Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Masa Orde Baru

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Sejarah
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Sejarah 
Indonesia Masa Orde Baru
I Spesifikasi
Nama Penyusun Sri Lisdayeni
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Sejarah
Fase/Kelas/Semester F / XII (Dua Belas) / Ganjil
Topik Pembelajaran Indonesia Masa Orde Baru
Alokasi Waktu 8 Jam Pelajaran (4 Pertemuan x 2 JP @ 45 Menit)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan
  • Bernalar Kritis : Murid mampu menganalisis berbagai kebijakan, peristiwa, dan dampak pemerintahan Orde Baru berdasarkan sumber sejarah secara objektif dan kritis.
  • Kewargaan (Berkebinekaan Global): Murid memahami perjalanan Indonesia pada masa Orde Baru serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persatuan, demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara.
  • Komunikasi : Murid mampu menyampaikan hasil analisis dan pendapat mengenai masa Orde Baru secara jelas, santun, dan berdasarkan bukti sejarah.
  • Kreatifitas  : Murid mampu menyajikan hasil pemahaman tentang masa Orde Baru dalam bentuk yang kreatif, seperti infografis, peta konsep, presentasi, poster, atau proyek sejarah.
3 Topik Panca Cinta
  • Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya: Murid mensyukuri karunia Allah SWT berupa kehidupan yang damai pada Masa Orde Baru dan menyadari pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, serta keadilan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  • Cinta kepada Bangsa dan Negara: Murid memahami perjalanan sejarah Indonesia pada masa Orde Baru, menghargai perjuangan masyarakat, serta menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
  • Cinta kepada diri sendiri dan  Sesama : Murid belajar menghargai hak, pendapat, dan pengalaman orang lain serta menunjukkan empati terhadap masyarakat yang mengalami berbagai perubahan dan tantangan pada masa Orde Baru.
  • Cinta Ilmu Pengetahuan  : Murid menumbuhkan rasa ingin tahu dengan mengkaji berbagai sumber sejarah tentang Orde Baru secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab serta mampu mengambil pembelajaran dari peristiwa masa lalu.
  • Cinta Lingkungan  : Murid memahami dampak kebijakan pembangunan masa Orde Baru terhadap lingkungan dan menumbuhkan kepedulian untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
4 Materi Integrasi KBC Cinta kepada Sesama: Menumbuhkan empati terhadap korban pelanggaran HAM dan pembungkaman suara kritis di masa lalu (Solidaritas kemanusiaan).

Cinta kepada Lingkungan: Mengkritisi dampak eksploitasi sumber daya alam (hutan/tambang) besar-besaran di masa Orde Baru demi mengejar target pertumbuhan ekonomi.

Cinta Tanah Air dan Bangsa  : Murid memahami dinamika kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan pembangunan pada masa Orde Baru serta menumbuhkan rasa memiliki, persatuan, dan tanggung jawab terhadap bangsa Indonesia.

Cinta Ilmu Pengetahuan : Murid melakukan kajian terhadap berbagai sumber sejarah tentang Orde Baru, berpikir kritis dalam membandingkan informasi, dan menggunakan bukti sejarah untuk membangun pemahaman yang objektif.

III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Pada akhir Fase F, murid memiliki kesadaran sejarah melalui proses berpikir sejarah, pemahaman yang empatik melalui kegiatan literasi sejarah, meneliti dan menulis sejarah, serta mengaplikasikan sejarah Indonesia dalam konteks perkembangan dunia. murid mampu memahami dan menganalisis berbagai peristiwa sejarah Indonesia, termasuk proklamasi dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan menggunakan konsep-konsep dasar sejarah serta keterampilan berpikir historis
2 Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1: Lahirnya Orde Baru (Transisi)

-Murid mampu menganalisis latar belakang lahirnya Orde Baru, termasuk kondisi politik, ekonomi, dan sosial Indonesia setelah peristiwa 1965, serta menunjukkan sikap cinta tanah air, empati, dan menghargai keberagaman perspektif sejarah dalam memahami peristiwa tersebut.

-gjMurid mampu menganalisis proses peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru melalui peristiwa Tritura dan Supersemar secara kronologis.

  • Murid dapat menunjukkan sikap kritis terhadap polemik sejarah dengan munculnya Supersemar dengan tetap menjunjung kebenaran ilmiah (Cinta Ilmu).

Pertemuan 2: Kehidupan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru

  • Murid mampu menganalisis kebijakan politik dan ekonomi pada masa Orde Baru, termasuk pembangunan, stabilitas politik, dan kebijakan ekonomi, serta menghubungkan dampaknya dengan kehidupan masyarakat dengan menunjukkan sikap kritis, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kehidupan bangsa..

Pertemuan 3: Dampak Orde Baru bagi Kehidupan Masyarakat)

  • Murid mampu mengevaluasi dampak positif dan negatif pembangunan Orde Baru dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan berdasarkan sumber sejarah yang relevan, serta menumbuhkan kepedulian, keadilan, dan sikap menghargai pengalaman masyarakat yang beragam.

Pertemuan 4: Berakhirnya Orde Baru dan Refleksi Sejarah

  • Murid mampu menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan berakhirnya Orde Baru dan lahirnya Reformasi 1998, kemudian menyusun refleksi tentang nilai-nilai yang dapat dipelajari dari periode tersebut untuk membangun kehidupan demokratis yang berkeadilan, damai, dan mencintai bangsa Indonesia.
  • Murid dapat mengambil hikmah dari peristiwa Reformasi untuk menumbuhkan tanggung jawab sosial sebagai generasi penerus (Cinta Bangsa).
3 Kerangka Pembelajaran Memahami :   Murid memahami latar belakang lahirnya Orde Baru, perkembangan politik dan ekonomi, kebijakan pembangunan, kehidupan sosial masyarakat, serta faktor-faktor berakhirnya pemerintahan Orde Baru.

Mengaplikasi :  Murid menganalisis berbagai sumber sejarah, seperti teks, gambar, data, dan dokumen terkait masa Orde Baru. Murid berdiskusi dan menghubungkan kebijakan pada masa tersebut dengan kehidupan masyarakat.

Konstektual  :  Murid menghubungkan peristiwa dan kebijakan masa Orde Baru dengan perkembangan kehidupan Indonesia saat ini sehingga mampu memahami pentingnya demokrasi, keadilan, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1

Lahirnya Orde Baru

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam, menyapa murid dengan ramah, dan mengajak murid berdoa sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran.
  • Guru menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, menyenangkan, dan saling menghargai sebagai wujud cinta kepada murid dan sesama.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan pemantik:
  1. Apa yang murid ketahui tentang Orde Baru?”
  2. Bagaimana kondisi Indonesia sebelum lahirnya Orde Baru?”
  • Murid menyampaikan pengetahuan awal dan pendapatnya berdasarkan pemahaman masing-masing.
  • Guru mengaitkan jawaban murid dengan materi yang akan dipelajari.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan.
  • Guru memberikan motivasi kepada murid bahwa mempelajari sejarah tidak hanya untuk menghafal peristiwa, tetapi juga untuk mengambil pelajaran dari masa lalu, menumbuhkan cinta tanah air, persatuan, toleransi, dan sikap menghargai perbedaan

 

 

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  1. Guru menampilkan gambar, video, infografis, atau bahan bacaan mengenai kondisi Indonesia menjelang lahirnya Orde Baru.
  2. Murid mengamati, membaca, dan mencermati sumber belajar yang diberikan oleh guru.
  3. Murid mengidentifikasi informasi penting mengenai:
    • kondisi politik Indonesia menjelang lahirnya Orde Baru;
    • kondisi ekonomi Indonesia;
    • peristiwa G30S 1965;
    • munculnya tuntutan Tritura;
    • Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar);
    • proses menuju lahirnya Orde Baru.
  4. Murid mencatat informasi penting dan pertanyaan yang muncul selama kegiatan literasi.
  5. Guru membimbing murid yang mengalami kesulitan dalam memahami sumber belajar.
  6. Guru memberikan penguatan terhadap informasi penting yang ditemukan murid.

Nilai KBC: cinta ilmu, cinta tanah air, menghargai sejarah, dan menghargai kehidupan manusia.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  1. Guru mengarahkan murid untuk menghubungkan berbagai informasi yang telah diperoleh melalui kegiatan literasi.
  2. Guru memberikan pertanyaan pemantik:
    • “Mengapa kondisi politik dan ekonomi dapat memengaruhi perubahan pemerintahan?”
    • “Apa saja faktor yang mendorong lahirnya Orde Baru?”
    • “Bagaimana hubungan antara peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 1965–1966 dengan lahirnya Orde Baru?”
  3. Murid menyampaikan pendapat berdasarkan hasil pengamatan dan bacaan.
  4. Murid bersama guru mengidentifikasi hubungan sebab dan akibat dari berbagai peristiwa yang terjadi menjelang lahirnya Orde Baru.
  5. Guru memberikan penjelasan dan meluruskan pemahaman murid yang kurang tepat.
  6. Guru mengarahkan murid untuk memahami peristiwa sejarah secara kritis, objektif, dan berdasarkan sumber yang tersedia.

Nilai KBC: cinta kebenaran, berpikir kritis, menghargai perbedaan pendapat, dan cinta tanah air.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
 
  1. Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok secara heterogen.
  2. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk menganalisis faktor atau peristiwa yang berkaitan dengan lahirnya Orde Baru.
  3. Pembagian tugas kelompok dapat dilakukan sebagai berikut:
    • Kelompok 1: Kondisi politik Indonesia menjelang lahirnya Orde Baru.
    • Kelompok 2: Kondisi ekonomi Indonesia menjelang lahirnya Orde Baru.
    • Kelompok 3: Peristiwa G30S 1965.
    • Kelompok 4: Tritura dan gerakan mahasiswa.
    • Kelompok 5: Supersemar dan proses peralihan kekuasaan.
  4. Murid berdiskusi untuk mengidentifikasi fakta, sebab, akibat, dan hubungan antarperistiwa.
  5. Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta konsep, tabel sebab-akibat, atau timeline.
  6. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
  7. Murid dari kelompok lain menyimak, memberikan pertanyaan, tanggapan, atau tambahan informasi secara santun.
  8. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap hasil kerja kelompok.
  9. Guru bersama murid menyimpulkan hubungan berbagai peristiwa yang menyebabkan lahirnya Orde Baru.

Nilai KBC: cinta sesama, gotong royong, toleransi, menghargai pendapat, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap bangsa.

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
 
  1. Guru mengajak murid melakukan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran.
  2. Guru memberikan beberapa pertanyaan reflektif:
    • “Apa pengetahuan baru yang murid peroleh hari ini?”
    • “Peristiwa apa yang paling menarik bagi murid? Mengapa?”
    • “Apa hubungan antara kondisi politik dan ekonomi dengan lahirnya Orde Baru?”
    • “Nilai apa yang dapat murid ambil dari pembelajaran hari ini?”
    • “Bagaimana murid dapat menunjukkan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?”
  3. Murid menuliskan atau menyampaikan hasil refleksinya.
  4. Murid menyampaikan pengalaman, kesulitan, dan hal yang paling berkesan selama pembelajaran.
  5. Guru memberikan apresiasi terhadap setiap refleksi dan pendapat yang disampaikan murid.
  6. Guru menegaskan bahwa pembelajaran sejarah dapat membantu murid belajar dari masa lalu, menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara

Insersi Cinta Bangsa: Memahami bahwa dalam situasi genting, keselamatan negara diutamakan, namun proses peralihan kekuasaan harus tetap dikritisi

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang latar belakang dan proses lahirnya Orde Baru.
  2. Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan pertanyaan atau hal-hal yang masih belum dipahami.
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap kegiatan literasi, orientasi, kolaborasi, dan refleksi yang telah dilakukan.
  4. Guru memberikan penguatan terhadap nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang muncul dalam pembelajaran, seperti cinta ilmu, cinta tanah air, cinta sesama, gotong royong, toleransi, dan tanggung jawab.
  5. Guru menyampaikan gambaran materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  6. Guru memberikan tugas tindak lanjut apabila diperlukan.
  7. Guru mengajak murid berdoa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas proses pembelajaran.
  8. Guru mengucapkan salam dan menutup

Simpulan: Orde Baru lahir dari krisis, membawa harapan baru akan stabilitas.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Tujuan:
Mengetahui pengetahuan awal, pemahaman, pengalaman belajar, dan kesiapan murid sebelum mempelajari materi Lahirnya Orde Baru.Teknik: Tanya jawab dan pertanyaan tertulis singkat.
Bentuk: Pertanyaan pemantik/asesmen awal.

Instrumen Asesmen Diagnostik

Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada murid:

  1. Apa yang murid ketahui tentang Orde Baru?
  2. Siapa tokoh yang murid ketahui berkaitan dengan lahirnya Orde Baru?
  3. Apa yang murid ketahui tentang peristiwa G30S 1965?
  4. Apa yang murid ketahui tentang Tritura?
  5. Apa yang murid ketahui tentang Supersemar?
  6. Menurut pemahaman murid, mengapa terjadi perubahan dari masa Orde Lama menuju Orde Baru?

Kriteria Hasil Asesmen

Kategori Deskripsi
Belum berkembang Murid belum mampu menjelaskan pengertian atau memberikan informasi yang berkaitan dengan Orde Baru.
Mulai berkembang Murid mampu menyebutkan beberapa informasi tentang Orde Baru, tetapi belum mampu menjelaskan hubungan antarperistiwa.
Berkembang Murid mampu menjelaskan beberapa faktor dan peristiwa yang berkaitan dengan lahirnya Orde Baru.
Sangat berkembang Murid mampu menjelaskan hubungan antara kondisi politik, ekonomi, dan berbagai peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya Orde Baru.

Tindak lanjut:
Guru menggunakan hasil asesmen diagnostik untuk menyesuaikan tingkat pendampingan dan memberikan penguatan kepada murid yang masih membutuhkan bantuan.

Asesmen Proses Tujuan:
Mengetahui perkembangan pemahaman murid selama proses pembelajaran serta memberikan umpan balik untuk memperbaiki proses belajar.Teknik: Observasi, diskusi, tanya jawab, presentasi, dan refleksi.
Bentuk: Penilaian proses dan hasil kerja kelompok.

1. Asesmen Literasi

Guru mengamati kemampuan murid dalam memahami sumber belajar mengenai lahirnya Orde Baru.

Indikator yang diamati:

  • Murid mampu membaca dan memahami sumber sejarah.
  • Murid mampu menemukan informasi penting.
  • Murid mampu mengidentifikasi fakta dari sumber yang dipelajari.
  • Murid mampu mengajukan pertanyaan berdasarkan sumber belajar.

2. Asesmen Kolaborasi

Guru mengamati keterlibatan murid selama kegiatan kelompok.

Aspek 4 3 2 1
Kerja sama Sangat aktif bekerja sama dan membantu anggota kelompok Aktif bekerja sama Kadang terlibat dalam kerja kelompok Belum menunjukkan kerja sama
Tanggung jawab Menyelesaikan tugas dengan sangat baik dan tepat waktu Menyelesaikan tugas dengan baik Menyelesaikan sebagian tugas Belum menyelesaikan tugas
Menghargai pendapat Selalu menghargai dan mendengarkan pendapat murid lain Sering menghargai pendapat Kadang menghargai pendapat Belum menunjukkan sikap menghargai
Komunikasi Menyampaikan pendapat dengan jelas dan santun Menyampaikan pendapat dengan cukup jelas Masih membutuhkan arahan Belum mampu menyampaikan pendapat dengan baik

3. Asesmen Pemahaman

Guru memberikan pertanyaan selama pembelajaran, misalnya:

  1. Apa saja faktor yang melatarbelakangi lahirnya Orde Baru?
  2. Bagaimana kondisi politik Indonesia menjelang lahirnya Orde Baru?
  3. Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia pada masa tersebut?
  4. Apa hubungan Tritura dengan kondisi politik saat itu?
  5. Apa peran Supersemar dalam proses menuju lahirnya Orde Baru?

4. Asesmen Presentasi

Murid mempresentasikan hasil diskusi kelompok dalam bentuk peta konsep, timeline, atau tabel sebab-akibat.

Rubrik penilaian:

Aspek Skor 4 Skor 3 Skor 2 Skor 1
Ketepatan materi Sangat tepat Tepat Cukup tepat Kurang tepat
Analisis sebab-akibat Sangat jelas dan logis Jelas Cukup jelas Belum jelas
Penyampaian Sangat jelas dan percaya diri Jelas Cukup jelas Kurang jelas
Kerja sama Semua anggota berperan aktif Sebagian besar aktif Beberapa anggota aktif Hanya sedikit yang berperan

5. Asesmen Refleksi

Di akhir pembelajaran, murid menjawab pertanyaan:

  • Apa hal baru yang murid pelajari hari ini?
  • Apa hal yang paling menarik bagi murid?
  • Apa kesulitan yang murid alami selama pembelajaran?
  • Nilai apa yang dapat murid ambil dari pembelajaran tentang lahirnya Orde Baru?
  • Bagaimana murid dapat menerapkan sikap cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?

Nilai KBC yang diamati:
Cinta ilmu, cinta tanah air, cinta sesama, gotong royong, toleransi, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan.

Asesmen Akhir Tujuan:
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran murid setelah menyelesaikan materi Lahirnya Orde Baru.Teknik: Tes tertulis.
Bentuk: uraian.

Soal Uraian

  1. Jelaskan kondisi politik Indonesia yang menjadi salah satu latar belakang lahirnya Orde Baru!
  2. Jelaskan kondisi ekonomi Indonesia menjelang lahirnya Orde Baru!
  3. Jelaskan hubungan antara G30S 1965, Tritura, dan proses menuju lahirnya Orde Baru!
  4. Jelaskan secara singkat kedudukan Supersemar dalam proses peralihan menuju Orde Baru!
  5. Apa nilai yang dapat murid ambil dari mempelajari proses lahirnya Orde Baru untuk kehidupan berbangsa dan bernegara?

Pedoman Penskoran Uraian

Skor Kriteria
4 Jawaban sangat lengkap, tepat, logis, dan mampu menghubungkan beberapa fakta sejarah.
3 Jawaban tepat dan cukup lengkap, tetapi masih terdapat sedikit kekurangan.
2 Jawaban sebagian benar, tetapi penjelasan masih terbatas.
1 Jawaban kurang tepat dan sangat terbatas.
0 Tidak menjawab atau jawaban tidak sesuai.

Kriteria Ketercapaian

Murid dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran apabila mampu:

  • menjelaskan latar belakang lahirnya Orde Baru;
  • mengidentifikasi kondisi politik dan ekonomi Indonesia;
  • menjelaskan peristiwa-peristiwa penting menuju lahirnya Orde Baru;
  • menjelaskan hubungan sebab-akibat antarperistiwa;
  • menunjukkan sikap kritis, menghargai perbedaan pendapat, dan mencerminkan nilai cinta tanah air serta cinta sesama.

Tindak lanjut:

  • Murid yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kegiatan pengayaan berupa analisis sumber sejarah atau pembuatan timeline lahirnya Orde Baru.
  • Murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan pembelajaran remedial melalui materi yang lebih sederhana, bimbingan, dan latihan soal bertahap.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5,
Pertemuan Ke-2

Kehidupan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *