Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia
I Spesifikasi
Nama Penyusun Eni Hastuti, M.Pd.
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Fase/Kelas/Semester F/XI/1
Topik Pembelajaran Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia
Alokasi Waktu 3 x pertemuan @3JP (3 x 3) = 9 JP, 1 JP=45 menit, total waktu 405 menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan
  • Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis karakteristik produk pangan lokal dan mengidentifikasi keunggulan serta kelemahannya untuk tujuan promosi.
  • Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide promosi yang inovatif dan menarik untuk produk pangan lokal.
  • Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan menyajikan promosi produk pangan lokal.
  • Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi tentang produk pangan lokal secara efektif dan persuasif, baik secara lisan maupun tulisan.
3 Topik Panca Cinta

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid menyadari bahwa lingkungan merupakan bagian dari ciptaan Allah Swt. yang perlu dihargai dan dijaga. Murid meneladani Rasulullah saw. dengan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, dan menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan.

2. Cinta Ilmu

Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid memperoleh informasi dari teks dan media visual untuk mengidentifikasi thesis, arguments, dan reiteration, serta unsur kebahasaannya, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyusun Analytical Exposition Text tentang isu lingkungan sesuai dengan struktur teksnya dan menyampaikan teks yang telah dibuat.

3. Cinta Diri dan Sesama

Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid membahas berbagai isu lingkungan yang berdampak pada kehidupan diri sendiri dan sesama. Murid mengembangkan kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama dengan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi kehidupan bersama.

4. Cinta Lingkungan

Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid membahas berbagai isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menjaga dan melestarikannya.

5. Cinta Tanah Air

Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid mengenali berbagai isu lingkungan di Indonesia dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Murid mengembangkan rasa cinta tanah air dengan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menjaga lingkungan demi keberlanjutan kehidupan di Indonesia.

4 Materi Integrasi KBC Menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air melalui pemanfaatan serta pemeliharaan keberagaman pangan lokal khas Indonesia
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025

Menyimak

Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan berdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai tipe teks dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengkreasi dan mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang disimak.

Membaca dan Memirsa

Peserta didik mampu mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks di media cetak dan elektronik. Peserta didik mampu mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi. Peserta didik mampu mengevaluasi dan merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks di media cetak dan elektronik. Peserta didik mampu mengapresiasi berbagai tipe teks. Peserta didik mampu mengaitkan isi teks dengan hal lain di luar teks.

Berbicara dan Mempresentasikan

Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan dan kreativitas dalam berbahasa dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menyajikan karya sastra secara kreatif dan menarik. Peserta didik mampu mengkreasi teks sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia. Peserta didik mampu menyajikan dan mempertahankan hasil penelitian, serta menyimpulkan masukan dari mitra diskusi.

Menulis

Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menulis berbagai jenis karya sastra. Peserta didik mampu menulis teks refleksi diri. Peserta didik mampu menulis hasil penelitian, teks fungsional dunia kerja, dan pengembangan studi lanjut. Peserta didik mampu menerbitkan tulisan hasil karyanya di media cetak, elektronik, dan/atau digital.

2 Tujuan Pembelajaran

Mengidentifikasi dan Mendeskripsikan Produk Pangan Lokal

  • Murid dapat mengidentifikasi berbagai jenis produk pangan lokal Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
  • Murid dapat mendeskripsikan karakteristik (cita rasa, bahan, cara pengolahan, nilai gizi, keunikan) dari minimal dua produk pangan lokal Indonesia secara lisan dan tulisan dengan tepat.

Menganalisis Keunggulan dan Daya Tarik Produk Pangan Lokal

  • Murid dapat menganalisis keunggulan kompetitif dan daya tarik spesifik dari produk pangan lokal Indonesia yang telah dideskripsikan sebelumnya.
  • Murid dapat mengidentifikasi target pasar potensial untuk produk pangan lokal yang telah dianalisis.

Merancang dan Menyajikan Promosi Produk Pangan Lokal

  • Murid dapat merancang strategi promosi yang kreatif dan persuasif untuk produk pangan lokal dengan mempertimbangkan target pasar.
  • Murid dapat menyajikan hasil rancangan promosi produk pangan lokal (misalnya, dalam bentuk presentasi, poster, atau video singkat) secara kolaboratif.
3 Kerangka Pembelajaran
  • Model: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) – peserta didik akan merancang proyek promosi produk pangan lokal.
  • Strategi:
    • Mindful Learning: Mengajak peserta didik untuk memperhatikan detail dan keunikan produk pangan lokal, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui aktivitas eksplorasi dan diskusi, peserta didik diajak untuk sadar akan nilai-nilai lokal.
    • Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi peserta didik dan relevansinya dengan potensi ekonomi lokal serta kearifan budaya. Pembelajaran akan difokuskan pada aplikasi praktis.
    • Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui aktivitas diskusi kelompok, studi kasus, presentasi kreatif, dan pemanfaatan media interaktif.
  • Metode:Diskusi kelompok, presentasi, studi kasus, penugasan proyek, demonstrasi.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Mengidentifikasi dan Mendeskripsikan Produk Pangan Lokal
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru memulai pelajaran dengan salam, menanyakan kabar peserta didik, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Berkesadaran (Mindful): Guru menampilkan beberapa gambar produk pangan lokal yang familiar bagi murid (misalnya, rendang, gudeg, pempek) dan menanyakan “Apa yang kalian rasakan saat melihat makanan ini? Kenangan apa yang muncul?” untuk memicu koneksi emosional.
  • Bermakna (Meaningful): Guru menjelaskan relevansi pembelajaran tentang produk pangan lokal dengan kehidupan sehari-hari dan potensi ekonomi di daerah.
  • Menggembirakan (Joyful): Guru memutarkan video singkat atau lagu daerah yang berhubungan dengan makanan lokal, lalu mengajak peserta didik untuk menebak nama-nama makanan tersebut. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan cara yang menarik.
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan menanyakan secara lisan atau singkat mengenai produk pangan lokal yang mereka ketahui.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang).
  • Setiap kelompok diberikan kartu bergambar produk pangan lokal yang berbeda (atau memilih sendiri dari daftar yang disediakan).
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Setiap kelompok diminta untuk menelusuri informasi tentang produk tersebut (asal, bahan, cara pengolahan, cita rasa, keunikan) dari buku teks (BS 11 Bab 1), internet, atau pengalaman pribadi.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Masing-masing kelompok secara kolaboratif menyusun deskripsi produk pangan lokal pilihan mereka dalam bentuk peta pikiran (mind map) atau infografis sederhana, mencakup semua karakteristik yang telah diidentifikasi.
  • Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan memastikan setiap anggota kelompok berkontribusi. Guru dapat menyediakan contoh deskripsi produk untuk memfasilitasi murid yang kesulitan.
  • Beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil deskripsi mereka di depan kelas.
  • Guru memfasilitasi diskusi dan memberikan umpan balik konstruktif mengenai kelengkapan dan kejelasan deskripsi.
  • Klik di sini untuk menginput nilai murid.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Murid diminta untuk menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari tentang produk pangan lokal pada hari itu.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru memberikan umpan balik umum atas kinerja kelompok dan individu.
  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting tentang pentingnya mengenal dan mendeskripsikan produk pangan lokal.
  • Guru menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya (analisis keunggulan produk) dan meminta peserta didik mencari contoh-contoh promosi produk pangan lokal yang menarik.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  1. Guru melakukan observasi dan pertanyaan lisan singkat.
  2. Guru mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang produk pangan lokal dan minat mereka.

Pertanyaan/Tugas:

  1. “Sebutkan 3 produk pangan lokal yang kalian ketahui!”
  2. “Apa produk pangan lokal favoritmu dan mengapa?”
  3. “Pernahkah kalian melihat iklan atau promosi produk pangan lokal? Di mana?”
Asesmen Proses Guru mengamati murid ketika mengidentifikasi kartu bergambar produk pangan lokal yang berbeda (atau memilih sendiri dari daftar yang disediakan). Guru memberikan apresiasi dari hasil identifikasi murid.
Asesmen Akhir Guru mengukur ketercapaian kompetensi murid dalam mengidentifikasi produk pangan lokal secara efektif.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-2
Menganalisis Keunggulan dan Daya Tarik Produk Pangan Lokal
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru memberi salam dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru mengulang secara singkat materi pertemuan sebelumnya.
  • Berkesadaran (Mindful): Guru memancing diskusi dengan pertanyaan “Menurut kalian, apa yang membuat suatu produk pangan lokal bisa diminati banyak orang? Apa bedanya dengan produk impor?”
  • Bermakna (Meaningful): Guru mengaitkan pembelajaran dengan potensi produk lokal untuk bersaing di pasar global.
  • Menggembirakan (Joyful): Guru meminta peserta didik berbagi contoh promosi produk pangan lokal yang mereka temukan dan paling berkesan, kemudian mengapa.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Murid kembali ke kelompok pada pertemuan sebelumnya.
  • Guru memandu diskusi tentang konsep keunggulan kompetitif, nilai tambah, dan target pasar produk pangan.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Kelompok diminta menganalisis produk pangan lokal yang sudah dideskripsikan pada pertemuan sebelumnya.
  • Fokus analisis: Apa keunggulan uniknya? Mengapa orang harus memilih produk ini? Siapa target pasar yang paling tepat (usia, minat, daya beli)?
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Setiap kelompok membuat tabel analisis atau diagram yang memuat keunggulan produk dan segmentasi target pasar mereka.
  • Guru memberikan contoh format tabel atau panduan pertanyaan untuk membantu analisis.
  • Kelompok juga mulai memikirkan tagline atau kalimat promosi awal berdasarkan analisis mereka.
  • Beberapa kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka.
  • Guru memberikan umpan balik dan memfasilitasi sesi tanya jawab antar kelompok.
  • Klik di sini untuk menginput nilai murid.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Peserta didik diajak untuk memikirkan dampak sosial dan ekonomi dari keberhasilan promosi produk pangan lokal.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru memberikan apresiasi atas analisis yang telah dilakukan.
  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya analisis keunggulan dan penentuan target pasar dalam promosi.
  • Guru memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya: masing-masing kelompok mulai merancang konsep promosi (bisa berupa sketsa poster, naskah iklan singkat, atau storyboard video) untuk produk mereka.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  • Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman muridterhadap pembelajaran sebelumnya, yaitu
  • “Menurut kalian, apa yang membuat sebuah produk makanan tradisional bisa laku keras di kalangan remaja saat ini?”
  • “Bagaimana cara kita membedakan produk yang cocok dijual untuk anak sekolah dengan produk untuk orang tua?”
Asesmen Proses
Guru mengamati aktivitas murid saat presentasi dengan tujuannya untuk menilai keterampilan kolaborasi, penalaran kritis saat menyusun analisis, serta kemampuan komunikasi.

Bentuk Asesmen: Lembar Observasi Kinerja Kelompok dan Rubrik Presentasi Antarkelompok.

Indikator yang Dinilai:

  1. Analisis Keunggulan & Target Pasar: Ketepatan dan kedalaman argumen kelompok dalam memetakan segmen pasar (bukan sekadar mengisi tabel).
  2. Kreativitas Tagline: Kesesuaian kalimat promosi awal dengan target pasar yang dituju.
  3. Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong (kerja sama tim) dan Bernalar Kritis (saat sesi tanya jawab dan refleksi dampak sosial-ekonomi).
Asesmen Akhir
Guru mengukur ketercapaian pemahaman bermakna terkait dampak luas dari promosi pangan lokal.

Bentuk Asesmen: Jurnal Refleksi Mandiri atau Esai Pendek/Rekaman Suara (Podcast Mini).

Instrumen / Pertanyaan Refleksi:

  1. “Jika promosi produk pangan lokal yang kelompokmu rancang berhasil di dunia nyata, apa dampak positifnya bagi peternak/petani lokal di sekitar kita (dampak ekonomi)?”
  2. “Bagaimana keberhasilan promosi ini bisa meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya kuliner mereka sendiri (dampak sosial)?”
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-3
Merancang dan Menyajikan Promosi Produk Pangan Lokal
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru memberi salam dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru mengulas kembali tugas sebelumnya dan pentingnya kreativitas dalam promosi.
  • Berkesadaran (Mindful): Guru bertanya “Bagaimana kita bisa membuat orang tertarik dan bangga dengan produk lokal kita?” untuk memicu pemikiran mendalam tentang dampak promosi.
  • Bermakna (Meaningful): Guru menekankan bahwa promosi bukan hanya tentang menjual, tetapi juga tentang melestarikan budaya dan mendukung ekonomi lokal.
  • Menggembirakan (Joyful): Guru menampilkan beberapa contoh promosi produk pangan lokal yang sukses dan menginspirasi dari berbagai platform digital.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Murid melanjutkan pekerjaan kelompok untuk merancang promosi produk pangan lokal mereka.
  • Guru mengingatkan elemen-elemen penting dalam promosi (headline, body copy, call to action, visual) dan memberikan contoh-contoh konkret.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Murid dapat memilih format promosi: poster digital, video singkat, presentasi slide, atau presentasi lisan dengan properti.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Kelompok secara kolaboratif membuat media promosi mereka menggunakan aplikasi digital yang relevan (Canva, Google Slides, CapCut, dll.).
  • Guru memfasilitasi penggunaan perangkat dan memberikan bantuan teknis jika diperlukan.
  • Murid berlatih menyajikan promosi mereka di depan kelas.
  • Setiap kelompok menyajikan hasil rancangan promosi mereka di depan kelas.
  • Setelah setiap presentasi, peserta didik lain dan guru memberikan umpan balik konstruktif mengenai efektivitas promosi, kreativitas, dan daya tarik.
  • Klik di sini untuk menginput nilai murid.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Peserta didik diminta untuk menuliskan pelajaran terpenting yang mereka dapatkan dari proses merancang promosi ini.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru memberikan umpan balik secara keseluruhan atas proses dan hasil proyek promosi.
  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan pentingnya promosi produk pangan lokal dan peran aktif mereka dalam mendukungnya.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas kerja keras dan kreativitasnya.
  • Guru mengajak murid untuk terus mencari ide-ide kreatif dalam mempromosikan kekayaan Indonesia.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Guru memetakan kesiapan teknis (digital skills) dan pemahaman awal murid mengenai elemen visual iklan sebelum mereka mulai membuat produk.

Bentuk Asesmen: Pengamatan Mandiri (Self-Assessment) menggunakan kuesioner singkat atau angket centang (bisa via Google Form atau kertas).

Instrumen Asesmen:

  1. Keterampilan Teknis: “Aplikasi apa yang sudah pernah kamu gunakan untuk mengedit gambar/video? (Canva / CapCut / Google Slides / Belum Pernah)”
  2. Pemahaman Visual: “Menurutmu, apa hal paling penting agar sebuah poster digital dilirik orang yang lewat di timeline media sosial? (Warna mencolok / Tulisan yang singkat dan jelas / Gambar produk yang besar)”
Asesmen Proses Guru menilai proses kolaborasi, keterampilan teknis dalam membuat media promosi, serta performa saat latihan menyajikan presentasi.
Asesmen Akhir
Guru menilai produk akhir promosi digital, kemampuan komunikasi saat presentasi nyata, serta kualitas umpan balik dan refleksi tertulis murid.
  • Bentuk Asesmen: Rubrik Produk Akhir & Unjuk Kerja (Performance), ditambah Jurnal Refleksi Tertulis.
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *