| I |
Spesifikasi |
|
| Nama Penyusun |
Eni Hastuti, M.Pd. |
| Satuan Pendidikan |
Madrasah Aliyah |
| Nama Madrasah |
MAN 1 Bandar Lampung |
| Mata Pelajaran |
Bahasa Indonesia |
| Fase/Kelas/Semester |
F/XI/1 |
| Topik Pembelajaran |
Menggali Nilai Sejarah Bangsa lewat Cerita Pendek |
| Alokasi Waktu |
3 x pertemuan @3JP (3 x 3) = 9 JP, 1 JP=45 menit, total waktu 405 menit |
| II |
Identifikasi |
|
| 1 |
Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) |
Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
| 2 |
Dimensi Profil Lulusan |
- Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis karakteristik produk pangan lokal dan mengidentifikasi keunggulan serta kelemahannya untuk tujuan promosi.
- Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide promosi yang inovatif dan menarik untuk produk pangan lokal.
- Kolaborasi: Peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan menyajikan promosi produk pangan lokal.
- Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi tentang produk pangan lokal secara efektif dan persuasif, baik secara lisan maupun tulisan.
|
| 3 |
Topik Panca Cinta |
1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid menyadari bahwa lingkungan merupakan bagian dari ciptaan Allah Swt. yang perlu dihargai dan dijaga. Murid meneladani Rasulullah saw. dengan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, menjaga kebersihan, dan menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan.
2. Cinta Ilmu
Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid memperoleh informasi dari teks dan media visual untuk mengidentifikasi thesis, arguments, dan reiteration, serta unsur kebahasaannya, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyusun Analytical Exposition Text tentang isu lingkungan sesuai dengan struktur teksnya dan menyampaikan teks yang telah dibuat.
3. Cinta Diri dan Sesama
Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid membahas berbagai isu lingkungan yang berdampak pada kehidupan diri sendiri dan sesama. Murid mengembangkan kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama dengan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi kehidupan bersama.
4. Cinta Lingkungan
Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid membahas berbagai isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menjaga dan melestarikannya.
5. Cinta Tanah Air
Melalui pembelajaran Analytical Exposition Text tentang lingkungan, murid mengenali berbagai isu lingkungan di Indonesia dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Murid mengembangkan rasa cinta tanah air dengan menyampaikan pendapat tentang pentingnya menjaga lingkungan demi keberlanjutan kehidupan di Indonesia.
|
| 4 |
Materi Integrasi KBC |
Menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air melalui pemanfaatan serta pemeliharaan keberagaman pangan lokal khas Indonesia |
| III |
Desain Pembelajaran |
|
| 1 |
Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 |
Menyimak
Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan berdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai tipe teks dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara. Peserta didik mampu mengkreasi dan mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang disimak.
Membaca dan Memirsa
Peserta didik mampu mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks di media cetak dan elektronik. Peserta didik mampu mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi. Peserta didik mampu mengevaluasi dan merefleksi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks di media cetak dan elektronik. Peserta didik mampu mengapresiasi berbagai tipe teks. Peserta didik mampu mengaitkan isi teks dengan hal lain di luar teks.
Berbicara dan Mempresentasikan
Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, perasaan, pandangan, arahan atau pesan dan kreativitas dalam berbahasa dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menyajikan karya sastra secara kreatif dan menarik. Peserta didik mampu mengkreasi teks sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia. Peserta didik mampu menyajikan dan mempertahankan hasil penelitian, serta menyimpulkan masukan dari mitra diskusi.
Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menulis berbagai jenis karya sastra. Peserta didik mampu menulis teks refleksi diri. Peserta didik mampu menulis hasil penelitian, teks fungsional dunia kerja, dan pengembangan studi lanjut. Peserta didik mampu menerbitkan tulisan hasil karyanya di media cetak, elektronik, dan/atau digital.
|
| 2 |
Tujuan Pembelajaran |
Memahami Unsur-unsur Cerpen Sejarah
- Melalui diskusi kelompok dan analisis cerpen yang relevan, peserta didik mampu mengidentifikasi unsur intrinsik (tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang, amanat) dan unsur ekstrinsik (nilai sejarah, nilai sosial, nilai budaya) dalam cerpen sejarah dengan tepat, dibuktikan dengan 80% unsur teridentifikasi dengan benar.
Menggali Nilai Sejarah dalam Cerpen
- Setelah membaca dan menganalisis cerpen sejarah secara individu dan berpasangan, peserta didik mampu menafsirkan dan menguraikan nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya serta mengaitkannya dengan konteks sejarah yang relevan, dibuktikan dengan penafsiran nilai sejarah yang komprehensif dan akurat.
Menulis Cerpen dengan Nuansa Sejarah
- Berdasarkan pemahaman dan analisis cerpen sejarah, peserta didik mampu merancang dan menulis cerpen sederhana yang mengandung nilai-nilai sejarah atau mengangkat peristiwa sejarah dengan memperhatikan unsur-unsur cerpen dan gaya penulisan, dibuktikan dengan cerpen yang memenuhi kriteria penulisan yang ditetapkan dan menunjukkan nuansa sejarah yang jelas.
|
| 3 |
Kerangka Pembelajaran |
Model Pembelajaran: Discovery Learning, Project-Based Learning (untuk penulisan cerpen).
Strategi Pembelajaran: Kooperatif (diskusi kelompok, think-pair-share), inkuiri, pemecahan masalah.
Metode Pembelajaran: Diskusi, presentasi, analisis teks, penulisan kreatif.
Pendekatan Deep Learning:
–Mindful Learning: Melalui aktivitas refleksi dan jurnal belajar, peserta didik akan diajak untuk menyadari proses berpikir dan pemahaman mereka tentang materi dan nilai sejarah.
-Meaningful Learning: Mengaitkan cerpen sejarah dengan peristiwa nyata dan relevansi nilai-nilai sejarah dalam kehidupan kontemporer, serta memberikan pilihan topik yang relevan dengan minat peserta didik.
-Joyful Learning: Memanfaatkan media interaktif, diskusi yang menarik, kegiatan penulisan kreatif yang ekspresif, dan penggunaan aplikasi digital yang menyenangkan.
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 |
| IV |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R) |
Pertemuan Ke-1
Memahami Unsur-unsur Cerpen Sejarah |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
Guru memulai pelajaran dengan salam, menanyakan kabar peserta didik, dan memeriksa kehadiran murid.
Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning):
- Guru memulai pembelajaran dengan pertanyaan pemantik yang mengajak peserta didik untuk merenung (contoh: “Apa arti sejarah bagimu?”, “Pernahkah kamu mendengar cerita pendek yang mengandung pesan sejarah?”, “Bagaimana cerpen bisa membantu kita memahami masa lalu?”).
- Melakukan aktivitas singkat “Cek Diri” (misalnya, meminta peserta didik untuk menarik napas dalam-dalam, fokus pada pernapasan, kemudian memikirkan satu hal yang ingin mereka capai hari ini) untuk menumbuhkan kesadaran diri dan mempersiapkan mental.
Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning):
- Mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari atau peristiwa terkini (misalnya, peringatan hari pahlawan, perdebatan tentang sejarah di media sosial) untuk menunjukkan relevansi.
- Menyajikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya secara jelas agar peserta didik memahami mengapa mereka mempelajari materi ini.
Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning):
- Memutar klip video pendek inspiratif yang berkaitan dengan sejarah atau cerita heroik.
- Melakukan ice-breaking atau permainan singkat terkait topik untuk membangkitkan semangat dan antusiasme.
- Guru menyapa peserta didik dengan antusias dan menciptakan suasana kelas yang positif.
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Menyediakan beragam sumber belajar (cerpen dalam bentuk teks, audio cerpen, ringkasan cerita) untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda.
- Murid membaca atau menyimak cerpen sejarah yang telah disiapkan (misalnya, “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis atau cerpen lain yang relevan dari buku teks).
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Mengidentifikasi dan mencatat kata kunci, ide utama, dan peristiwa penting dalam cerpen.
- Diskusi kelas untuk mengklarifikasi pemahaman awal tentang isi cerpen.
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
Kelompokkan peserta didik berdasarkan minat atau kesiapan:
- Kelompok A (Siap): Menganalisis cerpen yang lebih kompleks dengan fokus pada interpretasi nilai-nilai simbolik.
- Kelompok B (Cukup Siap): Menganalisis cerpen dengan panduan pertanyaan terarah untuk mengidentifikasi unsur dan nilai.
- Kelompok C (Perlu Bantuan): Menganalisis cerpen lebih pendek dengan bantuan guru secara langsung.
- Murid dalam kelompok kecil (kolaborasi) menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen yang dibagikan. Mereka membuat peta pikiran atau diagram alur untuk memvisualisasikan analisis mereka.
- Produk analisis cerpen bisa berupa: peta pikiran, presentasi lisan, tulisan esai singkat, atau infografis.
- Produk penulisan cerpen bisa berupa: draf cerpen, cerpen lengkap dengan ilustrasi sederhana, atau sinopsis cerpen dengan deskripsi karakter dan latar yang mendalam.
-
- Klik di sini untuk menginput nilai murid.
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
- Guru mendorong murid untuk mencatat pertanyaan yang muncul selama proses analisis.
- Menggunakan jurnal belajar atau exit ticket untuk meminta peserta didik menuliskan: “Apa yang paling berkesan bagiku hari ini?”, “Apa nilai sejarah yang paling aku pahami?”, “Bagaimana cerpen ini mengubah pandanganku tentang sejarah?”.
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
Umpan Balik Konstruktif:
- Guru memberikan umpan balik umum atas hasil kerja kelompok atau individu yang menonjol, memberikan apresiasi atas partisipasi dan ide-ide orisinal.
- Memberikan kesempatan kepada beberapa peserta didik untuk berbagi refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
- Menggunakan aplikasi polling singkat (misalnya, Mentimeter) untuk mendapatkan umpan balik anonim tentang tingkat pemahaman dan kesulitan materi.
Menyimpulkan Pembelajaran:
- Secara kolaboratif, guru dan peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari itu.
- Menekankan kembali tujuan pembelajaran yang telah dicapai.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
- Guru memberikan gambaran singkat tentang materi atau aktivitas untuk pertemuan berikutnya.
- Mendorong peserta didik untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin mereka pelajari lebih lanjut atau topik cerpen yang ingin mereka kembangkan.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Format: Tes lisan singkat (pertanyaan terbuka) dan/atau kuesioner daring (Google Form).
Pertanyaan/Tugas:
- “Apa yang kamu ketahui tentang cerpen?”
- “Sebutkan beberapa cerpen yang pernah kamu baca.”
- “Menurutmu, apa hubungan antara cerpen dan sejarah?”
- “Pernahkah kamu membaca cerpen yang mengisahkan peristiwa sejarah?”
- “Topik sejarah apa yang menarik perhatianmu?”
|
| Asesmen Proses |
Format: Observasi selama diskusi kelompok, penilaian proyek mini (peta pikiran/infografis), presentasi singkat, jurnal belajar.
Pertanyaan/Tugas:
- Keterlibatan dalam diskusi kelompok (aktif bertanya/menjawab, menghargai pendapat).
- Kemampuan bekerja sama dalam tim.
- Kemampuan menganalisis dan mengidentifikasi unsur cerpen.
- Kemampuan menggali nilai sejarah.
|
| Asesmen Akhir |
Kelengkapan dan keakuratan identifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen. |
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 |
Pertemuan Ke-2
Menggali Nilai Sejarah dalam Cerpen |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
Guru memberi salam dan memeriksa kehadiran murid.
Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning):
- Guru memulai pembelajaran dengan pertanyaan pemantik yang mengajak peserta didik untuk merenung (contoh: “Apa arti sejarah bagimu?”, “Pernahkah kamu mendengar cerita pendek yang mengandung pesan sejarah?”, “Bagaimana cerpen bisa membantu kita memahami masa lalu?”).
- Melakukan aktivitas singkat “Cek Diri” (misalnya, meminta peserta didik untuk menarik napas dalam-dalam, fokus pada pernapasan, kemudian memikirkan satu hal yang ingin mereka capai hari ini) untuk menumbuhkan kesadaran diri dan mempersiapkan mental.
Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning):
- Mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari atau peristiwa terkini (misalnya, peringatan hari pahlawan, perdebatan tentang sejarah di media sosial) untuk menunjukkan relevansi.
- Menyajikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya secara jelas agar peserta didik memahami mengapa mereka mempelajari materi ini.
Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning):
- Memutar klip video pendek inspiratif yang berkaitan dengan sejarah atau cerita heroik.
- Melakukan ice-breaking atau permainan singkat terkait topik untuk membangkitkan semangat dan antusiasme.
- Guru menyapa peserta didik dengan antusias dan menciptakan suasana kelas yang positif.
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Guru menyajikan materi secara bervariasi (presentasi interaktif, diskusi kelompok, pemutaran film pendek adaptasi cerpen sejarah).
- Murid membaca atau menyimak cerpen sejarah yang telah disiapkan (misalnya, “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis atau cerpen lain yang relevan dari buku teks).
|
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
- Mengidentifikasi dan mencatat kata kunci, ide utama, dan peristiwa penting dalam cerpen.
- Diskusi kelas untuk mengklarifikasi pemahaman awal tentang isi cerpen.
|
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
Diferensiasi Proses:
Kelompokkan peserta didik berdasarkan minat atau kesiapan:
- Kelompok A (Siap): Menganalisis cerpen yang lebih kompleks dengan fokus pada interpretasi nilai-nilai simbolik.
- Kelompok B (Cukup Siap): Menganalisis cerpen dengan panduan pertanyaan terarah untuk mengidentifikasi unsur dan nilai.
- Kelompok C (Perlu Bantuan): Menganalisis cerpen lebih pendek dengan bantuan guru secara langsung.
Murid berpasangan (kolaborasi) berdiskusi untuk menggali nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam cerpen, mencari bukti tekstual, dan mengaitkannya dengan peristiwa sejarah nyata. Mereka membuat presentasi singkat atau infografis tentang hasil temuan mereka.
Diferensiasi Produk:
- Produk analisis cerpen bisa berupa: peta pikiran, presentasi lisan, tulisan esai singkat, atau infografis.
- Produk penulisan cerpen bisa berupa: draf cerpen, cerpen lengkap dengan ilustrasi sederhana, atau sinopsis cerpen dengan deskripsi karakter dan latar yang mendalam.
Klik di sini untuk menginput nilai murid.
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
- Mendorong peserta didik untuk menghubungkan nilai-nilai sejarah yang ditemukan dengan pengalaman pribadi atau konteks masyarakat saat ini.
- Menggunakan jurnal belajar atau exit ticket untuk meminta peserta didik menuliskan: “Apa yang paling berkesan bagiku hari ini?”, “Apa nilai sejarah yang paling aku pahami?”, “Bagaimana cerpen ini mengubah pandanganku tentang sejarah?”.
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
Umpan Balik Konstruktif:
- Guru memberikan umpan balik umum atas hasil kerja kelompok atau individu yang menonjol, memberikan apresiasi atas partisipasi dan ide-ide orisinal.
- Memberikan kesempatan kepada beberapa peserta didik untuk berbagi refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
- Menggunakan aplikasi polling singkat (misalnya, Mentimeter) untuk mendapatkan umpan balik anonim tentang tingkat pemahaman dan kesulitan materi.
Menyimpulkan Pembelajaran:
- Secara kolaboratif, guru dan peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari itu.
- Menekankan kembali tujuan pembelajaran yang telah dicapai.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
- Guru memberikan gambaran singkat tentang materi atau aktivitas untuk pertemuan berikutnya.
- Mendorong peserta didik untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin mereka pelajari lebih lanjut atau topik cerpen yang ingin mereka kembangkan.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Format: Tes lisan singkat (pertanyaan terbuka) dan/atau kuesioner daring (Google Form).
Pertanyaan/Tugas:
- “Apa yang kamu ketahui tentang cerpen?”
- “Sebutkan beberapa cerpen yang pernah kamu baca.”
- “Menurutmu, apa hubungan antara cerpen dan sejarah?”
- “Pernahkah kamu membaca cerpen yang mengisahkan peristiwa sejarah?”
- “Topik sejarah apa yang menarik perhatianmu?”
|
| Asesmen Proses |
Format: Observasi selama diskusi kelompok, penilaian proyek mini (peta pikiran/infografis), presentasi singkat, jurnal belajar.
Pertanyaan/Tugas:
- Keterlibatan dalam diskusi kelompok (aktif bertanya/menjawab, menghargai pendapat).
- Kemampuan bekerja sama dalam tim.
- Kemampuan menganalisis dan mengidentifikasi unsur cerpen.
- Kemampuan menggali nilai sejarah.
|
| Asesmen Akhir |
- Kelengkapan dan keakuratan identifikasi unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen.
- Ketajaman dalam menafsirkan nilai-nilai sejarah.
- Kesesuaian dengan bukti tekstual.
- Kreativitas dalam penyajian (peta pikiran/infografis).
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 |
Pertemuan Ke-3
Menulis Cerpen dengan Nuansa Sejarah |
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
Guru memulai pelajaran dengan salam, menanyakan kabar peserta didik, dan memeriksa kehadiran murid.
Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning):
- Guru memulai pembelajaran dengan pertanyaan pemantik yang mengajak peserta didik untuk merenung (contoh: “Apa arti sejarah bagimu?”, “Pernahkah kamu mendengar cerita pendek yang mengandung pesan sejarah?”, “Bagaimana cerpen bisa membantu kita memahami masa lalu?”).
- Melakukan aktivitas singkat “Cek Diri” (misalnya, meminta peserta didik untuk menarik napas dalam-dalam, fokus pada pernapasan, kemudian memikirkan satu hal yang ingin mereka capai hari ini) untuk menumbuhkan kesadaran diri dan mempersiapkan mental.
Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning):
- Mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari atau peristiwa terkini (misalnya, peringatan hari pahlawan, perdebatan tentang sejarah di media sosial) untuk menunjukkan relevansi.
- Menyajikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya secara jelas agar peserta didik memahami mengapa mereka mempelajari materi ini.
Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning):
- Memutar klip video pendek inspiratif yang berkaitan dengan sejarah atau cerita heroik.
- Melakukan ice-breaking atau permainan singkat terkait topik untuk membangkitkan semangat dan antusiasme.
- Guru menyapa peserta didik dengan antusias dan menciptakan suasana kelas yang positif.
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) |
| a |
Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Mengidentifikasi dan mencatat kata kunci, ide utama, dan peristiwa penting dalam cerpen. |
| b |
Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran) |
Diskusi kelas untuk mengklarifikasi pemahaman awal tentang isi cerpen. |
| c |
Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan |
- Peserta didik secara individu (kemandirian dan kreativitas) merancang kerangka cerpen dengan nuansa sejarah. Mereka dapat memilih peristiwa sejarah yang ingin diangkat atau membuat tokoh fiktif dalam latar sejarah tertentu. Guru memberikan bimbingan individual.
- Produk penulisan cerpen bisa berupa: draf cerpen, cerpen lengkap dengan ilustrasi sederhana, atau sinopsis cerpen dengan deskripsi karakter dan latar yang mendalam.
- Klik di sini untuk menginput nilai murid.
|
| d |
Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran |
Menggunakan jurnal belajar atau exit ticket untuk meminta peserta didik menuliskan: “Apa yang paling berkesan bagiku hari ini?”, “Apa nilai sejarah yang paling aku pahami?”, “Bagaimana cerpen ini mengubah pandanganku tentang sejarah?”. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) |
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
Umpan Balik Konstruktif:
- Guru memberikan umpan balik umum atas hasil kerja kelompok atau individu yang menonjol, memberikan apresiasi atas partisipasi dan ide-ide orisinal.
- Memberikan kesempatan kepada beberapa peserta didik untuk berbagi refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini.
- Menggunakan aplikasi polling singkat (misalnya, Mentimeter) untuk mendapatkan umpan balik anonim tentang tingkat pemahaman dan kesulitan materi.
Menyimpulkan Pembelajaran:
- Secara kolaboratif, guru dan peserta didik menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari itu.
- Menekankan kembali tujuan pembelajaran yang telah dicapai.
Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:
- Guru memberikan gambaran singkat tentang materi atau aktivitas untuk pertemuan berikutnya.
- Mendorong peserta didik untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin mereka pelajari lebih lanjut atau topik cerpen yang ingin mereka kembangkan.
|
| D. Assesmen Pembelajaran |
| Asesmen Awal |
Format: Tes lisan singkat (pertanyaan terbuka) dan/atau kuesioner daring (Google Form).
Pertanyaan/Tugas:
- “Apa yang kamu ketahui tentang cerpen?”
- “Sebutkan beberapa cerpen yang pernah kamu baca.”
- “Menurutmu, apa hubungan antara cerpen dan sejarah?”
- “Pernahkah kamu membaca cerpen yang mengisahkan peristiwa sejarah?”
- “Topik sejarah apa yang menarik perhatianmu?”
|
| Asesmen Proses |
Jurnal Belajar: Refleksi pribadi tentang pemahaman materi, tantangan, dan pembelajaran yang didapat. |
| Asesmen Akhir |
Tugas: “Tulislah sebuah cerpen sederhana (minimal 500 kata) yang mengangkat salah satu peristiwa atau tokoh sejarah di Indonesia atau daerahmu. Pastikan cerpenmu mengandung nilai-nilai sejarah yang relevan dan perhatikan unsur-unsur cerpen yang telah kita pelajari.”
|
| Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang |