|
MODUL AJAR 1 NARRATIVE TEXT 1
|
| A. IDENTITAS MODUL |
| Nama Madrasah |
MAN 1 Bandar Lampung |
| Nama Penyusun |
Heny Astuti, M.Pd. |
| Mata Pelajaran |
Bahasa Inggris |
| Kelas/Fase/Semester |
X /E/1 |
| Alokasi Waktu |
6 kali pertemuan @ 3JP (3×6=18 JP), 1 JP =45 menit |
| Tahun Pelajaran |
2026/2027 |
| B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK |
| Pengetahuan Awal |
- Beberapa peserta didik mungkin sudah memiliki pengetahuan dasar tentang teks naratif melalui media sosial membaca buku fiksi.
- Peserta didik mungkin memiliki kosakata dasar terkait teks naratif yang akan diajarkan.
- Sebagian peserta didik mungkin sudah memiliki pengalaman dalam menceritakan isi teks naratif dalam bahasa Inggris meskipun mungkin masih terbatas.
|
| Minat |
- Sebagian peserta didik pada usia SLTA memiliki minat yang tinggi cerita fiksi. Minat menjadi penulis fiksi yang sukses juga tinggi.
- Peserta didik mungkin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris jika materi pelajaran dikaitkan dengan minat mereka.
|
| Latar Belakang |
- Peserta didik berasal dari latar belakang yang beragam, baik dari segi kemampuan berbahasa Inggris maupun akses terhadap sumber belajar.
- Beberapa peserta didik mungkin lebih terbiasa dengan gaya belajar visual, sementara yang lain mungkin lebih nyaman dengan auditori atau kinestetik.
|
| Kebutuhan Belajar |
- Peserta didik dengan kemampuan bahasa Inggris dasar membutuhkan dukungan dan scaffolding yang lebih banyak dalam memahami instruksi dan menghasilkan output berbahasa Inggris.
- Peserta didik yang lebih mahir membutuhkan tantangan yang lebih kompleks untuk mengembangkan kemampuan mereka lebih jauh.
- Semua peserta didik membutuhkan kesempatan untuk berlatih berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis dalam konteks yang relevan dan menarik.
- Perlu adanya diferensiasi dalam penyampaian materi dan tugas untuk mengakomodasi berbagai tingkat kesiapan dan gaya belajar.
|
| C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN |
| Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai |
- Pengetahuan Faktual: Berbagai macam cerita rakyat baik lokal maupun internasional.
- Pengetahuan Konseptual: Konsep teks naratif (fungsi sosial, struktur generik, ciri kebahasaan), gagasan utama, informasi terperinci, makna inferensial.
- Pengetahuan Prosedural: Strategi mengidentifikasi informasi dari teks lisan dan tulis, strategi menemukan gagasan utama, strategi mencari makna inferensial, langkah-langkah membuat teks naratif lisan dan tulis.
- Pengetahuan Metakognitif: Kesadaran akan proses belajarnya sendiri, kemampuan merefleksikan pemahaman.
|
| Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik |
- Materi ini sangat relevan karena teks naratif banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui cerita rakyat, dongeng, film, maupun novel yang digemari peserta didik.
- Peserta didik sering berinteraksi dengan narasi dalam berbagai media seperti buku cerita, komik, media sosial, atau percakapan sehari-hari.
- Kemampuan memahami dan menyusun teks naratif melatih kreativitas, imajinasi, serta keterampilan komunikasi yang berguna dalam berbagai konteks kehidupan.
|
| Tingkat Kesulitan |
- Materi ini memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi. Pengenalan kosakata dasar dan identifikasi informasi eksplisit relatif mudah. Namun, memahami makna inferensial, mengorganisir gagasan, dan memproduksi teks naratif yang koheren membutuhkan tingkat kognitif yang lebih tinggi.
- Teks naratif lisan dan tulis multimoda akan meningkatkan kompleksitas pemahaman dan produksi.
|
| Struktur Materi |
- Bab ini terstruktur secara progresif, dimulai dari pengenalan topik dan diskusi, diikuti dengan kegiatan mendengarkan dan mengidentifikasi informasi, kemudian membaca dan menganalisis teks, dan diakhiri dengan kegiatan produksi (berbicara dan menulis).
- Setiap task memiliki tujuan pembelajaran spesifik yang mendukung tujuan pembelajaran bab secara keseluruhan.
|
| Integrasi Nilai dan Karakter |
- Kemandirian: Peserta didik didorong untuk menulis cerita naratif sederhana secara mandiri, mulai dari menyusun alur hingga membuat ending cerita.
- Kolaborasi: Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk membuat cerita bersama, saling bertukar ide tokoh, latar, maupun konflik.
- Penalaran Kritis: Peserta didik diajak untuk menganalisis pesan moral dari cerita naratif, serta menghubungkannya dengan kehidupan nyata.
- Kreativitas: Peserta didik diberi kebebasan berimajinasi dalam menciptakan tokoh, alur, dan setting cerita sesuai daya cipta mereka.
- Integritas (Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan): Cerita-cerita dengan pesan moral atau kisah teladan dapat menumbuhkan sikap jujur, tanggung jawab, dan rasa syukur.
- Kewargaan: Melalui cerita rakyat, peserta didik dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan menghargai nilai-nilai budaya bangsa.
|
| D. DIMENSI PROFIL LULUSAN |
|
Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
- Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia: Melalui cerita naratif yang mengandung pesan moral, peserta didik dapat menumbuhkan sikap jujur, tanggung jawab, kerendahan hati, dan rasa syukur. Kisah-kisah teladan dalam narasi juga dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
- Penalaran Kritis: Peserta didik dilatih untuk mengidentifikasi alur, tokoh, konflik, dan amanat dalam teks naratif, serta menjelaskan hubungan antarunsur cerita dengan alasan yang logis.
- Kreativitas: Peserta didik didorong untuk menciptakan cerita naratif mereka sendiri dengan imajinasi bebas, baik melalui tulisan, gambar, maupun pementasan sederhana.
- Kolaborasi: Kegiatan pembelajaran dirancang agar peserta didik dapat bekerja kelompok untuk menulis cerita bersama, mendramatisasikan teks naratif, atau berdiskusi mengenai pesan moral dalam cerita.
- Kemandirian: Peserta didik belajar menulis teks naratif secara mandiri, mengembangkan ide cerita, serta merefleksikan hasil karya mereka untuk perbaikan.
- Komunikasi: Peserta didik berlatih menyampaikan cerita naratif secara lisan maupun tulisan, baik dalam bentuk membaca nyaring, menceritakan kembali, maupun menulis narasi sederhana.
|
| E. TEMA KURIKULUM BERBASIS CINTA |
|
- Cinta Allah dan Rasul
- Cinta Ilmu
- Cinta Diri dan Sesama
|
| F. MATERI INSERSI KBC |
|
- Menumbuhkan cinta kebenaran melalui tokoh dan alur yang menonjolkan nilai kejujuran, memahami dampak kebohongan dan perbuatan tercela lainnya, serta mengambil pelajaran moral dari cerita naratif.
- Menumbuhkan cinta kasih kepada sesama dengan memahami pesan moral yang terdapat dalam teks naratif.
- Menumbuhkan kepedulian dengan mengambil hikmah dari cerita rakyat, fabel, atau dongeng yang sarat nilai kehidupan.
- Menumbuhkan cinta lingkungan dengan menggali pesan naratif yang berkaitan dengan alam dan kelestariannya.
- Menumbuhkan sikap bijak dengan merefleksikan perilaku tokoh dalam cerita naratif ke dalam kehidupan sehari-hari.
- Menumbuhkan cinta ilmu dengan mengembangkan imajinasi, kreativitas, rasa ingin tahu, dan sikap kritis melalui penulisan teks naratif.
|
|
DESAIN PEMBELAJARAN |
| A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR 32 TAHUN 2024 |
Menyimak – Berbicara
Memahami alur informasi secara keseluruhan, gagasan utama dan detail dalam teks lisan fiksi dan non fiksi mengenai berbagai macam topik
yang relevan dengan topik sehari-hari atau isu terkini; menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik yang dibahas.
Membaca-Memirsa
Memahami alur informasi secara keseluruhan, menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks fiksi dan non fiksi tertulis atau teks multimodal
tentang topik sehari-hari atau isu terkini.
Menulis-Mempresentasikan
Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman mereka secara tertulis atau multimodal dalam berbagai jenis teks fiksi dan nonfiksi dengan
menggunakan berbagai media presentasi (cetak atau digital) untuk mencapai tujuan tertentu dengan struktur teks dan unsur kebahasaan
yang tepat; mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik sehari-hari atau isu terkini.
|
|
|
|
|
|
|
|
|