Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Chapter 1 : Narrative Text

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Narrative Text
I Spesifikasi
Nama Penyusun Khoti Isnaeni, S. Pd
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Lanjut
Fase/Kelas/Semester F / XI / 1
Topik Pembelajaran Narrative Text
Alokasi Waktu 6 kali pertemuan × 2 JP = 12 JP (1 JP = 45 menit)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan
  1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME: murid menemukan nilai kebaikan, syukur, kasih sayang, tanggung jawab, dan keteladanan dalam cerita.
  2. Penalaran Kritis: murid menganalisis struktur, karakter, konflik, sebab-akibat, informasi tersurat/tersirat, dan pesan.
  3. Kreativitas: murid mengembangkan cerita, dialog, storytelling, dan karya multimodal.
  4. Kolaborasi: murid berdiskusi, menyusun alur, melakukan role play, peer review, dan presentasi.
  5. Kemandirian: murid mengerjakan latihan bahasa dan menulis secara bertahap.
  6. Komunikasi: murid menyimak, berbicara, membaca, menulis, melakukan storytelling, expressing sympathy, dan making appointments.
3 Topik Panca Cinta
  1. Cinta Allah dan Rasul-Nya: menemukan dan menerapkan nilai syukur, sabar, jujur, kasih sayang, dan kebaikan.
  2. Cinta Ilmu: mempelajari struktur narrative dan unsur kebahasaan secara teliti.
  3. Cinta Lingkungan: mengkaji cerita yang memuat kepedulian terhadap alam, hewan, dan lingkungan.
  4. Cinta Diri dan Sesama Manusia: mengembangkan empati, kepedulian, persahabatan, kasih sayang keluarga, dan komunikasi santun.
  5. Cinta Tanah Air: menggunakan cerita rakyat Nusantara dan menghargai kekayaan budaya Indonesia.
4 Materi Integrasi KBC Nilai kejujuran, tanggung jawab, empati, kasih sayang, kesabaran, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemahaman pesan moral dalam Narrative Text.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Menyimak–Berbicara:

Memahami alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan fiksi dan nonfiksi serta menggunakan bahasa Inggris untuk menceritakan kembali, menyampaikan tanggapan, dan mengungkapkan pendapat tentang cerita yang dibahas.

Membaca–Memirsa:

Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks fiksi tertulis atau multimodal, termasuk karakter, latar, alur, konflik, penyelesaian, dan pesan moral.

Menulis–Mempresentasikan:

Mengomunikasikan gagasan, pengalaman, atau cerita imajinatif secara tertulis atau multimodal dalam bentuk Narrative Text dengan struktur dan unsur kebahasaan yang tepat serta mempresentasikan hasilnya menggunakan media yang sesuai.

2 Tujuan Pembelajaran

Menyimak–Berbicara

  1. Murid mampu menemukan gagasan utama dan topik cerita dari Narrative Text lisan.
  2. Murid mampu menemukan informasi rinci tentang tokoh, latar, peristiwa, dan konflik.
  3. Murid mampu mengidentifikasi urutan kejadian dan hubungan sebab-akibat dalam cerita.
  4. Murid mampu menceritakan kembali Narrative Text dengan pelafalan, intonasi, ekspresi, dan kelancaran yang sesuai.
  5. Murid mampu menyampaikan tanggapan terhadap karakter dan pesan moral cerita secara santun.

Membaca–Memirsa

  1. Murid mampu mengidentifikasi tujuan komunikatif dan gagasan utama Narrative Text.
  2. Murid mampu mengidentifikasi struktur teks: orientation, complication, resolution, dan reorientation/coda.
  3. Murid mampu menemukan informasi tersurat dan tersirat dalam cerita.
  4. Murid mampu mengidentifikasi karakter, setting, konflik, alur, dan pesan moral.
  5. Murid mampu memahami makna kosakata, sinonim, antonim, dan kata/frasa referensial berdasarkan konteks.
  6. Murid mampu mengidentifikasi Simple Past Tense, action verbs, saying verbs, thinking/feeling verbs, adjectives, time connectives, dan conjunctions.
  7. Murid mampu menarik kesimpulan tentang perubahan karakter dan pesan moral cerita.

Menulis–Mempresentasikan

  1. Murid mampu menyusun kerangka Narrative Text berdasarkan tokoh, latar, konflik, dan penyelesaian.
  2. Murid mampu menulis Narrative Text sepanjang kurang lebih 200–250 kata dengan struktur yang tepat.
  3. Murid mampu menggunakan Simple Past Tense, action verbs, saying/thinking/feeling verbs, adjectives, dan temporal conjunctions secara tepat.
  4. Murid mampu menyunting tulisan berdasarkan umpan balik guru dan teman.
  5. Murid mampu mempresentasikan atau menceritakan kembali karya Narrative Text melalui media yang sesuai.
3 Kerangka Pembelajaran a. Praktik Pedagogis

1)    Model Pembelajaran:
LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi), yang meliputi kegiatan memperoleh informasi melalui membaca, menyimak, dan memirsa; menghubungkan informasi dengan materi; bekerja sama dalam menganalisis dan menyusun cerita; serta mengevaluasi pengalaman belajar melalui refleksi.

2)    Metode

tanya-jawab, brain storming,diskusi, presentasi, penugasan.

tanya jawab, membaca terpandu, menyimak, diskusi, permainan bahasa, penugasan, praktik bercerita, peer feedback, dan presentasi.

b.  Kemitraan pembelajaran (opsional)

Guru dan teman : Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan teks, audio, gambar, dan contoh cerita. Teman sebaya menjadi mitra belajar melalui diskusi, permainan menyusun alur, latihan retelling, serta pemberian umpan balik. Perpustakaan dan sumber digital dapat dimanfaatkan untuk menemukan cerita yang sesuai dan aman bagi peserta didik.

c.  Lingkungan Pembelajaran

1)  Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel untuk kegiatan individu, berpasangan, dan berkelompok. Papan tulis/whiteboard digunakan untuk mencatat kosakata, struktur cerita, dan contoh kalimat.

2) Ruang Virtual: Internet, laptop, monitor, dan platform pembelajaran digunakan untuk mengakses teks, audio, video, kamus digital, mengerjakan tugas, serta memublikasikan karya.

3) Budaya Belajar:

· Budaya Kolaboratif: Murid bekerja berpasangan dan berkelompok untuk menyusun alur, menganalisis teks, dan memberi umpan balik.

· Budaya Kritis: Murid menganalisis hubungan sebab-akibat, tindakan tokoh, konflik, dan pesan moral.

· Budaya Interaktif: Murid berinteraksi melalui tanya jawab, permainan, diskusi, retelling, dan presentasi.

· Budaya Reflektif: Murid menyampaikan hal yang dipelajari, kesulitan yang dialami, serta strategi perbaikan.

d. Pemanfaatan Digital (Opsional)

Pemanfaatan gambar, ilustrasi, komik, audio cerita, video pendek, kamus digital, monitor, laptop, dan aplikasi pengolah dokumen atau presentasi untuk memahami, menyusun, menyunting, dan mempresentasikan Narrative Text.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
  1. Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  2. Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
  3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.
  4. Guru mengajak murid melakukan ice breaking “Guess the Story” dengan memberikan beberapa petunjuk sederhana tentang cerita yang sudah familiar bagi murid untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan pengetahuan awal mereka tentang cerita.

Guess the Story

Guru memberikan beberapa clues secara bertahap. Murid menebak judul atau jenis cerita berdasarkan clues yang diberikan.

Contoh:

-There is a girl who wears a beautiful dress.

-She goes to a party, but she must leave before midnight.

-She loses one of her glass shoes.

What story is it?

-There is a little girl who visits her grandmother.

-She meets a wolf on her way.

-The wolf pretends to be her grandmother.

What story is it?

-There is a poor young man who finds a magical lamp.

-A genie comes out of the lamp.

-The young man makes some wishes.

What story is it?

Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu menebak cerita.

5. Apersepsi:

Guru menanyakan materi atau pengalaman belajar yang berkaitan dengan cerita:

What stories did you read or hear when you were a child?

Who was your favorite character?

What happened to the character in the story?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka.

Lalu guru mengaitkannya dengan pelajaran sekarang:

Good! Stories are not only fun to read or listen to. They can also teach us about life, choices, and moral values. Today, we are going to learn how stories are organized in English through Narrative Text.

6.   Pertanyaan Pemantik:

Guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengajak murid mulai berpikir tentang Narrative Text.

-Why do people tell stories?

-What makes a story interesting?

-What usually happens at the beginning, middle, and end of a story?

-What can we learn from a story?

Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pendapat mereka.

7.   Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan pertama murid akan mempelajari Narrative Text, meliputi tujuan komunikatif, jenis-jenis cerita, serta struktur teks berupa orientation, complication, dan resolution. Murid juga akan membaca dan menganalisis sebuah Narrative Text sederhana untuk menemukan tokoh, latar, masalah, dan penyelesaian cerita.

 

a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
a.Literasi
  1. Guru menampilkan sebuah Narrative Text pendek berjudul “The Lion and the Mouse” melalui layar/monitor.
  2. Murid membaca teks secara mandiri untuk memperoleh gambaran umum mengenai cerita, tokoh, tempat kejadian, dan peristiwa yang terjadi.
  3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan teks yang telah dibaca:

 What is the story about?

Who are the main characters in the story?

Where did the story happen?

What happened to the lion?

How did the mouse help the lion?

  1. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka temukan dalam teks.
  2. Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama serta mengidentifikasi bahwa cerita tersebut memiliki rangkaian peristiwa yang saling berhubungan.
  3. Guru mengajak murid memperhatikan bagaimana sebuah cerita biasanya dimulai dengan memperkenalkan who, where, and when, kemudian muncul sebuah problem, dan akhirnya terdapat solution.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b.     Orientasi

1.     Guru mengajak murid menghubungkan cerita yang telah dibaca dengan pengalaman mereka melalui beberapa pertanyaan:

What stories did you usually read or hear when you were a child?

Who was your favorite character?

What problem did the character face?

How was the problem solved?

2.     Beberapa murid menyampaikan cerita atau pengalaman mereka secara singkat.

3.     Guru memperkenalkan bahwa cerita yang bertujuan untuk entertain, engage, or teach a moral lesson dapat disampaikan dalam bentuk Narrative Text.

4.     Guru menjelaskan bahwa Narrative Text biasanya menceritakan rangkaian peristiwa yang melibatkan characters, setting, problem/conflict, and resolution.

5.     Guru memperkenalkan generic structure of Narrative Text, yaitu:

·       Orientation → introduces the characters, setting, and situation.

·       Complication → presents the problem or conflict faced by the characters.

·       Resolution → shows how the problem is solved.

6.     Guru memberikan contoh sederhana dari cerita “The Lion and the Mouse”:

Orientation:
A lion was sleeping in the forest. A little mouse accidentally ran across his body.

Complication:
The lion caught the mouse and wanted to eat him. Later, the lion was trapped in a hunter’s net.

Resolution:
The mouse came and helped the lion by biting the net. Finally, the lion was free.

7.     Guru menjelaskan bahwa Narrative Text dapat ditemukan dalam berbagai jenis cerita, seperti fairy tales, folktales, fables, legends, myths, and imaginative stories.

8.     Guru memperkenalkan beberapa kosakata kunci yang terdapat dalam Narrative Text “The Lion and the Mouse”, yaitu: forest, mouse, lion, caught, release, trap, hunter, net, rescue, grateful, dan kindness.

9.     Guru menjelaskan makna kosakata dan memberikan contoh penggunaannya dalam konteks cerita. Murid mencermati, menirukan pengucapan, dan mencatat kosakata yang dianggap penting.

 

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi

Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa.

  1. First Reading – General Understanding

Guru meminta murid membaca kembali Narrative Text “The Lion and the Mouse” secara berkelompok.

Murid berdiskusi untuk menemukan informasi umum dari cerita berdasarkan pertanyaan:

What is the story mainly about?

Who are the main characters?

Where does the story take place?

2. Second Reading – Detailed Information

Guru meminta murid membaca teks kembali. Murid bekerja sama untuk menemukan informasi rinci dan mendiskusikan jawaban dari pertanyaan berikut:

Why did the lion catch the mouse?

What happened to the lion later?

Who helped the lion?

How did the mouse help the lion?

What happened at the end of the story?

3. Third Reading – Identifying the Generic Structure

Guru meminta setiap kelompok membaca kembali teks dan mengidentifikasi Orientation, Complication, dan Resolution.

Murid melengkapi tabel berikut:

Orientation:
Who are the characters?
Where and when does the story happen?

……………………………………………………………….

Complication:
What problem or conflict happens in the story?

……………………………………………………………….

Resolution:
How is the problem solved?

……………………………………………………………….

  1. Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan hasil analisis mereka.
  2. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara lisan.
  3. Guru dan murid membahas hasil diskusi bersama-sama.
  4. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang tepat dan memberikan penjelasan terhadap jawaban yang masih kurang tepat, terutama dalam membedakan Orientation, Complication, dan Resolution.
  5. Story Sequencing Game

Guru membagikan beberapa potongan peristiwa dari Narrative Text yang telah dipelajari kepada setiap kelompok.

Contoh:

  • The lion was sleeping in the forest.
  • The mouse accidentally ran across the lion.
  • The lion caught the mouse.
  • The lion was trapped in a hunter’s net.
  • The mouse came to help the lion.
  • The mouse bit the net.
  • The lion was finally free.

Murid bekerja sama untuk menyusun potongan peristiwa tersebut menjadi urutan cerita yang benar.

Setelah selesai, setiap kelompok menentukan bagian cerita tersebut:

Orientation → Complication → Resolution

6. Guru meminta beberapa kelompok menjelaskan alasan mereka dalam menyusun urutan cerita.

Contoh pertanyaan guru:

Why did you put this event at the beginning?

Which event shows the complication?

Which event shows the resolution?

What moral lesson can we learn from the story?

7. Guru memberikan penguatan bahwa dalam Narrative Text, pembaca perlu memahami urutan kejadian karena setiap peristiwa memiliki hubungan dengan perkembangan konflik dan penyelesaian cerita.

 

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut:

What did you learn about Narrative Text today?

What are the three main parts of a Narrative Text?

Which part of the story was the most interesting for you?

Which part of identifying the structure was difficult for you?

What moral lesson can you learn from “The Lion and the Mouse”?

Beberapa murid menyampaikan jawaban dan refleksinya secara lisan.

Guru menutup kegiatan inti dengan memberikan penguatan:

“A good story is not only about what happens, but also about what we can learn from what happens.”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilalui hari ini.
  2. Guru menegaskan bahwa Narrative Text merupakan teks yang digunakan untuk menceritakan sebuah cerita atau rangkaian peristiwa yang bertujuan untuk menghibur pembaca atau pendengar serta dapat menyampaikan pesan moral.
  3. Guru menegaskan kembali struktur utama Narrative Text, yaitu:
  • Orientation → memperkenalkan characters, setting, dan situasi awal cerita.
  • Complication → memperkenalkan problem atau konflik yang dihadapi tokoh.
  • Resolution → menjelaskan bagaimana masalah atau konflik tersebut diselesaikan.4. Guru mengingatkan murid bahwa dalam memahami sebuah Narrative Text, murid tidak hanya perlu mengetahui apa yang terjadi dalam cerita, tetapi juga perlu memperhatikan tokoh, latar, urutan peristiwa, konflik, penyelesaian, dan pesan moral yang terdapat dalam cerita.
    5. Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai Panca Cinta, khususnya melalui pesan moral dari cerita “The Lion and the Mouse”. Guru menegaskan bahwa kebaikan yang dilakukan kepada orang lain dapat memberikan manfaat di kemudian hari dan bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk membantu sesama.
    6. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah berpartisipasi dalam pembelajaran.
    7. Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok, menyusun urutan cerita, serta berani menyampaikan hasil analisis Narrative Text secara lisan.
    8. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang
    9. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan pembelajaran Narrative Text dengan menganalisis unsur-unsur cerita secara lebih mendalam, seperti characters, setting, plot, conflict, resolution, dan moral value, serta menemukan informasi tersurat dan tersirat dalam Narrative Text.
    10. Guru juga menyampaikan bahwa murid akan mulai mempelajari beberapa unsur kebahasaan Narrative Text, khususnya Simple Past Tense dan action verbs yang digunakan untuk menceritakan rangkaian peristiwa dalam cerita.
    11. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Asesmen Awal/Formatif

(assessment as learning): asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang cerita dan Narrative Text. Pertanyaan yang digunakan antara lain:

– What stories did you usually read or hear when you were a child?
– What makes a story interesting?
– What usually happens at the beginning, middle, and end of a story?
– What can we learn from a story?

Asesmen Proses (assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid ketika membaca Narrative Text, menjawab pertanyaan, mengidentifikasi characters, setting, problem, dan resolution, berdiskusi dalam kelompok, mengidentifikasi Orientation, Complication, dan Resolution, serta menyusun urutan peristiwa dalam Story Sequencing Game.

Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberikan penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat, terutama dalam membedakan bagian Orientation, Complication, dan Resolution.

Asesmen Akhir (assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada akhir pembelajaran.Murid diberikan sebuah Narrative Text pendek kemudian mengerjakan tugas analisis secara individu untuk mengukur kemampuan dalam:
  • menemukan main idea dan informasi rinci;
  • mengidentifikasi characters dan setting;
  • menentukan bagian Orientation, Complication, dan Resolution;
  • mengidentifikasi masalah dan penyelesaian dalam cerita;
  • menentukan moral value yang terdapat dalam Narrative Text.

Contoh instruksi asesmen:

Read the Narrative Text carefully and answer the questions. Identify the characters, setting, orientation, complication, resolution, and moral value of the story.

Dengan begitu, penutup dan asesmennya benar-benar nyambung dengan kegiatan inti: siswa membaca → memahami cerita → menganalisis struktur → bermain menyusun alur → merefleksikan pesan moral → kemudian diasesmen berdasarkan kemampuan tersebut.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
2. Guru mengondisikan murid agar siap mengikuti pembelajaran.
3. Guru memeriksa kehadiran murid dan memberikan apresiasi terhadap kehadiran mereka.
4. Guru melakukan ice breaking “Who Am I?”.
Guru memberikan beberapa petunjuk mengenai tokoh dalam sebuah cerita. Murid menebak tokoh
yang dimaksud.
Contoh:
• I am a young girl.
• I live with my stepmother and stepsisters.
• I lost one of my shoes at a royal party.
Who am I?
Contoh kedua:
• I am a wooden boy.
• My nose becomes longer when I lie.
• I want to become a real boy.
Who am I?
Guru memberikan apresiasi kepada murid yang mampu menebak tokoh.
5. Apersepsi:
Guru mengingatkan kembali materi pertemuan sebelumnya dengan pertanyaan:
What is Narrative Text?
What is the purpose of Narrative Text?
What are Orientation, Complication, and Resolution?
Murid menjawab berdasarkan pemahaman dari pertemuan sebelumnya.
Guru kemudian menghubungkan materi:
“Last meeting, we learned how a story is organized. Today, we are going deeper. We will learn how to
identify the important elements inside a story.”
6. Pertanyaan pemantik:
Who makes a story interesting?
Where does a story happen?
What makes a story have a problem?
How do we know whether a character is good, bad, brave, or selfish?
Why is the ending important?
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Guru menjelaskan bahwa pada pertemuan kedua murid akan mempelajari elements of Narrative
Text, yaitu characters, setting, plot, conflict, resolution, dan moral value. Murid akan membaca
sebuah Narrative Text dan menganalisis unsur-unsur cerita tersebut.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
a. Literasi
1. Guru menampilkan Narrative Text berjudul “The Golden Cucumber”.
2. Murid membaca teks secara mandiri untuk memperoleh gambaran umum mengenai cerita.
3. Guru mengajukan pertanyaan:
Who are the main characters?
Where does the story happen?
What does Mbok Srini want?
What problem does she face?
Who helps her?
4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi dalam teks.
5. Guru mengajak murid memperhatikan bahwa sebuah cerita tidak hanya terdiri atas
Orientation, Complication, dan Resolution, tetapi juga memiliki unsur-unsur pembentuk
cerita.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b. Orientasi
1. Guru memperkenalkan enam unsur penting dalam Narrative Text:
Character
Who is involved in the story?
Setting
Where and when does the story happen?
Plot
How do the events develop from beginning to end?
Conflict
What problem does the character face?
Resolution
How is the problem solved?
Moral Value
What lesson can readers learn?
2. Guru memberikan contoh berdasarkan The Golden Cucumber.
Character:
Mbok Srini, Timun Mas, and the giant.
Setting:
A village, forest, and the giant’s place.
Conflict:
The giant wants to take Timun Mas.
Resolution:
Timun Mas escapes using the magical objects given by the hermit.
Moral Value:
Courage, intelligence, and determination can help someone overcome difficulties.
3. Guru menjelaskan perbedaan antara character dan characterization.
Character → tokoh dalam cerita.
Characterization → bagaimana pengarang menunjukkan sifat tokoh melalui actions, words, thoughts,
and reactions.
4. Guru memberikan contoh:
Timun Mas ran away from the giant.
→ action menunjukkan bahwa Timun Mas berani dan berusaha menyelamatkan diri.
The giant became angry when Timun Mas escaped.
→ reaction menunjukkan sifat giant.
5. Guru memperkenalkan kosakata:
giant, hermit, escape, chase, brave, frightened, magical, determined, village, forest.
6. Murid mencatat kosakata dan menggunakannya dalam kalimat sederhana.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi
Murid membentuk kelompok yang terdiri atas 4 siswa.
1. Character Detective
Guru membagikan tabel:
Character Evidence from the story Character trait
Timun Mas …
The Giant …
Mbok Srini …
…
…
…
Murid mencari bukti dari teks untuk menentukan karakter tokoh.
2. Setting Hunter
Murid menemukan informasi tentang:
• Where?
• When?
• What was the situation?
Kemudian mereka menuliskan bukti dari teks.
3. Conflict Finder
Murid menjawab:
What is the main problem?
Who causes the conflict?
Who experiences the conflict?
How does the conflict develop?
4. Moral Detective
Setiap kelompok menentukan moral value dari cerita.
Guru memberikan beberapa pilihan:
• Courage
• Honesty
• Kindness
• Determination
• Greed
• Responsibility
Murid memilih nilai yang paling sesuai dan memberikan evidence from the story.
5. Story Elements Challenge
Guru memberikan kartu berisi:
CHARACTER – SETTING – PLOT – CONFLICT – RESOLUTION – MORAL VALUE
Setiap kelompok memperoleh beberapa potongan informasi dari cerita.
Murid harus memasukkan informasi tersebut ke dalam kategori yang tepat.
Contoh:
Timun Mas escaped from the giant.
→ Plot / Conflict development
The story happened in a village and a forest.
→ Setting
Timun Mas was brave.
→ Characterization
Timun Mas defeated the giant.
→ Resolution
6. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis.
7. Guru memberikan penguatan dan mengoreksi analisis yang kurang tepat.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
d. Merefleksi
(bermakna dan berkesadaran)
Guru mengajukan pertanyaan:
What is the difference between character and setting?
Why is conflict important in a story?
How can we identify a character’s personality?
Which element was the easiest to identify?
Which element was the most difficult?
What moral value can you learn from Timun Mas?
Guru menutup refleksi dengan pernyataan:
“A story becomes meaningful when we understand not only what happens, but also why the
characters act and what we can learn from their experiences.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Kegiatan Penutup
(bermakna, berkesadaran, menggembirakan)
a. Guru memberikan penguatan
1. Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran.
2. Guru menegaskan bahwa Narrative Text memiliki beberapa unsur penting:
• Character
• Setting
• Plot
• Conflict
• Resolution
• Moral Value
3. Guru menegaskan bahwa evidence from the text penting ketika menentukan karakter,
konflik, dan pesan moral.
4. Guru mengingatkan bahwa jawaban analisis harus berdasarkan informasi dalam teks, bukan
hanya pendapat pribadi.
5. Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai Panca Cinta melalui keberanian, ketekunan, dan
kepedulian terhadap sesama.
b. Apresiasi
Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif membaca, berdiskusi, mencari bukti teks, dan
mempresentasikan hasil analisis.
c. Informasi kegiatan berikutnya
Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mempelajari Simple Past Tense
dan Action Verbs yang digunakan untuk menceritakan kejadian dalam Narrative Text.
d. Doa
Guru mengajak murid berdoa dan menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal 1. Asesmen Awal/Formatif
Assessment as Learning
Guru memberikan pertanyaan:
• What is a character?
• What is setting?
• What is conflict?
• What is resolution?
• What can we learn from a story?
Asesmen Proses Assessment for Learning
Guru mengamati kemampuan murid dalam:
• menemukan character;
• menemukan setting;
• menentukan conflict;
• menganalisis characterization;
• menentukan resolution;
• menemukan moral value;
• memberikan evidence from the text;
• bekerja sama dalam kelompok.
Asesmen Akhir Assessment of Learning
Murid membaca sebuah Narrative Text kemudian menjawab pertanyaan mengenai:
• character;
• characterization;
• setting;
• conflict;
• plot;
• resolution;
• moral value.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa.
2. Guru mengondisikan kelas dan memeriksa kehadiran.
3. Guru memeriksa absensi siswa dan melakukan ice breaking “Past or Present?”
Guru menyebutkan beberapa kalimat:
The boy walks to school.
The boy walked to school.
She opens the door.
She opened the door.
Murid mengangkat tangan ketika mendengar kalimat yang menunjukkan kejadian masa lampau.
4. Apersepsi:
Guru bertanya:
What did you do yesterday?
What did you eat yesterday?
Where did you go last weekend?
What happened yesterday morning?
Murid memberikan jawaban menggunakan Simple Past Tense.
5. Guru menghubungkan jawaban murid dengan Narrative Text:
“When we tell a story that happened in the past, we usually need verbs to show past actions. Today
we will discover how Simple Past Tense works inside a narrative.”
6. Pertanyaan pemantik:
Why do stories usually use past tense?
What is the difference between walk and walked?
How can verbs help us understand the sequence of a story?
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
a. Literasi
1. Guru menampilkan Narrative Text berjudul “The Clever Farmer.”
2. Murid membaca teks secara mandiri.
3. Guru meminta murid menandai kata kerja yang menunjukkan tindakan.
Contoh:
found, went, saw, carried, asked, answered, returned, helped.
4. Guru bertanya:
What did the farmer find?
Where did he go?
What did he do?
How did the story end?
5. Murid menemukan bahwa sebagian besar tindakan dalam cerita menggunakan bentuk
lampau.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b. Orientasi
Guru menjelaskan:
Simple Past Tense
Digunakan untuk menunjukkan:
completed actions in the past.
Pola:
Positive
Subject + V2
The farmer found a bag.
Negative
Subject + did not + V1
The farmer did not take the money.
Question
Did + subject + V1?
Did the farmer return the money?
6. Guru menjelaskan regular and irregular verbs.
Regular:
• walk → walked
• open → opened
• help → helped
• ask → asked
Irregular:
• go → went
• find → found
• see → saw
• take → took
• give → gave
• come → came
7. Guru menjelaskan action verbs dalam Narrative Text.
Contoh:
ran, shouted, opened, carried, climbed, escaped, grabbed, pushed.
8. Guru menjelaskan bahwa action verbs membantu pembaca membayangkan perkembangan
cerita.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi
Murid membentuk kelompok.
1. Verb Hunter
Guru membagikan teks.
Murid mencari:
• 10 Simple Past verbs;
• 5 action verbs;
• 3 irregular verbs;
• 3 regular verbs.
2. Verb Transformation
Murid mengubah bentuk:
go → went
take → took
open → opened
help → helped
run → ran
Kemudian membuat kalimat berdasarkan cerita.
3. Timeline Challenge
Guru memberikan beberapa kalimat acak:
The farmer found a bag.
He returned the money.
He went to the village.
The owner thanked him.
Murid menyusunnya berdasarkan urutan cerita.
4. Grammar Detective
Murid menganalisis kalimat:
The farmer found a bag.
Subject → The farmer
Verb → found
Tense → Simple Past
Action → finding the bag
5. Mini Story Reconstruction
Setiap kelompok mendapatkan lima gambar/peristiwa.
Murid membuat cerita pendek menggunakan minimal 5 Simple Past verbs.
Contoh:
The boy walked into the forest. He saw a strange house. He opened the door. He found an old book.
He returned home before sunset.
6. Kelompok membacakan cerita.
7. Guru memberikan koreksi terutama terhadap penggunaan V2 dan V1 setelah did/didn’t.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
d. Merefleksi
Guru bertanya:
Why does Narrative Text commonly use Simple Past Tense?
What is the difference between regular and irregular verbs?
Why are action verbs important in a story?
Which irregular verb was difficult for you?
Murid menyampaikan refleksi.
Guru memberikan penguatan:
“Verbs are the engine of a story. They tell us what happened and help us follow the movement of
the events.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Kegiatan Penutup
1. Guru dan murid menyimpulkan fungsi Simple Past Tense dalam Narrative Text.
2. Guru menegaskan penggunaan:
V2 for affirmative sentences
did + V1 for questions
did not + V1 for negative sentences
3. Guru mengingatkan perbedaan regular dan irregular verbs.
4. Guru mengaitkan pembelajaran dengan ketelitian dan tanggung jawab dalam menggunakan
bahasa.
5. Guru memberikan apresiasi.
6. Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas Past Continuous Tense
untuk menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung ketika peristiwa lain terjadi.
7. Guru mengajak murid berdoa dan menutup pembelajaran.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal 1. Assessment as Learning
Pertanyaan awal:
• What did you do yesterday?
• What is V2?
• What is an action verb?
Asesmen Proses 2. Assessment for Learning
Guru mengamati kemampuan murid:
• menemukan Simple Past;
• membedakan regular dan irregular verbs;
• menemukan action verbs;
• menyusun urutan peristiwa;
• membuat kalimat.
Asesmen Akhir 3. Assessment of Learning
Murid membaca narrative pendek dan:
• mengidentifikasi 10 verbs;
• menentukan bentuk dasar verb;
• membedakan regular/irregular;
• melengkapi kalimat dengan bentuk verb yang tepat;
• menjelaskan fungsi Simple Past dalam cerita.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa.
2. Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar.
3. Guru melakukan ice breaking “What Was Happening?”
Guru memperlihatkan beberapa situasi sederhana dan bertanya:
What was the boy doing?
What was the girl doing?
What were the students doing?
Murid menjawab:
He was running.
She was reading.
They were studying.
4. Apersepsi:
Guru bertanya:
What were you doing at 7 p.m. yesterday?
What were you doing when your friend called you?
5. Guru menghubungkan materi:
“Sometimes a story does not only tell us what happened. It also tells us what was happening when
another event occurred.”
6. Pertanyaan pemantik:
What is the difference between “She walked home” and “She was walking home”?
What happens when one action interrupts another action?
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
a. Literasi
1. Guru menampilkan narrative “The Lost Necklace.”
2. Murid membaca teks.
3. Guru meminta murid menandai dua jenis kejadian:
ongoing action
interrupting event
Contoh:
Lina was walking home when she saw a small box.
→ was walking = ongoing action
→ saw = interrupting/completed event
4. Guru mengajukan pertanyaan:
What was Lina doing?
What did she see?
What happened while she was walking?
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b. Orientasi
Guru menjelaskan:
Past Continuous Tense
Digunakan untuk menunjukkan aktivitas yang sedang berlangsung pada waktu tertentu di masa
lampau.
Formula:
Subject + was/were + V-ing
Examples:
She was walking.
They were playing.
Past Continuous + Simple Past
Untuk menunjukkan aktivitas yang sedang berlangsung ketika kejadian lain terjadi.
She was walking when she saw a box.
They were playing when it started to rain.
5. Guru menjelaskan penggunaan:
when
while
Contoh:
I was reading when my mother called me.
While I was reading, my mother called me.
6. Guru menjelaskan bahwa Past Continuous memberikan background information dalam
narrative.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi
1. Action Snapshot
Guru memberikan beberapa situasi.
Murid membuat kalimat Past Continuous.
Example:
At 8 p.m. → the girl / read a book
→ The girl was reading a book.
2. Interrupted Event Detective
Murid mencari pasangan:
ongoing action + interrupting event
Contoh:
The boy was sleeping
+
the door opened
→ The boy was sleeping when the door opened.
3. Story Analysis
Murid membaca teks dan mengisi tabel:
Past Continuous Simple Past Relationship
was walking
was sleeping
saw
heard
4. Complete the Story
Guru memberikan:
one event interrupted another
ongoing + completed event
Rina was walking home when …
While the children were playing, …
The old man was sleeping when …
Kelompok melanjutkan cerita menggunakan Simple Past.
5. Narrative Challenge
Setiap kelompok membuat narrative mini 6 kalimat dengan ketentuan:
• minimal 2 Past Continuous;
• minimal 3 Simple Past;
• menggunakan when/while;
• memiliki Orientation, Complication, Resolution.
6. Kelompok membacakan cerita.
7. Guru dan murid menganalisis penggunaan Past Continuous bersama-sama.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
d. Merefleksi
Guru bertanya:
What is Past Continuous used for?
What is the difference between “walked” and “was walking”?
How does Past Continuous help us understand a story?
What is the function of when and while?
Guru memberikan penguatan:
“Past Continuous helps us see the scene behind the event. It tells us what was happening when
something else happened.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Kegiatan Penutup
1. Guru bersama murid menyimpulkan penggunaan Past Continuous.
2. Guru menegaskan pola:
was/were + V-ing
3. Guru menegaskan hubungan:
Past Continuous → ongoing background action
Simple Past → completed/interrupted event
4. Guru memberikan apresiasi.
5. Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas Past Perfect Tense,
terutama untuk menentukan peristiwa mana yang terjadi lebih dahulu dalam sebuah cerita.
6. Doa dan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Assessment as Learning
Pertanyaan:
• What were you doing yesterday evening?
• What is the formula of Past Continuous?
• What is the difference between was and were?
Asesmen Proses Assessment for Learning
Guru mengamati:
• penggunaan was/were;
• penggunaan V-ing;
• kemampuan membedakan ongoing dan completed action;
• penggunaan when/while;
• analisis hubungan antarperistiwa.
Asesmen Akhir Assessment of Learning
Murid membaca narrative dan:
• menemukan Past Continuous;
• menemukan Simple Past;
• menentukan ongoing action;
• menentukan interrupting event;
• melengkapi kalimat;
• membuat beberapa kalimat narrative menggunakan Past Continuous.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan Kegiatan Awal
(berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa.
2. Guru memeriksa kehadiran siswa.
3. Guru melakukan permainan “Which Happened First?”
Guru memberikan dua kejadian:
A. The boy arrived at school.
B. He forgot his homework.
Guru bertanya:
Which happened first?
Murid menentukan urutan.
4. Guru memberikan contoh lain:
She ate breakfast.
She went to school.
Murid menyusun urutan.
5. Apersepsi:
Guru bertanya:
Can a story tell us about two events that happened in the past?
How can we show which event happened first?
6. Guru menghubungkan:
“Today we will learn a tense that helps readers understand which past event happened before
another past event.”
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
a. Literasi
1. Guru menampilkan narrative “The Forgotten Key.”
2. Murid membaca teks.
3. Guru menampilkan dua kalimat:
Rafi arrived at the house.
His sister had left the key inside.
Guru bertanya:
Which happened first?
4. Guru mengajak murid menemukan bahwa had left menunjukkan kejadian yang terjadi lebih
dahulu.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b. Orientasi
Guru menjelaskan:
Past Perfect Tense
Digunakan untuk menunjukkan suatu kejadian yang telah terjadi sebelum kejadian lain di masa
lampau.
Formula:
Subject + had + V3
Examples:
She had left before I arrived.
They had eaten before the teacher came.
5. Guru memperkenalkan signal words:
• before
• after
• already
• by the time
• when
6. Guru membandingkan:
Simple Past
Rafi arrived.
Past Perfect
His sister had left.
Urutan:
1. Sister left.
2. Rafi arrived.
3. Guru menjelaskan bahwa Past Perfect membantu pembaca memahami sequence of events
ketika dua kejadian masa lampau perlu dibandingkan waktunya.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi
1. Timeline Detective
Guru memberikan:
The teacher entered the classroom.
The students had finished the task.
Murid menggambar:
Students finished task → Teacher entered
2. Before or After?
Murid menentukan kejadian yang lebih dahulu.
Example:
The girl had lost her wallet before she reached the market.
Which happened first?
→ She lost her wallet.
3. Sentence Analysis
Murid menganalisis:
The villagers had left before the storm came.
Subject → The villagers
Past Perfect → had left
V3 → left
Simple Past → came
First event → villagers left
Second event → storm came
4. Story Sequencing
Guru memberikan enam peristiwa dari cerita secara acak.
Murid:
1. menyusun urutan;
2. menentukan kejadian yang terjadi lebih dahulu;
3. mengubah beberapa kalimat menjadi Past Perfect.
5. Grammar Puzzle
Setiap kelompok mendapatkan kartu:
had / eaten / before / they / arrived
Murid menyusun:
They had eaten before they arrived.
6. Narrative Analysis
Murid membaca teks dan menemukan:
• Past Perfect;
• Simple Past;
• first event;
• second event;
• signal words.
7. Kelompok mempresentasikan hasil.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
d. Merefleksi
Guru bertanya:
Why do we use Past Perfect in Narrative Text?
What is the formula of Past Perfect?
What is the difference between Simple Past and Past Perfect?
How does Past Perfect help readers understand a story?
Guru memberikan penguatan:
“Good readers do not only understand what happened. They also understand the order in which
things happened.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Kegiatan Penutup
1. Guru dan murid menyimpulkan materi.
2. Guru menegaskan:
Past Perfect = had + V3
3. Guru menegaskan fungsi Past Perfect untuk menunjukkan earlier past action.
4. Guru mengingatkan penggunaan signal words.
5. Guru memberikan apresiasi.
6. Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mengintegrasikan seluruh materi
Narrative Text melalui reading analysis, inference, vocabulary, structure, tenses, dan moral
value.
7. Guru mengajak murid berdoa dan menutup pembelajaran.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Assessment as Learning
Pertanyaan awal:
• Which happened first?
• What is V3?
• What is the formula of Past Perfect?
Asesmen Proses Assessment for Learning
Guru mengamati:
• identifikasi Past Perfect;
• penggunaan had + V3;
• kemampuan menentukan urutan;
• penggunaan signal words;
• kemampuan menganalisis hubungan dua kejadian.
Asesmen Akhir Assessment of Learning
Murid membaca narrative dan:
• menemukan Past Perfect;
• menemukan Simple Past;
• menentukan kejadian pertama;
• menentukan kejadian kedua;
• menyusun timeline;
• melengkapi kalimat dengan Past Perfect.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *