Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Ilmu Hadis MAN 1 Bandar Lampung

Perkembangan Hadis dan Ilmu Hadis (7 Periode: Era Turunnya Wahyu, Kehati-hatian & Pembatasan, Penyebaran Riwayat, Penulisan & Kodifikasi Resmi, Pemurnian & Pentashihan, Pemeliharaan & Penghimpunan, serta Pensyarahan & Pentakhrijan)

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Ilmu Hadis
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Ilmu Hadis
Perkembangan Hadis dan Ilmu Hadis (7 Periode: Era Turunnya Wahyu, Kehati-hatian & Pembatasan, Penyebaran Riwayat, Penulisan & Kodifikasi Resmi, Pemurnian & Pentashihan, Pemeliharaan & Penghimpunan, serta Pensyarahan & Pentakhrijan)
I Spesifikasi
Nama Penyusun Sa’adatul Abadiyah, S.Th.I, M.Pd.I
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Ilmu Hadis
Fase/Kelas/Semester F/XI/Ganjil
Topik Pembelajaran Perkembangan Hadis dan Ilmu Hadis (7 Periode: Era Turunnya Wahyu, Kehati-hatian & Pembatasan, Penyebaran Riwayat, Penulisan & Kodifikasi Resmi, Pemurnian & Pentashihan, Pemeliharaan & Penghimpunan, serta Pensyarahan & Pentakhrijan)
Alokasi Waktu 12 JP x 45 menit (4 pertemuan)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik reflektif dan diagnostik non-kognitif serta kognitif pada kegiatan pendahuluan untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai perkembangan ilmu hadis di masa awal dan masa kini
2 Dimensi Profil Lulusan
  1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME (dan Berakhlak Mulia)

Murid menghayati bahwa bentang panjang sejarah pemeliharaan hadis dari masa Nabi SAW hingga era kontemporer adalah bukti nyata pemeliharaan Allah Swt. terhadap kemurnian agama. Menumbuhkan kecintaan mendalam (mahabbah) kepada Rasulullah SAW dan menghormati perjuangan tanpa pamrih para sahabat, tabi’in, serta ulama hadis lintas generasi.

2. Penalaran Kritis

Murid mampu menganalisis secara mendalam faktor sosio-historis di balik kebijakan para khalifah (seperti prinsip kehati-hatian Abu Bakar dan Umar ra. serta instruksi kodifikasi resmi oleh Umar bin Abdul Aziz), membedah kriteria seleksi hadis di masa pentashihan, serta mengkritisi transformasi metode transmisi hadis dari lisan ke tulisan.
3. Kolaborasi (Bergotong Royong)

Murid mampu berdiskusi secara interaktif, berbagi peran dalam merekonstruksi linimasa periodisasi sejarah hadis, membedah karakteristik literatur tiap zaman, dan menyusun matriks komparasi 7 periode secara harmonis dan bertanggung jawab.

4. Komunikasi

urid terampil mempresentasikan hasil analisis dinamika perkembangan periwayatan hadis, berdialog argumentatif dengan santun, serta mengartikulasikan relevansi etos verifikasi data para muhadditsin dalam konteks literasi digital masa kini.

3 Topik Panca Cinta
  • Cinta Allah dan RasulNya
  • Cinta Ilmu
  • Cinta Diri dan Sesama manusia
4 Materi Integrasi KBC
  • Cinta Allah dan Rasul-Nya: Menyadari bahwa dedikasi tak kenal lelah dalam menjaga dan mentransmisikan hadis merupakan wujud cinta sejati kepada Allah dan Rasul-Nya demi memelihara sumber ajaran Islam dari pemalsuan (wadha’).
  • Cinta Ilmu: Menumbuhkan kekaguman atas etos intelektual luar biasa para ulama hadis yang rela melakukan perjalanan jauh lintas benua (ar-rihlah fi thalab al-hadits) demi mengecek keabsahan satu patah kata hadis secara objektif dan jujur.
  • Cinta Diri dan Sesama Manusia: Meneladani integritas para perawi dalam memelihara kehormatan diri (muru’ah) dan menjunjung tinggi kejujuran, serta menjaga masyarakat dari bahaya fitnah dan berita dusta yang merusak tatanan sosial.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Dirjen Pendis No.  Nomor 9941 Tahun 2025 Menganalisis Perkembangan dan Pertumbuhan Hadis dan Ilmu Hadis
2 Tujuan Pembelajaran ·  Pertemuan 1 (3 JP x45 menit): Periode 1, 2, dan 3 (Era Pembentukan hingga Penyebaran Riwayat)

·       Murid mampu menganalisis karakteristik periwayatan hadis pada masa turunnya wahyu dan pembentukan masyarakat Islam (Periode 1).

·       Murid mampu mengevaluasi latar belakang kebijakan para sahabat dalam masa kehati-hatian dan pembatasan periwayatan hadis (Taqallul min ar-Riwayah wa at-Tatsabbut fi an-Naql) (Periode 2).

  • Murid mampu merunut faktor ekspansi geografis dan munculnya fenomena pemalsuan hadis pada masa penyebaran riwayat hadis (Intisyar ar-Riwayah) (Periode 3).
  • Murid mampu meneladani nilai kejujuran dan kehati-hatian para sahabat dalam mentransmisikan narasi berita.

·       Pertemuan 2 (3 JP x 45 menit):   Periode 4 dan 5 (Era Kodifikasi Resmi hingga Pemurnian & Pentashihan)

  • Murid mampu menganalisis dinamika penulisan dan pengkodifikasian hadis secara resmi (Tadwin ar-Rasmi) atas inisiatif Khalifah Umar bin Abdul Aziz dan karya-karya perintisnya (Periode 4).
  • Murid mampu membedah metodologi masa pemurnian, pentashihan, dan penyempurnaan hadis (At-Tashfiyah wa at-Tahdzib) yang melahirkan kitab-kitab induk hadis (Kutubus Sittah) (Periode 5).
  • Murid mampu menyusun komparasi karakteristik penulisan hadis abad ke-2 H (bercampur fatwa) dengan abad ke-3 H (pemisahan hadis murni).
  • Murid menginternalisasi etos kerja keras dan integritas keilmuan para imam perawi hadis.

·       Pertemuan 3 (3 JP x 45 menit): Periode 6 dan 7 (Era Pemeliharaan hingga Pensyarahan & Pentakhrijan)

  • Murid mampu mengidentifikasi karakteristik masa pemeliharaan, penertiban, penambahan, dan penghimpunan hadis (Ashr ath-Thariqah wa al-Jami’) (Periode 6).
  • Murid mampu menjelaskan signifikansi masa pensyarahan, penghimpunan tematis, dan pentakhrijan hadis (Ashr asy-Syarh wa at-Takhrij) dari abad pertengahan hingga era modern (Periode 7).
  • Murid mampu merekonstruksi peta komprehensif linimasa 7 periode perkembangan hadis dan ilmu hadis dalam bentuk bagan silsilah historis secara kolaboratif.
  • Murid mampu menghubungkan metodologi kritik hadis dengan etika verifikasi fakta (fact-checking) dan nilai antikorupsi data di era digital.

·       Pertemuan 4 (3 JP x 45 menit): Asesmen Sumatif (Pengambilan Nilai Akhir Bab) & Refleksi KBC

·       Murid mampu mendemonstrasikan penguasaan kognitif tingkat tinggi (HOTS) terkait 7 periode sejarah perkembangan hadis dan ilmu hadis melalui tes tertulis terstandar.

·       Murid mampu memecahkan studi kasus historis dan problem kontekstual pemalsuan informasi melalui penalaran kritis kaidah ilmu hadis.

·       Murid mampu merefleksikan nilai Panca Cinta (Cinta Rasul, Cinta Ilmu, Cinta Integritas) dalam kehidupan akademik dan bermedia sosial.

3 Kerangka Pembelajaran Praktik Pedagogis
  • Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning (tipe Think-Pair-Share, Jigsaw, dan Gallery Walk).
  • Metode: Kajian Literatur Kritis, Diskusi Kelompok, Pemetaan Konsep (Mind Mapping), Presentasi Interaktif, dan Tes Evaluasi Standar.

Kemitraan Pembelajaran (Opsional)

  • Perpustakaan Madrasah: Akses fisik dan digital kitab rujukan ilmu hadis (Taisir Musthalah al-Hadits, Muqaddimah Ibnu Ash-Shalah, Qawa’id at-Tahdits).
  • Guru TIK / Multimedia: Kolaborasi pendampingan pembuatan infografis digital silsilah karya hadis via Canva.

Lingkungan Pembelajaran

  • Ruang Fisik: Tata letak meja fleksibel melingkar (island grouping) untuk memfasilitasi dialog kritis antaranggota kelompok.
  • Ruang Virtual: Google Classroom / WhatsApp Group / Padlet untuk membagikan modul ajar digital, lembar tugas, dan ruang refleksi.
  • Budaya Belajar: Egaliter, mengedepankan tabayyun, saling menghargai gagasan, bebas perundungan, dan menjunjung tinggi integritas akademik.

Pemanfaatan Digital

  • Slide presentasi interaktif Canva, video pendek historiografi kodifikasi hadis, repositori kitab digital PDF/Maktabah Syamilah, dan lembar kerja daring.
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Periode 1 (Masa Turunnya Wahyu), Periode 2 (Masa Kehati-hatian & Pembatasan / Masa Khulafaur Rasyidin), dan Periode 3 (Masa Penyebaran Riwayat / Masa Tabi’in Awal)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan ruang belajar, kebersihan, kerapian kelas, serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa kehadiran sembari meminta tiap murid melafalkan satu kata motivasi integritas (misal: “Amanah”, “Tabayyun”, “Kritis”).
  • Apersepsi & Pertanyaan Pemantik:

“Pada masa Rasulullah SAW hidup, pernahkah kalian mendengar bahwa beliau melarang sahabat mencatat selain Al-Qur’an? Namun di sisi lain, beberapa sahabat justru memiliki catatan hadis pribadi. Mengapa terjadi hal demikian? Dan mengapa setelah Nabi wafat, Khalifah Abu Bakar dan Umar ra. meminta saksi atau sumpah sebelum menerima sebuah riwayat?”

  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, indikator ketercapaian, dan mekanisme kerja kelompok pada pertemuan ke-1.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid mengkaji bahan ajar mengenai 3 periode awal:
  • Periode 1 (Masa Turunnya Wahyu): Cara sahabat menerima hadis (hadir di majelis Nabi, mendengar dari sesama sahabat), sarana transmisi (hafalan dan catatan pribadi seperti Ash-Shahifah ash-Shadiqah karya Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash), serta dinamika larangan dan izin penulisan hadis (asbab an-nahy wa al-idzn fi al-kitabah).
  • Periode 2 (Masa Kehati-hatian & Pembatasan / Masa Khulafaur Rasyidin): Prinsip Taqallul min ar-Riwayah (menyedikitkan riwayat), metode at-Tatsabbut fi an-Naql (verifikasi berita dengan saksi dan sumpah oleh Abu Bakar dan Ali ra.), serta pencegahan kerancuan antara teks Al-Qur’an dan hadis.
  • Periode 3 (Masa Penyebaran Riwayat / Masa Tabi’in Awal): Faktor meluasnya daerah Islam pasca-futuh, persebaran sahabat ke berbagai kota peradaban (Bashrah, Kufah, Syam, Mesir), lahirnya fenomena fitnah politik (al-Fitnah al-Kubro), dan awal mula munculnya hadis palsu (hadits maudhu’) yang memicu lahirnya tradisi keharusan menanyakan mata rantai sanad (isnad).
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru memaparkan kutipan perkataan Muhammad bin Sirin: “Dahulu orang tidak pernah menanyakan sanad, tetapi ketika fitnah pecah, mereka berkata: ‘Sebutkan kepada kami orang-orang (perawi) kalian!'”.
  • Masalah pemicu: “Mengapa keterbukaan wilayah Islam dan fitnah politik justru melahirkan tuntutan sistem sanad yang sangat ketat?”
  • Guru memaparkan kutipan perkataan Muhammad bin Sirin: “Dahulu orang tidak pernah menanyakan sanad, tetapi ketika fitnah pecah, mereka berkata: ‘Sebutkan kepada kami orang-orang (perawi) kalian!'”.
  • Masalah pemicu: “Mengapa keterbukaan wilayah Islam dan fitnah politik justru melahirkan tuntutan sistem sanad yang sangat ketat?”
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Kolaborasi (Think-Pair-Share & Analisis Kasus
    • Murid berpasangan dan mendiskusikan LKPD 1 Aktivitas A: Menyusun komparasi kondisi transmisi hadis pada Periode 1, 2, dan 3.
    • Murid menelaah studi kasus pada LKPD 1 Aktivitas B tentang metode Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab ra. saat menguji saksi riwayat bagian waris nenek (mirats al-jaddah).
  • Insersi Nilai Anti Korupsi & KBC:
    • Jujur & Tanggung Jawab: Meneladani para sahabat yang sangat takut menyandarkan suatu ucapan yang tidak benar-benar diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW.
    • Berani & Kritis: Berani menanyakan kebenaran sumber informasi (tabayyun) sebelum mempercayai kabar yang beredar di masyarakat.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Murid dan guru merangkum benang merah: Periode 1 adalah fase pondasi orisinalitas, Periode 2 adalah fase verifikasi ketat pencegahan campur aduk, dan Periode 3 adalah fase pengawalan sanad di tengah tantangan fragmentasi politik.
  • Refleksi Hati: Menuliskan satu kalimat di buku/lembar refleksi: “Cinta kepada Rasul menuntutku untuk selalu berhati-hati menerima berita, tidak memelintir ucapan orang lain, dan berani menuntut bukti atas sebuah klaim.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan
  2. Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.
  4. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal  Disampaikan dengan pertanyaan pemantik:

“Pada masa Rasulullah SAW hidup, pernahkah kalian mendengar bahwa beliau melarang sahabat mencatat selain Al-Qur’an? Namun di sisi lain, beberapa sahabat justru memiliki catatan hadis pribadi. Mengapa terjadi hal demikian? Dan mengapa setelah Nabi wafat, Khalifah Abu Bakar dan Umar ra. meminta saksi atau sumpah sebelum menerima sebuah riwayat?”

Asesmen Proses Penilaian keaktifan diskusi berpasangan dan ketepatan penyelesaian LKPD 1 (Komparasi Periode 1, 2, 3 dan studi kasus kehati-hatian sahabat).
Asesmen Akhir  5 soal essay analitis
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-2
Periode 4 (Masa Penulisan & Kodifikasi Resmi / Abad ke-2 H dan Periode 5 (Masa Pemurnian, Pentashihan & Penyempurnaan / Abad ke-3 H)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan ruang belajar, kebersihan, kerapian kelas, serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa kehadiran sembari meminta tiap murid menyebutkan salah satu nama perawi hadis.
  • Apersepsi & Pertanyaan Pemantik:“Pada akhir abad pertama Hijriah, banyak penghafal hadis gugur di medan jihad dan pemalsuan riwayat semakin marak. Jika kalian menjadi seorang pemimpin negara saat itu, langkah revolusioner apa yang akan kalian ambil untuk menyelamatkan jutaan ucapan Nabi agar tidak lenyap ditelan zaman?”
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, indikator ketercapaian, dan mekanisme kerja kelompok pada pertemuan ke-2.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Murid menelaah materi pada handout/buku teks mengenai:
  • Periode 4 (Masa Penulisan & Kodifikasi Resmi / Abad ke-2 H): Prakarsa monumental Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menginstruksikan Abu Bakar bin Hazm dan Ibnu Syihab Az-Zuhri untuk mengumpulkan hadis; ciri utama pembukuan era ini (hadis Nabi masih bercampur dengan fatwa sahabat dan tabi’in), contoh karya: Al-Muwaththa’ Imam Malik.
  • Periode 5 (Masa Pemurnian, Pentashihan & Penyempurnaan / Abad ke-3 H): Disebut sebagai Ashr adz-Dzahabi (Era Keemasan Hadis); ulama berfokus memisahkan hadis Nabi dari ucapan selainnya dan menyortir hadis shahih secara mandiri; lahirnya Kutubus Sittah (Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Jami’ At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibni Majah).
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru menyajikan perbandingan sistematika penulisan kitab Al-Muwaththa’ (yang menghimpun hadis marfu’, mauquf, dan maqthu’) dengan Shahih Al-Bukhari (yang mensyaratkan persambungan sanad shahih tanpa kejanggalan dan cacat tersembunyi).
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Kolaborasi (Model Jigsaw Historis):
    • Murid dibagi menjadi 4 kelompok fokus:
      • Kelompok 1: Tokoh dan Dinamika Instruksi Kodifikasi Umar bin Abdul Aziz.
      • Kelompok 2: Karakteristik Kitab Hadis Abad ke-2 H (Corak Penggabungan).
      • Kelompok 3: Metodologi Seleksi Ketat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.
      • Kelompok 4: Karakteristik dan Signifikansi Kitab Sunan dalam Kutubus Sittah.
    • Tiap anggota kelompok berkolaborasi mengisi LKPD 2, merumuskan peta perbandingan, lalu melakukan pertukaran informasi antar-ahli.
  • Insersi Nilai Anti Korupsi & KBC:
    • Kerja Keras & Disiplin: Meneladani dedikasi Imam Bukhari yang menyortir 600.000 riwayat hadis selama 16 tahun penuh dengan tirakat dan ketelitian ilmiah luar biasa.
    • Integritas & Anti-Fabrikasi: Memahami bahwa pemurnian hadis merupakan perjuangan membasmi “korupsi data agama” dari tangan pemalsu riwayat.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Guru membimbing murid merefleksikan: “Para ulama abad ke-3 H tidak sekadar mengumpulkan teks, mereka melakukan audit integritas data terbesar dalam sejarah umat manusia.”
  • Refleksi Hati: Murid menuliskan pesan singkat: “Ketelitian Imam Bukhari dan para imam hadis mengajariku untuk tidak asal menyalin tugas, tidak merekayasa data, dan selalu menjunjung tinggi orisinalitas karya.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan
  2. Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.
  4. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Disampaikan dengan pertanyaan pemantik:“Pada akhir abad pertama Hijriah, banyak penghafal hadis gugur di medan jihad dan pemalsuan riwayat semakin marak. Jika kalian menjadi seorang pemimpin negara saat itu, langkah revolusioner apa yang akan kalian ambil untuk menyelamatkan jutaan ucapan Nabi agar tidak lenyap ditelan zaman?”
Asesmen Proses Lembar observasi sikap KBC / Anti Korupsi dan penilaian unjuk kerja diskusi Jigsaw Historis pada LKPD 2 (Komparasi Kodifikasi Resmi Abad ke-2 vs Pentashihan Abad ke-3 H).
Asesmen Akhir  2 Soal essay
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-3
Periode 6 (Masa Pemeliharaan, Penertiban, Penambahan, dan Penghimpunan / Abad ke-4 sampai abad ke-7 H) dan Periode 7 (Masa Pensyarahan, Penghimpunan, dan Pentakhrijan / Abad ke-7 H hingga Kontemporer)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan ruang belajar, kebersihan, kerapian kelas, serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa kehadiran sembari meminta tiap murid menyebutkan judul lagu wajib nasional.
  • Apersepsi & Pertanyaan Pemantik: “Setelah kitab-kitab induk hadis tersusun rapi pada abad ke-3 H, apa lagi yang dilakukan oleh ulama generasi berikutnya? Mengapa mereka merasa perlu menulis kitab syarah, mengumpulkan hadis dari berbagai kitab ke dalam satu ensiklopedia, dan membuat teknik penelusuran asal-usul hadis (takhrij)?”
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, indikator ketercapaian, dan mekanisme kerja kelompok pada pertemuan ke-1.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid menelaah materi mengenai:
  • Periode 6 (Masa Pemeliharaan, Penertiban, Penambahan, dan Penghimpunan / Abad ke-4 sampai abad ke-7 H): Fase pemeliharaan kitab induk, pembukuan kitab hadis tematis/hukum (Bulughul Maram, Umdatul Ahkam), penghimpunan kitab-kitab hadis (kitab jami’ seperti Jami’ al-Ushul karya Ibnul Atsir), serta pengelompokan hadis tambahan (zawa’id).
  • Periode 7 (Masa Pensyarahan, Penghimpunan, dan Pentakhrijan / Abad ke-7 H hingga Kontemporer): Era kematangan syarah hadis (Fath al-Bari, Syarh Shahih Muslim oleh An-Nawawi, Tuhfat al-Ahwadzi), penelusuran sanad dan kualitas riwayat secara metodologis (Takhrij al-Hadits karya Az-Zaila’i dan Ibnu Hajar), penyusunan indeks hadis (Miftah Kunuz as-Sunnah), hingga digitalisasi hadis masa kini.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Menelaah tantangan umat Islam masa kini: Di tengah banjir informasi digital dan maraknya kutipan palsu berbalut teks Arab di media sosial, cabang keilmuan dan metodologi dari periode manakah yang paling efektif kita jadikan senjata verifikasi?
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
laborasi Proyek Matriks (Gallery Walk):
  • Kolaborasi Proyek Linimasa Historis (Gallery Walk):
    • Murid bekerja dalam 5 kelompok menyusun “Bagan Linimasa Komprehensif 7 Periode Perkembangan Hadis & Karakteristik Literaturnya” pada lembar plano/kertas manila (LKPD 3).
    • Tiap kelompok mengorganisasikan informasi: nama periode, rentang abad, corak aktivitas perawi, tokoh pelopor, serta contoh kitab monumentalnya.
    • Pelaksanaan Gallery Walk: 2 anggota kelompok menjaga stan pameran karya, sementara anggota lain berkeliling meninjau linimasa kelompok lain dan memberikan catatan apresiatif (sticky notes).
  • Insersi Nilai Anti Korupsi & KBC:
    • Kejujuran Akademik & Sitasi: Meneladani para ulama pensyarah dan pentakhrij yang secara jujur menyebutkan dari kitab mana hadis dikutip dan bagaimana derajat keshahihannya secara transparan.
    • Peduli & Gotong Royong: Berbagi tugas kelompok
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Guru dan murid menyimpulkan kesinambungan estafet keilmuan: transmisi hadis adalah mata rantai tanpa putus yang dijaga oleh ribuan ulama dengan metodologi yang kian hari kian teruji.
  • Refleksi Hati: Murid menuliskan refleksi: “Memahami 7 periode ini menyadarkanku bahwa hadis yang kita baca dengan mudah di ponsel hari ini sampai kepada kita melalui tetesan keringat, air mata, dan pengorbanan suci para ulama lintas milenium.”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan
  2. Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.
  4. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal  Disampaikan dengan pertanyaan pemantik :“Pada akhir abad pertama Hijriah, banyak penghafal hadis gugur di medan jihad dan pemalsuan riwayat semakin marak. Jika kalian menjadi seorang pemimpin negara saat itu, langkah revolusioner apa yang akan kalian ambil untuk menyelamatkan jutaan ucapan Nabi agar tidak lenyap ditelan zaman?” 
Asesmen Proses Lembar observasi sikap KBC / Anti Korupsi dan penilaian unjuk kerja diskusi Jigsaw Historis pada LKPD 2 (Komparasi Kodifikasi Resmi Abad ke-2 vs Pentashihan Abad ke-3 H).
Asesmen Akhir  10 soal pilihan ganda Hots
Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-4
Asasmen Sumatif
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam hangat dan mengajak murid berdoa khidmat dipimpin ketua kelas (Mindful Start).
  • Guru memeriksa kesiapan ruang belajar, kebersihan, kerapian kelas, serta menyapa murid dengan empati penuh kasih sayang (KBC).
  • Guru memeriksa kehadiran sembari meminta tiap murid menyebutkan sifat-sifta tercela yang harus dihindari pelajar.
  • Guru menyebutkan tujuan mengikuti asamen formatif
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
 Mendemonstrasikan penguasaan kognitif tingkat tinggi (HOTS) terkait 7 periode sejarah perkembangan hadis dan ilmu hadis melalui tes tertulis terstandar dan memecahkan studi kasus historis dan problem kontekstual pemalsuan informasi melalui penalaran kritis kaidah ilmu hadis.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
 Tes Tertulis Komprehensif Berbasis HOTS (10 Soal Pilihan Ganda dan 3 Soal Esai Analitis) yang mengukur penguasaan murid atas seluruh alur perkembangan 7 periode hadis dan ilmu hadis.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • 4 Setelah lembar ujian dikumpulkan, murid mengisi Lembar Refleksi Diri KBC:
  • Setelah naskah ujian dikumpulkan, murid mengisi Lembar Refleksi Diri KBC:
  • Bagaimana sejarah pemeliharaan hadis mengubah sikap saya saat membaca sebuah kutipan agama di media sosial?
  • Nilai integritas apa dari para ulama hadis yang paling ingin saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari (di sekolah, keluarga, dan pertemanan)?
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Perwakilan murid menyimpulkan inti dari materi yang telah disampaikan
  2. Guru memberikan penguatan dan refleksi bersama murid
  3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah melakukan pembelajaran.
  4. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang
  5. Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang diperoleh dan menutup dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang