| I |
Spesifikasi |
|
| Nama Penyusun |
Riya Septiyana, M.Pd. |
| Satuan Pendidikan |
Madrasah Aliyah |
| Nama Madrasah |
MAN 1 Bandar Lampung |
| Mata Pelajaran |
Bahasa Indonesia |
| Fase/Kelas/Semester |
E/ X/ Genap |
| Topik Pembelajaran |
Berkarya dan Berekspresi melalui Puisi |
| Alokasi Waktu |
6 Pertemuan (18 JP, 3 JP x 45 menit = 135 menit per pertemuan) |
| II |
Identifikasi |
|
| 1 |
Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) |
-
Asesmen Kognitif (Awal): Kuis interaktif/angket singkat mengenai pemahaman unsur intrinsik puisi (diksi, majas, rima, tipografi), identifikasi perasaan/suasana puisi, serta pengalaman membaca/menulis puisi.
-
Asesmen Non-Kognitif (Awal): Pemetaan minat sastra dan gaya ekspresi murid (visual, auditori, kinestetik/vokal), tingkat kepercayaan diri saat tampil berbicara di depan umum, serta referensi lagu/puisi favorit.
|
| 2 |
Dimensi Profil Lulusan |
Pilih DPL yang ingin dicapai melalui proses pembelajaran dari 8 DPL yang tersedia!
| DPL 1 |
Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME: Murid mensyukuri keindahan bahasa, kepekaan rasa, dan keagungan ciptaan Tuhan melalui pembacaan serta penulisan puisi, diawali dan diakhiri dengan doa, serta mengedepankan kejujuran rasa dalam berkarya. |
v |
| DPL 2 |
Kewargaan: Murid menghargai keanekaragaman latar belakang, ragam budaya, dan perbedaan pandangan yang dituangkan dalam karya puisi teman sebaya, serta mengekspresikan kepedulian sosial. |
v |
| DPL 3 |
Penalaran Kritis: Murid menganalisis dan menilai diksi, rima, tipografi, tema, serta makna tersurat dan tersirat dalam puisi secara logis dan objektif. |
v |
| DPL 4 |
Kreativitas: Murid mampu mengolah gagasan, emosi, dan kepekaan rasa menjadi karya puisi yang estetik, menyusun resensi antologi puisi, serta mengemas pembacaan puisi/musikalisasi puisi secara inovatif. |
v |
| DPL 5 |
Kolaborasi: Murid bekerja sama secara harmonis dalam kelompok saat menganalisis puisi, memberikan umpan balik apresiatif, maupun saat merancang musikalisasi/pembacaan puisi bersama. |
v |
| DPL 6 |
Kemandirian: Murid mengelola proses kreatif menulis puisi dan resensi secara bertanggung jawab, tekun, dan penuh percaya diri. |
v |
| DPL 7 |
Kesehatan: Murid mengolah olah rasa, vokal, dan pernapasan saat pembacaan puisi yang mendukung kesehatan fisik dan regulasi emosi (kesehatan mental) secara positif. |
v |
| DPL 8 |
Komunikasi: Murid menyampaikan gagasan, ekspresi jiwa, dan tanggapan apresiatif melalui olah vokal, artikulasi, gestur, dan tulisan secara santun serta persuasif. |
v |
|
| 3 |
Topik Panca Cinta |
Pilih topik KBC dari PANCA CINTA, yang sesuai dengan materi pembelajaran!
| TOPIK 1 |
Cinta Allah dan Rasul-Nya: Menjadikan puisi sebagai sarana kontemplasi spiritual, tadabur alam, rasa syukur atas nikmat kehidupan, dan meneladani keindahan akhlak Rasulullah SAW. |
v |
| TOPIK 2 |
Cinta Ilmu: Menumbuhkan ketertarikan mendalam terhadap kekayaan bahasa, sastra, dan diksi sebagai sarana memperluas cakrawala berpikir. |
v |
| TOPIK 3 |
Cinta Lingkungan: Menggubah puisi yang menyuarakan kepekaan, kepedulian, dan perlindungan terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup. |
v |
| TOPIK 4 |
Cinta Diri dan Sesama Manusia: Menggunakan puisi sebagai media katarsis emosi positif, penanaman empati, pendorong perdamaian, dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia. |
v |
| TOPIK 5 |
Cinta Tanah Air: Mengungkapkan kebanggaan atas kekayaan budaya, keindahan nusantara, serta semangat perjuangan bangsa melalui untaian puisi bertema kebangsaan. |
v |
|
| 4 |
Materi Integrasi KBC |
-
Integritas Diksi & Kejujuran Rasa: Memilih kata (diksi) yang jujur, bermakna, dan tidak bernada provokasi negatif/kebencian sebagai wujud kesantunan berbahasa.
-
Katarsis dan Kesehatan Mental (Cinta Diri): Menjadikan kegiatan menulis puisi sebagai sarana mengolah emosi secara sehat (art therapy), membangun ketenangan jiwa, dan menumbuhkan rasa percaya diri.
-
Ekspresi Empati (Cinta Sesama & Kebangsaan): Mengaitkan tema-tema puisi dengan isu-isu kemanusiaan, persahabatan, kepedulian sosial, serta rasa bangga terhadap bahasa Indonesia.
|
| III |
Desain Pembelajaran |
|
| 1 |
Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 |
Menyimak
Mengevaluasi gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks sastra berbentuk teks aural.
Membaca dan Memirsa
Mengevaluasi informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan (simpati, peduli, dan empati) dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual secara kreatif; mengevaluasi kualitas dan/atau kredibilitas dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual menggunakan sumber informasi lain; dan membandingkan isi teks.
Berbicara dan Mempresentasikan
Mempresentasikan gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan berbagai tipe teks berbentuk monolog, dialog, dan/atau gelar wicara secara sistematis, kritis, dan/atau kreatif; dan mengungkapkan kepedulian dari berbagai tipe teks dan/atau teks multimodal secara kreatif.
Menulis
Menulis gagasan, pandangan, arahan, pesan, dan/atau imajinasi dalam berbagai tipe teks secara logis, kritis, dan kreatif; dan memublikasikan hasil karya di media cetak, elektronik, dan/atau digital. |
| 2 |
Tujuan Pembelajaran |
Setelah mempelajari bab ini, murid mampu menyimpulkan diksi serta menilai tema, suasana, rima, dan tipografi dalam teks puisi untuk menemukan makna tersurat dan tersirat, menulis resensi buku antologi puisi secara logis dan kritis, serta membacakan puisi melalui penghayatan, ekspresi, gestur, dan suara yang sesuai untuk mengungkapkan kepedulian dan ekspresi diri. |
| 3 |
Kerangka Pembelajaran |
|
|
Praktik Pedagogis |
Pembelajaran menggunakan pendekatan apresiatif dan kreatif berpusat pada murid melalui pembacaan puisi, analisis diksi, musikalisasi, dan apresiasi karya. Guru memfasilitasi murid menafsirkan makna puisi dan mengekspresikan diri secara estetis dalam suasana yang menggembirakan dan menghargai karya. |
|
Kemitraan Pembelajaran |
Pembelajaran dapat melibatkan kerja sama dengan komunitas sastra atau kegiatan ekstrakurikuler seni untuk mendukung musikalisasi dan pembacaan puisi. Guru bermitra dengan rekan sejawat untuk berbagi antologi puisi, serta melibatkan orang tua dalam mengapresiasi karya puisi murid. |
|
Lingkungan Pembelajaran |
Pembelajaran dirancang di kelas dengan sudut puisi dan area pembacaan. Guru menciptakan suasana apresiatif melalui pemajangan puisi murid dan pembacaan puisi bersama, serta budaya menghargai ekspresi setiap murid dalam suasana yang menyenangkan. |
|
Pemanfaatan Digital |
Pembelajaran memanfaatkan video pembacaan dan musikalisasi puisi, presentasi digital, aplikasi perekam suara dan video, aplikasi pengolah kata untuk menulis resensi, serta sumber antologi puisi digital. Penggunaan teknologi disesuaikan dengan kemampuan murid dan sarana sekolah. |
|
A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
|
1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud rasa cinta kepada Allah.
2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
3. Ice Breaking: (“Sapaan Berantai Kasih Sayang”) Murid berpasangan, saling mengucapkan satu kata pujian atau kata beraksara indah (misal: “Kamu hari ini terlihat ceria,” atau “Semangat belajar hari ini”) secara bergantian untuk membangun ikatan empati (Cinta Sesama) dan menciptakan suasana gembira sebelum masuk ke materi puisi.
4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan video pembacaan puisi berdurasi singkat (2 menit) melalui layar proyektor dengan latar instrumen musik lembut. Murid diajak menyimak keindahan bahasa dan lantunan bait yang dibacakan.
5. Pertanyaan Pemantik:
-
“Mengapa kata-kata dalam puisi terasa berbeda dan lebih menyentuh perasaan dibandingkan dengan kata-kata dalam percakapan sehari-hari?”
-
“Bagaimana pemilihan kata (diksi) yang tepat dapat mengungkapkan rasa cinta, kepedulian, atau keindahan ciptaan Tuhan?”
6. Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran (Murid mampu menjelaskan pengertian dan karakteristik puisi serta menyimpulkan diksi di dalamnya), alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu dan Cinta Allah SWT melalui apresiasi terhadap bahasa. |
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 25 menit |
-
Guru menyajikan teks puisi contoh bertema keteladanan/keagungan alam di layar proyektor dan lembar bacaan.
-
Murid membaca dan menyimak puisi tersebut secara khidmat.
-
Murid mengidentifikasi kata-kata yang bernilai estetik (diksi konotatif, imaji, majas) dan menandai kata-kata unik yang paling berkesan bagi mereka.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 25 menit |
-
Guru menjelaskan pengertian puisi, ciri-ciri/karakteristik puisi (struktur fisik dan batin), serta peran vital diksi dalam membangun makna, suasana, dan keindahan karya.
-
Guru memberikan penekanan bahwa pemilihan diksi dalam KBC adalah cerminan dari kejujuran rasa dan kehalusan budi pekerti (Cinta Diri & Sesama).
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan) 35 menit |
-
Murid dibentuk ke dalam kelompok kecil heterogen (4–5 orang).
-
Murid berdiskusi kelompok untuk menganalisis dan menyimpulkan pilihan diksi (denotatif vs konotatif, makna simbolik) serta suasana yang terbangun dalam puisi pada Lembar Kerja Murid (LKM).
-
Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memberikan bimbingan, dan mengapresiasi kerja sama kelompok.
|
| d |
Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran) 15 menit |
-
Perwakilan kelompok berbagi temuan hasil analisis diksi di depan kelas.
-
Kelompok lain memberikan tanggapan apresiatif.
-
Murid bersama guru merefleksikan bagaimana kecermatan memilih diksi mampu membangun keindahan puisi serta menyampaikan pesan kebaikan secara lebih mendalam.
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Penguatan: Guru menyimpulkan kembali poin kunci mengenai hakikat puisi dan pentingnya fungsi diksi sebagai pembentuk makna serta estetika bahasa.
- Apresiasi: Guru memberikan pujian dan apresiasi penuh atas keaktifan, ketelitian, dan sikap saling menghargai yang ditunjukkan seluruh murid selama diskusi.
- Informasi Tindak Lanjut: Guru menugaskan murid untuk membaca satu puisi favorit di rumah dan mencatat diksi yang paling menarik sebagai persiapan materi penilaian tema, suasana, rima, dan tipografi pada Pertemuan Ke-2.
- Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
-
Teknik: Tanya Jawab Lisan & Kuis Singkat
-
Instrumen: Daftar pertanyaan pemantik mengenai pemahaman awal tentang beda puisi dan prosa serta pemaknaan kata estetik.
-
Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).
|
| Asesmen Proses |
-
Teknik: Observasi Diskusi Kelompok & Penilaian Lembar Kerja Murid (LKM)
-
Instrumen: Lembar Observasi Sikap Kolaborasi (DPL 5) dan Rubrik Ketepatan Analisis Diksi Puisi pada LKM.
-
Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).
|
| Asesmen Akhir |
-
Teknik: Penilaian Tulis Singkat / Penarikan Simpulan Mandiri
-
Instrumen: Soal uraian singkat: “Menyimpulkan makna tersirat dari 3 diksi konotatif yang terdapat dalam teks puisi yang disediakan.”
-
Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / refleksi.
|
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
| Pertemuan Ke-2
Menyimak – Membaca dan Memirsa
(menilai efektivitas diksi, rima, dan tipografi dalam puisi) |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud rasa Cinta Allah SWT.
- Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
- Ice Breaking: (“Rantai Rima Kasih Sayang”) Guru menyebutkan satu kata bermakna positif (misalnya: “Damai”), lalu murid secara beruntun menyambung dengan kata berima sama (misalnya: “Permai”, “Bermungkar sepi berganti ramai”). Aktivitas ini melatih kepekaan bunyi dan menghidupkan suasana kelas yang gembira.
- Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan dua bentuk tampilan puisi di layar proyektor (satu puisi bertipografi konvensional/konkrit dan satu puisi dengan susunan bait zig-zag/unik) diiringi musik instrumen lembut. Murid diajak mengamati perbedaan wujud visual dan rasa bahasa yang ditimbulkan.
- Pertanyaan Pemantik:
-
“Mengapa seorang penyair memilih rima dan susunan bentuk (tipografi) tertentu untuk menyampaikan perasaannya?”
-
“Bagaimana perpaduan antara diksi yang cermat, rima yang merdu, dan tipografi yang indah dapat memperkuat pesan cinta dan kepedulian dalam sebuah puisi?”
- Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa melalui alur kegiatan LOK-R, murid mampu menilai efektivitas diksi, rima, dan tipografi dalam puisi secara kritis, estetis, dan santun, serta mengaitkannya dengan pilar Cinta Ilmu dan Cinta Lingkungan/Sesama.
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit) |
-
Membaca & Memirsa: Murid membaca dan memirsa dua teks puisi dengan karakteristik tipografi dan rima yang berbeda (misalnya puisi karya Sutardji Calzoum Bachri atau Chairil Anwar) yang disajikan dalam bentuk media digital/cetak.
-
Identifikasi Unsur Fisik: Murid mencatat pilihan diksi yang dominan, pola rima (bunyi akhir/persamaan bunyi), dan bentuk visual bait/baris (tipografi).
-
Pencatatan Kesan: Murid menuliskan kesan awal mengenai suasana emosi yang terpancar dari paduan bentuk dan bunyi puisi tersebut.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 20 menit |
-
Penguatan Konsep: Guru menjelaskan secara mendalam fungsi esensial dari:
-
Efektivitas Diksi: Penggunaan kata konotatif dan imaji untuk membangun daya pikat keindahan bahasa.
-
Rima & Ritme: Musikalisasi kata yang menciptakan alunan nada/perasaan (sedih, gembira, khidmat).
-
Tipografi: Tata wajah visual puisi (garis, tepi, bentuk bait) sebagai wadah ekspresi jiwa penyair.
-
Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa kerapian dan keindahan struktur puisi menunjukkan ketelitian (Cinta Ilmu) dan bentuk penghormatan penyair terhadap pembaca (Cinta Sesama).
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan) 35 menit |
-
Pengelompokan: Murid dibentuk ke dalam kelompok kecil heterogen (4–5 orang).
-
Diskusi Terpimpin: Murid berdiskusi mengkritisi dan menilai efektivitas diksi, rima, dan tipografi dari teks puisi yang ada pada Lembar Kerja Murid (LKM).
-
Penyusunan Argumen: Tiap kelompok menyusun alasan mengapa pilihan rima dan tipografi dalam puisi tersebut dianggap efektif atau kurang efektif dalam menyampaikan pesan tema (seperti tema alam, kedamaian, atau rasa syukur).
-
Fasilitasi Guru: Guru berkeliling memberikan pendampingan, memotivasi murid yang pasif, serta mengapresiasi keharmonisan kerja sama kelompok.
|
| d |
Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit) |
-
Presentasi Hasil: Perwakilan kelompok menyampaikan hasil penilaian efektivitas diksi, rima, dan tipografi puisi di depan kelas.
-
Apresiasi & Tanggapan: Kelompok lain memberikan masukan dan apresiasi secara santun.
-
Refleksi Diri: Murid merenungkan proses belajar dengan menjawab pertanyaan reflektif: “Bagaimana pemahaman tentang rima dan tipografi membantu saya lebih menghargai keindahan bahasa dan kepekaan rasa dalam kehidupan sehari-hari?”
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Penguatan: Guru menyimpulkan kembali bahwa diksi, rima, dan tipografi bukan sekadar hiasan luar, melainkan kesatuan utuh yang menghidupkan jiwa dan pesan sebuah puisi.
- Apresiasi: Guru memberikan pujian dan penghargaan atas ketelitian, keberanian berpendapat, serta kerja sama yang hangat di setiap kelompok.
- Informasi Tindak Lanjut: Guru memberikan petunjuk awal untuk Pertemuan Ke-3, yaitu (Murid mampu menilai tema dan suasana untuk menemukan makna tersurat dan tersirat puisi)
- Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
-
Teknik: Tanya Jawab Lisan / Apersepsi Interaktif.
-
Instrumen: Pertanyaan pemantik mengenai pengalaman murid mengenali persamaan bunyi (rima) dan susunan bait puisi.
-
Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).
|
| Asesmen Proses |
|
| Asesmen Akhir |
-
Teknik: Tes Tertulis Singkat / Penarikan Kesimpulan Mandiri.
-
Instrumen: Soal analisis singkat: “Disajikan satu bait puisi bertipografi unik; murid diminta menuliskan paragraf justifikasi (3-4 kalimat) mengenai efektivitas pilihan rima dan tipografi bait tersebut dalam mendukung temanya.”
-
Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / sebelum penutup.
|
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
| Pertemuan Ke-3
Menyimak – Membaca dan Memirsa
(menilai tema dan suasana untuk menemukan makna tersurat dan tersirat puisi) |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai rasa wujud Cinta Alllah SWT.
- Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
- Ice Breaking: (“Tebak Emosi & Suasana”) Guru membacakan satu bait puisi dengan dua intonasi/ekspresi yang berbeda (haru dan bersemangat). Murid menirukan gestur serta menebak perasaan/suasana yang terpancar untuk melatih kepekaan empati (Cinta Sesama).
- Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan gambar visual/video bertema kemanusiaan atau keindahan alam yang diiringi lantunan puisi audio. Murid diajak menghubungkan gambar visual tersebut dengan perasaan yang muncul dalam diri mereka.
- Pertanyaan Pemantik:
-
“Bagaimana kita dapat mengetahui pesan tersembunyi (tersirat) penyair di balik kata-kata yang tampak sederhana (tersurat)?”
-
“Mengapa memahami suasana dan tema puisi dapat memperhalus perasaan serta menumbuhkan rasa empati kita terhadap sesama?”
- Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan murid mampu menilai tema dan suasana untuk menemukan makna tersurat dan tersirat dalam puisi secara kritis dan mendalam melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu, Cinta Sesama, dan Cinta Lingkungan.
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit) |
-
Pemodelan Guru: Guru memodelkan pembacaan sebuah puisi contoh (bertema kasih sayang/kepedulian sosial) di layar proyektor.
-
Membaca Khidmat: Murid menyimak dan membaca puisi contoh secara cermat.
-
Pencatatan Poin Penting: Murid menandai kata kunci, baris yang menyentuh perasaan, serta menuliskan kesan awal terkait suasana (misal: duka, haru, optimis, syahdu) yang dihadirkan dalam puisi.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit) |
-
Penguatan Konsep: Guru menjelaskan secara lugas langkah-langkah:
-
Menentukan Tema: Menemukan gagasan pokok/ide utama yang menjadi dasar cipta puisi.
-
Menentukan Suasana: Mengidentifikasi kondisi emosional pembaca/pendengar setelah meresapi puisi.
-
Menemukan Makna Tersurat & Tersirat: Membedakan arti literal yang tertulis langsung dengan pesan moral/filosofis yang tersirat di balik lambang dan imaji puisi.
-
Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa menggali makna tersirat adalah proses kontemplasi (Cinta Ilmu & Cinta Allah SWT) untuk melatih ketajaman mata hati dalam melihat kebaikan.
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit) |
-
Kerja Berpasangan (Think-Pair-Share): Murid berpasangan dengan teman sebangku untuk membaca dan menganalisis teks puisi pilihan dalam Lembar Kerja Murid (LKM).
-
Penafsiran Bersama: Murid menafsirkan tema, menganalisis indikator suasana, serta merumuskan makna tersurat dan tersirat puisi secara bergotong royong.
-
Bimbingan Guru: Guru berkeliling memfasilitasi, memberikan bimbingan bagi pasangan yang membutuhkan pencerahan, dan mengapresiasi dialog kritis antarmurid.
|
| d |
Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit) |
-
Berbagi Tafsiran: Beberapa pasangan murid membagikan hasil tafsiran tema, suasana, dan pesan tersirat puisi di depan kelas.
-
Apresiasi & Penyelarasan: Murid lain memberikan tanggapan apresiatif, sementara guru memberikan penguatan atas kekayaan sudut pandang penafsiran.
-
Refleksi Diri: Murid merenungkan nilai moral puisi dengan menjawab: “Pesan kebaikan atau rasa cinta apa yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah memahami makna puisi ini?”
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Penguatan: Guru merangkum bahwa tema dan suasana merupakan kunci utama untuk membuka tabir makna tersirat puisi yang memperkaya jiwa.
- Apresiasi: Guru memberikan pujian dan penghargaan atas kepekaan rasa, ketelitian, dan kedewasaan murid dalam menafsirkan karya.
- Informasi Tindak Lanjut:Guru menugaskan murid secara mandiri menyusun draf puisi sederhana berbasis pengalaman emosional/kepedulian diri sebagai persiapan praktik menulis dan pembacaan puisi pada pertemuan berikutnya.
- Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
-
Teknik: Tanya Jawab Lisan / Curah Pendapat.
-
Instrumen: Pertanyaan pemantik tentang perbedaan makna kata denotasi (tersurat) dan konotasi (tersirat) dalam kehidupan sehari-hari.
-
Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).
|
| Asesmen Proses |
|
| Asesmen Akhir |
-
Teknik: Tes Tertulis Uraian Singkat.
-
Instrumen: Soal analisis mandiri: “Disajikan 1 bait puisi bertema lingkungan; murid diminta menuliskan 1 kalimat makna tersurat dan 2 kalimat pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.”
-
Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / sebelum penutup.
|
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
| Pertemuan Ke-4
Menyimak – Membaca dan Memirsa – Berbicara
(mengalihwahanakan puisi dalam bentuk musikalisasi puisi) |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud kesadaran Cinta Allah SWT.
- Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
- Ice Breaking: (“Tepuk Nada & Ritme Harmoni”) Guru memberikan contoh ketukan ritme sederhana (misal: tepuk tangan 2x, jentik jari 1x), lalu murid menirukan secara serentak sambil menyandungkan satu larik puisi indah secara berirama untuk melatih konsentrasi dan rasa keharmonisan.
- Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan tayangan video singkat musikalisasi puisi bertema keindahan alam/kemanusiaan dari platform digital di layar proyektor. Murid diajak menyimak keharmonisan antara irama lagu, musik pengiring, dan makna puisi.
- Pertanyaan Pemantik:
-
“Bagaimana alunan nada dan instrumen musik dapat menghidupkan jiwa serta memperkuat pesan emosional dalam sebuah puisi?”
-
“Mengapa alih wahana puisi menjadi bentuk lagu/musikalisasi dapat menjadi media yang ampuh untuk menyebarkan rasa cinta, kedamaian, dan kepedulian kepada sesama?”
- Penyampaian Tujuan: : Guru menyampaikan tujuan bahwa murid mampu mengalihwahanakan puisi ke dalam bentuk musikalisasi puisi secara kreatif dan harmonis melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama, serta Cinta Tanah Air.
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit) |
-
Menyimak & Memirsa Contoh: Murid menyimak contoh karya musikalisasi puisi (audiovisual) dan membaca lembar teks puisinya secara bersamaan.
-
Pembedahan Elemen Alih Wahana: Murid mengamati perubahan bait puisi menjadi bait lagu (bait, reff/chorus), tempo, dinamika nada, serta keselarasan suasana musik dengan tema puisi.
-
Pencatatan Poin Penting: Murid mencatat penyesuaian kata/diksi dan variasi nada pengiring yang digunakan untuk memperkuat makna puisi.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit) |
-
Penguatan Konsep Alih Wahana: Guru menjelaskan teknik dasar alih wahana puisi menjadi musikalisasi:
-
Pemahaman Penjiwaan Puisi: Memahami tema, emosi, dan pesan utama puisi.
-
Pengubahsuaian Struktur (Aransemen Sederhana): Menentukan bait utama, bait pengulangan (reff), dan pembagian vokal/deklamasi.
-
Pilihan Pengiring: Memanfaatkan instrumen musik (akustik/digital/alat musik ritmis sederhana/perkusi barang bekas) yang sesuai suasana.
-
Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa berkolaborasi membuat musikalisasi puisi membutuhkan sikap saling mendengarkan, menurunkan ego, dan keharmonisan rasa (Cinta Sesama & Kolaborasi).
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit) |
-
Pembentukan Kelompok & Pembagian Tugas: Murid dibentuk ke dalam kelompok (4–5 orang) heterogen berdasarkan minat vokal, alat musik, atau konseptor.
-
Proses Kreatif Alih Wahana: Kelompok memilih satu puisi (karya sendiri atau puisi penyair ternama) dan merancang skenario alih wahana musikalisasi puisi pada Lembar Kerja Murid (LKM).
-
Latihan Harmonisasi Sederhana: Murid dalam kelompok berlatih menyelaraskan nada, tempo, ketukan ritmis, dan penghayatan vokal.
-
Fasilitasi Guru: Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis aransemen sederhana, motivasi, serta memfasilitasi ekspresi kreatif murid.
|
| d |
Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit) |
-
Unjuk Kerja Singkat / Gladi Bersih: Setiap kelompok menampilkan potongan cuplikan (1-2 bait) dari rancangan musikalisasi puisinya di depan kelas.
-
Umpan Balik Positif: Kelompok lain dan guru memberikan apresiasi serta masukan konstruktif terkait keselarasan nada dan tempo.
-
Refleksi Diri: Murid merenungkan proses alih wahana dengan menjawab: “Pelajaran keharmonisan dan kerja sama apa yang saya dapatkan saat memadukan lagu dan puisi bersama teman?”
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Penguatan: Guru menyimpulkan bahwa musikalisasi puisi adalah bentuk perpaduan indah antara seni sastra dan musik yang mampu menyentuh relung hati pendengarnya.
- Apresiasi: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas semangat, kreativitas, dan kerja sama luar biasa yang ditunjukkan setiap kelompok.
- Informasi Tindak Lanjut: Guru menugaskan untuk mencari buku antologi puisi sebagai persiapan pertemuan Ke-5.
- Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Teknik: Tanya Jawab Lisan & Apersepsi Interaktif.
Instrumen: Pertanyaan pemantik mengenai pemahaman murid tentang konsep alih wahana (merubah puisi menjadi lagu) dan minat memainkan instrumen/vokal.
Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).
|
| Asesmen Proses |
Teknik: Observasi Latihan Kelompok & Penilaian LKM Skenario Alih Wahana.
Instrumen:
Lembar Observasi Kolaborasi (DPL 5) dan Kreativitas (DPL 4).
Rubrik Penilaian LKM (Kesesuaian aransemen nada dengan tema puisi, pembagian peran kelompok, dan ketepatan alih wahana).
Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).
|
| Asesmen Akhir |
Teknik: Unjuk Kerja / Penilaian Produk Draf Musikalisasi Puisi.
Instrumen: Rubrik Penilaian Perancangan Musikalisasi Puisi (Keutuhan pesan puisi, Keharmonisan irama awal, dan Estetika konsep pementasan).
Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / sebelum penutup.
|
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
| Pertemuan Ke-5
Menulis
(menulis resensi buku antologi puisi secara logis dan kritis) |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud kesadaran Cinta Allah SWT.
- Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
- Ice Breaking: (“Tebak Sampul & Diksi Sastra”) Guru menampilkan gambar 2 sampul buku antologi puisi terkenal di proyektor dan membacakan cuplikan sinopsisnya. Murid menebak secara cepat tema utama dan nuansa emosi yang dihadirkan oleh antologi tersebut.
- Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan contoh resensi buku antologi puisi digital dari blog/portal sastra tepercaya. Murid diajak mencermati bagaimana seorang presensi (peresensi) menilai karya seni secara objektif dan bernilai estetis.
- Pertanyaan Pemantik:
-
“Mengapa sebelum memutuskan untuk membaca atau membeli sebuah buku antologi puisi, kita sering membutuhkan pertimbangan resensi terlebih dahulu?”
-
“Bagaimana menyampaikan penilaian terhadap keunggulan dan kekurangan sebuah karya sastra secara jujur, objektif, dan tetap santun?”
Penyampaian Tujuan:Guru menyampaikan bahwa murid mampu menulis resensi buku antologi puisi secara logis dan kritis melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Karya dan Kreativitas. |
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 25 menit |
-
Membaca & Memirsa Contoh Resensi: Murid membaca teks contoh resensi buku antologi puisi yang disediakan dalam media cetak/digital.
-
Pembedahan Struktur Teks: Murid mengidentifikasi dan membedah struktur resensi (judul resensi, data/identitas buku, pendahuluan, analisis keunggulan diksi/tema, kekurangan/keterbatasan karya, serta rekomendasi/penutup).
-
Pencatatan Kata Kunci Evaluatif: Murid mencatat penggunaan kata-kata evaluatif dan konjungsi argumentatif yang digunakan dalam resensi.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit) |
-
Penguatan Konsep Resensi Sastra: Guru menjelaskan sistematika dan langkah-langkah menyusun resensi buku antologi puisi:
-
Pengamatan Fisik & Isi: Memahami data publikasi dan corak tema dominan antologi.
-
Penilaian Kritis: Menganalisis keunggulan karya (pilihan diksi, rima, keberagaman tema, daya gugah) dan kekurangan karya secara proporsional.
-
Penyusunan Solutif/Rekomendasi: Menyampaikan pertimbangan bagi pembaca dengan bahasa yang santun dan membangun.
-
Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa menilai karya orang lain harus berlandaskan asas kejujuran, sikap apresiatif (Cinta Karya), dan menghargai keberagaman ekspresi seni (Cinta Sesama).
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit) |
-
Eksplorasi Antologi Puisi: Murid dalam kelompok berpasangan (Think-Pair-Share) memilih atau membuka satu buku antologi puisi (cetak/E-book) koleksi perpustakaan/digital.
-
Penyusunan Kerangka & Draf Resensi: Murid berdiskusi mengidentifikasi unsur-unsur buku dan mulai menyusun draf resensi buku antologi puisi secara mandiri/berpasangan pada Lembar Kerja Murid (LKM).
-
Fasilitasi Guru: Guru berkeliling membimbing murid dalam memformulasi kalimat argumen yang kritis, logis, dan santun.
|
| d |
Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit) |
-
Saling Tinjau (Peer Editing): Murid bertukar draf resensi dengan pasangan lain untuk saling memberikan masukan terhadap kelogisan argumen, ejaan, dan kelengkapan struktur resensi.
-
Berbagikan Kesimpulan: Perwakilan murid membacakan rekomendasi resensinya di depan kelas.
-
Refleksi Diri: Murid merenungkan proses menulis dengan menjawab: “Bagaimana belajar meresensi membantu saya lebih kritis dalam mengapresiasi dan menghargai karya cipta orang lain?”
|
|
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Penguatan: Guru menyimpulkan bahwa resensi yang baik adalah jembatan emas yang menghubungkan karya sastra penyair dengan calon pembacanya secara adil dan menginspirasi.
- Apresiasi: Guru memberikan pujian atas sikap kritis, ketelitian, dan kejujuran murid dalam mengulas karya sastra.
- Informasi Tindak Lanjut: Guru meminta murid merapikan tulisan resensinya untuk dikumpulkan dan dipublikasikan pada mading sekolah atau platform majalah digital sekolah. Selain itu, murid diberi pengarahan awal untuk persiapan Pertemuan Ke-6 (Gelar Pementasan/Apresiasi Puisi KBC).
- Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Teknik: Tanya Jawab Lisan / Apersepsi Interaktif.
Instrumen: Pertanyaan pemantik mengenai pemahaman murid tentang fungsi resensi dan struktur umum tulisan ulasan buku.
Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).
|
| Asesmen Proses |
Teknik: Observasi Penyusunan Draf & Penilaian LKM Kerangka Resensi.
Instrumen:
Lembar Observasi Penalaran Kritis (DPL 3) dan Kemandirian (DPL 6).
Rubrik Penilaian LKM (Kelengkapan identitas buku, kelogisan analisis keunggulan/kekurangan, dan kerapian struktur resensi).
Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).
|
| Asesmen Akhir |
Teknik: Penilaian Produk Tulisan (Resensi Buku Antologi Puisi).
Instrumen: Rubrik Penilaian Produk Resensi mencakup:
-
-
Kelengkapan Struktur: Judul, identitas, isi analisis, dan rekomendasi.
-
Kualitas Kritis & Logis: Ketajaman ulasan diksi/tema puisi serta kelogisan alasan.
-
Kaidah Kebahasaan & Santun: Ketepatan Ejaan Bahasa Indonesia (EYD) dan kesantunan berbahasa.
Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / pengumpulan produk karya. |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang |