembukaan: Guru mengucapkan salam, berdoa, dan presensi.
  • Apersepsi: Guru  menampilkan  video  pendek  tentang  “hero-hero”  lokal  yang mengamalkan Pancasila dalam keseharian (misalnya, penggerak toleransi, relawan sosial, atau pemuda yang berhasil membangun kebersamaan di lingkungannya). Guru bertanya:  “Apa  yang  kalian  rasakan  saat  melihat  mereka?  Apakah  kita  bisa melakukan hal serupa?” (Fokus: Membangun kesadaran akan potensi diri dan inspirasi).
  • Koneksi (Meaningful  Learning): Guru  meminta beberapa  peserta  didik berbagi hasil tugas mandiri mereka tentang masalah yang bisa diselesaikan dengan Pancasila. (Fokus: Mengaitkan pengalaman pribadi dengan materi).
  • Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
B. Kegiatan Inti (60 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Eksplorasi & Perencanaan Proyek (Memahami & Mengaplikasi):
  • Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok. Setiap kelompok diminta untuk merumuskan ide proyek mini berupa kampanye atau aksi sederhana yang mengampanyekan  atau   mengimplementasikan   salah   satu   atau   beberapa   nilai Pancasila dalam konteks kehidupan sehari-hari di masyarakat. Contoh: pembuatan poster digital tentang toleransi, video pendek tentang gotong royong, simulasi musyawarah kelas, atau kegiatan penggalangan dana sederhana untuk isu sosial.
  • Peserta  didik  menggunakan   buku  teks  dan   sumber  digital   untuk  merancang kampanye/aksi mereka, termasuk target audiens, pesan kunci, media yang digunakan, dan langkah-langkah pelaksanaannya. (Diferensiasi Proses: Guru memberikan pilihan format proyek yang beragam agar sesuai dengan minat dan keterampilan peserta didik – visual, audio, kinestetik).
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Pembuktian & Pelaksanaan Proyek (Mengaplikasi & Joyful Learning):
  • Peserta didik melaksanakan proyek mini mereka secara kolaboratif. Guru berperan sebagai fasilitator dan mentor,  memberikan  bimbingan  sesuai  kebutuhan. (Diferensiasi Produk: Fleksibilitas dalam produk akhir, misalnya ada yang fokus pada poster, ada yang pada video, ada yang pada simulasi langsung).

●   Dokumentasi proses dan hasil proyek (foto, video, catatan).

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Karya & Presentasi (Mengaplikasi & Joyful Learning):
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas, menjelaskan tujuan, proses, tantangan, dan dampak yang diharapkan/terjadi.
  • Guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap proyek yang dipresentasikan.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Analisis & Refleksi (Merefleksi):
  • Guru memfasilitasi diskusi tentang pengalaman selama proyek, bagaimana nilai-nilai

Pancasila diterapkan, dan tantangan yang dihadapi.

  • Guru  menguatkan    pemahaman    tentang    pentingnya    tindakan    nyata    dalam mengamalkan Pancasila dan dampak positifnya bagi masyarakat.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Refleksi & Apresiasi (Meaningful Learning): Guru meminta peserta didik untuk menuliskan satu kalimat tentang “Dampak kecil yang bisa saya ciptakan dengan ber- Pancasila” atau “Satu hal yang akan saya lakukan selanjutnya untuk mengamalkan Pancasila”. Guru mengapresiasi upaya dan hasil kerja peserta didik. (Umpan balik konstruktif dan membangun semangat).
  • Penyimpulan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum inti materi tentang pentingnya praktik nyata pengamalan Pancasila dalam keseharian.
  • Tindak Lanjut & Perencanaan (Joyful Learning): Guru memberikan motivasi untuk terus menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat dengan berlandaskan Pancasila. Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi area lain dalam hidup mereka di mana mereka bisa lebih mengamalkan Pancasila dan berpartisipasi dalam perencanaan kegiatan sekolah yang terkait dengan nilai-nilai kebangsaan.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  • Format: Tes lisan / Kuisioner singkat (Isian singkat atau stick note).

  • Tujuan: Memetakan pemahaman awal siswa mengenai implementasi nilai Pancasila dan menentukan pembagian kelompok berdasarkan minat/gaya belajar (Diferensiasi Proses).

Contoh Pertanyaan:

  1. Pemahaman Konsep: “Sebutkan satu contoh tindakan sederhana di lingkungan sekitarmu yang mencerminkan pengamalan Pancasila!”

  2. Pemetaan Minat & Media (Diferensiasi): “Jika diminta membuat media kampanye, format apa yang paling kamu sukai? (a) Poster/Grafis Digital, (b) Video Pendek/Roleplay, (c) Aksi Langsung/Penggalangan Dana.”

Asesmen Proses
  • Format: Lembar Observasi Kinerja Kelompok & Jurnal Fasilitasi Guru.

  • Tujuan: Memantau keterlibatan aktif, kolaborasi, pembagian peran, serta pemahaman nilai Pancasila saat penyusunan dan pelaksanaan proyek.

Lembar Pengamatan / Contoh Tugas Proses:

  • Tugas: Kelompok menyusun Lembar Perencanaan Proyek Mini yang berisi:

    • Nilai Pancasila yang diangkat.

    • Target audiens dan pesan utama.

    • Media yang dipilih dan pembagian peran anggota.

Rubrik Observasi Singkat:

  • Kolaborasi: Apakah setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif?

  • Relevansi Nilai: Apakah ide proyek sesuai dengan pengamalan nilai Pancasila?

  • Kemandirian: Sejauh mana kelompok mampu memecahkan masalah dengan bimbingan minim dari guru?

Asesmen Akhir

3. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif Proyek & Presentasi)

  • Format: Penilaian Produk Proyek Mini dan Presentasi Kelompok.

  • Tujuan: Mengukur pencapaian peserta didik dalam mengaplikasikan nilai Pancasila ke dalam bentuk karya nyata serta kemampuan merefleksikan dampaknya.

Contoh Tugas Sumatif:

  • Tugas: Setiap kelompok menyajikan produk karya (poster digital/video pendek/simulasi) dan mempresentasikannya di depan kelas selama 5–7 menit, mencakup tujuan, proses pembuatan, serta dampak yang diharapkan.

Kriteria Penilaian Proyek (Rubrik Evaluasi)

1. Kesesuaian Nilai Pancasila

  • Sangat Baik (Skor 4): Pesan proyek sangat jelas dan secara tepat menggambarkan pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

  • Baik (Skor 3): Pesan proyek jelas menggambarkan nilai Pancasila, namun contoh yang disajikan masih terlalu umum.

  • Cukup (Skor 2): Nilai Pancasila sudah terintegrasi ke dalam proyek, tetapi pesan utamanya masih kurang fokus.

  • Perlu Bimbingan (Skor 1): Pesan proyek tidak menggambarkan nilai Pancasila secara relevan.

2. Kreativitas & Kualitas Produk

  • Sangat Baik (Skor 4): Produk sangat menarik, inovatif, dan sesuai dengan target audiens yang dituju.

  • Baik (Skor 3): Produk menarik, rapi, dan sesuai dengan format media yang dipilih.

  • Cukup (Skor 2): Produk cukup rapi, namun kurang memiliki variasi atau daya tarik visual/audio.

  • Perlu Bimbingan (Skor 1): Produk belum selesai atau dibuat secara kurang maksimal.

3. Kerja Sama & Presentasi

  • Sangat Baik (Skor 4): Seluruh anggota berbagi peran saat presentasi, mampu menjawab pertanyaan, dan menyampaikan ide secara lugas.

  • Baik (Skor 3): Pembagian peran saat presentasi cukup baik dan pesan tersampaikan dengan jelas.

  • Cukup (Skor 2): Presentasi hanya didominasi oleh satu anggota kelompok saja.

  • Perlu Bimbingan (Skor 1): Penyampaian materi kurang jelas dan anggota kelompok belum siap mempresentasikan karya.

4. Refleksi & Pemahaman Dampak

  • Sangat Baik (Skor 4): Peserta didik mampu menjelaskan tantangan proyek dan mengartikulasikan dampak nyata proyek bagi lingkungan secara mendalam.

  • Baik (Skor 3): Peserta didik mampu menjelaskan tantangan dan dampak proyek secara umum.

  • Cukup (Skor 2): Peserta didik hanya bisa menjelaskan proses pembuatan karya tanpa menyebutkan dampaknya.

  • Perlu Bimbingan (Skor 1): Peserta didik belum mampu merefleksikan proses maupun dampak dari proyek yang dibuat.

 
Pertemuan Ke-3
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
ULANGAN HARIAN (ASESMEN SUMATIF TERTULIS)

Bagian A: Pilihan Ganda Berbasis Kasus

  1. Di sebuah lingkungan sekolah, beberapa siswa memutuskan untuk tidak mau bekerja sama dengan kelompoknya hanya karena perbedaan latar belakang keyakinan. Tindakan siswa tersebut melanggar pengamalan Pancasila, khususnya sila ke-…

    • A. Sila ke-1 dan Sila ke-2

    • B. Sila ke-1 dan Sila ke-3

    • C. Sila ke-2 dan Sila ke-4

    • D. Sila ke-3 dan Sila ke-5

  2. Warga Desa Sukamaju mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah. Keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama setelah mendengarkan aspirasi seluruh RT. Praktik ini merupakan bentuk nyata pengamalan Sila ke-4 Pancasila yang mengutamakan…

    • A. Keadilan tanpa membeda-bedakan status sosial

    • B. Pengakuan terhadap keagamaan dan toleransi

    • C. Musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan

    • D. Kerja keras demi kesejahteraan sosial

Bagian B: Uraian Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS)

  1. Studi Kasus:

    Di sebuah daerah, muncul ketegangan antarkelompok pemuda akibat penyebaran narasi intoleransi di media sosial. Hal ini menyebabkan renggangnya komunikasi dan menghambat kegiatan kebersamaan yang biasa dilakukan di desa tersebut.

    • Soal A: Analisislah kasus di atas! Sila Pancasila mana saja yang dilanggar dan berikan alasannya!

    • Soal B: Jika kamu dan kelompokmu ditugaskan untuk mengatasi masalah tersebut melalui proyek kampanye digital, rumuskan dua strategi/solusi konkret (misalnya jenis konten dan pesan kunci) yang berlandaskan Sila ke-3 dan Sila ke-5!

PROGRAM REMEDIAL

Program ini ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) pada asesmen proses maupun sumatif akhir.

Strategi Pembelajaran Remedial:

  • Pendampingan Individu / Tutor Sebaya: Peserta didik digabungkan dengan rekan sekelas yang sudah tuntas untuk mengulas kembali konsep dasar sila Pancasila.

  • Pemberian Tugas Re-Teaching: Penjelasan ulang materi secara lebih terstruktur menggunakan media visual/infografis sederhana.

Instrumen / Tugas Remedial:

  1. Analisis Sederhana: Peserta didik diminta membaca satu berita pendek tentang aksi gotong royong warga saat bencana alam.

  2. Pertanyaan Remedial:

    • Sebutkan 2 nilai Pancasila yang terlihat dalam aksi tersebut!

    • Tuliskan 3 tindakan nyata yang bisa kamu lakukan di lingkungan sekolahmu besok pagi untuk menerapkan Sila ke-3 (Persatuan Indonesia)!

PROGRAM PENGAYAAN

Program ini ditujukan bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui KKTP untuk memperdalam pemahaman dan melatih kepemimpinan sosial (social leadership).

Strategi Pembelajaran Pengayaan:

  • Penugasan Mandiri Berbasis Proyek Lanjutan (Action Research): Peserta didik ditantang untuk memperluas cakupan proyek kampanye yang telah dibuat.

Instrumen / Tugas Pengayaan:

  1. Penyusunan Proposal Aksi Nyata Sekolah:

    • Buatlah gagasan kegiatan nyata tingkat sekolah (misalnya: Gerakan Daur Ulang Bersama, Kantin Kejujuran, atau Pekan Toleransi Budaya).

  2. Rincian Ringkasan Tugas:

    • Identifikasi masalah sosial minor di sekolah.

    • Kaitkan solusi dengan minimal tiga sila Pancasila.

    • Susun draf petunjuk pelaksanaan (Juknis) singkat kegiatan tersebut agar bisa diajukan kepada Pengurus OSIS atau Pembina Sekolah.

Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *