Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Ilmu Hadis MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran

Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Ilmu Hadis
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Ilmu Hadis
Pengertian, Pembagian (Riwayah & Dirayah), Cabang-Cabang, serta Tokoh Pengarang dan Kitab-Kitab Ilmu Hadis
I Spesifikasi
Nama Penyusun Sa’adatul Abadiyah, S.Th.I, M.Pd.I
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Ilmu Hadis
Fase/Kelas/Semester F/XI/Ganjil
Topik Pembelajaran Pengertian, Pembagian (Riwayah & Dirayah), Cabang-Cabang, serta Tokoh Pengarang dan Kitab-Kitab Ilmu Hadis
Alokasi Waktu 12 JP x 45 menit (4 pertemuan)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pertanyaan pemantik reflektif dan diagnostik non-kognitif serta kognitif pada kegiatan pendahuluan untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai eksistensi ilmu hadis, perbedaan periwayatan hadis secara tekstual dengan kaidah kritik keilmuan, serta pengenalan tokoh-tokoh kodifikator hadis.
2 Dimensi Profil Lulusan
  1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME (dan Berakhlak Mulia)

Murid menghayati menghayati bahwa ilmu hadis lahir dari komitmen suci menjaga orisinalitas wahyu kedua setelah Al-Qur’an. Menumbuhkan kecintaan (mahabbah) kepada Rasulullah SAW dengan cara menghormati tradisi sanad dan transmisi ilmu secara berintegritas.

  1. Penalaran Kritis

Murid mampu menganalisis secara mendalamperbedaan ontologis, epistemologis, dan aksiologis antara Ilmu Hadis Riwayah dan Dirayah, mengklasifikasi cabang-cabang ilmu hadis, serta mengkritisi orisinalitas literatur melalui metodologi yang dirumuskan para ulama hadis.

  1. Kolaborasi (Bergotong Royong)

Murid mampu mampu berdiskusi secara interaktif, berbagi tugas dalam mengklasifikasikan cabang-cabang ilmu hadis, memetakan kitab rujukan serta pengarangnya, dan menyusun matriks komparasi kelompok secara harmonis.

  1. Komunikasi

Murid terampil menyajikan argumen, mempresentasikan peta silsilah kitab ilmu hadis, dan mengartikulasikan pentingnya metode ilmiah muhadditsin dalam konteks validasi informasi masa kini

3 Topik Panca Cinta Pilih topik KBC dari PANCA CINTA, yang sesuai dengan materi pembelajaran!
TOPIK 1 Cinta Allah dan Rasul-Nya v
TOPIK 2 Cinta Ilmu v
TOPIK 3 Cinta Lingkungan
TOPIK 4 Cinta Diri dan Sesama Manusia v
TOPIK 5 Cinta Tanah Air
4 Materi Integrasi KBC
  • Cinta Allah dan Rasul-Nya: Menyadari bahwa mempelajari ilmu hadis merupakan benteng perlindungan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW dari pemalsuan dan manipulasi (hadits maudhu’), sebagai wujud konkret ketaatan dan pembelaan cinta kepada Rasulullah SAW.
  • Cinta Ilmu: Mengagumi etos intelektual para ulama hadis (rihlah ‘ilmiyyah) yang menempuh perjalanan ribuan kilometer demi memverifikasi satu sanad hadis, serta menghargai sistematika keilmuan hadis sebagai salah satu metodologi verifikasi data paling objektif dalam peradaban manusia.
  • Cinta Diri dan Sesama Manusia: Menjadikan kaidah ketat periwayatan sebagai etika dalam memperlakukan manusia lain: tidak mudah menuduh, tidak menyebarkan kabar bohong yang mencemarkan kehormatan sesama, dan selalu mengedepankan asas kejujuran serta keadilan dalam menilai orang lain.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Dirjen Pendis No.  Nomor 9941 Tahun 2025 Menganalisis berbagai pengertian, cabang, pembagian, pengarang dan kitab kitab ilmu hadis
2 Tujuan Pembelajaran
  • Pertemuan 1 (3 JP x 45 menit): Pengertian & Pembagian Ilmu Hadis (Riwayah dan Dirayah)
    1. Murid mampu menjelaskan pengertian Ilmu Hadis secara etimologi dan terminologi menurut ulama hadis dengan tepat.
    2. Murid mampu menganalisis komparasi Ilmu Hadis Riwayah dan Ilmu Hadis Dirayah ditinjau dari objek kajian (maudhu’), tujuan (ghayah), dan pelopor pembukuannya.
    3. Murid mampu menginternalisasi nilai kejujuran (shiddiq) dan cinta ilmu dalam proses transmisi informasi.
  • Pertemuan 2 (3 JP x 45 menit): Cabang-Cabang Ilmu Hadis Dirayah
    1. Murid mampu mengidentifikasi dan menguraikan fungsi 6 cabang utama Ilmu Hadis Dirayah (Rijal al-Hadits, Jarh wa Ta’dil, ‘Ilal al-Hadits, Gharib al-Hadits, Mukhtalif al-Hadits, dan Asbab Wurud al-Hadits).
    2. Murid mampu menghubungkan peran cabang-cabang ilmu hadis tersebut dengan metodologi verifikasi fakta (fact-checking) dan nilai antikorupsi data di era digital.
      1. Murid mampu bekerja sama secara kolaboratif membedah studi kasus cabang keilmuan hadis.
    3. Pertemuan 3 (3 JP x 45 menit): Sejarah Kodifikasi, Tokoh Pengarang, dan Kitab-Kitab Ilmu Hadis
      1. Murid mampu merunut periodisasi sejarah kodifikasi ilmu hadis dari era perintis hingga era kontemporer.
      2. Murid mampu mengidentifikasi ulama pelopor beserta magnum opus kitab-kitab ilmu hadis (karya Ar-Ramahurmuzi, Al-Hakim, Al-Khatib Al-Baghdadi, Ibnu Ash-Shalah, Ibnu Hajar Al-Asqalani, Imam As-Suyuthi, hingga ulama modern).
      3. Murid mampu menyusun matriks komparatif karakteristik metodologi kitab-kitab ilmu hadis secara terstruktur dan menghargai hak kekayaan intelektual (etika sitasi).
    4. Pertemuan 4 (3 JP x 45 menit): Asesmen Sumatif (Pengambilan Nilai Akhir Bab) & Refleksi KBC
      1. Murid mampu mendemonstrasikan penguasaan kognitif tingkat tinggi (HOTS) terkait pengertian, pembagian, cabang, serta literatur ilmu hadis melalui asesmen tertulis komprehensif.
      2. Murid mampu mengevaluasi studi kasus otentisitas narasi dan disinformasi publik berdasarkan pisau bedah kaidah ilmu hadis.
3 Kerangka Pembelajaran Praktik Pedagogis
  • Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning (tipe Think-Pair-Share, Jigsaw, dan Gallery Walk).
  • Metode: Kajian Literatur Kritis, Diskusi Kelompok, Pemetaan Konsep (Mind Mapping), Presentasi Interaktif, dan Tes Evaluasi Standar.

Kemitraan Pembelajaran (Opsional)

  • Perpustakaan Madrasah: Akses fisik dan digital kitab rujukan ilmu hadis (Taisir Musthalah al-Hadits, Muqaddimah Ibnu Ash-Shalah, Qawa’id at-Tahdits).
  • Guru TIK / Multimedia: Kolaborasi pendampingan pembuatan infografis digital silsilah karya hadis via Canva.

Lingkungan Pembelajaran

  • Ruang Fisik: Tata letak meja fleksibel melingkar (island grouping) untuk memfasilitasi dialog kritis antaranggota kelompok.
  • Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp Group / Padlet untuk membagikan modul ajar digital, lembar tugas, dan ruang refleksi.
  • Budaya Belajar: Egaliter, mengedepankan tabayyun, saling menghargai gagasan, bebas perundungan, dan menjunjung tinggi integritas akademik.

Pemanfaatan Digital

  • Slide presentasi interaktif Canva, video pendek historiografi kodifikasi hadis, repositori kitab digital PDF/Maktabah Syamilah, dan lembar kerja daring.
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Pengertain Ilmu Hadis danPembagiannya (Riwayah dan Dirayah)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan fisik kelas (kebersihan ruang dan kerapian seragam) serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa presensi sembari meminta tiap murid mengucapkan satu kata kunci positif hari ini (misal: “Teliti”, “Jujur”, “Fokus”).
  • Apersepsi & Pemantik:

“Bayangkan jika sebuah pesan penting disampaikan berantai dari mulut ke mulut melewati puluhan orang selama 200 tahun. Apa yang kira-kira terjadi dengan isi pesannya? Mengapa sabda Rasulullah SAW bisa tetap murni terjaga hingga hari ini?”

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, indikator keberhasilan, dan garis besar kegiatan kelompok pertemuan ke-1.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Literasi:
    • Murid membaca bahan ajar tentang etimologi dan terminologi Ilmu Hadis.
    • Murid mengkaji teks definisi Ilmu Hadis Riwayah (fokus pada nukilan sabda, perbuatan, ketetapan, dan sifat Nabi secara redaksional) dan Ilmu Hadis Dirayah (kaidah-kaidah untuk mengetahui kondisi sanad dan matan dari sisi diterima atau ditolak).
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru memaparkan tabel perbandingan: (1) Seseorang yang hanya mengoleksi ribuan teks tanpa tahu siapa yang meriwayatkan; (2) Seseorang yang menguji keabsahan pembawa teks dan isi teksnya
  • Masalah pemicu: “Apa bahayanya jika umat Islam hanya mempelajari riwayat hadis tanpa instrumen ilmu dirayah?”
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  •  Kolaborasi (Think-Pair-Share):
  • Murid berpasangan dan mendiskusikan LKPD 1 Aktivitas A: membandingkan definisi, objek kajian (maudhu’), tujuan (ghayah), dan tokoh pelopor Ilmu Hadis Riwayah vs Dirayah.
  • Insersi Nilai Anti Korupsi & KBC:
  • Kerja Keras: Murid tekun menggali makna istilah tanpa jalan pintas menyalin tanpa paham.
  • Jujur: Melatih ketepatan mendefinisikan istilah ilmiah tanpa memelintir konsep dasar.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Murid dan guru merangkum benang merah: Riwayah adalah isi informasinya, sedangkan Dirayah adalah sistem pemeriksa kebenaran informasinya (fact checker).
  • Refleksi Hati: Menuliskan satu kalimat di buku/lembar refleksi: “Cinta Rasul menuntutku untuk berhati-hati memastikan bahwa apa yang aku sebut sebagai ajaran beliau adalah benar-benar bersumber dari beliau.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan a.     Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan

b.     Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid

c.     Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.

d.     Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang

e.     Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  • Disampaikan dengan pertanyaan pemantik

“Kalau seseorang menyampaikan sebuah hadis kepada kita, apakah cukup hanya mengetahui isi hadisnya, atau kita juga perlu tahu dari siapa hadis itu berasal dan bagaimana proses penyampaiannya?”

Tujuan pertanyaan pemantik:

Mengajak peserta didik menyadari bahwa hadis tidak hanya perlu diketahui dan disampaikan, tetapi juga perlu ditelusuri dan dikaji keabsahan proses periwayatannya, sehingga peserta didik terdorong memahami perbedaan antara Ilmu Hadis Riwayah dan Ilmu Hadis Dirayah.

Asesmen Proses Penilaian keaktifan diskusi berpasangan dan ketepatan pengisian LKPD 1 (Matriks Riwayah vs Dirayah).
Asesmen Akhir 10 Soal Pilihan Ganda HOTS
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-2
 Cabang-cabang Ilmu Hadis
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan fisik kelas (kebersihan ruang dan kerapian seragam) serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa presensi sembari meminta tiap murid mengucapkan satu nama ulama.
  • Apersepsi & Pemantik:

“Bayangkan kalian mendapatkan sebuah screenshot yang bertuliskan: ‘Rasulullah ﷺ bersabda…’. Kalian langsung percaya atau melakukan pengecekan dulu?”

Biasanya siswa akan menjawab: “Cek dulu, Bu!”

Guru melanjutkan:

“Nah, para ulama sejak dulu juga menghadapi persoalan yang sama. Bedanya, mereka tidak punya Google, aplikasi hadis, atau mesin pencari. Mereka harus meneliti siapa perawinya, bagaimana sanadnya, dari mana hadis itu berasal, dan bagaimana isi hadis tersebut.”

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, indikator keberhasilan, dan garis besar kegiatan kelompok pertemuan ke-2.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid membaca uraian 6 cabang ilmu: Ilmu Rijal al-Hadits, Ilmu Jarh wa Ta’dil, Ilmu ‘Ilal al-Hadits, Ilmu Gharib al-Hadits, Ilmu Mukhtalif al-Hadits/Nasikh Mansukh, dan Ilmu Asbab Wurud al-Hadits.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menyajikan kasus: Ada dua hadis yang sekilas tampak bertentangan tentang cara minum (berdiri vs duduk). Cabang ilmu mana yang menyelesaikannya?
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Kolaborasi (Model Jigsaw):
  • Kelas dibagi menjadi 6 kelompok ahli (Kelompok Ahli Rijal, Jarh wa Ta’dil, ‘Ilal, Gharib, Mukhtalif, dan Asbab Wurud).
  • Tiap kelompok ahli mendalami perannya di LKPD 2, kemudian kembali ke kelompok asal (home group) untuk saling membagikan pemahaman.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Siswa menulis cepat di secarik kertas:
  • 3 → Hal yang saya pahami tentang Jarh wa Ta‘dil.
  • 2 → Sikap yang harus saya miliki ketika menerima informasi tentang seseorang.
  • 1 → Prinsip yang akan saya pegang sebelum mempercayai sebuah informasi.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan a.     Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan

b.     Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid

c.     Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.

d.     Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang

e.     Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal  Disampaikan melalui pertanyaan pemantik:

“Ketika menemukan sebuah hadis di media sosial, hal apa saja yang ingin kalian periksa sebelum mengatakan, ‘Ini hadis Nabi’?”

Tujuan pertanyaan pemantik:

Membangun kesadaran kritis peserta didik bahwa sebuah hadis perlu melalui proses verifikasi, baik dari sisi sanad, perawi, maupun matan. Pertanyaan ini mengantarkan peserta didik untuk memahami pentingnya berbagai cabang Ilmu Hadis Dirayah dalam menilai dan memastikan kualitas sebuah hadis.

Asesmen Proses
  • Lembar observasi sikap KBC/Pendidikan Anti Korupsi dan unjuk kerja kelompok Jigsaw pada LKPD 2 (Cabang Ilmu Hadis).
Asesmen Akhir  2 soal essay analitis studi kasus
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-3
Kitab-kitab Ilmu Hadis dan Pengarangnya
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan fisik kelas (kebersihan ruang dan kerapian seragam) serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa presensi sembari meminta tiap murid mengucapkan satu kata yang mewakili perasaan mereka tentang ulama penyusun ilmu hadis.
  • Guru melakukan apersepsi dan menyampaikan pertanyaan pemantik

“Kalau hadis sudah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ, mengapa para ulama masih perlu menulis kitab-kitab khusus tentang ilmu hadis?”

Tujuan: Mengarahkan siswa memahami bahwa perkembangan ilmu hadis membutuhkan dokumentasi dan sistematisasi agar metode penelitian, istilah, dan kaidah hadis dapat dipelajari serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, indikator keberhasilan, dan garis besar kegiatan kelompok pertemuan ke-3.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Murid menelaah periodisasi kodifikasi ilmu hadis:
    1. Fase Perintis (Abad ke-4 H): Al-Qadhi Ar-Ramahurmuzi (Al-Muhaddits al-Fashil).
    2. Fase Penyempurnaan (Abad ke-4–5 H): Al-Hakim An-Naisaburi (Ma’rifat ‘Ulum al-Hadits), Al-Khatib Al-Baghdadi (Al-Kifayah fi ‘Ilm ar-Riwayah).
    3. Fase Standarisasi & Poros (Abad ke-7 H): Ibnu Ash-Shalah (‘Ulum al-Hadits / Muqaddimah).
    4. Fase Pensyarahan & Matan Mandiri (Abad ke-8–10 H): Al-Iraqi (Alfiyah), Ibnu Hajar Al-Asqalani (Nukhbat al-Fikar & Nuzhat an-Nazhar), Imam As-Suyuthi (Tadrib ar-Rawi).
    5. Fase Kontemporer (Abad ke-14–15 H): Dr. Mahmud Ath-Thahhan (Taisir Musthalah al-Hadits), Dr. Nuruddin ‘Itr (Manhaj an-Naqd).
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

Orientasi Kasus: “Mengapa Ilmu Hadis Terus Berkembang?” Kasus:

Bayangkan kalian hidup pada masa yang berbeda dalam sejarah Islam. Pada awalnya, ilmu hadis banyak disampaikan secara lisan dan praktik keilmuan. Seiring waktu, muncul kebutuhan untuk menuliskan kaidah-kaidah hadis secara sistematis. Kemudian lahir berbagai kitab dari Ar-Ramahurmuzi, Al-Hakim, Al-Khatib Al-Baghdadi, Ibnu Ash-Shalah, Al-Iraqi, Ibnu Hajar, As-Suyuthi hingga ulama kontemporer.

Pertanyaannya: Mengapa para ulama tersebut tidak cukup hanya menggunakan kitab yang sudah ditulis oleh ulama sebelumnya? Mengapa selalu muncul kitab-kitab baru tentang ilmu hadis?

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Laborasi Proyek Matriks (Gallery Walk):
  • Murid bekerja dalam 5 kelompok menyusun “Pohon Genealogi & Matriks Masterpiece Kitab Ilmu Hadis” pada LKPD 3 (kertas plano/Canva).
  • Anggota kelompok berbagi peran: peneliti referensi, penyusun bagan alur, dan presenter stan.
  • Insersi Nilai Anti Korupsi & KBC:
  • Kejujuran Akademik: Meneladani para ulama yang selalu menyandarkan kutipan kepada sumber aslinya (menolak plagiarisme intelektual).
  • Kerja Keras: Ketekunan merunut nama lengkap ulama dan tahun wafatnya secara akurat.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Pameran karya mini (Gallery Walk): murid saling berkeliling meninjau karya kelompok lain dan menempelkan sticky notes apresiasi serta pertanyaan konstruktif.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan a.     Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan

b.     Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid

c.     Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.

d.     Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang

e.     Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Disampaikan dengan menyampaikan pertanyaan pematik:

“Kalau hadis sudah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ, mengapa para ulama masih perlu menulis kitab-kitab khusus tentang ilmu hadis?”

Tujuan: Mengarahkan siswa memahami bahwa perkembangan ilmu hadis membutuhkan dokumentasi dan sistematisasi agar metode penelitian, istilah, dan kaidah hadis dapat dipelajari serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Asesmen Proses Penilaian unjuk kerja penyusunan bagan alur linimasa literatur hadis pada LKPD 3 dan presentasi Gallery Walk
Asesmen Akhir 10 Soal Pilihan Ganda HOTS
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-4
Asasmen Formatif
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan fisik kelas (kebersihan ruang dan kerapian seragam) serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa presensi sembari meminta tiap murid mengucapkan satu kata kunci positif hari ini (misal: “Teliti”, “Jujur”, “Fokus”).
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Pengerjaan Asesmen Sumatif Tertulis Mandiri (55 Menit)
  • Murid mengerjakan Asesmen Sumatif Tertulis Akhir Bab secara mandiri dan disiplin, terdiri dari:
  • Bagian I: 10 Butir Pilihan Ganda Berbasis HOTS (menguji konsep riwayah-dirayah, cabang ilmu, dan literatur kitab).
  • Bagian II: 3 Butir Esai Analitis Studi Kasus (menguji analisis kritis terhadap kasus pemalsuan riwayat dan etika ilmiah antikorupsi).
  • Insersi Nilai Anti Korupsi:
  • Jujur & Tanggung Jawab: Murid pantang menyontek, tidak berbisik, dan mengandalkan kapasitas pemikiran sendiri sebagai cerminan integritas moral perawi tsiqah.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Setelah lembar ujian dikumpulkan, murid mengisi Lembar Refleksi Diri KBC:
  • Mengevaluasi perubahan cara pandang terhadap kebenaran informasi di media sosial setelah mempelajari ilmu hadis.
  • Menuliskan komitmen pribadi dalam meneladani etos integritas ulama hadis.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan a.     Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan

b.     Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid

c.     Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.

d.     Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang

e.     Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *