| I |
Spesifikasi |
|
| Nama Penyusun |
Dra. Arif Fadhilah, M. Ed. |
| Satuan Pendidikan |
Madrasah Aliyah |
| Nama Madrasah |
MAN 1 Bandar Lampung |
| Mata Pelajaran |
Kimia |
| Fase/Kelas/Semester |
F/XII/Ganjil |
| Topik Pembelajaran |
Reaksi Reduksi-Oksidasi dan Elektrokimia |
| Alokasi Waktu |
7 x pertemuan (7x3x45 menit) |
| II |
Identifikasi |
|
| 1 |
Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) |
Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
| 2 |
Dimensi Profil Lulusan |
Dimensi yang ditekankan:
- Penalaran Kritis: Murid mampu menganalisis bilangan oksidasi dan menyetarakan reaksi redoks.
- Kolaborasi: Murid bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek praktikum dan
- Kreativitas: Murid merancang solusi kreatif untuk aplikasi reaksi redoks (e.g., pencegahan korosi).
- Kemandirian: Murid mampu menyelesaikan tugas perhitungan dan refleksi secara
|
| 3 |
Topik Panca Cinta |
Tema yang dipilih:
- Cinta Kepada Allah (Hubbullah): Mengaitkan reaksi redoks sebagai ciptaan Allah yang teratur dalam proses alam (e.g., fotosintesis, respirasi).
- Cinta Kepada Lingkungan (Hubbulbiah): Menyadari pentingnya pengelolaan reaksi redoks (e.g., pengolahan limbah kimia) untuk menjaga lingkungan.
|
| 4 |
Materi Integrasi KBC |
- Keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt sebagai inti dan muara kehidupan: Mengajak murid mensyukuri ciptaan Allah melalui pemahaman reaksi redoks dalam proses alam.
- Mensyukuri nikmat Allah Swt melalui rasa syukur dalam perilaku sehari-hari: Murid diajak refleksi bagaimana reaksi redoks mendukung kehidupan (e.g., baterai, metabolisme).
- Adab pada alam dan lingkungan: Mengintegrasikan kesadaran menjaga lingkungan dengan pengelolaan limbah kimia dari reaksi redoks.
- Praktik menjaga kebersihan, hemat energi, dan mengurangi sampah sesuai ajaran Islam: Murid diajak menggunakan bahan praktikum secukupnya dan membuang limbah dengan benar.
|
| III |
Desain Pembelajaran |
|
| 1 |
Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 |
Pada akhir fase F (Kelas XII), peserta didik mampu memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi, menghitung bilangan oksidasi, mengidentifikasi reaksi redoks dan autoredoks, menyetarakan persamaan reaksi redoks menggunakan metode bilangan oksidasi dan setengah reaksi dalam suasana asam dan basa, serta mengurutkan daya pengoksidasi logam berdasarkan pengamatan dan kajian literatur, dengan mengaplikasikan konsep tersebut dalam konteks kehidupan sehari- hari. |
| 2 |
Tujuan Pembelajaran |
- Murid mampu menentukan bilangan oksidasi dan agen redoks
- Murid mampu menyetarakan persamaan reaksi redoks menggunakan perubahan biloks (PBO)secara benar.
- Murid mampu menyetarakan persamaan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi
- Murid mampu menganalisis prinsip kerja, susunan sel Volta, dan menghitung potensial sel (Eosel).
- Murid mampu merancang dan menguji sel Volta sederhana menggunakan bahan alam/alternatif yang ditemukan di sekitar melalui kerja kelompok.
- Murid mampu menganalisis prinsip kerja sel elektrolisis serta menerapkan Hukum Faraday dalam perhitungan kimia.
- Murid mampu mengevaluasi faktor penyebab korosi dan cara pencegahannya, serta merefleksikan pengelolaan limbah baterai secara bijak.
|
| 3 |
Kerangka Pembelajaran |
a. Praktik Pedagogis
- Model Pembelajaran: LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) diterapkan secara terintegrasi pada setiap pertemuan.
- Metode: Tanya-jawab, brainstorming, diskusi kelompok, eksperimen/praktikum, presentasi silang, dan latihan terbimbing.
- Kemitraan Pembelajaran: Kolaborasi antar murid melalui pembagian peran dalam kelompok kerja; kolaborasi (opsional) dengan guru IPA/Fisika mengenai konsep arus listrik dan transfer energi.
- Kolaborasi antarpeserta didik melalui diskusi kelompok dan presentasi silang.
b. Lingkungan Pembelajaran
- Ruang Fisik: Ruang kelas dan laboratorium kimia yang aman, bersih, inklusif, dan saling memuliakan perbedaan kemampuan murid.
- Ruang Virtual: Pemanfaatan grup kelas virtual (LMS) untuk berbagi infografis, video pengayaan, dan pengumpulan tugas.
- Budaya Belajar: Menghidupkan suasana belajar yang empati, aktif bertukar ide, berani mencoba, dan tidak takut salah.
Pemanfaatan Digital (opsional): Animasi interaktif transfer elektron, video tutorial praktikum dari YouTube, LCD proyektor, aplikasi simulator laboratorium (jika ada), laptop |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6, Pertemuan Ke-7 |
| IV |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R) |
Pertemuan Ke-1
Bilangan Oksidasi dan Agen Redoks |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama (mengintegrasikan nilai Hubbullah) dengan kesadaran penuh (mindfulness)
- Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka
- Guru mengajak murid melakukan teknik Mindful Breathing (Metode STOP) dengan menghirup oksigen dalam-dalam, lalu menyadari bahwa oksigen adalah komponen utama dalam proses respirasi makhluk hidup yang melibatkan perpindahan elektron.
- Guru mengiris buah apel segar di depan kelas lalu membiarkannya terbuka hingga permukaan buah apel berubah warna menjadi coklat (browning).
- Guru memberikan pertanyaan pemantik pemikiran: “Apel ini mengalami perubahan warna karena bereaksi dengan oksigen (oksidasi). Reaksi ini terjadi di alam setiap saat. Hari ini kita akan membongkar rahasia di balik angka muatan semu (biloks) atom-atom tersebut.”
- Ice Breaking: “Tebak Biloks Cepat” untuk mencairkan suasana.
- Pertanyaan Pemantik: “Mengapa besi bisa berkarat dan bagaimana kita bisa menghitung jumlah materi yang terlibat dalam proses karat tersebut secara akurat?”
- Penyampaian tujuan pembelajaran
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Murid diberikan artikel ilmiah popular untuk didiskusikan bersama kelompoknya : “Dilema Oksigen : Kehidupan vs Kerusakan Material”
- Murid diminta untuk menemukan 3 kata kunci penting terkait bacaan yang diberikan
- Murid membaca tabel aturan penentuan biloks unsur bebas, ion, dan senyawa netral.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Guru menuliskan reaksi pembentukan karat besi di papan tulis, murid diorientasikan untuk mengamati atom mana yang mengalami peningkatan biloks (oksidasi) dan atom mana yang mengalami penurunan biloks (reduksi).
- Murid diminta menentukan spesies mana yang berperan sebagai oksidator dan spesies mana yang berperan sebagai reduktor.
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
- Murid berbagi peran dalam kelompok mencari niali biloks atom pusat dan mengidentifikasi reaksi autoredoks (disproporsionasi), serta menentukan spesies mana yang bertindak sebagai Oksidator dan Reduktor.
- Murid mempresentasikan hasil diskusi menggunakan metode Window Shopping (berbelanja informasi antarmeja kelompok).
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Guru memberikan umpan balik pembelajaran dan mendorong murid untuk merefleksikan hasil belajar :
- Apakah murid memahami cara menentukan bilangan oksidasi dan agen redoks?
- Apa kesulitan yang kalian temukan pada saat menentukan bilangan oksidasi dan agen redoks?
- Apa saja hal- hal menarik yang ditemukan selama mempelajari materi ini?
- Apa yang dapat murid simpulkan dari pembelajaran hari ini?
Murid
- Merenungkan nilai Hubbunnaas: “Konsep redoks mengajarkan bahwa tidak ada zat yang melepaskan elektron (oksidasi) jika tidak ada zat lain yang bersedia menerima elektron tersebut (reduksi). Begitu juga manusia, kita harus saling memberi manfaat dan menerima kekurangan orang lain demi keharmonisan bersama.”
- Menghubungkan konsep naik-turun biloks dengan naik-turunnya grafik amal manusia.
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Guru mengajak murid duduk tenang dengan posisi mindful (tangan di atas paha), memejamkan mata sejenak, dan menarik napas dalam-dalam.
Narasi Guru: “Anak-anak, mari sadari dinamika naik dan turunnya bilangan oksidasi atom yang kita pelajari hari ini. Di alam semesta, keteraturan muatan ini terjadi secara otomatis atas kehendak Allah Swt. untuk menjaga kestabilan materi. Tarik napas… rasakan rasa syukur atas keteraturan makro dan mikro di sekeliling kita… hembuskan perlahan.”
- Guru mengaitkan konsep naik-turun biloks dengan kehidupan nyata murid: “Reaksi oksidasi ditandai dengan kenaikan biloks, sedangkan reduksi ditandai dengan penurunan biloks. Sama seperti kehidupan, mari kita berkomitmen untuk terus menaikkan kualitas ‘biloks amal kebaikan’ kita di hadapan Allah Swt. dan menekan atau menurunkan ego serta perilaku buruk kita terhadap sesama manusia (Hubbunnaas).”
- Sebelum keluar kelas, murid secara bergantian menempelkan kertas post-it kecil bertuliskan angka “+1” (jika mereka merasa paham dan gembira), “0” (jika masih netral/ragu), atau “-1” (jika merasa jatuh/butuh bimbingan) pada papan tulis. Aktivitas ini diiringi tepuk tangan apresiasi bersama atas tuntasnya tantangan hari pertama.
- Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang.
- Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Tanya jawab cepat via acungan jari tangan (kanan untuk muatan positif, kiri untuk negatif). |
| Asesmen Proses |
Lembar Observasi Peer-Tutor (Antarteman) dalam Kelompok. |
| Asesmen Akhir |
Studi Kasus Detektif (Kerja Mandiri berkonteks kelompok) : “Chemical Detective: Misi Menangkap Koruptor Elektron” |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6, Pertemuan Ke-7 |
Pertemuan Ke-2
Penyetaraan Persamaan Reaksi Redoks dengan Metode PBO |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama (mengintegrasikan nilai Hubbullah) dengan kesadaran penuh (mindfulness)
- Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka
- Murid diminta menggosokkan telapak tangan hingga hangat, menempelkannya ke kelopak mata, lalu menyadari pentingnya nikmat penglihatan untuk memperhatikan keteraturan penulisan persamaan reaksi kimia yang presisi.
- Guru menunjukkan gambar timbangan yang seimbang, dan menyampaikan: “Dalam Islam, kita dilarang mengurangi timbangan dan diwajibkan berbuat adil (QS. Ar-Rahman: 9). Di dalam reaksi kimia pun, jumlah atom dan muatan di ruas kiri wajib sama dengan ruas kanan. Kita akan belajar menegakkan keadilan matematis tersebut melalui metode PBO.”
- Guru membagi kelas menjadi dua kubu: Kubu Asam dan Kubu Basa. Jika guru menunjuk Kubu Asam, mereka harus berteriak “Tambah (H+) dengan kompak, dan jika menunjuk Kubu Basa berteriak “Tambah (OH–) secara bersemangat.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Murid membaca bagan alur (sintak) langkah kerja penyetaraan reaksi redoks dengan menggunakan metode PBO (menghitung biloks, menyamakan selisih biloks, menyetarakan muatan, menyetarakan atom (H).
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Guru menayangkan video animasi transfer elektron yang tidak setara pada limbah industri asam.
- Guru menuliskan satu persamaan reaksi redoks yang belum setara dalam suasana asam di papan tulis dan memperlihatkan letak ketidaksetaraannya.
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
- Aktivitas “Estafet Soal”. Setiap murid dalam kelompok hanya boleh mengerjakan satu tahapan penyetaraan persamaan reaksi redoks dengan metode PBO di draf kertas, kemudian draf dioper ke teman sebelahnya untuk melanjutkan tahapan berikutnya hingga reaksi setara sempurna. Kelompok tercepat dan terakurat mendapatkan poin bonus kelompok.
- Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan cara penyelesaiannya di papan tulis (presentasi silang).
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Guru memberikan umpan balik pembelajaran dan mendorong murid untuk merefleksikan hasil belajar dengan mengagumi kebesaran Allah atas hukum alam yang memungkinkan energi kimia berubah menjadi energi listrik untuk membantu aktivitas manusia.
Murid mengevaluasi tingkat ketelitian dan kesabaran mereka selama mengikuti tahapan rumus PBO, serta menyadari pentingnya mengikuti prosedur yang sistematis dalam memecahkan masalah kehidupan.
Merefleksikan pentingnya sifat adil dan seimbang (kesetaraan) dalam kehidupan sosial. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Guru membunyikan lonceng kecil atau ketukan pelan, dan murid diminta menutup mata dan beristirahat dari penatnya hitungan desimal dan panah-panah PBO. Guru menyampaikan narasi lembut tentang pentingnya mengistirahatkan pikiran agar tetap jernih dan seimbang.
- Guru menekankan esensi kesetaraan: “Hari ini kita bersusah payah menyetarakan jumlah elektron di ruas kiri dan kanan agar persamaan reaksi ini menjadi adil dan valid. Ingatlah anak-anak, Allah memerintahkan kita untuk senantiasa menegakkan keadilan dan keseimbangan dalam ucapan maupun perbuatan kita sehari-hari terhadap sesama (ukhuwah insaniyah). Jangan sampai timbangan sosial kita berat sebelah.”
- Game Kilat “Toss Elektron Kesetaraan”. Guru menyebutkan satu pasang angka koefisien yang setara (misal: “Kiri 2, Kanan 2!”), murid harus melakukan gerakan high-five (toss tangan) dua kali dengan teman sebangkunya secara cepat sambil berseru “Setara!”. Kelas ditutup dengan tawa dan energi yang positif.
- Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang
- Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Brainstorming : menentukan biloks secara cepat |
| Asesmen Proses |
Rubrik Kinerja “Estafet Soal PBO”. |
| Asesmen Akhir |
Speed-Accuracy Quiz interaktif menggunakan kartu bilangan. |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6, Pertemuan Ke-7 |
Pertemuan Ke-3
Metode Setengah Reaksi |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama (mengintegrasikan nilai Hubbullah) dengan kesadaran penuh (mindfulness)
- Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka
- Murid diminta menarik napas dalam, menahannya sejenak, lalu merenungkan detak jantung mereka yang stabil karena adanya transfer ion-ion elektrolit melintasi membran sel secara konstan dan seimbang.
- Guru menayangkan gambar aki kendaraan atau baterai handphone. Guru menjelaskan: “Baterai ini bisa mengalirkan listrik karena ada pemisahan tempat antara reaksi oksidasi (anode) dan reaksi reduksi (katode). Hari ini kita akan memisahkan reaksi redoks menjadi setengah-setengah agar kita bisa menghitung aliran elektronnya dengan akurat.”
- Guru mengacak kartu-kartu yang berisi potongan setengah reaksi reduksi dan setengah reaksi oksidasi di atas meja kelompok. Murid berlomba mencocokkan pasangan kartu tersebut dalam waktu 1 menit.
- Penyampaian tujuan pembelajaran
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Guru memberikan modul tentang materi penyetaraan persamaan reaksi redoks dengan metode setengah reaksi
- Murid membaca panduan penambahan molekul (H2O) dan ion (H+)/(OH–) pada setengah reaksi.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Guru mendemonstrasikan simulasi virtual atau gambar perubahan warna larutan redoks akibat perubahan muatan ion logam transisi.
- Murid mengamati visualisasi perubahan warna larutan kalium permanganat dalam suasana asam/basa.
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
- Murid secara berkelompok memecahkan tantangan pengerjaan LKM berupa penyetaraan setengah reaksi tingkat lanjut (spesies poliatomik) baik suasana asam maupun basa, lalu memverifikasi hasil hitungan muatan elektron lewat diskusi antar-tim.
- Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan cara penyelesaiannya di papan tulis (presentasi silang).
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Murid melakukan evaluasi diri terhadap kemandirian dan ketelitian matematis saat menyetarakan muatan elektron. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
- Guru meminta murid meletakkan tangan kanan di atas dada untuk merasakan ritme napas yang konstan. Guru menyampaikan: “Metode setengah reaksi mengajarkan kita untuk memisahkan hal besar menjadi bagian-bagian kecil (reduksi sendiri, oksidasi sendiri) agar bisa diselesaikan. Sadarilah, setiap tugas besar dari Allah dalam hidup ini akan terasa ringan jika kita urai dan selesaikan satu per satu dengan penuh kesabaran.”
- Guru mengaitkan materi dengan adab lingkungan (Hubbulbiah): “Dalam menyetarakan setengah reaksi suasana basa, kita menambahkan molekul H₂O di tempat yang kelebihan atom O. Air adalah penetral alamiah. Mari kita bayangkan jika limbah kimia di luar sana tidak dinetralkan suasananya sebelum dibuang, ekosistem air kita akan hancur. Mari kita jaga adab kita terhadap lingkungan madrasah.”
- “The Half-Reaction Shoutout”. Guru menunjuk satu kelompok secara acak, dan kelompok tersebut harus meneriakkan dengan kompak nama fasa zat atau muatan akhir reaksi mereka dengan gaya teatrikal yang lucu sebagai tanda selesainya perhitungan rumit hari ini.
- Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang.
- Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
“Bagaimanakah bunyi hukum kekekalan muatan dalam suatu sistem tertutup?” |
| Asesmen Proses |
Ceklis Pengamatan Mandiri (Self-Correction Checklist). |
| Asesmen Akhir |
Visual Mapping Penyetaraan Setengah Reaksi. |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6, Pertemuan Ke-7 |
Pertemuan Ke-4
Sel Volta dan Potensial Energi |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama (mengintegrasikan nilai Hubbullah) dengan kesadaran penuh (mindfulness)
- Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka
- Guru mengajak murid melakukan teknik Mindful Breathing (STOP) selama 3 menit agar murid menyadari energi kehidupan yang dialirkan Allah dalam setiap impuls saraf tubuh mereka yang berbasis aliran listrik biologis
- Guru menunjukkan jeruk nipis/tomat yang ditancapi lempeng tembaga dan seng, lalu dihubungkan ke lampu LED kecil hingga menyala. Guru memantik: “Buah asam ciptaan Allah ini sanggup menghasilkan listrik. Hari ini kita akan belajar merumuskan diagram sel dan menghitung daya dorong listrik (Esel) dari baterai alami ini.”
- Game “Deret Volta Manusia”. Murid memegang kartu nama logam (Li, K, Ba, Ca, Na… Cu, Ag, Pt, Au). Mereka harus berlomba berbaris secara urut dari yang paling mudah teroksidasi ke yang paling sulit dalam waktu 2 menit. Murid yang salah posisi diajak tertawa bersama secara suportif.
- Penyampaian tujuan pembelajaran
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Murid membaca mandiri aturan penulisan diagram sel Volta (Anode || Katode) dan rumus potensial sel:
Esel = Eo katode} – Eoanode
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Guru menyajikan dua data potensial reduksi standar logam. Murid diarahkan pada orientasi masalah: “Jika nilai (Eosel) berharga positif, reaksi berjalan spontan. Bagaimana cara kita mendesain baterai komersial yang stabil dan tidak mudah bocor?” |
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
- Murid dalam kelompok merancang diagram sel Volta dari buah-buahan lokal Bandar Lampung, menghitung perkiraan voltasenya secara teoritis, dan mempresentasikan hasil analisis kelayakannya di depan kelas.
- Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya dan kelompok lain memberikan feedback
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Murid mengevaluasi apakah draf perhitungan potensial sel mereka sudah akurat dan merenungkan nilai Hubbunnaas: jembatan garam dalam sel Volta berfungsi menyetarakan muatan, sama seperti peran kita sebagai penengah kedamaian di lingkungan teman. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
Murid menuliskan kesan belajar hari ini pada draf kertas berbentuk baterai kecil. Kelompok terbaik yang berhasil menghitung dengan paling presisi diberikan penghargaan “The Volta King” disusul selebrasi high-five (tos kelompok). Kelas ditutup dengan doa syukur atas nikmat energi. |
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Tes tertulis kilat di papan tulis mini menentukan atom yang mengalami oksidasi pada reaksi redoks sederhana. |
| Asesmen Proses |
Rubrik Penilaian Kinerja Diskusi |
| Asesmen Akhir |
Lembar Evaluasi Mandiri ; “Sayembara Tantangan energi Masa Depan Kota Bandar Lampung” |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6, Pertemuan Ke-7 |
Pertemuan Ke-5
Korosi dan Perlindungan Logam |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama (mengintegrasikan nilai Hubbullah) dengan kesadaran penuh (mindfulness)
- Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka
- Murid diminta memejamkan mata, mendengarkan instrumen angin, dan membayangkan bangunan-bangunan jembatan besi raksasa yang kokoh berdiri menahan beban masyarakat kota.
- Guru menunjukkan paku besi yang berkarat kemerahan dan paku yang masih bening. Guru menyampaikan: “Karat adalah musuh utama peradaban yang merugikan triliunan rupiah dan bisa meruntuhkan jembatan jika tidak dicegah. Hari ini kita akan membedah faktor penyebab korosi dan belajar menjadi insinyur pelindung logam.”
- Icebreaking “Faktor Karat”. Jika guru meneriakkan kata “Air dan Oksigen!”, murid harus bergandengan tangan erat (mensimulasikan percepatan korosi). Jika guru berteriak “Oli/Cat!”, murid harus saling menghindar (mensimulasikan perlindungan logam).
- Penyampaian tujuan pembelajaran
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Murid menelaah teks mengenai draf reaksi elektrokimia pembentukan karat besi (Fe2O3. H2O) dan teknik perlindungan katodik (pengorbanan anode). |
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Guru menayangkan video pipa bawah tanah Pertamina yang dililit lempeng Magnesium (Mg). Murid memikirkan masalah: “Mengapa logam Magnesium sengaja dikorbankan agar hancur terlebih dahulu demi melindungi pipa besi?” |
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
Murid berpasangan menganalisis 5 draf kondisi paku di berbagai tabung percobaan (berair, bergaram, tertutup oli, ada zat pengering) untuk mengurutkan laju korosi dari yang tercepat hingga terhambat secara kritis. |
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Murid merefleksikan nilai Hubbulbiah (Cinta Lingkungan). Mereka mengevaluasi perilaku sehari-hari di madrasah, seperti adab merawat pagar besi dari air hujan dan penggunaan zat antikarat yang aman bagi tanah. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
Setiap murid mengisi kuis post-it “Aksi Nyata Cegah Karat di Rumah”. Murid melakukan toss bersama guru di depan pintu kelas sebelum pulang sebagai tanda komitmen menjaga fasilitas umum dari kerusakan lingkungan. |
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Menanyakan pemahaman umum murid mengapa besi di lingkungan lembap lebih cepat rusak dibandingkan di lingkungan kering. |
| Asesmen Proses |
Lembar Observasi “Insinyur Logam yang Amanah” |
| Asesmen Akhir |
Lembar Evaluasi Mandiri : “Surat Kontrak Perlindungan Katodik” |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6, Pertemuan Ke-7 |
Pertemuan Ke-6
Elektrolisis dan Kuantitatif |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama (mengintegrasikan nilai Hubbullah) dengan kesadaran penuh (mindfulness)
- Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka
- Murid duduk tegak, mengatur napas, dan memfokuskan pandangan pada papan tulis untuk menyerap logika hukum kuantitatif Faraday dengan pikiran yang jernih dan tenang.
- Guru menunjukkan draf perhiasan imitasi (perak dilapisi emas). Guru menyampaikan: “Elektrolisis adalah metode membalik hukum alam menggunakan listrik luar untuk mengendapkan logam murni. Kita bisa menghitung berat emas yang menempel pada perhiasan ini secara matematis sebelum melakukan penyepuhan.”
- Yel-Yel Elektroda “KNAP”. Murid dilatih menghafal jembatan keledai elektrolisis melalui gerakan: “Katode Negatif, Anode Positif!” sambil menghentakkan kaki kiri dan kanan secara berirama dan ceria.
- Penyampaian tujuan pembelajaran
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Murid membaca skema urutan reaksi di Katode (reduksi kation) dan Anode (oksidasi anion/elektroda) serta draf Hukum Faraday I: \(w = \frac{e \times i \times t}{96500}\)
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Guru menuliskan reaksi elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda karbon. Murid diorientasikan pada masalah perhitungan: “Berapa gram tembaga yang mengendap di katode jika kita mengalirkan arus 2 Ampere selama 10 menit?” |
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
Murid dalam kelompok berkompetisi dalam “Faraday Kuantitatif Race”, memecahkan 3 variasi soal perhitungan massa hasil elektrolisis secara estafet dan saling memeriksa kebenaran hasil akhir teman sekelompok (Peer-Review). |
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Murid menguji tingkat ketelitian matematika kimia mereka dan mengaitkannya dengan kesadaran hidup: takaran kuat arus dan waktu yang pas menghasilkan endapan logam yang kokoh, sama seperti takaran usaha dan doa yang seimbang dalam menggapai cita-cita. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
Guru memimpin selebrasi “Tepuk Faraday” atas keberhasilan murid memecahkan rumus matematika kimia yang abstrak. Murid mengakhiri sesi kelas dengan doa penutup secara khidmat. |
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Menuliskan kembali perbedaan sel Volta dan sel Elektrolisis pada tabel komparasi kilat. |
| Asesmen Proses |
Ceklis “Faraday Race & Peer-Review” |
| Asesmen Akhir |
Evaluasi Mandiri |
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6, Pertemuan Ke-7 |
Pertemuan Ke-7
Aplikasi Elektrolisis dalam Kehidupan |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
- Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama (mengintegrasikan nilai Hubbullah) dengan kesadaran penuh (mindfulness)
- Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka
- Murid melakukan relaksasi otot mata dan pundak selama 2 menit, membuang semua ketegangan mental menjelang pelaksanaan Penilaian Harian (PH) elektrokimia.
- Guru menayangkan infografis industri pemurnian aluminium terbesar di Indonesia yang berbasis sel elektrolisis. Guru memotivasi: “Ilmu elektrokimia yang kalian pelajari adalah pilar industri modern. Hari ini kalian akan merayakan pemahaman kalian di lembar evaluasi akhir.”
- Kuis Pemanasan “True or False Kahoot”. Murid melakukan review interaktif berkecepatan tinggi selama 5 menit untuk menyegarkan ingatan rumus kimia sebelum draf soal ujian dibagikan.
- Penyampaian tujuan pembelajaran
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Murid membaca studi kasus tekstual pendek tentang limbah industri elektroplating (penyepuhan logam) di kawasan industri Lampung dan dampaknya jika tidak dikelola dengan adab lingkungan yang benar.
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Guru memberikan penjelasan draf tata tertib pengerjaan Penilaian Harian tertulis yang mengedepankan nilai kejujuran (akhlak mulia). |
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
Murid menempelkan draf proposal mini kelompok mereka mengenai sistem pengolahan air limbah elektrokimia yang ramah lingkungan di dinding kelas untuk dibaca bersama. |
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Murid secara mandiri, jujur, dan berkesadaran penuh mengerjakan instrumen Penilaian Harian Sumatif Elektrokimia pada lembar jawabannya masing-masing. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
Setelah lembar ujian dikumpulkan, guru meminta murid saling berjabat tangan dan memberikan apresiasi berupa kalimat penyemangat kepada teman sebangku. Kelas diakhiri dengan draf komitmen tertulis murid untuk mengumpulkan baterai bekas di rumah agar dibuang ke wadah khusus madrasah (Hubbulbiah). |
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
|
| Asesmen Proses |
Rubrik Penilaian “Lelang Inovasi Industri Hijau” |
| Asesmen Akhir |
Penilaian Harian (PH) Utama Elektrokimia |
| Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang |