Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Bahasa Inggris Narrative Text 3

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Bab I. Narrative Text 3
I Spesfikasi
Nama Penyusun Heny Astuti, M.Pd.
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Fase/Kelas/Semester F/XII/1
Topik Pembelajaran Narrative Text 3
Alokasi Waktu 6 kali pertemuan @ 3JP (3×6=18 JP), 1 JP =45 menit, total waktu 810 menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia

Murid mengidentifikasi nilai-nilai positif dalam Narrative Text jenis Fairy Tale yang berkaitan dengan sikap jujur, bertanggung jawab, menyayangi sesama, dan menghargai orang lain, kemudian menyampaikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penalaran Kritis

Murid mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, dan penyelesaian dalam Narrative Text jenis Fairy Tale serta menentukan pesan moral berdasarkan tindakan tokoh dan penyelesaian cerita.

3. Kreativitas

Murid mengembangkan Narrative Text jenis Fairy Tale berdasarkan ide yang dipilih dan menyajikannya secara kreatif melalui tulisan yang dilengkapi gambar, ilustrasi, atau media pendukung lainnya.

4. Kolaborasi

Murid bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, dan penyelesaian dalam Narrative Text jenis Fairy Tale, kemudian menyusun kerangka cerita sesuai dengan generic structure-nya.

5. Kemandirian

Murid secara mandiri mengembangkan kerangka Narrative Text jenis Fairy Tale yang telah disusun menjadi cerita utuh sepanjang ±300 kata dengan struktur orientation, complication, dan resolution serta menggunakan unsur kebahasaan yang sesuai.

6. Komunikasi

Murid menyampaikan Narrative Text jenis Fairy Tale yang telah dibuat secara lisan dan tulisan.

3 Topik Panca Cinta

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fairy Tale, murid mengidentifikasi nilai-nilai kebaikan melalui perilaku tokoh dalam cerita dan mengaitkannya dengan nilai-nilai ajaran Islam. Murid menerapkan keteladanan Rasulullah saw. dengan bersikap jujur, menyayangi sesama, bertanggung jawab, dan berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

2. Cinta Ilmu

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fairy Tale, murid memperoleh informasi dari teks dan media visual untuk mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, penyelesaian masalah, serta unsur kebahasaannya, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyusun Narrative Text jenis Fairy Tale sesuai dengan struktur teksnya dan menyampaikan cerita yang telah dibuat.

3. Cinta Diri dan Sesama

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fairy Tale, murid mengidentifikasi berbagai perilaku tokoh dalam menghadapi konflik dan berinteraksi dengan tokoh lainnya. Murid menerapkan sikap menghargai diri sendiri dan sesama dengan meneladani perilaku baik tokoh.

4. Cinta Tanah Air

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fairy Tale, murid mengidentifikasi berbagai cerita dan nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Murid menerapkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya Indonesia dengan menghargai dan melestarikan cerita sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

4 Materi Integrasi KBC Kebaikan dan kasih sayang sebagai nilai moral yang tercermin dalam berbagai cerita dongeng.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025

Menyimak – Berbicara

Memahami alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan fiksi dan non fiksi tentang isu terkini atau topik terkait mata pelajaran lain; menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik yang dibahas.

Membaca – Memirsa

Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks fiksi dan non fiksi tertulis atau teks multimodal tentang isu terkini atau topik yang terkait mata pelajaran lain.

Menulis – Mempresentasikan

Mengomunikasikan gagasan atau pengalaman secara tertulis atau multimodal dalam berbagai jenis teks fiksi dan nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat dan kompleks dengan menggunakan berbagai media presentasi (cetak dan digital) untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda; menunjukkan strategi koreksidalam kaidah menulis baik dengan bantuan pendidik maupun mandiri; mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu terkini atau topik yang terkait mata pelajaran lain.

2 Tujuan Pembelajaran Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)

1. Murid mampu menemukan gagasan utama dari teks narrative lisan yang diperdengarkan.2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks narrative lisan yang diperdengarkan.

3. Murid mampu mengidentifikasi perasaan, pikiran, atau respons tokoh yang terdapat dalam teks narrative lisan yang diperdengarkan.

4. Murid mampu mempraktikkan dialog yang mengandung ekspresi memberikan pujian dan merespons pujian (Expressing Compliments and Responses) dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)

1. Murid mampu menemukan gagasan utama dari teks narrative tulis maupun visual secara tepat.

2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks narrative tulis maupun visual secara tepat.

3. Murid mampu mengidentifikasi pesan moral yang terdapat dalam teks narrative.

4. Murid mampu mengidentifikasi perasaan, pikiran, atau respons tokoh yang terdapat dalam teks narrative.

5. Murid mampu menemukan makna kosakata tertentu dalam teks narrative, termasuk istilah dan frasa penting, serta mengidentifikasi sinonim dan antonim berdasarkan konteks.

6. Murid mampu menarik kesimpulan berdasarkan informasi dan peristiwa yang disajikan dalam teks narrative.

7. Murid mampu mengidentifikasi unsur kebahasaan seperti Past Future dan Mental Verbs yang terdapat dalam teks narrative.

Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)

1. Murid mampu menyusun kerangka Narrative Text jenis Fairy Tale dengan struktur orientation, complication, dan resolution, serta menentukan tokoh, tempat, waktu, konflik, penyelesaian, dan pesan moral dalam cerita.

2. Murid mampu membuat contoh penggunaan Past Future dan Mental Verbs dalam kerangka Narrative Text jenis Fairy Tale sesuai dengan konteks cerita.

3. Murid mampu mengembangkan kerangka karangan yang teah dibuat menjadi teks lengkap sepanjang ±300 kata.

4. Murid mampu mempresentasikan atau menceritakan narrative text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai.

3 Kerangka Pembelajaran 1. Praktik Pedagogik

a. Model Pembelajaran: LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi), yang meliputi kegiatan memperoleh informasi melalui literasi, menghubungkan informasi dengan materi melalui orientasi, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas melalui kolaborasi, serta mengevaluasi pengalaman belajar melalui refleksi.

b. Metode Pembelajaran: tanya jawab, diskusi, penugasan, dan presentasi.

2. Kemitraan pembelajaran (opsional): 

Lingkungan Sekolah: Guru berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan sumber belajar dan mengarahkan murid untuk membaca, membahas, dan mengidentifikasi unsur-unsur Narrative Text jenis Fairy Tale, seperti tokoh, karakter tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, dan penyelesaian masalah. Teman sebaya menjadi mitra belajar melalui kegiatan diskusi kelompok, pemilihan cerita, penyusunan kerangka cerita, dan pemberian umpan balik terhadap teks Fairy Tale yang dibuat. Perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menemukan berbagai cerita Fairy Tale dan mendukung pengembangan cerita yang akan dibuat.

3. Lingkungan Pembelajaran

a. Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel agar murid dapat bekerja secara individu, berpasangan, maupun berkelompok. Papan tulis digunakan untuk mencatat kosakata, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang dibahas selama pembelajaran.

b. Ruang Virtual: Internet digunakan untuk mencari informasi dan contoh teks yang mendukung kegiatan pembelajaran. Murid dapat memanfaatkan media digital untuk mengakses materi, mengolah informasi, mengerjakan tugas, mengembangkan teks, serta memublikasikan hasil karya melalui media yang sesuai.

c. Budaya Belajar

– Budaya Kolaboratif: Murid bekerja secara berkelompok dan berpasangan untuk berlatih dialog, membaca dan mendiskusikan Narrative Text jenis Fairy Tale, mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, dan penyelesaian masalah, serta memberikan masukan terhadap cerita teman.

– Budaya Kritis: Murid menganalisis Narrative Text jenis Fairy Tale dengan mengidentifikasi karakter tokoh, konflik, dan rangkaian peristiwa serta menentukan pesan moral berdasarkan perilaku tokoh dan penyelesaian masalah.

– Budaya Interaktif: Murid berinteraksi dengan guru dan teman melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, membaca, menceritakan kembali isi cerita, serta pemberian tanggapan terhadap hasil pekerjaan teman.

– Budaya Reflektif: Murid menyampaikan hal yang telah dipelajari, bagian pembelajaran yang dirasakan sulit, serta hal yang perlu diperbaiki berdasarkan pengalaman selama proses pembelajaran.

4. Pemanfaatan Digital (opsional)

Pemanfaatan gambar sebagai bahan pengamatan, audio sebagai bahan menyimak, monitor dan laptop untuk menampilkan materi pembelajaran, serta internet untuk mengakses sumber informasi dan memublikasikan hasil karya murid.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal:  (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Guess the Fairy Tale

Guru mengajak murid melakukan ice breaking “Guess the Fairy Tale” dengan memberikan beberapa petunjuk sederhana tentang tokoh dan peristiwa dalam Fairy Tale untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan pengetahuan awal murid.

Guru membacakan beberapa petunjuk, murid menebak judul Fairy Tale berdasarkan karakter dan peristiwa yang disebutkan.

“I am a girl who lives with my stepmother and stepsisters. I go to a royal ball and lose my glass slipper. What fairy tale am I from?”
…………………………………………………………..

5. Apersepsi

Guru mengajak murid mengingat pengalaman mereka membaca atau mendengar cerita Fairy Tale.

Have you ever read or heard a fairy tale?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka.

Guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana:

-What fairy tale do you remember?
-Who is the main character in the story?
-What happens to the main character?

Guru kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari:

“Good. Today, we will listen to a Narrative Text, especially Fairy Tale entitles “Snow White”. A Fairy Tale is a traditional story that often includes magical or imaginary characters, events, and places.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru memberikan beberapa pertanyaan pemantik untuk mengarahkan murid pada kegiatan menyimak Narrative Text jenis Fairy Tale “Snow White and the Seven Dwarfs”.

-Seeing from the tittle, who do you think the characters in this story will be?
-What do you think Snow White is like?

Beberapa murid menyampaikan pendapatnya.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan menyimak Narrative Text jenis Fairy Tale berjudul “ Snow White and the Seven Dwarfs” untuk menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dari cerita yang diperdengarkan. Murid juga akan menceritakan kembali teks naratif yang telah diperdengarkan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru memutar audio pendek berjudul “Snow White and the Seven Dwarfs”.

2. Murid menyimak audio untuk memperoleh informasi umum tentang cerita dan tokoh-tokoh di dalamnya.

3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan audio yang telah didengarkan:

– What is the story about?
– Who are the characters in the story?

4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka dengarkan.

5. Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama.

b. Orientasi

1. Guru mengajak murid menghubungkan informasi yang telah mereka dengarkan dengan pengalaman mereka tentang fairy tale melalui beberapa pertanyaan:

– Have you heard the story “Snow White and the Seven Dwarfs” before?
– What do you remember about the story

2. Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka tentang fairy tale dan informasi dari cerita “Snow White and the Seven Dwarfs” yang telah didengarkan.

3. Guru memperkenalkan beberapa kosakata kunci yang terdapat dalam teks lisan “Snow White and the Seven Dwarfs”.

4. Guru menjelaskan makna kosakata dan memberikan contoh penggunaannya dalam konteks cerita.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

c. Kolaborasi

Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa.

1. First Listening – Main Idea
Guru memutar audio dari teks “Snow White and the Seven Dwarfs” versi lengkap satu kali. Murid menyimak secara berkelompok untuk menemukan gagasan utama cerita dan mendiskusikan jawabannya berdasarkan pertanyaan:

What is the story about?

2. Second Listening – Detailed Information
Guru memutar kembali audio. Murid menyimak untuk menemukan informasi rinci dan mendiskusikan jawaban dari pertanyaan di bawah ini.

-Why did Snow White leave the castle?
-Where did Snow White go after leaving the castle?
-Who did Snow White meet in the forest?
-What did the evil queen do to Snow White?

3. Third Listening – Moral Lesson
Guru memutar kembali audio. Murid menyimak dan berdiskusi untuk menemukan pesan moral yang terdapat dalam cerita.

What moral lesson can you learn from the story?

4. Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan jawaban mereka.

5. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara lisan dan menceritakan kembali secara singkat cerita “Snow White and the Seven Dwarfs” berdasarkan informasi yang telah mereka dengarkan.

6. Guru dan murid membahas hasil diskusi bersama.

7. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberi penjelasan terkait jawaban yang kurang tepat.

8. Murid mendengarkan sebuah teks audio lagi berjudul “Cinderella” dan menjawab soal pilihan ganda secara individu. Teks yang digunakan berbeda dari teks yang telah dibahas dalam kegiatan kelompok agar kemampuan murid dapat diukur secara mandiri berdasarkan kemampuan mereka dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dari teks narrative yang baru. Namun demikian, teks yang digunakan tetap berhubungan erat dengan materi yang dipelajari, yaitu Narrative Text jenis Fairy Tale, sehingga murid tetap mengerjakan tugas dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam kegiatan pembelajaran.

Klik di SINI untuk menginput nilai siswa.

Bermakna dan Berkesadaran

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

– What did you learn from listening to the story “Snow White and the Seven Dwarfs”?
– Which part of the listening activity about “Snow White and the Seven Dwarfs” was the most interesting for you?
– Which part of the story was difficult for you to understand when listening to the audio?

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilalui hari ini.
  • Guru menegaskan bahwa dalam Narrative Text jenis Fairy Tale, murid dapat menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral melalui kegiatan menyimak cerita.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah berpartisipasi dalam pembelajaran.

3. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang, yaitu pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan kegiatan Listening-Speaking dengan mempelajari Expressing Compliments and Responses serta berlatih dan mempraktikkan dialognya.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran

Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang Narrative Text dan Fairy Tale. Pertanyaan yang digunakan antara lain:

– Have you heard the story “Snow White and the Seven Dwarfs” before?
– What do you remember about the story?
– Who are the main characters in the story?

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid ketika menyimak audio, menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok, mengidentifikasi main idea, detailed information, dan pesan moral cerita, serta menceritakan kembali secara singkat cerita “Snow White and the Seven Dwarfs” secara lisan. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban dan penyampaian yang tepat serta memberikan penjelasan terkait jawaban atau penyampaian yang kurang tepat.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid menyimak audio “Cinderella” kemudian mengerjakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda secara individu. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dalam Narrative Text lisan yang diperdengarkan.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Guess the Compliment

Guru mengajak murid melakukan ice breaking “Guess the Compliment” dengan menyebutkan beberapa situasi sederhana. Murid secara bergantian menebak ungkapan pujian yang sesuai untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan pengetahuan awal murid tentang Expressing Compliments and Responses.

Guru menyebutkan satu situasi, kemudian menunjuk beberapa murid untuk menyebutkan ungkapan pujian yang sesuai.

  • your friend gets a good score
  • your friend does a great presentation
  • your friend has a beautiful drawing
  • your friend wears a nice outfit

Contoh:

Guru: Your friend gets a good score. What do you say?
Murid: ………………………..

Guru: Your friend does a great presentation. What do you say?
Murid: …………………………

Guru: Your friend has a beautiful drawing. What do you say?
Murid: …………………………

Guru: Your friend wears a nice outfit. What do you say?
Murid: ………………………….

Guru mengaitkan materi Expressing Compliments and Responses dengan Fairy Tale “Snow White and the Seven Dwarfs” yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan:

  • What did the people say about Snow White’s beauty?
  • How did Snow White respond when someone complimented her?

Murid menjawab berdasarkan cerita yang telah didengarkan pada pertemuan sebelumnya dan pengetahuan mereka tentang ungkapan pujian.

Guru kemudian menjelaskan:

“In the previous meeting, you listened to a Fairy Tale and learned about Snow White’s story. In the story, there are situations where someone gives a compliment and the compliment is responded to. Today, you will learn how to give compliments and respond to compliments in different situations.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan murid pada materi Expressing Compliments and Responses.

– What do you say when you think someone looks beautiful?
– What do you say when your friend does a great job?
– How do you respond when someone compliments you?

Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan belajar cara mengungkapkan pujian dan meresponnya (Expressing Compliments and Responses), berlatoh dan mempraktikkan dialognya  dengan memperhatikan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

  1. Guru memutar audio pendek berupa dialog tentang isu reducing plastic use.
  2. Murid menyimak dialog untuk mengidentifikasi opinions dan arguments yang disampaikan oleh para pembicara.
  3. Guru mengajukan pertanyaan:
    • What is the topic of the conversation?
    • What opinions do the speakers express?
    • What reasons or arguments do the speakers give?
  4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan dialog yang didengarkan dan guru memberikan feedback atas jawaban-jawaban murid.

b. Orientasi

  1. Guru menampilkan naskah dialog yang telah didengarkan pada kegiatan Literasi dan mengajak murid mengidentifikasi ungkapan yang digunakan untuk menyampaikan pendapat dan memberikan alasan atau argumen melalui pertanyaan:
    • Which expressions does the speaker use to express an opinion?
    • Which expressions are used to give a reason or argument?
  2. Guru menjelaskan bahwa Expressing Opinions and Arguments merupakan ungkapan yang digunakan untuk menyampaikan pendapat tentang suatu isu serta memberikan alasan atau argumen untuk menjelaskan dan mendukung pendapat tersebut.
  3. Guru menjelaskan pola sederhana dalam menyampaikan pendapat dan argumen:

    Opinion → Reason/Argument

    Guru memberikan contoh:

    In my opinion, people should reduce the use of plastic because it causes environmental pollution.

    Guru menjelaskan bagian opinion dan reason/argument dalam kalimat tersebut.

  4. Guru menyampaikan materi Expressing Opinions and Arguments secara lengkap, meliputi:

    • Asking for Opinions
    • Expressing Opinions
    • Giving Reasons and Arguments
    • Giving Examples
    • Agreeing
    • Disagreeing
    • Concluding

    Guru menjelaskan fungsi dan memberikan contoh penggunaan setiap expression dalam kalimat dengan konteks yang relevan.

  5. Guru memberikan contoh dialog yang menggunakan berbagai expressions of opinions and arguments dalam konteks isu pengurangan penggunaan plastik.
  6. Guru bersama murid membahas dialog tersebut dengan mengidentifikasi penggunaan ungakapan pendapat, alasan atau argumen, persetujuan atau ketidaksetujuan, contoh, dan kesimpulan yang terdapat dalam dialog.
  7. Guru menjelaskan bahwa pada kegiatan berikutnya murid akan berlatih dan mempraktekkan dialog itu secara berpasangan.
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi

Latihan Dialog (20 menit)

  1. Guru meminta murid secara pasangan berlatih dialog Expressing Opinions and Arguments yang telah dipelajari dengan memerhatikan pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.
  2. Guru berkeliling mengamati kegiatan murid, memberikan umpan balik, dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam mempraktikkan dialog.

d. Menampilkan Dialog (35 menit)

  1. Murid secara berpasangan tampil di depan kelas untuk mempraktikkan dialog Expressing Opinions and Arguments.
  2. Guru menilai kemampuan berbicara murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancaran, serta ketepatan dalam menyampaikan pendapat dan argumen.
  3. Guru memberikan umpan balik singkat terhadap penampilan murid.

Klik di sini untuk menginput nilai siswa.

Merefleksi
(Bermakna dan Berkesadaran)

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  1. What did you learn from expressing your opinion and supporting it with arguments?
  2. Which expression of opinion or argument did you find interesting?
  3. Which part of the speaking activity did you find difficult?
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

a. Guru memberikan penguatan

  1. Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan hari ini.
  2. Guru menegaskan bahwa dalam menyampaikan pendapat, murid dapat memberikan reason atau argument untuk mendukung pendapat tersebut.

b. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

c. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar Reading–Viewing masih dengan materi Analytical Exposition Text.

d. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap pembelajaran sebelumnya tentang writer’s opinion dan arguments, serta pengetahuan awal murid tentang cara menyampaikan pendapat dan alasan secara lisan. Pertanyaan yang digunakan antara lain:

-What did you learn in the previous meeting?

-What was the writer’s opinion in ‘Why Reducing Plastic Use Is Important for the Environment,’ and what arguments supported it?

-How do you usually express your opinion when you talk about an environmental issue?

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid ketika menyimak dialog, mengidentifikasi expressions of opinions and arguments, menjawab pertanyaan, serta berlatih dialog secara berpasangan. Guru memberikan umpan balik dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan, pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid secara berpasangan mempraktikkan dialog Expressing Opinions and Arguments di depan kelas. Guru menilai kemampuan berbicara masing-masing murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancaran, serta ketepatan dalam menyampaikan pendapat dan argumen.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal (10 Menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam kepada murid dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Guess the Fairy Tale

Guru menampilkan tiga gambar secara berurutan yang menggambarkan beberapa adegan dari sebuah fairy tale Indonesia. Murid mengamati gambar dan menebak judul cerita berdasarkan adegan yang ditampilkan.

Lalu guru bertanya:

  • What fairy tale is shown in these pictures?
  • Who is the main character in the story?
  • What do you remember about the story?

Murid 1: ………………………………………
Murid 2: ……………………………………..
Murid 3: ……………………………………..

5. Apersepsi

Guru bertanya materi pada pertemuan sebelumnya:

– What did you learn from “Snow White and the Seven Dwarfs”?
– Which part of the story do you remember most?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pembelajaran sebelumnya.

Lalu guru mengaitkannya dengan pembelajaran hari ini:

“In the previous meeting, you listened to a foreign Fairy Tale and practiced expressing compliments and responses. Today, you will read and view a Fairy Tale from Indonesia, “Timun Mas”, and explore the story through reading.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk membangun rasa ingin tahu murid terhadap cerita yang akan dipelajari:

– Have you ever heard a fairy tale from Indonesia?
– What do you think “Timun Mas” is about?
– What would you do if a giant chased you?

Beberapa murid menyampaikan pendapatnya.

7. Penyampain Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan belajar Reading–Viewing melalui Narrative Text jenis Fairy Tale berjudul “Timun Mas.” Murid akan berlatih menemukan gagasan utama dan informasi rinci, mengidentifikasi pesan moral, menentukan kata atau frasa yang dirujuk oleh kata ganti (reference pronouns), menemukan makna kosakata berdasarkan konteks termasuk sinonim dan antonim, menarik kesimpulan berdasarkan informasi dalam teks, serta mengidentifikasi unsur kebahasaan seperti Past Future dan Mental Verbs yang digunakan dalam teks.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru menampilkan tiga gambar yang berkaitan dengan cerita “Timun Mas”.

2. Murid mengamati gambar.

3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan pengamatan murid:

  • Who can you see in the pictures?
  • Where are they?
  • What do you think is happening?

4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari gambar.

5. Guru dan murid membahas jawaban bersama sebagai pengantar menuju pembelajaran Reading–Viewing Narrative Text jenis Fairy Tale.

b. Orientasi

1. Guru menampilkan teks “Timun Mas” beserta ilustrasinya.

2. Murid membaca teks sambil mengamati ilustrasi untuk menemukan informasi penting dalam cerita.

Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan teks:

  • What is the main problem in the story?
  • Why does Timun Mas run away from the giant?

3. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi dalam teks.

4. Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama.

5. Guru memperkenalkan kosakata kunci dalam teks seperti: hermit, bundle, giant, chase, escape, seeds, forest, swamp, dan mud.

6. Guru menjelaskan makna kosakata tersebut berdasarkan konteks cerita.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan)

c. Kolaborasi

1. Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa.

2. Guru meminta murid membaca teks “Timun Mas” secara keseluruhan sambil mengamati ilustrasi yang terdapat dalam teks.

3. Setelah membaca, setiap kelompok mendiskusikan dan menjawab beberapa pertanyaan untuk menemukan gagasan utama dan informasi rinci, seperti:

  • What is the story mainly about?
  • What problem did Mbok Rondo face?
  • What did the hermit give to Timun Mas?
  • What did Timun Mas use to stop the giant?
  • What happened to the giant at the end of the story?
  • What can you conclude about Timun Mas from the way she faced the giant?

4. Setiap kelompok mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, dan penyelesaian dalam cerita.

Characters:
……………………………………….

Characters’ Traits:
……………………………………….

Conflict:
……………………………………….

Resolution:
……………………………………….

5. Setiap kelompok mendiskusikan pesan moral yang terdapat dalam cerita berdasarkan tindakan tokoh dan penyelesaian konflik.

Moral Message:
……………………………………………………………..

6. Guru menjelaskan beberapa unsur kebahasaan yang digunakan dalam Narrative Text jenis Fairy Tale, yaitu Past Future, dan Mental Verbs, beserta contoh penggunaannya dalam teks.

7. Setiap kelompok mencari dan mencatat contoh Past Future, dan Mental Verbs yang terdapat dalam teks.

Past Future:
……………………………………………………………..

Mental Verbs:
……………………………………………………………..

8. Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya. Guru bersama murid membahas hasil diskusi serta memberikan apresiasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat dan penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.

9. Guru meminta murid secara individu menjawab soal pilihan ganda berdasarkan teks baru berjudul “Keong Mas”. Guru menggunakan teks yang berbeda dari teks yang telah dibahas dalam diskusi kelompok agar kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, pesan moral, referensi kata ganti, makna kosakata, kesimpulan, serta unsur kebahasaan dapat diukur secara mandiri. Meskipun berbeda, teks yang digunakan tetap berkaitan dengan materi yang dipelajari, yaitu Narrative Text jenis Fairy Tale.

Merefleksi
(Bermakna dan Berkesadaran)

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  1. What did you learn from “Timun Mas”?
  2. Which part of the story “Timun Mas” was the most interesting for you?
  3. Which part of the story “Timun Mas” did you find difficult to understand?
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

–Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini.

–Guru menegaskan bahwa Narrative Text jenis Fairy Tale menyajikan cerita dengan tokoh, konflik, dan penyelesaian yang dapat mengandung unsur imajinatif serta pesan moral. Guru juga mengingatkan penggunaan unsur kebahasaan Past Future dan Mental Verbs dalam teks.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Writing–Presenting dengan materi Narrative Text jenis Fairy Tale.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang pembelajaran sebelumnya serta pengetahuan awal mereka tentang Narrative Text jenis Fairy Tale yang akan dipelajari.

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru memperhatikan murid ketika mereka mengamati gambar, membaca teks, berdiskusi, serta menyampaikan hasil diskusi. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat serta penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid secara individu mengerjakan tes tertulis dengan soal pilihan ganda. Teks Fairy Tale yang digunakan berjudul “Bawang Merah and Bawang Putih”. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, pesan moral, kata atau frasa yang dirujuk oleh reference pronouns, makna kosakata termasuk sinonim dan antonim, kesimpulan, serta unsur kebahasaan berupa Past Future dan Mental Verbs.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Complete the Story

Guru memulai sebuah cerita dengan satu kalimat, kemudian beberapa murid secara bergantian melanjutkan cerita dengan satu kalimat sederhana.

Contoh:

Teacher: One day, Jaka Tarub was walking in the forest when he saw seven beautiful women bathing in a lake.

Student 1: …………………………………………

Student 2: …………………………………………

Student 3: …………………………………………

Student 4: …………………………………………

Guru dapat menghentikan cerita setelah 4–5 murid melanjutkan.

Guru kemudian mengatakan:

“Great! You have just created a story together. Today, you will create your own Fairy Tale.”

5. Apersepsi

Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan materi pada pertemuan sebelumnya melalui beberapa pertanyaan:

  • What Fairy Tale did you read in the previous meeting?
  • Who were the characters in the story?
  • What was the conflict in the story?
  • How was the conflict resolved?
  • What was the moral message of the story?

Beberapa murid menyampaikan jawabannya.

Guru kemudian menghubungkan jawaban murid dengan pembelajaran hari ini:

“In the previous meeting, you learned about the characters, conflict, resolution, and moral message of a Fairy Tale. Today, you will use these elements to create your own Fairy Tale.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk membangun ide dan kreativitas murid sebelum menulis:

  • Which Fairy Tale do you want to create?
  • Who will be the main characters in your story?
  • What problem will the characters face?
  • How will the problem be resolved?
  • What lesson do you want readers to learn from your story?

Beberapa murid menyampaikan jawabannya.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan menyusun kerangka Narrative Text jenis Fairy Tale dengan struktur orientation, complication, dan resolution**. Murid juga akan menentukan tokoh, konflik, penyelesaian, dan pesan moral yang akan dikembangkan dalam cerita.

B. Kegiatan Inti (105 menit)

a. Literasi

1. Guru menampilkan beberapa pilihan ide cerita yaitu:

  • The Golden Snail (Keong Mas)
  • Lutung Kasarung
  • Jaka Tarub and Nawangwulan
  • Bawang Merah and Bawang Putih
  • Cindelaras

2. Murid memilih satu ide cerita yang akan dikembangkan menjadi Narrative Text jenis Fairy Tale.

3. Guru menampilkan kembali contoh Narrative Text jenis Fairy Tale yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, yaitu “Timun Mas”.

4. Murid membaca contoh tersebut dan mengidentifikasi:

– Orientation
– Complication
– Resolution

5. Guru mengingatkan kembali unsur kebahasaan yang digunakan dalam Narrative Text jenis Fairy Tale, yaitu Past Future dan Mental Verbs.

6. Guru menunjukkan beberapa contoh kalimat yang mengandung language features tersebut dari teks “Timun Mas”.

b. Orientasi

1. Guru menjelaskan langkah-langkah menyusun Narrative Text jenis Fairy Tale, yaitu menentukan ide dan tokoh cerita, mengembangkan orientation, complication, dan resolution, kemudian merevisi kerangka cerita.

2. Guru menjelaskan kembali fungsi setiap bagian dalam Narrative Text jenis Fairy Tale:

– Orientation digunakan untuk memperkenalkan tokoh, tempat, waktu, dan situasi awal cerita.

– Complication digunakan untuk menceritakan masalah atau konflik yang dihadapi tokoh.

– Resolution digunakan untuk menceritakan penyelesaian masalah atau konflik.

3. Guru menunjukkan kepada murid bagaimana ide cerita dikembangkan menjadi orientation, kemudian complication, dan diselesaikan melalui resolution dengan memberikan pertanyaan panduan untuk membantu murid mengembangkan ide cerita:

  • Who are the characters in your story?
  • Where and when does the story happen?
  • What problem does the main character face?
  • How is the problem resolved?
  • What lesson can readers learn from the story?

4. Guru mengingatkan murid bahwa kerangka karangan yang telah dibuat akan dikembangkan menjadi cerita sepanjang sekitar 300 kata dengan menggunakan unsur kebahasaan Past Future dan Mental Verbs.

c. Kolaborasi

1. Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 5 anggota berdasarkan ide cerita yang telah dipilih.

2. Setiap kelompok mendiskusikan ide cerita untuk menentukan tokoh, tempat, waktu, konflik, penyelesaian, dan pesan moral sebagai dasar dalam membuat kerangka Narrative Text jenis Fairy Tale.

3. Setiap kelompok menyusun kerangka cerita berdasarkan orientation, complication, dan resolution yang telah ditentukan.

4. Setiap kelompok menuliskan contoh penggunaan Past Future dan Mental Verbs dalam kalimat yang berkaitan dengan cerita yang akan dibuat sebagai persiapan untuk mengembangkan kerangka menjadi cerita.

b. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  • What did you learn from today’s writing activity?
  • What was difficult when you made your Fairy Tale outline?
  • Which part of your Fairy Tale outline do you like the most?
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1.Penguatan

a. Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari memilih ide cerita hingga menyusun kerangka Narrative Text jenis Fairy Tale.

b. Guru menegaskan bahwa kerangka yang telah disusun akan menjadi dasar untuk mengembangkan Narrative Text dengan struktur orientation, complication, dan resolution, serta menggunakan Past Future dan Mental Verbs dalam cerita.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text sepanjang 300 kata, melakukan revisi, dan mempresentasikan atau menceritakan karya yang telah dibuat dengan menggunakan media yang sesuai.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6

Pertemuan Ke-5
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)

A. Kegiatan Awal: (10 menit)

Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: 

Guru mengingatkan kembali kegiatan Complete the Story pada pertemuan sebelumnya. Guru mengambil salah satu bagian tengah cerita Jaka Tarub and Nawangwulan, kemudian meminta beberapa murid secara bergantian melanjutkan cerita dengan satu kalimat.

Teacher: Jaka Tarub secretly opened the rice pot.

Student 5: ………………………………………
Student 6: ………………………………………
Student 7: ………………………………………
Student 8: ………………………………………

Guru mengapresiasi jawaban murid dan mengaitkan kegiatan dengan pembelajaran hari ini, yaitu mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi teks lengkap Narrative Text jenis Fairy Tale sepanjang ±300 kata dan mempersiapkannya untuk dipresentasikan.

5. Apersepsi

Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengingat kembali kegiatan pada pertemuan sebelumnya:

  • What Fairy Tale did you choose in the previous meeting?
  • Who are the characters in your story?
  • What is the problem in your story?
  • How will you solve the problem in your story?

Beberapa murid menyampaikan jawabannya.

Guru kemudian menghubungkan jawaban murid dengan pembelajaran hari ini:

“In the previous meeting, you created an outline for your Fairy Tale. Today, you will develop your outline into a complete story and present it.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengingatkan murid pada kegiatan pertemuan sebelumnya:

  • What Fairy Tale did you choose in the previous meeting?
  • Who are the characters in your story?
  • What is the problem in your story?
  • How will you solve the problem in your story?

Beberapa murid menyampaikan jawabannya.

Guru kemudian menghubungkan jawaban murid dengan pembelajaran hari ini:

“In the previous meeting, you created an outline for your Fairy Tale. Today, you will develop your outline into a complete story and present it.”

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text jenis Fairy Tale sederhana sepanjang ±300 kata dengan menggunakan Past Future dan Mental Verbs secara tepat. Murid juga akan mempresentasikan atau menceritakan Narrative Text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai.

B. Kegiatan Inti (105 menit)

Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Lanjutan Kegiatan Pertemuan Sebelumnya

1. Murid secara mandiri mengembangkan kerangka yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya menjadi Narrative Text jenis Fairy Tale sepanjang ±300 kata dengan menggunakan Past Future dan Mental Verbs.

2. Murid bertukar hasil tulisan dengan teman sebangku untuk memberikan masukan terkait dengan:

– kelengkapan struktur teks: orientation, complication, dan resolution,
– kelogisan antara konflik dan penyelesaian;
– penggunaan Past Future,
– dan penggunaan Mental Verbs,

3. Murid memperbaiki tulisan masing-masing sesuai dengan masukan yang diterima.

4. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik selama proses penulisan dan revisi.

5. Murid menyiapkan Narrative Text yang telah diperbaiki untuk dipresentasikan dengan menggunakan media yang sesuai.

6. Murid melakukan publikasi teksnya masing-masing dan memberikan alamat aksesnya kepada guru agar agar guru dapat melakukan penilaian.

8. Guru memberikan apresiasi terhadap hasil karya murid dan penjelasan terhadap bagian yang masih perlu diperbaiki.

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  1. What did you learn from today’s writing and presenting activity?
  2. What was difficult when you developed your outline into a complete Fairy Tale?
  3. How did you feel when you presented your Fairy Tale?
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Penguatan

a. Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text jenis Fairy Tale, melakukan revisi, hingga mempresentasikan cerita yang telah dibuat.

b. Guru menegaskan bahwa Narrative Text jenis Fairy Tale disusun dengan struktur orientation, complication, dan resolution serta menggunakan Past Future dan Mental Verbs secara tepat.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi, kreativitas, dan keberanian mereka dalam menulis serta mempresentasikan Narrative Text jenis Fairy Tale.

3. Guru menyampaikan bahwa pembelajaran Narrative Text jenis Fairy Tale telah selesai dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Listening–Speaking dengan materi Discussion Text.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Asesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Asesmen untuk mengetahui kesiapan dan pengetahuan awal murid sebelum mengembangkan Narrative Text jenis Fairy Tale. Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid tentang struktur dan language features Narrative Text jenis Fairy Tale, serta kesiapan murid untuk mengembangkan kerangka yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pengembangan dan penyempurnaan tulisan. Guru mengamati murid ketika mengembangkan kerangka menjadi teks, bertukar tulisan, memberikan dan menerima masukan, melakukan revisi, serta mempersiapkan dan mempresentasikan cerita. Guru memberikan bimbingan, apresiasi, dan umpan balik terhadap proses dan hasil kerja murid.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada akhir rangkaian kegiatan.

Murid menghasilkan Narrative Text jenis Fairy Tale sepanjang ±300 kata berdasarkan kerangka yang telah dibuat, dengan struktur orientation, complication, dan resolution serta menggunakan Past Future dan Mental Verbs secara tepat. Murid kemudian mempresentasikan teks yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai. Guru menilai teks dan presentasi murid berdasarkan kelengkapan struktur, ketepatan penggunaan unsur kebahasaan, kejelasan isi, dan keruntutan cerita.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
MAN 1 Bandar Lampung, Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *