Perencanaan Pembelajaran Digital Terintergrasi Mata Pelajaran Geografi Man 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Geografi
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Geografi 
Pengembangan Wilayah, Tata Ruang dan Pengaruhnya  Terhadap Kebahagiaan 
I Spesifikasi
Nama Penyusun Putri Nadia, M.Pd
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Geografi
Fase/Kelas/Semester F/XII/ Satu
Topik Pembelajaran Pengembangan Wilayah, Tata Ruang dan Pengaruhnya Terhadap Kebahagiaan
Alokasi Waktu  4 Pertemuan 3 jp x 45 Menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional)  
  • Guru memulai dengan mengajak peserta didik untuk melakukan latihan pernapasan singkat atau mindfulness untuk menenangkan pikiran dan fokus pada pembelajaran yang akan datang.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: “Apa yang membuat suatu tempat nyaman untuk ditinggali? Bagaimana tata ruang di sekitar sekolah atau rumah kalian memengaruhi kegiatan sehari-hari kalian?” (membangkitkan kesadaran akan lingkungan sekitar).

Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning):

  • Guru menampilkan gambar atau video yang relevan dengan isu pengembangan wilayah di Indonesia (misalnya, pembangunan IKN, reklamasi pantai, atau pengembangan desa wisata) dan meminta peserta didik untuk mengutarakan kesan dan pertanyaan mereka.
  • Guru menjelaskan relevansi materi dengan kehidupan nyata dan prospek karir di masa depan.

Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning):

  • Guru menggunakan kuis interaktif singkat (misalnya, menggunakan Mentimeter atau Kahoot) tentang pengetahuan umum seputar wilayah dan ruang, sebagai ice breaking yang menyenangkan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan antusias dan mendorong rasa ingin tahu peserta didik.
2 Dimensi Profil Lulusan Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
  • Kewargaan: Peserta didik memahami peran mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab dalam pembangunan wilayah dan tata ruang yang berkelanjutan.
  • Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis permasalahan pengembangan wilayah dan tata ruang, mengidentifikasi akar masalah, serta merumuskan solusi inovatif.
  • Kreativitas: Peserta didik mampu mengusulkan ide-ide baru atau pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan tantangan pengembangan wilayah dan tata ruang.
  • Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama dalam studi kasus pengembangan wilayah.
  • Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas proses belajar serta hasil kerja mereka.
  • Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide, argumen, dan hasil temuan secara jelas dan persuasif.
3 Topik Panca Cinta
4 Materi Integrasi KBC
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Pada akhir Fase F, peserta didik mampu mengkaji proses pengembangan wilayah yang dipengaruhi oleh potensi wilayah dan kebencanaan, mengkaji permasalahan dan kebijakan pengembangan wilayah, serta menyajikan analisis dan rekomendasi terkait isu-isu pengembangan wilayah dan tata ruang yang berkelanjutan, dengan memperhatikan dampak terhadap kebahagiaan masyarakat.
2 Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1: Konsep Dasar Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang
  • Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik mampu mengidentifikasi konsep dasar pengembangan wilayah dan tata ruang dengan tepat (Pengetahuan).
  • Melalui analisis peta dan data sederhana, peserta didik mampu menguraikan faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan wilayah (Keterampilan).
  • Setelah pembelajaran, peserta didik menunjukkan minat untuk memahami lebih lanjut isu-isu pengembangan wilayah di lingkungan sekitar (Sikap).

Pertemuan 2: Permasalahan dan Tantangan dalam Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang

  • Melalui eksplorasi lapangan virtual atau observasi lingkungan sekitar, peserta didik mampu mengidentifikasi permasalahan konkret terkait pengembangan wilayah dan tata ruang di berbagai skala (Pengetahuan).
  • Melalui diskusi panel, peserta didik mampu menjelaskan dampak permasalahan pengembangan wilayah terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan (Keterampilan).
  • Peserta didik menunjukkan empati terhadap masyarakat yang terdampak oleh permasalahan pengembangan wilayah (Sikap).

Pertemuan 3: Kebijakan dan Strategi Pengembangan Wilayah Berkelanjutan

  • Melalui studi literatur dan wawancara (jika memungkinkan), peserta didik mampu menganalisis kebijakan pemerintah terkait pengembangan wilayah dan tata ruang (Pengetahuan).
  • Melalui simulasi pengambilan keputusan, peserta didik mampu merumuskan strategi alternatif untuk mengatasi permasalahan pengembangan wilayah secara berkelanjutan (Keterampilan).
  • Peserta didik menunjukkan sikap proaktif dalam mencari solusi terhadap permasalahan pengembangan wilayah (Sikap).

Pertemuan 4: Keterkaitan Pengembangan Wilayah, Tata Ruang, dan Kebahagiaan

  • Melalui studi kasus dan refleksi diri, peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan antara kualitas tata ruang dengan tingkat kebahagiaan masyarakat (Pengetahuan).
  • Melalui presentasi proyek, peserta didik mampu menyajikan gagasan pengembangan wilayah yang berorientasi pada kebahagiaan masyarakat dengan argumen yang kuat (Keterampilan).
  • Peserta didik menunjukkan penghargaan terhadap nilai-nilai keadilan sosial dan keberlanjutan dalam pengembangan wilayah (Sikap).

 

3 Kerangka Pembelajaran Praktik Pedagogik
  • Eksplorasi Lapangan (Virtual/Observasi Langsung): Peserta didik diajak mengamati dan mendokumentasikan kondisi pengembangan wilayah dan tata ruang di lingkungan sekitar (misalnya, perubahan fungsi lahan, pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, dll.). Jika tidak memungkinkan secara fisik, dapat menggunakan Google Earth, Google Maps, atau video dokumenter.
  • Wawancara (Opsional): Peserta didik dapat melakukan wawancara singkat dengan warga sekitar, tokoh masyarakat, atau pihak terkait (misalnya, perangkat desa/kelurahan, pelaku UMKM) mengenai persepsi mereka terhadap pengembangan wilayah dan tata ruang di daerahnya.
  • Diskusi Kelompok: Menganalisis hasil observasi/wawancara, mengidentifikasi permasalahan, merumuskan solusi, dan mengembangkan ide proyek.
  • Presentasi Proyek: Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka, termasuk analisis, rekomendasi, atau gagasan pengembangan wilayah yang inovatif.
  • Studi Kasus: Menganalisis kasus-kasus nyata pengembangan wilayah di Indonesia maupun global, baik yang sukses maupun yang menghadapi tantangan.

Mitra Pembelajaran

  • Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Ekonomi, Sosiologi, TIK), pustakawan.
  • Lingkungan Luar Sekolah: Pemerintah daerah (Dinas Tata Ruang, Bappeda), lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang lingkungan atau pembangunan, akademisi/praktisi geografi.
  • Masyarakat: Tokoh masyarakat, warga lokal yang memiliki pengalaman atau pandangan terkait pengembangan wilayah di daerahnya.

Lingkungan Belajar

  • Ruang Fisik: Kelas yang fleksibel untuk diskusi kelompok dan presentasi, perpustakaan sekolah untuk literatur.
  • Ruang Virtual: Platform pembelajaran daring (Google Classroom), aplikasi konferensi video (Zoom/Google Meet) untuk diskusi atau presentasi jarak jauh, situs web pemerintah daerah/pusat terkait tata ruang, artikel ilmiah daring.

Pemanfaatan Digital

  • Perpustakaan Digital: Akses e-book, jurnal, artikel ilmiah tentang pengembangan wilayah dan tata ruang.
  • Forum Diskusi Daring: Diskusi asinkronus melalui Google Classroom atau platform lain untuk berbagi ide, bertanya, dan memberikan umpan balik.
  • Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuesioner asesmen awal, atau platform kuis interaktif seperti Kahoot/Mentimeter untuk evaluasi formatif.
  • Alat Visualisasi: Penggunaan aplikasi SIG sederhana (QGIS, ArcGIS Online), Google Earth, atau aplikasi desain grafis untuk membuat peta tematik atau infografis proyek.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

Prinsip Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning):

  • Guru melakukan presensi 
  • Guru memulai dengan mengajak peserta didik untuk melakukan latihan pernapasan singkat atau mindfulness untuk menenangkan pikiran dan fokus pada pembelajaran yang akan datang.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: “Apa yang membuat suatu tempat nyaman untuk ditinggali? Bagaimana tata ruang di sekitar sekolah atau rumah kalian memengaruhi kegiatan sehari-hari kalian?” (membangkitkan kesadaran akan lingkungan sekitar).

Prinsip Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning):

  • Guru menampilkan gambar atau video yang relevan dengan isu pengembangan wilayah di Indonesia (misalnya, pembangunan IKN, reklamasi pantai, atau pengembangan desa wisata) dan meminta peserta didik untuk mengutarakan kesan dan pertanyaan mereka.
  • Guru menjelaskan relevansi materi dengan kehidupan nyata dan prospek karir di masa depan.

Prinsip Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning):

  • Guru menggunakan kuis interaktif singkat (misalnya, menggunakan Mentimeter atau Kahoot) tentang pengetahuan umum seputar wilayah dan ruang, sebagai ice breaking yang menyenangkan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan antusias dan mendorong rasa ingin tahu peserta didik.

 

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Prinsip Pembelajaran Memahami (Understanding):
  • Diferensiasi Konten: Guru menyediakan berbagai sumber belajar (buku teks, artikel ilmiah, video animasi, infografis) sesuai gaya belajar peserta didik. Peserta didik dapat memilih sumber yang paling nyaman bagi mereka.
  • Diskusi Kelompok: Peserta didik secara kolaboratif menganalisis konsep dasar pengembangan wilayah dan tata ruang (Pertemuan 1), permasalahan (Pertemuan 2), kebijakan (Pertemuan 3), dan keterkaitannya dengan kebahagiaan (Pertemuan 4) menggunakan panduan pertanyaan yang diberikan guru.
  • Guru memfasilitasi diskusi dengan mengajukan pertanyaan mendalam untuk mendorong pemahaman konseptual
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Prinsip Pembelajaran Mengaplikasi (Applying):

Diferensiasi Proses:

  • Proyek Berbasis Kasus: Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok memilih studi kasus pengembangan wilayah atau tata ruang (dari daftar yang disediakan guru atau usulan sendiri).
  • Eksplorasi/Observasi: Kelompok melakukan eksplorasi lapangan (jika memungkinkan) atau observasi virtual (menggunakan Google Earth/Maps) terhadap studi kasus yang dipilih.
  • Analisis Data: Kelompok mengumpulkan dan menganalisis data (primer/sekunder) terkait studi kasus mereka (misalnya, data demografi, penggunaan lahan, fasilitas publik, permasalahan yang ada).
  • Wawancara (opsional): Jika memungkinkan, kelompok melakukan wawancara singkat dengan pihak terkait.
  • Perumusan Solusi/Gagasan: Berdasarkan analisis, kelompok merumuskan solusi atau gagasan inovatif untuk mengatasi permasalahan atau mengembangkan wilayah tersebut secara berkelanjutan dan berorientasi pada kebahagiaan.
  • Guru memberikan bimbingan individual dan kelompok, memastikan setiap peserta didik terlibat aktif sesuai dengan minat dan kekuatannya.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Prinsip Pembelajaran Merefleksi (Reflecting – Berkesadaran & Bermakna):
  • Jurnal Reflektif (di akhir setiap pertemuan): Setiap peserta didik menuliskan poin-poin penting yang mereka pelajari, kesulitan yang dihadapi, hal-hal yang paling menarik, dan bagaimana materi tersebut relevan dengan kehidupan mereka.
  • Diskusi Reflektif (di akhir setiap pertemuan): Guru memfasilitasi diskusi singkat di akhir sesi untuk merefleksikan proses belajar, tantangan, dan capaian.
  • Guru mendorong peserta didik untuk berpikir kritis tentang dampak keputusan tata ruang dan pembangunan terhadap masyarakat dan lingkungan.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Umpan Balik Konstruktif:
  • Guru memberikan umpan balik secara keseluruhan tentang partisipasi dan kinerja kelompok/individu selama pembelajaran.
  • Peserta didik memberikan umpan balik kepada guru tentang proses pembelajaran (misalnya, melalui kartu keluar atau polling sederhana).

Menyimpulkan Pembelajaran:

  • Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting yang telah dipelajari dalam pertemuan tersebut.
  • Guru mengaitkan kembali materi dengan tujuan

Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya:

  • Guru memberikan gambaran singkat tentang topik untuk pertemuan berikutnya dan memberikan penugasan (misalnya, membaca materi, mencari contoh kasus).
  • Guru mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang masih muncul dalam benak mereka untuk dibahas di pertemuan selanjutnya.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  1. Asesmen Awal Pembelajaran:
  • Observasi: Mengamati partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi awal dan respons terhadap pertanyaan pemantik.
  • Kuesioner: Membagikan kuesioner singkat (Google Forms) untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta didik tentang konsep pengembangan wilayah dan tata ruang, serta pengalaman mereka terkait isu-isu lokal.
  • Tes Diagnostik (5 soal pilihan ganda atau isian singkat): Untuk mengidentifikasi pengetahuan prasyarat yang relevan.
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang