Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia X MAN 1 Bandar Lampung

Modul 6 Belajar Menjadi Negosiator Ulung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia X
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
I Spesifikasi
Nama Penyusun Riya Septiyana, M.Pd.
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Fase/Kelas/Semester E/ X/ Genap
Topik Pembelajaran Belajar Menjadi Negosiator Ulung
Alokasi Waktu 6 Pertemuan (18 JP, 3 JP x 45 menit = 135 menit per pertemuan)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional)
  • Asesmen Kognitif (Awal): Kuis interaktif singkat/angket diagnostic mengenai pemahaman struktur teks negosiasi (pengajuan, penawaran, kesepakatan), taktik pemecahan konflik, serta identifikasi kalimat persuasif dan santun.

  • Asesmen Non-Kognitif (Awal): Pemetaan gaya komunikasi murid, pengalaman bernegosiasi dalam kehidupan sehari-hari (misal: di pasar, koperasi, atau organisasi), serta tingkat kepercayaan diri saat berbicara dan berargumentasi di depan umum.

2 Dimensi Profil Lulusan Pilih DPL yang ingin dicapai melalui proses pembelajaran dari 8 DPL yang tersedia!
DPL 1 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME:  Meneladani prinsip kejujuran, ketulusan, kesantunan, dan keadilan Rasulullah SAW (Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah) saat melakukan penawaran dan pengambilan kesepakatan bersama.
DPL 2 Kewargaan: Menghargai hak dan kepentingan pihak lain demi tercapainya solusi win-win solution yang berkeadilan sosial serta menjaga harmoni masyarakat.
DPL 3 Penalaran Kritis: Menganalisis dan mengevaluasi gagasan, argumen, serta pesan tersurat dan tersirat dalam teks negosiasi secara objektif dan logis.
DPL 4 Kreativitas: Mengembangkan taktik penawaran yang solutif, merancang alih wahana teks negosiasi dari dialog ke naratif, dan mengemas simulasi negosiasi yang menarik.
DPL 5 Kolaborasi: Bekerja sama secara fleksibel dan empatik dalam tim saat melakukan simulasi penawaran serta penyusunan kesepakatan bersama.
DPL 6 Kemandirian: Mengelola emosi, bersikap tenang saat menghadapi perbedaan pendapat, dan bertanggung jawab terhadap draf tulisan maupun hasil kesepakatan negosiasi.
DPL 7 Kesehatan: Menjaga regulasi emosi, kesehatan mental, serta kontrol diri agar tidak terjadi perselisihan atau ketegangan emosional saat melakukan proses tawar-menawar.
DPL 8 Komunikasi: Menggunakan bahasa tubuh yang positif, artikulasi yang jelas, dan pilihan kata (diksi) santun serta persuasif untuk meyakinkan mitra tutur.

 

3 Topik Panca Cinta Pilih topik KBC dari PANCA CINTA, yang sesuai dengan materi pembelajaran!
TOPIK 1 Cinta Allah dan Rasul-Nya: Menerapkan kejujuran, keikhlasan, dan akhlakul karimah dalam bertutur kata dan bertransaksi sesuai syariat dan ajaran Islam.
TOPIK 2 Cinta Ilmu:Menumbuhkan semangat mencari sumber rujukan kata (KBBI/Tesaurus) dan memperdalam keahlian berbahasa sebagai modal menjadi negosiator yang cerdas dan berwawasan.
TOPIK 3 Cinta Lingkungan:Mengangkat konteks negosiasi bertema pelestarian lingkungan (misal: penataan sampah sekolah, penggunaan produk ramah lingkungan) dalam simulasi.
TOPIK 4 Cinta Diri dan Sesama Manusia: Menghormati harkat dan martabat mitra tutur, mengedepankan empati, dan menghindari kecurangan yang merugikan orang lain.
TOPIK 5 Cinta Tanah Air: Mempraktikkan budaya musyawarah mufakat sebagai nilai luhur Pancasila dalam menyelesaikan setiap perbedaan kepentingan.
4 Materi Integrasi KBC
  • Kesantunan Berbahasa & Etika Komunikasi: Menggunakan kalimat persuasif, ajakan yang hangat, dan kata sapaan hormat tanpa nada memaksa.

  • Prinsip Win-Win Solution (Cinta Diri & Sesama): Memahami bahwa tujuan utama negosiasi bukan untuk mengalahkan lawan, melainkan mencari titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak secara adil.

  • Kejujuran Transaksi (Cinta Allah & Rasul-Nya): Menyampaikan fakta produk/gagasan secara terbuka tanpa penipuan (gharar) atau manipulasi data.

III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Menyimak

Mengevaluasi gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks sastra berbentuk teks aural.

Membaca dan Memirsa

Mengevaluasi informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan (simpati, peduli, dan empati) dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual secara kreatif; mengevaluasi kualitas dan/atau kredibilitas dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual menggunakan sumber informasi lain; dan membandingkan isi teks.

Berbicara dan Mempresentasikan

Mempresentasikan gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan berbagai tipe teks berbentuk monolog, dialog, dan/atau gelar wicara secara sistematis, kritis, dan/atau kreatif; dan mengungkapkan kepedulian dari berbagai tipe teks dan/atau teks multimodal secara kreatif.

Menulis

Menulis gagasan, pandangan, arahan, pesan, dan/atau imajinasi dalam berbagai tipe teks secara logis, kritis, dan kreatif; dan memublikasikan hasil karya di media cetak, elektronik, dan/atau digital.

2 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, murid mampu mengevaluasi gagasan dan pesan dalam teks negosiasi berbentuk dialog, membandingkan isinya dengan teks lain, menemukan makna kata dari sumber pendukung, memahami unsur kebahasaan negosiasi, mengalihwahanakan teks negosiasi dari dialog ke naratif, serta mempresentasikan gagasan negosiasi secara sistematis dan santun.
3 Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis Pembelajaran menggunakan pendekatan komunikatif dan kontekstual berpusat pada murid melalui bermain peran, simulasi negosiasi, dan diskusi. Guru memfasilitasi murid berlatih bernegosiasi secara santun dan efektif untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan kedua pihak dalam suasana yang menyenangkan.
Kemitraan Pembelajaran Pembelajaran dapat melibatkan kerja sama dengan koperasi sekolah atau kegiatan kewirausahaan untuk konteks negosiasi nyata. Guru bermitra dengan rekan sejawat untuk berbagi skenario simulasi, serta melibatkan orang tua dalam mengamati praktik negosiasi sehari-hari.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dirancang di kelas dengan ruang yang fleksibel untuk bermain peran dan simulasi negosiasi. Guru menciptakan suasana yang mendukung praktik komunikasi santun dan kolaboratif, serta memajang contoh teks negosiasi murid.
Pemanfaatan Digital Pembelajaran memanfaatkan video contoh negosiasi, presentasi digital, kamus dan tesaurus daring untuk makna kata, perekam video untuk mendokumentasikan simulasi, serta aplikasi pengolah kata. Penggunaan teknologi disesuaikan dengan kemampuan murid dan sarana sekolah.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-1

Menyimak – Membaca dan Memirsa

(pengertian dan karakteristik teks negosiasi serta mengevaluasi gagasan di dalamnya)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)

A. Kegiatan Awal: (10 menit)

Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

 

1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud rasa Cinta Allah SWT.

2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.

3. Ice Breaking: (“Bisik Kata Penawaran”) Guru membisikkan satu kalimat pengajuan jual beli atau kesepakatan sederhana kepada murid di barisan depan, lalu diteruskan ke belakang secara berantai. Aktivitas ini melatih kejelian menyimak dan membangun suasana gembira.

4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan video singkat dari platform digital tentang situasi tawar-menawar di pasar tradisional vs negosiasi formal di lingkungan sekolah/kantor. Murid diajak mengamati perbedaan cara penyampaian pesan pada kedua situasi tersebut.

5. Pertanyaan Pemantik:

  • “Mengapa dalam kehidupan sehari-hari kita perlu melakukan tawar-menawar atau bernegosiasi saat menghadapi perbedaan kepentingan?”

  • “Bagaimana cara menyampaikan keinginan kita agar disetujui pihak lain tanpa harus merugikan atau menyakiti perasaan mereka?”

6. Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran (Murid mampu menjelaskan pengertian dan karakteristik teks negosiasi serta mengevaluasi gagasan di dalamnya), alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta Tanah Air.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 25 menit
  • Pemodelan Guru: Guru memodelkan pembacaan/penayangan satu contoh teks dialog negosiasi (misal: negosiasi penyusunan program kegiatan OSIS/koperasi sekolah).

  • Membaca & Menyimak: Murid menyimak teks aural dan membaca salinan teks dialog negosiasi secara terencana.

  • Pencatatan Poin Utama: Murid mengidentifikasi bagian mana yang merupakan pengajuan, penawaran, sert

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 25 menit
  • Penguatan Konsep: Guru menjelaskan secara lugas:

    1. Pengertian & Karakteristik: Teks negosiasi sebagai media penyelesaian perbedaan kepentingan untuk mencapai kesepakatan bersama (win-win solution).

    2. Teknik Evaluasi Gagasan: Mengidentifikasi gagasan utama, pandangan pihak pertama dan kedua, serta pesan kebaikan di balik proses tawar-menawar.

  • Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa negosiasi yang santun berlandaskan penghargaan terhadap mitra tutur (Cinta Sesama) dan musyawarah untuk mufakat (Cinta Tanah Air).

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan) 35 menit
  • Diskusi Kelompok: Murid dibentuk ke dalam kelompok heterogen (4–5 orang).

  • Pengerjaan LKM: Kelompok berdiskusi menganalisis Lembar Kerja Murid (LKM) untuk mengevaluasi kelogisan gagasan, pandangan kedua belah pihak, dan pesan moral dalam teks negosiasi yang diberikan.

  • Fasilitasi Guru: Guru berkeliling mendampingi diskusi, mendorong komunikasi yang santun, dan memfasilitasi pertukaran ide antarmurid.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran) 15 menit
  • Berbagi Temuan: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil evaluasi gagasan dan kesepakatan teks negosiasi di depan kelas.

  • Refleksi Ciri Berhasil: Murid bersama guru merumuskan indikator negosiasi yang berhasil, yaitu adanya keterbukaan, kesantunan bahasa, dan kesepakatan yang saling menguntungkan (win-win solution).

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru menyimpulkan kembali bahwa negosiasi bukan sekadar proses tawar-menawar harga, melainkan seni berkomunikasi secara bijak dan berkeadilan.
  • Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas ketelitian, keberanian menyampaikan pendapat, dan kekompakan kerja kelompok murid.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru menugaskan murid secara mandiri mengamati satu contoh percakapan negosiasi di lingkungan sekitar (pasar, rumah, atau media digital) untuk persiapan Pertemuan Ke-2 (membandingkan isi dan struktur teks negosiasi).
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Teknik: Tanya Jawab Lisan & Apersepsi Interaktif.

Instrumen: Pertanyaan pemantik tentang pemahaman awal murid mengenai definisi tawar-menawar dan pengalaman bernegosiasi.

Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).

Asesmen Proses

Teknik: Observasi Diskusi Kelompok & Penilaian LKM Evaluasi Gagasan.

Instrumen:

  • Lembar Observasi Kolaborasi (DPL 5) dan Penalaran Kritis (DPL 3).
  • Rubrik Penilaian LKM (Ketepatan menentukan bagian pengajuan/penawaran, kelogisan evaluasi gagasan, dan ketepatan mengidentifikasi pesan).

Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).

Asesmen Akhir

Teknik: Tes Tertulis Singkat / Penarikan Kesimpulan Mandiri.

Instrumen: Soal analisis singkat: “Disajikan draf dialog negosiasi singkat; murid diminta menentukan gagasan utama pihak pengaju, pihak penawar, serta menuliskan 2 alasan mengapa kesepakatan tersebut dapat dikategorikan berhasil.”

Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / sebelum penu

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2

Menyimak – Membaca dan Memirsa

(mengkreasi informasi berupa gagasan dalam teks negosiasi berbentuk dialog)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud rasa Cinta Allah SWT.
  2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  3. Ice Breaking: (“Sambung Argumentasi Santun”) Guru memberikan satu situasi masalah (misal: “Jam istirahat kurang panjang untuk makan siang”), lalu murid secara berantai memberikan argumen sanggahan/penawaran yang santun dan logis secara bergantian.
  4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan tayangan komparasi dua bentuk penyampaian gagasan negosiasi di layar proyektor (satu menggunakan bahasa kaku/kaku dan satu menggunakan taktik penyampaian gagasan yang persuasif serta penuh empati). Murid diajak mengamati mana yang lebih berpeluang mencapai kesepakatan.
  5. Pertanyaan Pemantik: 
  • “Bagaimana cara kita mengolah dan mengkreasi ulang sebuah gagasan agar tawaran negosiasi kita terdengar menarik tanpa terkesan memaksa?”

  • “Mengapa mengedepankan empati dan sikap saling menguntungkan (win-win solution) menjadi kunci utama dalam mengkreasi gagasan negosiasi?”

  1. Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa melalui alur kegiatan LOK-R, murid mampu mengkreasi informasi berupa gagasan dalam teks negosiasi berbentuk dialog secara kritis, kreatif, dan santun, serta mengintegrasikan pilar Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta Tanah Air.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Memirsa & Membaca Kasus Negosiasi: Murid membaca dan memirsa teks dialog negosiasi berbasis konteks nyata (misal: negosiasi pengadaan produk ramah lingkungan antara siswa dan pihak pengelola kantin/koperasi sekolah).

  • Identifikasi Gagasan Pokok: Murid memetakan gagasan utama pengajuan, poin-poin keberatan/penawaran, serta bentuk kesepakatan awal yang ada dalam dialog.

  • Pencatatan Alternatif Gagasan: Murid mencatat informasi kunci dan mencari ruang-ruang kompromi yang masih dapat dikembangkan atau dikreasi ulang.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 20 menit
  • Penguatan Konsep Mengkreasi Gagasan: Guru menjelaskan teknik mendasarkan rekreasi/pengembangan gagasan negosiasi:

    1. Rekonstruksi Alur Penawaran: Menyusun urutan argumen dari yang paling diplomatis hingga solusi konkret.

    2. Penggunaan Bahasa Persuasif & Empatis: Memilih diksi santun yang menghargai posisi mitra tutur (Cinta Sesama).

    3. Penawaran Solusi Kreatif (Win-Win Solution): Mengubah konflik kepentingan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan.

  • Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa keahlian mengkreasi gagasan secara bijak adalah cerminan dari kecerdasan berpikir (Cinta Ilmu) dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan) 35 menit
  • Pengelompokan: Murid dibentuk ke dalam kelompok kecil heterogen (4–5 orang).

  • Diskusi Pengerjaan LKM: Murid berdiskusi mengkreasi ulang draf informasi/gagasan dalam Lembar Kerja Murid (LKM). Kelompok merancang variasi solusi penawaran baru yang lebih solutif dan harmonis untuk naskah dialog negosiasi yang ditentukan.

  • Fasilitasi Guru: Guru berkeliling memberikan pendampingan, memotivasi murid yang pasif, serta mengapresiasi kerja sama dan keharmonisan kelompok.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Presentasi Gagasan Kreatif: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kreasi gagasan negosiasi dan simulasi dialog singkat di depan kelas.

  • Apresiasi & Tanggapan: Kelompok lain memberikan masukan serta apresiasi secara santun.

  • Refleksi Diri: Murid merenungkan proses belajar dengan menjawab pertanyaan reflektif: “Bagaimana fleksibilitas dalam mengkreasi gagasan membantu saya menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai dalam kehidupan sehari-hari?”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru merangkum bahwa mengkreasi gagasan dalam negosiasi bukan tentang memenangkan perdebatan, melainkan merangkai solusi terbaik yang memuaskan kedua belah pihak.
  • Apresiasi: Guru memberikan pujian dan penghargaan atas keberanian berpendapat, kreativitas gagasannya, serta kerja sama kelompok yang solid.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru memberikan petunjuk awal untuk Pertemuan Ke-3, yaitu mengidentifikasi kebahasaan teks negosiasi (kalimat persuasif dan tuturan berpasangan) serta mencari istilah khusus menggunakan KBBI Daring.
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  • Teknik: Tanya Jawab Lisan / Apersepsi Interaktif.

  • Instrumen: Pertanyaan pemantik mengenai cara murid menyampaikan keinginan saat tawaran pertamanya ditolak oleh orang lain.

  • Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).

Asesmen Proses
  • Teknik: Observasi Diskusi Kelompok & Penilaian LKM Mengkreasi Gagasan.

  • Instrumen:

    • Lembar Observasi Sikap Kolaborasi (DPL 5) dan Kreativitas (DPL 4).

    • Rubrik Penilaian LKM (Kreativitas pengolahan gagasan penawaran, kelogisan solusi win-win, dan kesantunan pilihan kata).

  • Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).

Asesmen Akhir
  • Teknik: Tes Tertulis Singkat / Penilaian Produk Draf Gagasan.

  • Instrumen: Soal studi kasus singkat: “Disajikan satu situasi konflik penawaran; murid diminta menuliskan 1 paragraf (3–4 kalimat) kreasi gagasan penawaran baru yang santun dan menguntungkan kedua pihak.”

  • Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / sebelum penutup.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3

Menyimak – Membaca dan Memirsa

(membandingkan isi teks deskripsi dan teks negosiasi serta menemukan makna kata dari sumber pendukung)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai rasa wujud Cinta Alllah SWT.
  2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  3. Ice Breaking: (“Sambung Argumentasi Santun”)  Guru memberikan satu situasi masalah (misal: “Jam istirahat kurang panjang untuk makan siang”), lalu murid secara berantai memberikan argumen sanggahan/penawaran yang santun dan logis secara bergantian.
  4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan tayangan komparasi dua bentuk penyampaian gagasan negosiasi di layar proyektor (satu menggunakan bahasa kaku/kaku dan satu menggunakan taktik penyampaian gagasan yang persuasif serta penuh empati). Murid diajak mengamati mana yang lebih berpeluang mencapai kesepakatan.
  5. Pertanyaan Pemantik: 
  • “Bagaimana cara kita mengolah dan mengkreasi ulang sebuah gagasan agar tawaran negosiasi kita terdengar menarik tanpa terkesan memaksa?”

  • “Mengapa mengedepankan empati dan sikap saling menguntungkan (win-win solution) menjadi kunci utama dalam mengkreasi gagasan negosiasi?”

Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa melalui alur kegiatan LOK-R, murid mampu mengkreasi informasi berupa gagasan dalam teks negosiasi berbentuk dialog secara kritis, kreatif, dan santun, serta mengintegrasikan pilar Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta Tanah Air.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Memirsa & Membaca Kasus Negosiasi: Murid membaca dan memirsa teks dialog negosiasi berbasis konteks nyata (misal: negosiasi pengadaan produk ramah lingkungan antara siswa dan pihak pengelola kantin/koperasi sekolah).

  • Identifikasi Gagasan Pokok: Murid memetakan gagasan utama pengajuan, poin-poin keberatan/penawaran, serta bentuk kesepakatan awal yang ada dalam dialog.

  • Pencatatan Alternatif Gagasan: Murid mencatat informasi kunci dan mencari ruang-ruang kompromi yang masih dapat dikembangkan atau dikreasi ulang.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penguatan Konsep Mengkreasi Gagasan: Guru menjelaskan teknik mendasarkan rekreasi/pengembangan gagasan negosiasi:

    1. Rekonstruksi Alur Penawaran: Menyusun urutan argumen dari yang paling diplomatis hingga solusi konkret.

    2. Penggunaan Bahasa Persuasif & Empatis: Memilih diksi santun yang menghargai posisi mitra tutur (Cinta Sesama).

    3. Penawaran Solusi Kreatif (Win-Win Solution): Mengubah konflik kepentingan menjadi kerja sama yang saling menguntungkan.

  • Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa keahlian mengkreasi gagasan secara bijak adalah cerminan dari kecerdasan berpikir (Cinta Ilmu) dan penghormatan terhadap martabat sesama manusia.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit)
  • Pengelompokan: Murid dibentuk ke dalam kelompok kecil heterogen (4–5 orang).

  • Diskusi Pengerjaan LKM: Murid berdiskusi mengkreasi ulang draf informasi/gagasan dalam Lembar Kerja Murid (LKM). Kelompok merancang variasi solusi penawaran baru yang lebih solutif dan harmonis untuk naskah dialog negosiasi yang ditentukan.

  • Fasilitasi Guru: Guru berkeliling memberikan pendampingan, memotivasi murid yang pasif, serta mengapresiasi kerja sama dan keharmonisan kelompok.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit)
  • Presentasi Gagasan Kreatif: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kreasi gagasan negosiasi dan simulasi dialog singkat di depan kelas.

  • Apresiasi & Tanggapan: Kelompok lain memberikan masukan serta apresiasi secara santun.

  • Refleksi Diri: Murid merenungkan proses belajar dengan menjawab pertanyaan reflektif: “Bagaimana fleksibilitas dalam mengkreasi gagasan membantu saya menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai dalam kehidupan sehari-hari?”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru merangkum bahwa mengkreasi gagasan dalam negosiasi bukan tentang memenangkan perdebatan, melainkan merangkai solusi terbaik yang memuaskan kedua belah pihak.
  • Apresiasi: Guru memberikan pujian dan penghargaan atas keberanian berpendapat, kreativitas gagasannya, serta kerja sama kelompok yang solid.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru memberikan petunjuk awal untuk Pertemuan Ke-3, yaitu memahami unsur kebahasaan negosiasi dan mengalihwahanakan dialog ke bentuk naratif
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Teknik: Tanya Jawab Lisan / Apersepsi Interaktif.

Instrumen: Pertanyaan pemantik mengenai cara murid menyampaikan keinginan saat tawaran pertamanya ditolak oleh orang lain.

Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).

Asesmen Proses

Teknik: Observasi Diskusi Kelompok & Penilaian LKM Mengkreasi Gagasan.

Instrumen:

  • Lembar Observasi Sikap Kolaborasi (DPL 5) dan Kreativitas (DPL 4).
  • Rubrik Penilaian LKM (Kreativitas pengolahan gagasan penawaran, kelogisan solusi win-win, dan kesantunan pilihan kata).

Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).

Asesmen Akhir

Teknik: Tes Tertulis Singkat / Penilaian Produk Draf Gagasan.

Instrumen: Soal studi kasus singkat: “Disajikan satu situasi konflik penawaran; murid diminta menuliskan 1 paragraf (3–4 kalimat) kreasi gagasan penawaran baru yang santun dan menguntungkan kedua pihak.”

Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / sebelum penutup.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4

Berbicara

(memahami unsur kebahasaan negosiasi dan mengalihwahanakan dialog ke bentuk naratif)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud kesadaran Cinta Allah SWT.
  • Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  • Ice Breaking: (“Ubah Kalimat Langsung”) Guru menyebutkan satu kalimat dialog negosiasi (misal: “Pak, apakah harga seragam ini bisa dikurangi sepuluh ribu?”), lalu murid secara spontan mengubahnya menjadi kalimat berita/narasi tidak langsung (“Siswa tersebut menanyakan kemungkinan potongan harga seragam kepada penjual”).
  • Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan contoh alih wahana singkat berupa potongan komik dialog negosiasi yang diubah menjadi teks cerita naratif di layar proyektor. Murid diajak mengamati perbedaan struktur penulisan keduanya.
  • Pertanyaan Pemantik:
  • “Bagaimana unsur kebahasaan seperti kalimat persuasif dan tutur santun memengaruhi keberhasilan sebuah negosiasi?”

  • “Bagaimana cara menceritakan kembali percakapan tawar-menawar dalam bentuk cerita naratif tanpa menghilangkan pesan kesepakatannya?”

Penyampaian Tujuan: : Guru menyampaikan bahwa melalui alur kegiatan LOK-R, murid mampu menganalisis unsur kebahasaan negosiasi dan mengalihwahanakan teks dialog negosiasi menjadi bentuk naratif secara runtut, logis, dan santun, serta mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Kreativitas.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Menyimak & Membaca Sandiwara Dialog: Murid membaca dan mencermati teks dialog negosiasi yang memuat ragam kebahasaan khas (kalimat persuasif, tuturan berpasangan, ungkapan kesantunan) beserta contoh hasil alih wahananya dalam bentuk teks naratif.

  • Pembedahan Unsur Kebahasaan: Murid menandai penggunaan kalimat langsung, kalimat tidak langsung, konjungsi kausalitas, dan kata ganti (pronomina) yang digunakan dalam kedua bentuk teks tersebut.

  • Pencatatan Poin Penting: Murid mencatat perubahan bentuk dari tuturan dialogis menjadi deskripsi alur narasi.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penguatan Konsep Keilmuan: Guru menjelaskan dua fokus utama:

    1. Unsur Kebahasaan Negosiasi: Penggunaan kalimat deklaratif, persuasif, tuturan berpasangan yang santun, dan ungkapan kompromi (Cinta Sesama).

    2. Teknik Alih Wahana (Dialog ke Naratif): Mengubah tuturan langsung menjadi kalimat tidak langsung, menambahkan deskripsi latar/suasana, serta menyusun urutan peristiwa secara kronologis tanpa mengubah isi kesepakatan.

  • Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa menyampaikan kembali wacana orang lain dalam bentuk narasi membutuhkan kejujuran informasi (Cinta Allah SWT) dan kecermatan berbahasa (Cinta Ilmu).

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit)
  • Pengelompokan: Murid dibentuk ke dalam kelompok kecil heterogen (4–5 orang).

  • Pengerjaan LKM Alih Wahana: Kelompok berdiskusi menganalisis unsur kebahasaan dari teks dialog yang disediakan, kemudian bekerja sama mengalihwahanakan naskah dialog tersebut menjadi teks naratif yang padu pada Lembar Kerja Murid (LKM).

  • Fasilitasi Guru: Guru berkeliling memberikan bimbingan teknis alih wahana, memotivasi kerja tim, dan memastikan kesantunan bahasa dalam draf narasi murid.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit)
  • Saling Tinjau (Peer Editing): Perwakilan kelompok membacakan hasil alih wahana naratifnya di depan kelas, sementara kelompok lain memberikan masukan terhadap kerapian alur cerita dan kesesuaian pesan.

  • Refleksi Diri: Murid merenungkan proses belajar dengan menjawab: “Pelajaran komunikasi apa yang saya dapatkan ketika mengamati perubahan kalimat dialog menjadi cerita naratif?”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru menyimpulkan bahwa penguasaan kebahasaan dan keterampilan alih wahana melatih fleksibilitas serta kreativitas murid dalam menyampaikan pesan secara lisan maupun tulisan.
  • Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas kecermatan, kreativitas narasi, dan kekompakan seluruh kelompok.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru menugaskan kelompok untuk menyiapkan skenario dan pembagian peran simulasi (role-play) negosiasi untuk Pertemuan Ke-5.
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  • Teknik: Tanya Jawab Lisan / Apersepsi Interaktif.

  • Instrumen: Pertanyaan pemantik tentang perbedaan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung dalam percakapan sehari-hari.

  • Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).

Asesmen Proses
  • Teknik: Observasi Diskusi Kelompok & Penilaian LKM Alih Wahana.

  • Instrumen:

    • Lembar Observasi Kolaborasi (DPL 5) dan Kreativitas (DPL 4).

    • Rubrik Penilaian LKM (Ketepatan analisis kebahasaan, keutuhan makna saat alih wahana, dan keterpaduan paragraf naratif).

  • Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).

Asesmen Akhir
  • Teknik: Penilaian Produk Tulisan (Teks Naratif Hasil Alih Wahana).

  • Instrumen: Rubrik Penilaian Produk Teks Naratif mencakup:

    1. Keutuhan Kesepakatan: Kesesuaian isi narasi dengan naskah dialog asli.

    2. Kaidah Kebahasaan: Ketepatan penggunaan kalimat tidak langsung, ejaan, dan tanda baca.

    3. Estetika Penceritaan: Kelancaran alur cerita dan kejelasan latar/suasana.

  • Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / pengumpulan produk karya LKM.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5

Menulis

(menyusun teks negosiasi yang persuasif dan santun untuk dipresentasikan)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai wujud kesadaran Cinta Allah SWT.
  2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  3. Ice Breaking: (“Kata Kunci Persuasif”) Guru menyebutkan satu skenario penolakan singkat (misal: “Maaf, anggaran acara ekskul tidak bisa ditambah”), lalu murid secara spontan memberikan balasan kalimat tanggapan yang santun dan bernada tawaran win-win solution.
  4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan contoh draf kerangka naskah negosiasi melalui proyektor/platform digital, menunjukkan bagaimana argumen disusun dari tahap pengajuan, penawaran dengan bahasa persuasif, hingga mencapai kesepakatan.
  5. Pertanyaan Pemantik:
  • “Bagaimana cara menyusun kalimat penawaran yang meyakinkan tanpa berkesan memaksakan kehendak?”

  • “Mengapa penggunaan diksi yang santun dan penuh rasa hormat menjadi penentu tercapainya kesepakatan dalam naskah negosiasi yang kita tulis?”

Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa melalui alur kegiatan LOK-R, murid mampu menyusun naskah teks negosiasi berbentuk dialog yang persuasif, solutif, dan santun secara runtut sesuai struktur untuk siap dipresentasikan/disimulasikan, serta mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Kreativitas.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) 25 menit
  • Bedah Struktur & Kerangka Naskah: Murid membaca dan mencermati contoh draf teks negosiasi yang ideal (memuat struktur: Orientasi, Pengajuan, Penawaran, Kesepakatan, Penutup).

  • Pencermatan Kalimat Persuasif: Murid mengidentifikasi pasangan tuturan, penggunaan alasan logis, serta ungkapan kesantunan yang digunakan tokoh dalam naskah dialog.

  • Penentuan Isu/Skenario: Murid memilih topik/isu konteks nyata di lingkungan sekolah/masyarakat (misal: negosiasi proposal kegiatan, izin penggunaan fasilitas madrasah, atau jual beli di kantin).

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penguatan Langkah Penulisan Teks Negosiasi: Guru menjelaskan tahapan praktis menyusun teks dialog negosiasi:

    1. Menentukan latar situasi dan para pihak yang terlibat (role-play).

    2. Menyusun peta pertentangan kepentingan dan titik temu (win-win solution).

    3. Menggunakan kaidah kebahasaan persuasif dan tutur kata yang santun (Cinta Sesama).

    4. Merancang petunjuk akting/petunjuk panggung (keterangan dalam tanda kurung) untuk persiapan simulasi.

  • Integrasi KBC: Guru menekankan bahwa menulis naskah negosiasi melatih kejujuran berargumen (Cinta Allah SWT) dan keterampilan mencari kesepakatan yang adil bagi semua pihak.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit)
  • Pengelompokan Kerja: Murid berkumpul dalam kelompok heterogen (4–5 orang) yang telah dibentuk sebelumnya.

  • Pengerjaan LKM Penulisan Naskah: Kelompok berdiskusi menyusun naskah dialog negosiasi utuh pada Lembar Kerja Murid (LKM) berdasarkan topik yang dipilih, lengkap dengan pembagian peran tokoh.

  • Fasilitasi Guru: Guru berkeliling mendampingi proses kreatif setiap kelompok, memberikan masukan terhadap kelogisan argumen, kesantunan diksi, serta kelengkapan struktur teks.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit)
  • Uji Coba Pembacaan (Script Reading): Setiap kelompok melakukan pembacaan nyaring (script reading) naskah yang telah ditulis di dalam kelompoknya atau antarperwakilan kelompok untuk mengecek kelancaran dialog dan keterbacaan instruksi.

  • Refleksi Kesantunan: Murid merefleksikan tulisan mereka dengan pertanyaan panduan: “Apakah kalimat penawaran yang kami tulis sudah menghargai posisi mitra tutur dan berorientasi pada kebaikan bersam

Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru menyimpulkan bahwa naskah negosiasi yang baik tidak hanya bergantung pada kekuatan argumen, tetapi juga pada kesantunan bahasa dan solusi yang menentramkan kedua belah pihak.
  • Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas kesungguhan, kerja sama, dan kreativitas murid dalam merancang naskah dialog.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru menugaskan setiap kelompok untuk berlatih memperagakan/menyimulasikan (role-play) naskah dialog tersebut untuk penampilan presentasi simulasi penuh di Pertemuan Ke-6.
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  • Teknik: Tanya Jawab Lisan / Apersepsi Interaktif.

  • Instrumen: Pertanyaan pemantik tentang langkah-langkah merancang percakapan tawar-menawar tertulis.

  • Waktu Pelaksanaan: Pada Kegiatan Awal (10 menit pertama).

Asesmen Proses
  • Teknik: Observasi Diskusi Kelompok & Penilaian Draft Naskah pada LKM.

  • Instrumen:

    • Lembar Observasi Kolaborasi (DPL 5) dan Kreativitas Penulisan (DPL 4).

    • Rubrik Penilaian Proses Menulis (Keaktifan anggota kelompok, kelengkapan draf struktur, dan kerapian kerangka alur dialog).

  • Waktu Pelaksanaan: Selama Kegiatan Inti (alur Kolaborasi dan Refleksi).

Asesmen Akhir
  • Teknik: Penilaian Produk Tulis (Naskah Dialog Negosiasi Utuh).

  • Instrumen: Rubrik Penilaian Produk Menulis Teks Negosiasi mencakup:

    1. Kelengkapan Struktur: Orientasi, Pengajuan, Penawaran, Kesepakatan, Penutup.

    2. Kaidah Kebahasaan & Diksi: Penggunaan kalimat persuasif, kesantunan tuturan, dan ketepatan ejaan/tanda baca.

    3. Keutuhan Solusi (Win-Win Solution): Kelogisan kesepakatan yang dihasilkan.

  • Waktu Pelaksanaan: Akhir kegiatan inti / pengumpulan berkas LKM tulisan naskah.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *