| I |
Spesifikasi |
|
| Nama Penyusun |
Diah Fuji Lestari Kadir, S.Pd |
| Satuan Pendidikan |
Madrasah Aliyah |
| Nama Madrasah |
MAN 1 Bandar Lampung |
| Mata Pelajaran |
Pendidikan Pancasila |
| Fase/Kelas/Semester |
F / XII / Ganjil |
| Topik Pembelajaran |
Ber-Pancasila Dalam Kehidupan Global |
| Alokasi Waktu |
3 Pertemuan (3 x 2 JP @ 45) |
| II |
Identifikasi |
|
| 1 |
Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) |
Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
| 2 |
Dimensi Profil Lulusan |
Kewargaan: Peserta didik mampu menunjukkan perilaku sebagai warga negara Indonesia yang berpancasila dalam konteks kehidupan global, menghargai keberagaman, dan berkontribusi positif.
Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis isu-isu global dari perspektif nilai-nilai Pancasila, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan solusi.
Kreativitas: Peserta didik mampu merumuskan ide-ide inovatif atau skenario penyelesaian masalah global dengan pendekatan Pancasila.
Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk menganalisis isu, merumuskan ide, dan mempresentasikan hasil.
Komunikasi: Peserta didik mampu mengkomunikasikan pandangan, analisis, dan solusi mereka terkait isu global berdasarkan Pancasila secara jelas dan persuasif, baik lisan maupun tulisan. |
| 3 |
Topik Panca Cinta |
Cinta Tanah Air: Memupuk kebanggaan dan tanggung jawab terhadap bangsa Indonesia dengan memahami peran Pancasila sebagai identitas nasional di tengah globalisasi
Cinta Ilmu: Menumbuhkan semangat belajar dan berpikir kritis untuk memahami isu global seperti perdamaian, keadilan sosial, dan pelestarian budaya dalam kerangka Pancasila
Cinta Diri dan Sesama: Mengembangkan sikap saling menghormati, toleransi, dan empati terhadap keberagaman budaya serta individu dalam komunitas global. |
| 4 |
Materi Integrasi KBC |
Ber-Pancasila Dalam Kehidupan Global |
| III |
Desain Pembelajaran |
|
| 1 |
Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 |
Mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila; menganalisis peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global dalam konteks Pancasila sebagai ideologi negara; dan membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari-hari |
| 2 |
Tujuan Pembelajaran |
- Menjelaskan makna dan hakikat globalisasi serta tantangan yang ditimbulkannya bagi nilai-nilai Pancasila.
- Menganalisis isu-isu global kontemporer (misalnya, perubahan iklim, konflik internasional, ketidakadilan ekonomi, hoaks) dari perspektif Pancasila.
- terhadap berbagai pandangan dalam menghadapi isu-isu global.
|
| 3 |
Kerangka Pembelajaran |
PRAKTIK PEDAGOGIK:
Model: Problem-Based Learning (PBL) untuk mendorong peserta didik menganalisis dan mencari solusi terhadap isu global, serta Collaborative Learning untuk membangun keterampilan kerja sama.
Strategi: Pembelajaran berbasis kasus, inkuiri terbimbing, diskusi partisipatif, presentasi interaktif.
Metode: Diskusi kelompok, studi kasus, analisis dokumen/berita, simulasi, proyek, presentasi.
○ Pendekatan Deep Learning:
Mindful Learning: Mengajak peserta didik merenungkan posisi diri dan Indonesia dalam kehidupan global, serta menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara. Penggunaan pertanyaan reflektif dan jeda refleksi.
Meaningful Learning: Menghubungkan konsep Pancasila dengan isu-isu nyata dan relevan yang mereka temui dalam berita atau pengalaman pribadi. Membangun jembatan antara teori dan praktik.
Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menarik melalui debat mini, simulasi peran, atau penggunaan media interaktif yang relevan dengan isu-isu global. |
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 |
| IV |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R) |
Pertemuan Ke-1
Pancasila dan Tantangan Kehidupan Global |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (15 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan tayangan singkat (video atau gambar) yang menampilkan fenomena globalisasi (misal: penggunaan teknologi lintas negara, pertukaran budaya, berita konflik). Guru meminta peserta didik untuk mengamati sejenak dan menanyakan, “Apa yang kalian rasakan saat melihat hal-hal ini? Bagaimana ini memengaruhi kehidupan kita?” Guru memberikan waktu refleksi singkat.
Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengaitkan tayangan dengan tema “Ber-Pancasila dalam Kehidupan Global”. Guru menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya untuk di dalam negeri, tetapi juga relevan dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru dapat menggunakan Mentimeter untuk membuat “word cloud” singkat tentang kata-kata yang terlintas saat mendengar “globalisasi” atau “Pancasila”. Ini menciptakan suasana interaktif dan menyenangkan. |
| B. Kegiatan Inti (60 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi tantangan yang terkandung dalam isu tersebut dan memetakan bagaimana isu tersebut berpotensi memengaruhi nilai-nilai Pancasila.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok (diferensiasi proses: berdasarkan preferensi topik isu global, atau secara heterogen untuk mendorong pertukaran ide).
- Setiap kelompok diberikan satu atau dua artikel berita/studi kasus (diferensiasi konten: artikel dengan tingkat kompleksitas bacaan yang berbeda) yang menggambarkan isu global kontemporer (misal: perubahan iklim, krisis pengungsi, penyebaran hoaks/radikalisme, ketidakadilan ekonomi global).
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
- Setiap kelompok mendiskusikan hasil analisis mereka, mencoba menghubungkan isu global dengan sila-sila Pancasila mana yang paling relevan.
- Mereka diminta untuk merumuskan pertanyaan kritis terkait isu tersebut dari perspektif Pancasila.
- Diferensiasi Produk: Kelompok dapat memilih format untuk menyajikan hasil analisis awal mereka: daftar poin-poin penting, bagan alir, atau “sketsa ide” singkat
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
- Setiap kelompok mempresentasikan temuan analisis dan pertanyaan kritis mereka secara singkat di depan kelas.
- Guru memfasilitasi diskusi umum, mendorong peserta didik untuk saling memberikan tanggapan dan masukan.
- Guru mengarahkan diskusi untuk menyoroti urgensi peran Pancasila dalam menghadapi tantangan global.
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan umpan balik umum mengenai kedalaman analisis dan partisipasi aktif peserta didik. Mengapresiasi kemampuan peserta didik dalam mengaitkan isu global dengan Pancasila.
- Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pemahaman tentang globalisasi dan tantangan yang dihadapi Pancasila.
- Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan fokus pada perumusan solusi berbasis Pancasila dan memberikan pengantar tugas proyek simulasi. Peserta didik diminta untuk mulai memikirkan ide- ide solusi.
- Jurnal Refleksi Singkat: Peserta didik menulis satu kalimat tentang “Satu hal yang paling menarik dari isu global yang saya pelajari hari ini adalah…”
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Format: Brainstorming lisan atau kuis singkat (melalui Kahoot/Mentimeter) tentang isu-isu global yang mereka ketahui atau sejauh mana mereka mengaitkan Pancasila dengan dunia internasional.
Contoh Pertanyaan:
- “Sebutkan 3 isu global yang paling sering kamu dengar akhir-akhir ini.”
- “Menurutmu, apakah Pancasila relevan untuk menyelesaikan masalah di tingkat global?”
- “Apa yang kamu harapkan dari pembelajaran tentang Pancasila di era global ini?”
|
| Asesmen Proses |
Observasi: Guru mengamati keterlibatan peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan berargumen, dan kolaborasi saat mengerjakan proyek. Menggunakan rubrik observasi.
Penilaian Diri dan Penilaian Antar Teman: Formulir penilaian diri dan antar teman untuk menilai kontribusi individu dalam kelompok.
- Presentasi Mini (Pertemuan 1): Penilaian singkat terhadap kemampuan kelompok mengidentifikasi tantangan dan menghubungkan dengan Pancasila.
- Jurnal Refleksi: Membaca jurnal refleksi peserta didik untuk memahami pemahaman konsep, tantangan belajar, dan perkembangan sikap.
Contoh Pertanyaan/Tugas:
- “Bagaimana kelompokmu menghubungkan sila [sebutkan sila] dengan isu
[sebutkan isu global]?” (Saat membimbing kelompok)
- “Apa yang kamu pelajari dari diskusi kelompok hari ini tentang pentingnya toleransi dalam isu global?” (Jurnal refleksi)
|
| Asesmen Akhir |
Penilaian Proyek Simulasi/Presentasi: Penilaian terhadap kualitas proyek akhir (misalnya, simulasi pidato diplomatik, kampanye digital, atau proposal kebijakan) dan presentasi kelompoknya.
Format: Rubrik penilaian proyek yang mencakup kriteria:
- Relevansi dan Kedalaman Analisis: Sejauh mana isu global dianalisis secara mendalam dan relevan dengan Pancasila.
- Kreativitas Solusi: Keaslian dan kelayakan ide solusi berbasis Pancasila.
- Integrasi Pancasila: Seberapa baik nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam solusi.
- Kolaborasi: Efektivitas kerja tim dalam proyek.
- Kualitas Komunikasi/Presentasi: Kejelasan, persuasif, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
Tes Tertulis (Esai Analitis):
- Format: Tes tertulis berbentuk esai untuk menguji kemampuan penalaran kritis dan aplikasi konsep.
Contoh Pertanyaan:
- “Pilihlah satu isu global kontemporer (misalnya, polarisasi politik global, krisis lingkungan, atau penyebaran ideologi ekstrem). Analisislah isu tersebut dari perspektif nilai-nilai Pancasila. Jelaskan bagaimana Pancasila dapat menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mengatasi tantangan tersebut dan berkontribusi pada solusi global.”
- “Sebagai warga negara Indonesia yang berpancasila di era global, sebutkan 3 perilaku konkret yang dapat Anda lakukan untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan daring maupun luring. Jelaskan alasannya.”
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 |
Pertemuan Ke-2
Peran Pancasila Sebagai Pedoman Dalam Kehidupan Global |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (15 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru meminta peserta didik untuk kembali mengingat isu global yang telah mereka analisis di pertemuan sebelumnya. Guru dapat meminta mereka menyebutkan satu tantangan terbesar yang menurut mereka perlu diatasi.
Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengaitkan bahwa Pancasila bukan hanya alat analisis, tetapi juga pedoman untuk bertindak. Guru menegaskan pentingnya peran aktif mereka sebagai warga negara global yang berpancasila. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan proyek hari ini.
Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menampilkan beberapa kutipan inspiratif dari tokoh nasional atau global tentang pentingnya persatuan, toleransi, atau keadilan. Guru meminta peserta didik memilih satu kutipan yang paling berkesan dan menjelaskan alasannya. |
| B. Kegiatan Inti (60 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Peserta didik kembali ke kelompoknya masing-masing.
- Guru memberikan tugas proyek simulasi: “Bagaimana kelompok Anda, sebagai perwakilan Indonesia, akan merumuskan solusi atau sikap berbasis Pancasila untuk mengatasi isu global yang telah dianalisis sebelumnya?”
- Kelompok merencanakan proyek mereka: menentukan fokus solusi, bagaimana nilai Pancasila diimplementasikan, dan bagaimana mereka akan mempresentasikan ide mereka (misal: simulasi pidato diplomatik, kampanye media sosial, proposal kebijakan).
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Diferensiasi Proses: Guru dapat memberikan bimbingan lebih intensif kepada kelompok yang kesulitan dalam merumuskan ide atau membantu mereka menemukan sumber daya yang relevan. |
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
- Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk mengembangkan solusi atau sikap berbasis Pancasila. Mereka diminta untuk menggunakan sumber informasi yang relevan dan memastikan nilai-nilai Pancasila terintegrasi dalam setiap langkah solusi.
- Guru berperan sebagai fasilitator, memberikan masukan, dan memastikan proyek sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- Peserta didik didorong untuk memanfaatkan alat digital untuk kolaborasi dan visualisasi proyek mereka.
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka di depan kelas. Mereka harus menunjukkan bagaimana Pancasila menjadi dasar pemikiran dan tindakan mereka dalam menghadapi isu global.
- Setelah presentasi, guru dan peserta didik lain memberikan umpan balik konstruktif dan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman.
- Guru memfasilitasi refleksi bersama tentang keberhasilan dan tantangan dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila di kancah global.
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Umpan Balik Konstruktif: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas dan kedalaman analisis dalam proyek. Guru memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut.
- Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan global dan peran aktif mereka sebagai warga negara yang berpancasila.
- Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk bab berikutnya atau meminta peserta didik untuk menuliskan satu komitmen pribadi tentang bagaimana mereka akan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari- hari sebagai bagian dari warga global.
- Jurnal Refleksi Akhir: Peserta didik diminta menulis refleksi akhir tentang seluruh pembelajaran di Bab 2, termasuk pelajaran terpenting yang mereka dapatkan dan bagaimana hal itu mengubah cara pandang mereka terhadap Pancasila dan dunia.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Asesmen ini dilakukan pada awal modul/pertemuan untuk memetakan kesiapan belajar (readiness) dan pemahaman awal peserta didik terkait isu global dan kaitannya dengan Pancasila.
| No. |
Jenis Pertanyaan |
Contoh Pertanyaan Asesmen Awal |
| 1. |
Pengetahuan Dasar (Isu Global) |
“Menurutmu, apa satu masalah dunia saat ini (seperti perubahan iklim, hoaks, atau perang) yang dampaknya paling terasa sampai ke Indonesia? Jelaskan alasan singkatnya!” |
| 2. |
Analisis Nilai (Pancasila) |
“Jika ada kasus ketidakadilan ekonomi atau kemanusiaan di tingkat internasional, sila Pancasila ke berapa yang paling tersentuh atau terlanggar? Mengapa?” |
| 3. |
Preferensi/Minat (Untuk Kelompok) |
“Dari topik berikut: (A) Perubahan Iklim, (B) Penyebaran Hoaks/Radikalisme, (C) Kemanusiaan/Pengungsi, isu mana yang paling ingin kamu bedah solusinya?” |
|
| Asesmen Proses |
Asesmen ini dilakukan selama kegiatan inti berlangsung (Fase 1–3) untuk memantau keterlibatan, kolaborasi, dan perkembangan pengerjaan proyek siswa.
-
Tujuan Asesmen:
-
Menilai proses kolaborasi dan keaktifan siswa dalam kelompok.
-
Memberikan umpan balik langsung (feedback) saat guru melakukan bimbingan/diferensiasi proses.
-
Memastikan ide solusi yang dirancang tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila.
-
Contoh Rubrik / Lembar Observasi Guru (Asesmen Proses)
-
| Nama Siswa / Kelompok |
Indikator Observasi |
Skor (1–4) |
Catatan Guru / Umpan Balik |
| Kelompok 1 |
Kerja Sama (Kolaborasi): Pembagian peran berjalan seimbang dan memanfaat alat digital. |
|
Aktif, tapi perlu dorongan untuk menyatukan ide. |
|
Kedalaman Analisis: Solusi yang dirancang berdasar pada nilai Sila Pancasila (bukan sekadar ide umum). |
|
Ide solusi sudah bagus, tinggal dikuatkan pasal/sila yang mendasarinya. |
|
Keterbukaan Umpan Balik: Menerima masukan dari guru/teman saat proses bimbingan. |
|
Sangat responsif terhadap saran perbaikan. |
Skala Skor: 1 (Belum Berkembang), 2 (Mulai Berkembang), 3 (Berkembang Sesuai Harapan), 4 (Sangat Berkembang)
|
| Asesmen Akhir |
Asesmen ini dilakukan selama kegiatan inti berlangsung (Fase 1–3) untuk memantau keterlibatan, kolaborasi, dan perkembangan pengerjaan proyek siswa.
| Nama Siswa / Kelompok |
Indikator Observasi |
Skor (1–4) |
Catatan Guru / Umpan Balik |
| Kelompok 1 |
Kerja Sama (Kolaborasi): Pembagian peran berjalan seimbang dan memanfaat alat digital. |
|
Aktif, tapi perlu dorongan untuk menyatukan ide. |
|
Kedalaman Analisis: Solusi yang dirancang berdasar pada nilai Sila Pancasila (bukan sekadar ide umum). |
|
Ide solusi sudah bagus, tinggal dikuatkan pasal/sila yang mendasarinya. |
|
Keterbukaan Umpan Balik: Menerima masukan dari guru/teman saat proses bimbingan. |
|
Sangat responsif terhadap saran perbaikan. |
Skala Skor: 1 (Belum Berkembang), 2 (Mulai Berkembang), 3 (Berkembang Sesuai Harapan), 4 (Sangat Berkembang)
3. Asesmen Akhir Pembelajaran (Asesmen Sumatif)
Asesmen ini dilakukan di akhir kegiatan (Fase Presentasi Proyek & Penutup) untuk mengukur pencapaian pembelajaran secara menyeluruh.
-
Tujuan Asesmen:
-
Menilai kualitas produk/solusi simulasi yang dihasilkan kelompok.
-
Mengukur kemampuan komunikasi ilmiah/diplomatik saat menyajikan ide.
-
Mengukur kedalaman refleksi pribadi siswa terhadap pemaknaan Pancasila di tingkat global.
-
Instrumen Asesmen Akhir:
A. Rubrik Unjuk Kerja / Presentasi Proyek (Kelompok)
-
Relevansi Pancasila (40%): Seberapa kuat nilai-nilai Pancasila dijadikan dasar pemikiran dan solusi atas isu global.
-
Kreativitas & Desain Solusi (30%): Kejelasan format yang dipilih (pidato diplomatik/kampanye media sosial/proposal) dan kebaruan ide.
-
Komunikasi & Respon Umpan Balik (30%): Kejelasan penyampaian dan kemampuan menjawab tanggapan dari audiens.
B. Lembar Jurnal Refleksi Akhir (Individu)
Diisi oleh masing-masing siswa pada kegiatan penutup:
Lembar Refleksi Individu (Bab 2)
-
Pelajaran paling berharga apa yang kamu dapatkan setelah merancang solusi berbasis Pancasila untuk isu global ini?
-
Bagaimana kegiatan ini mengubah cara pandangmu terhadap fungsi Pancasila di dunia internasional?
-
Tuliskan satu janji/komitmen pribadimu sebagai warga negara global yang berpancasila dalam kehidupan sehari-hari!
|
Pertemuan Ke-3
Ulangan, Remedial dan Pengayaan |
|
ULANGAN |
1. Ulangan Harian (Esai Analitis 5 Soal)
A. Naskah Soal
-
Makna Globalisasi & Tantangan Pancasila:
Globalisasi membawa batas-batas negara menjadi makin kabur, mempermudah arus informasi, budaya, dan ideologi luar masuk ke Indonesia. Jelaskan apa yang dimaksud dengan globalisasi dan analisis dua tantangan utama yang ditimbulkannya terhadap pelestarian nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda!
-
Analisis Isu Perubahan Iklim (Sila ke-2 & ke-5):
Krisis iklim global memicu bencana alam, kekeringan, dan ancaman krisis pangan yang dampaknya paling berat dirasakan oleh kelompok masyarakat kurang mampu. Analisislah fenomena perubahan iklim ini berdasarkan perspektif Sila ke-2 (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan Sila ke-5 (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia)!
-
Penyebaran Hoaks & Disinformasi Global (Sila ke-3 & ke-4):
Maraknya hoaks berbasis sentimen SARA dan propaganda radikalisme global melalui media sosial berpotensi memecah belah keutuhan bangsa. Bagaimana nilai Sila ke-3 dan Sila ke-4 Pancasila dijadikan pedoman bagi warga negara untuk bersikap kritis dan bijak dalam menyikapi informasi di dunia maya?
-
Peran Aktif Indonesia di Kancah Internasional (Sila ke-1 & ke-2):
Pancasila bukan hanya pedoman domestik, melainkan juga kompas moral dalam diplomasi luar negeri Indonesia (misalnya peran Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia atau bantuan kemanusiaan). Berikan analisis bagaimana nilai Kemanusiaan dan Ketuhanan mendasari peran aktif Indonesia sebagai warga negara global (global citizen)!
-
Aksi Konkret Warga Negara Berpancasila:
Sebagai seorang pelajar, sebutkan dan jelaskan tiga tindakan nyata (konkret) yang dapat kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari (baik di lingkungan daring maupun luring) sebagai wujud penerapan nilai Pancasila untuk menjawab tantangan global!
B. Kunci Jawaban & Rubrik Penilaian
| No. |
Indikator Jawaban Kunci |
Skor Maks. |
| 1 |
Mampu menjelaskan konsep globalisasi (keterhubungan dunia) dan menyebutkan 2 tantangan nyata (seperti individualisme, konsumerisme, erosi budaya lokal, atau radikalisme). |
20 |
| 2 |
Menghubungkan krisis iklim dengan rasa empati/kemanusiaan (Sila 2) dan tanggung jawab mewujudkan pemerataan serta perlindungan bagi kelompok rentan (Sila 5). |
20 |
| 3 |
Menganalisis Sila 3 sebagai penyaring agar tidak terpecah belah, dan Sila 4 sebagai landasan mengedepankan tabayyun/musyawarah serta logika kritis sebelum membagikan informasi. |
20 |
| 4 |
Menjelaskan diplomasi/sikap internasional Indonesia yang didasari moralitas agama/Ketuhanan (Sila 1) serta penghormatan atas harkat dan martabat manusia tanpa membeda-bedakan bangsa (Sila 2). |
20 |
| 5 |
Menyebutkan 3 aksi konkret rasional dan relevan (misal: memverifikasi berita sebelum membagikan, mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan, menghargai perbedaan budaya di medsos). |
20 |
| Total |
|
100 |
|
|
REMEDIAL |
Kriteria: Diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) atau nilai ulangan harian $< 75$.
-
Bentuk Kegiatan: Pendampingan ulang secara individu/kelompok kecil (tutor sebaya atau bimbingan guru), dilanjutkan dengan mengerjakan tugas penyederhanaan analisis kasus.
-
Instrumen Tugas Remedial:
Lembar Kerja Remedial
Pilihlah satu isu global di bawah ini:
-
Penyebaran berita bohong (hoaks) di media sosial.
-
Bencana kekeringan akibat perubahan iklim.
Tugas:
-
Tuliskan 2 dampak buruk isu tersebut bagi masyarakat Indonesia.
-
Pilihlah 1 Sila Pancasila yang paling cocok untuk menyelesaikan isu tersebut.
-
Jelaskan mengapa sila tersebut relevan dan sebutkan 2 contoh tindakan sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mencegah masalah tersebut!
|
|
PENGAYAAN |
Kriteria: Diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui KKTP (nilai ulangan harian $\ge 75$) untuk memperdalam penalaran dan kepemimpinan global.
Lembar Tugas Pengayaan (Global Policy Mini-Brief)
Petunjuk: Bayangkan kelompokmu adalah Tim Penasihat Khusus Kementerian Luar Negeri RI.
Tugas: Buatlah tulisan analisis sepanjang 1–2 halaman dengan ketentuan berikut:
-
Topik: Pilih salah satu konflik internasional atau isu krisis lingkungan global terkini.
-
Analisis Kebijakan: Rumuskan tiga rekomendasi posisi diplomasi Indonesia di forum PBB/ASEAN yang secara tegas berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
-
Strategi Aksi: Buatlah rancangan kampanye digital singkat (dapat berupa mockup poster atau skrip podcast 1 menit) untuk mengedukasi generasi muda Indonesia agar ikut mendukung gagasan tersebut.
|
| Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang |