Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Sejarah MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Sejarah
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Sejarah 
Demokrasi Liberal hingga Masa Demokrasi Terpimpin
I Spesifikasi
Nama Penyusun Sri Lisdayeni
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Sejarah
Fase/Kelas/Semester F / XII (Dua Belas) /Ganjil
Topik Pembelajaran  

Demokrasi Liberal hingga Masa Demokrasi Terpimpin

Alokasi Waktu 10 Jam Pelajaran (5 Pertemuan x 2 JP @ 45 Menit)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional)

Tujuan:
Mengetahui pengetahuan awal murid mengenai perkembangan demokrasi di Indonesia, khususnya masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin.

Bentuk: Tes diagnostik singkat melalui pertanyaan lisan/tertulis.

Pertanyaan:

  1. Apa yang kamu ketahui tentang demokrasi?
  2. Mengapa sistem demokrasi di Indonesia mengalami perubahan dari Demokrasi Liberal menuju Demokrasi Terpimpin?
2 Dimensi Profil Lulusan
  • Kewargaan: Memahami sejarah sistem demokrasi di Indonesia sebagai bekal menjadi warga negara yang bijak dalam berpolitik.
  • Penalaran Kritis: Menganalisis sebab-akibat ketidakstabilan politik dan ekonomi pada masa 1950-1965.
  • Keimanan dan Ketakwaan: Mengambil hikmah dari konflik ideologi (agama vs komunis) untuk memperkuat toleransi dan akidah.
3 Topik Panca Cinta
  • Cinta kepada Bangsa dan Negara: Meneladani semangat nasionalisme lewat penyelenggaraan Asian Games 1962 dan KAA, di mana Indonesia berani tampil di mata dunia.
  • Cinta kepada Sesama: Belajar dari sejarah kelam pemberontakan (perang saudara) untuk menanamkan nilai toleransi dan menghindari konflik horizontal.
  • Cinta kepada Allah SWT: Mensyukuri nikmat persatuan yang masih terjaga hingga kini meski pernah diguncang berbagai ideologi yang bertentangan dengan nilai ketuhanan.
  • Cinta kepada Ilmu  : Mencari, memeriksa, dan mengolah informasi sejarah secara bertanggung jawab
  • Cinta Lingkungan : Memahami bahwa kehidupan berbangsa yang tertib membutuhkan kepedulian
4 Materi Integrasi KBC
  • Pendidikan Pancasila (PPKn): Sistem pemerintahan (Parlementer vs Presidensial) dan Konstitusi (UUDS 1950 ke UUD 1945).
  • Ekonomi: Kebijakan ekonomi (Gunting Syafruddin, Sanering) dan inflasi.
  • Sosiologi: Perubahan sosial masyarakat dan gerakan perempuan.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Pada akhir Fase F, peserta didik memiliki kesadaran sejarah melalui proses berpikir sejarah, pemahaman yang empatik melalui kegiatan literasi sejarah, meneliti dan menulis sejarah, serta mengaplikasikan sejarah Indonesia dalam konteks perkembangan dunia. Peserta didik mampu memahami dan menganalisis berbagai peristiwa sejarah Indonesia, termasuk proklamasi dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan menggunakan konsep-konsep dasar sejarah serta keterampilan berpikir historis
2 Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1 : Demokrasi Liberal di Indonesia

murid mampu menjelaskan latar belakang, karakteristik, sistem pemerintahan, dan kehidupan politik pada masa Demokrasi Liberal secara tepat serta menganalisis berbagai permasalahan yang muncul dengan menunjukkan sikap cinta tanah air, menghargai perbedaan pendapat, dan bertanggung jawab.

Pertemuan 2 :  Dinamika Politik dan Pemilu 1955

murid mampu menganalisis dinamika politik, perkembangan partai politik, serta pelaksanaan Pemilu 1955 dan menghubungkannya dengan nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan berpendapat, musyawarah, toleransi, kejujuran, dan menghargai pilihan orang lain sebagai wujud cinta kepada sesama dan bangsa.

Pertemuan 3 : Berakhirnya Demokrasi Liberal dan Lahirnya Demokrasi Terpimpin

murid mampu menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan berakhirnya Demokrasi Liberal, proses keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, serta latar belakang lahirnya Demokrasi Terpimpin dengan menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menghargai perbedaan pandangan, dan mengutamakan persatuan bangsa.

Pertemuan 4 : Demokrasi Terpimpin dan Dampaknya bagi Indonesia

murid mampu menjelaskan dan menganalisis karakteristik, kebijakan, dinamika politik dan ekonomi, serta berakhirnya Demokrasi Terpimpin, kemudian merefleksikan nilai-nilai cinta, persatuan, tanggung jawab, musyawarah, dan cinta tanah air yang dapat diterapkan dalam kehidupan murid di madrasah, keluarga, dan masyarakat.

3 Kerangka Pembelajaran .    1. Praktik Pedagogik : Inquiry Learning (Menelusuri fakta), Role Playing               Simulasi Pemilu/Sidang), dan Problem Based Learning
  1. Kemitraan Pembelajaran : Arsip Nasional RI (akses daring), saksi sejarah (kakek/nenek murid yang mengalami masa 1965 jika ada).
  2. Lingkungan Pembelajaran : Kelas yang diatur untuk diskusi (meja bundar) dan akses internet untuk riset digital.
  3. Pemanfaatan Digital : Video dokumenter sejarah (Youtube), 
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5,
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Demokrasi Liberal di Indonesia
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa, dan mengecek kesiapan belajar.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid dalam mengambil keputusan melalui musyawarah.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik:
    1. Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Liberal?
  • 2. Mengapa suatu negara membutuhkan sistem pemerintahan yang mampu menampung berbagai pendapat?”
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari Demokrasi Liberal.
  • Murid menyampaikan pengetahuan awal tentang demokrasi.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid membaca buku teks dan sumber sejarah mengenai latar belakang Demokrasi Liberal. Murid mengidentifikasi sistem pemerintahan, konstitusi yang berlaku, kehidupan politik, serta pergantian kabinet. Murid mencatat informasi penting dan istilah sejarah yang belum dipahami.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid mengamati gambar, tabel, atau kronologi pemerintahan pada masa Demokrasi Liberal. Murid menghubungkan informasi tersebut dengan kondisi kehidupan demokrasi. Murid mengajukan pertanyaan tentang penyebab terjadinya pergantian kabinet.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Murid bekerja dalam kelompok membuat peta konsep Demokrasi Liberal yang memuat latar belakang, sistem pemerintahan, kabinet, kehidupan politik, dan permasalahan yang dihadapi. Murid mempresentasikan hasil kelompok dan memberikan tanggapan secara santun.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Murid menuliskan hal yang paling dipahami, hal yang masih membingungkan, dan nilai yang dapat diteladani. Murid menjawab pertanyaan: “Bagaimana sikap murid ketika menghadapi perbedaan pendapat?”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Murid bersama guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan mengidentifikasi peristiwa penting dari Demokrasi Liberal hingga Demokrasi Terpimpin.
  • Murid menyampaikan hal yang paling bermakna yang diperoleh selama pembelajaran, baik pengetahuan maupun pengalaman bekerja sama dengan teman.
  • Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan:
    • Apa pengetahuan baru yang murid peroleh?
    • Nilai apa yang dapat murid teladani dari perjalanan demokrasi Indonesia?
    • Bagaimana murid dapat menerapkan sikap menghargai perbedaan, musyawarah, toleransi, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?
  • Guru memberikan penguatan bahwa sejarah tidak hanya untuk mengetahui peristiwa masa lalu, tetapi juga membantu murid mengambil pembelajaran untuk kehidupan masa kini dan masa depan.
  • Murid menyampaikan satu komitmen sederhana yang akan dilakukan setelah pembelajaran, misalnya menghargai pendapat teman, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, dan menjaga persatuan.
  • Guru memberikan umpan balik dan apresiasi terhadap keaktifan, kerja sama, kreativitas, dan sikap positif murid selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut berupa tugas/pengayaan atau pembelajaran berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan suasana positif, doa, dan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal dan kesiapan murid sebelum mempelajari materi Demokrasi Liberal di Indonesia.

Teknik: Tanya jawab, pertanyaan pemantik, dan kuis singkat.

Instrumen/pertanyaan:

  1. Apa yang murid pahami tentang demokrasi?
  2. Apa yang murid ketahui tentang Demokrasi Liberal?
  3. Mengapa Indonesia pernah menggunakan sistem Demokrasi Liberal?
  4. Apa yang murid ketahui tentang kabinet pada masa Demokrasi Liberal?
  5. Mengapa perbedaan pendapat perlu dihargai dalam kehidupan demokrasi?

Aspek yang diamati:

  • Pengetahuan awal murid.
  • Kemampuan mengemukakan pendapat.
  • Keberanian bertanya dan menjawab.
  • Kemampuan mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.
  • Kesiapan murid mengikuti pembelajaran.

Nilai KBC:
Murid dibiasakan untuk menghargai pendapat, saling menghormati, terbuka terhadap perbedaan, dan mencintai ilmu

Asesmen Proses

Tujuan: Mengetahui perkembangan pemahaman dan keterampilan murid selama mempelajari Demokrasi Liberal di Indonesia.

Aspek yang Dinilai Teknik Bentuk Asesmen Indikator
Pengetahuan Tanya jawab Pertanyaan lisan Murid mampu menjelaskan pengertian dan latar belakang Demokrasi Liberal
Pemahaman Analisis sumber Teks/gambar sejarah Murid mampu menemukan informasi penting dari sumber sejarah
Analisis Penugasan Peta konsep Murid mampu menghubungkan sebab, proses, dan dampak Demokrasi Liberal
Kolaborasi Observasi Diskusi kelompok Murid aktif bekerja sama dan menghargai pendapat teman
Komunikasi Presentasi Presentasi hasil diskusi Murid mampu menyampaikan hasil analisis dengan jelas dan santun
Refleksi Jurnal Refleksi individu Murid mampu menemukan makna dari pembelajaran
Sikap KBC Observasi Lembar pengamatan Murid menunjukkan toleransi, tanggung jawab, empati, dan cinta tanah air

Contoh tugas proses:

Murid bekerja dalam kelompok untuk membuat peta konsep “Demokrasi Liberal di Indonesia” yang memuat:

  • Latar belakang Demokrasi Liberal.
  • Sistem pemerintahan.
  • Kabinet-kabinet pada masa Demokrasi Liberal.
  • Dinamika politik.
  • Pemilu 1955.
  • Permasalahan yang dihadapi.
  • Nilai yang dapat dipelajari.

Setelah itu, murid mempresentasikan hasilnya dan kelompok lain memberikan tanggapan secara santun

Asesmen Akhir

Tujuan: Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran setelah murid mempelajari materi Demokrasi Liberal di Indonesia.

A. Tes Tertulis

Contoh soal:

  1. Jelaskan latar belakang munculnya Demokrasi Liberal di Indonesia!
  2. Jelaskan karakteristik sistem pemerintahan pada masa Demokrasi Liberal!
  3. Mengapa pada masa Demokrasi Liberal terjadi pergantian kabinet?
  4. Jelaskan arti penting Pemilu 1955 bagi kehidupan demokrasi Indonesia!
  5. Apa saja permasalahan yang dihadapi Indonesia pada masa Demokrasi Liberal?
  6. Jelaskan hubungan antara dinamika politik dengan ketidakstabilan pemerintahan pada masa Demokrasi Liberal!
  7. Nilai-nilai apa yang dapat murid teladani dari kehidupan demokrasi pada masa tersebut?

B. Produk/Proyek

Murid membuat infografis/peta konsep dengan tema:

“Demokrasi Liberal di Indonesia: Dinamika, Tantangan, dan Nilai yang Dapat Dipelajari”

Infografis memuat:

  • Latar belakang.
  • Karakteristik.
  • Sistem pemerintahan.
  • Dinamika kabinet.
  • Pemilu 1955.
  • Permasalahan yang dihadapi.
  • Nilai-nilai demokrasi.
  • Refleksi murid.

Rubrik Penilaian

Aspek 4 – Sangat Baik 3 – Baik 2 – Cukup 1 – Perlu Bimbingan
Pemahaman materi Sangat tepat dan lengkap Tepat dan cukup lengkap Sebagian tepat Banyak kekeliruan
Kemampuan analisis Analisis mendalam dan logis Analisis baik Analisis sederhana Belum mampu menganalisis
Produk Sangat informatif, kreatif, dan sistematis Informatif dan sistematis Cukup informatif Belum lengkap
Kolaborasi Sangat aktif dan menghargai semua anggota Aktif bekerja sama Cukup bekerja sama Kurang bekerja sama
Komunikasi Sangat jelas, santun, dan percaya diri Jelas dan santun Cukup jelas Kurang jelas
Refleksi KBC Mendalam dan mampu menghubungkan dengan kehidupan nyata Relevan Masih sederhana Belum menunjukkan refleksi

Integrasi Deep Learning dan KBC

  • Bermakna: Murid menghubungkan dinamika Demokrasi Liberal dengan pentingnya demokrasi dalam kehidupan sekarang.
  • Berkesadaran: Murid memahami pentingnya menghargai perbedaan pendapat, bertanggung jawab, dan menjaga persatuan.
  • Menggembirakan: Murid belajar melalui diskusi, analisis sumber sejarah, pembuatan infografis, presentasi, dan refleksi.
  • Nilai KBC: cinta ilmu, cinta sesama, cinta tanah air, toleransi, empati, persatuan, musyawarah, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
#PertemuanKe2Pertemuan Ke-2
Dinamika Politik dan Pemilu 1955
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa.
  2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  3. Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya tentang Demokrasi Liberal dengan pelaksanaan Pemilu 1955.
  4. Guru memberikan pertanyaan pemantik:

    “Mengapa Pemilu penting bagi kehidupan demokrasi suatu negara?”

  5. Murid menyampaikan pendapat berdasarkan pengetahuan awal.
  6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari Pemilu 1955.
  7. Guru menyampaikan bahwa pembelajaran akan dilaksanakan dengan semangat cinta ilmu, cinta sesama, dan cinta tanah air
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid membaca buku teks dan sumber sejarah mengenai Dinamika Politik dan Pemilu 1955. Murid mengidentifikasi latar belakang Pemilu 1955, tujuan pelaksanaan, peserta pemilu, waktu pelaksanaan, serta lembaga yang dipilih. Murid mencatat informasi penting dan istilah sejarah yang belum dipahami.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid mengamati gambar, poster, dokumen, atau infografis tentang Pemilu 1955. Murid mengidentifikasi bentuk partisipasi politik masyarakat pada masa tersebut. Guru mengarahkan murid untuk memahami bahwa perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Murid menyampaikan pertanyaan berdasarkan sumber yang diamati.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Murid dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menganalisis salah satu aspek Pemilu 1955, seperti latar belakang, peserta, pelaksanaan, hasil, atau dinamika politik. Murid membuat timeline/infografis Pemilu 1955. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan tanggapan dengan bahasa yang santun serta menghargai perbedaan pendapat.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Murid melakukan refleksi secara individu. Murid menjawab pertanyaan: “Apa yang murid pelajari dari Pemilu 1955 tentang pentingnya menghargai perbedaan pilihan?” dan “Bagaimana murid dapat menerapkan sikap demokratis, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan di madrasah?” Murid menuliskan satu nilai KBC yang paling bermakna bagi dirinya.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Murid bersama guru menyimpulkan materi tentang Dinamika Politik dan Pemilu 1955.
  2. Murid menyampaikan satu pengetahuan baru yang diperoleh selama pembelajaran.
  3. Murid menyampaikan pengalaman positif selama bekerja sama dengan kelompok.
  4. Guru memberikan penguatan mengenai pentingnya demokrasi, toleransi, musyawarah, persatuan, dan menghargai perbedaan.
  5. Murid menyampaikan komitmen sederhana, misalnya:

    “Saya akan menghargai pendapat dan pilihan orang lain serta menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.”

  6. Guru memberikan apresiasi terhadap keaktifan dan kerja sama murid.
  7. Guru menyampaikan tindak lanjut/pengayaan.
  8. Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  • Tujuan:
    Mengetahui pengetahuan awal, pengalaman, kesiapan, dan pemahaman awal murid mengenai demokrasi, dinamika politik, dan Pemilu 1955.

    Teknik: Tanya jawab, pertanyaan pemantik, dan kuis singkat.

    Instrumen Penilaian

    Guru memberikan pertanyaan kepada murid:

    1. Apa yang murid pahami tentang demokrasi?
    2. Apa yang murid ketahui tentang Pemilu 1955?
    3. Mengapa pemilu diperlukan dalam kehidupan negara demokratis?
    4. Apa yang murid ketahui tentang partai politik pada masa Demokrasi Liberal?
    5. Mengapa perbedaan pilihan politik harus dihargai?

    Aspek yang Diamati

    • Pengetahuan awal murid tentang demokrasi.
    • Kemampuan murid mengemukakan pendapat.
    • Keberanian murid bertanya dan menjawab.
    • Kemampuan murid mendengarkan pendapat orang lain.
    • Kesiapan murid mengikuti pembelajaran.

    Integrasi KBC:
    Murid dibiasakan mencintai ilmu, menghargai sesama, terbuka terhadap perbedaan, dan membangun sikap demokratis

Asesmen Proses

Tujuan:
Mengetahui perkembangan pemahaman, keterampilan, sikap, dan keterlibatan murid selama pembelajaran.

Aspek yang Dinilai Teknik Penilaian Bentuk Indikator
Pengetahuan Tanya jawab Lisan Murid mampu menjelaskan latar belakang dan tujuan Pemilu 1955
Pemahaman Analisis sumber Teks/gambar/dokumen Murid mampu menemukan informasi penting tentang Pemilu 1955
Analisis Penugasan Timeline/infografis Murid mampu menganalisis dinamika politik Pemilu 1955
Kolaborasi Observasi Diskusi kelompok Murid aktif bekerja sama dan menghargai anggota kelompok
Komunikasi Presentasi Presentasi kelompok Murid mampu menyampaikan hasil analisis dengan jelas dan santun
Sikap Observasi Lembar pengamatan Murid menunjukkan toleransi, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan
Refleksi Jurnal Refleksi individu Murid mampu menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari

Tugas Penilaian Proses

Murid bekerja dalam kelompok untuk membuat:

“Timeline dan Infografis Pemilu 1955”

Produk memuat:

  • Latar belakang Pemilu 1955.
  • Tujuan Pemilu 1955.
  • Peserta/partai politik.
  • Pelaksanaan pemilu.
  • Lembaga yang dipilih.
  • Hasil pemilu.
  • Dinamika politik.
  • Nilai-nilai demokrasi yang dapat dipelajari.

Selama kegiatan, guru mengamati kerja sama, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan sikap menghargai pendapat.

Asesmen Penutup

Tujuan:
Mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran setelah murid mempelajari materi Dinamika Politik dan Pemilu 1955.

A. Tes Tertulis

Contoh soal:

  1. Jelaskan latar belakang dilaksanakannya Pemilu 1955!
  2. Apa tujuan utama Pemilu 1955?
  3. Jelaskan lembaga yang dipilih dalam Pemilu 1955!
  4. Jelaskan dinamika politik yang terjadi pada masa Pemilu 1955!
  5. Mengapa Pemilu 1955 memiliki arti penting bagi perkembangan demokrasi Indonesia?
  6. Bagaimana peran partai politik dalam dinamika politik pada masa tersebut?
  7. Apa nilai yang dapat murid teladani dari pelaksanaan Pemilu 1955?
  8. Bagaimana cara murid menerapkan sikap demokratis dan menghargai perbedaan pilihan dalam kehidupan sehari-hari?

B. Penilaian Produk

Murid membuat infografis/poster dengan tema:

“Pemilu 1955: Belajar Demokrasi, Toleransi, dan Persatuan”

Produk harus memuat:

  • Kronologi Pemilu 1955.
  • Informasi peserta dan pelaksanaan.
  • Dinamika politik.
  • Hasil Pemilu 1955.
  • Nilai demokrasi.
  • Nilai KBC.
  • Refleksi murid.

4. Rubrik Penilaian

Aspek 4 – Sangat Baik 3 – Baik 2 – Cukup 1 – Perlu Bimbingan
Pemahaman sejarah Informasi sangat tepat dan lengkap Informasi tepat Sebagian informasi tepat Banyak informasi kurang tepat
Analisis Mampu menganalisis dinamika politik secara mendalam Mampu menganalisis dengan baik Analisis masih sederhana Belum mampu menganalisis
Produk Sangat kreatif, sistematis, dan informatif Kreatif dan informatif Cukup informatif Belum lengkap
Kolaborasi Sangat aktif dan menghargai semua anggota Aktif bekerja sama Cukup bekerja sama Kurang bekerja sama
Komunikasi Sangat jelas, santun, dan percaya diri Jelas dan santun Cukup jelas Kurang jelas
Tanggung jawab Sangat bertanggung jawab dan mandiri Bertanggung jawab Cukup bertanggung jawab Membutuhkan bimbingan
Nilai KBC Mampu menerapkan nilai cinta secara nyata dan mendalam Mampu menjelaskan nilai KBC Mulai memahami nilai KBC Belum menunjukkan pemahaman

Integrasi Deep Learning dan KBC

Bermakna: Murid menghubungkan Pemilu 1955 dengan pentingnya demokrasi dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Berkesadaran: Murid menyadari bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan perlu disikapi dengan toleransi serta tanggung jawab.

Menggembirakan: Murid belajar melalui analisis sumber sejarah, diskusi, pembuatan timeline/infografis, presentasi, dan refleksi.

Nilai KBC: cinta ilmu, cinta sesama, cinta tanah air, toleransi, empati, persatuan, musyawarah, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5,
Pertemuan Ke-3
Berakhirnya Demokrasi Liberal dan Lahirnya Demokrasi Terpimpin
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi Dinamika Politik dan Pemilu 1955.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik:

    “Apa yang dapat terjadi apabila perbedaan pendapat dalam kehidupan politik tidak menemukan jalan keluar?”

  • Murid menyampaikan pendapat berdasarkan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru menjelaskan pentingnya mempelajari berakhirnya Demokrasi Liberal untuk memahami perubahan sistem politik Indonesia.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid membaca buku teks dan sumber sejarah mengenai berakhirnya Demokrasi Liberal. Murid mengidentifikasi kondisi politik, ketidakstabilan kabinet, permasalahan Konstituante, serta kondisi yang mendorong perubahan sistem pemerintahan. Murid mencatat fakta dan informasi penting dari sumber yang dibaca.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid mengamati kronologi atau sumber visual tentang Konstituante dan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Murid mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi Konstituante dan alasan terjadinya perubahan politik. Murid mengajukan pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Murid dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok membuat diagram sebab-akibat dengan alur: Dinamika Demokrasi Liberal → Permasalahan Konstituante → Dekrit Presiden 5 Juli 1959 → Berakhirnya Demokrasi Liberal → Lahirnya Demokrasi Terpimpin. Murid menganalisis hubungan antarkeadaan tersebut berdasarkan sumber sejarah. Setiap kelompok mempresentasikan hasilnya. Kelompok lain memberikan pertanyaan dan tanggapan dengan santun serta menghargai perbedaan pendapat.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Murid melakukan refleksi individu dengan menjawab: “Apa yang murid pelajari dari berakhirnya Demokrasi Liberal?”, “Mengapa persatuan dan musyawarah penting dalam menyelesaikan perbedaan?”, dan “Nilai KBC apa yang dapat murid terapkan dalam kehidupan sehari-hari?”
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Murid bersama guru menyimpulkan materi tentang berakhirnya Demokrasi Liberal dan lahirnya Demokrasi Terpimpin.
  2. Murid menyampaikan satu pengetahuan baru yang diperoleh selama pembelajaran.
  3. Murid menyampaikan pengalaman selama bekerja sama dalam kelompok.
  4. Guru memberikan penguatan tentang pentingnya persatuan, musyawarah, toleransi, tanggung jawab, dan cinta tanah air.
  5. Murid menuliskan satu komitmen yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai pendapat dan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.
  6. Guru memberikan apresiasi terhadap keaktifan, kerja sama, dan sikap positif murid.
  7. Guru menyampaikan tindak lanjut pembelajaran.
  8. Murid dan guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Tujuan:
Mengetahui pengetahuan awal, pemahaman, kesiapan, dan pengalaman belajar murid sebelum mempelajari materi berakhirnya Demokrasi Liberal dan lahirnya Demokrasi Terpimpin.

Teknik: Tanya jawab, pertanyaan pemantik, dan kuis singkat.

Instrumen Penilaian

Guru memberikan pertanyaan kepada murid:

  1. Apa yang murid ketahui tentang Demokrasi Liberal?
  2. Apa yang murid ketahui tentang Konstituante?
  3. Mengapa sebuah pemerintahan dapat mengalami ketidakstabilan politik?
  4. Apa yang murid ketahui tentang Dekrit Presiden 5 Juli 1959?
  5. Menurut murid, mengapa perbedaan pendapat dalam kehidupan politik perlu diselesaikan melalui musyawarah?

Aspek yang Diamati

  • Pengetahuan awal murid tentang Demokrasi Liberal.
  • Pemahaman murid tentang dinamika politik.
  • Kemampuan murid mengemukakan pendapat.
  • Kemampuan murid menghubungkan sebab dan akibat.
  • Kesiapan murid mengikuti pembelajaran.
  • Sikap murid dalam menghargai pendapat orang lain.

Integrasi KBC:
Murid dibiasakan mencintai ilmu, menghargai sesama, bersikap terbuka terhadap perbedaan, dan mengutamakan persatuan.

Asesmen Proses

Tujuan:
Mengetahui perkembangan pemahaman, kemampuan berpikir kritis, keterampilan bekerja sama, serta sikap murid selama proses pembelajaran.

Aspek yang Dinilai Teknik Bentuk Penilaian Indikator
Pengetahuan Tanya jawab Pertanyaan lisan Murid mampu menjelaskan faktor berakhirnya Demokrasi Liberal
Pemahaman Analisis sumber Teks/dokumen sejarah Murid mampu menemukan informasi penting tentang Konstituante
Analisis Penugasan Diagram sebab-akibat Murid mampu menghubungkan peristiwa secara logis
Kolaborasi Observasi Diskusi kelompok Murid aktif bekerja sama dan menghargai pendapat
Komunikasi Presentasi Presentasi kelompok Murid mampu menyampaikan hasil analisis secara jelas dan santun
Sikap Observasi Lembar pengamatan Murid menunjukkan toleransi, tanggung jawab, dan persatuan
Refleksi Jurnal Refleksi individu Murid mampu mengambil makna dari peristiwa sejarah

Tugas Penilaian Proses

Murid bekerja secara berkelompok membuat diagram sebab-akibat dengan alur:

Dinamika Demokrasi Liberal → Ketidakstabilan Politik → Permasalahan Konstituante → Dekrit Presiden 5 Juli 1959 → Berakhirnya Demokrasi Liberal → Lahirnya Demokrasi Terpimpin

Murid kemudian:

  1. Menganalisis hubungan setiap peristiwa.
  2. Menyampaikan hasil diskusi.
  3. Menanggapi pendapat kelompok lain dengan santun.
  4. Menyimpulkan nilai yang dapat dipelajari dari peristiwa tersebut.

Nilai KBC yang Diamati

  • Cinta ilmu: murid menggunakan sumber sejarah untuk memperoleh informasi.
  • Cinta sesama: murid menghargai pendapat teman.
  • Cinta tanah air: murid memahami perjalanan bangsa Indonesia.
  • Persatuan: murid mengutamakan kepentingan bersama.
  • Tanggung jawab: murid menyelesaikan tugas individu dan kelompok.
  • Toleransi: murid menerima perbedaan pendapat.
Asesmen Akhir

Tujuan:
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran setelah murid mempelajari materi berakhirnya Demokrasi Liberal dan lahirnya Demokrasi Terpimpin.

A. Tes Tertulis

Contoh soal uraian:

  1. Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan berakhirnya Demokrasi Liberal di Indonesia!
  2. Apa yang menyebabkan Konstituante mengalami kebuntuan dalam menjalankan tugasnya?
  3. Jelaskan latar belakang dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959!
  4. Sebutkan dan jelaskan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959!
  5. Jelaskan hubungan antara Dekrit Presiden 5 Juli 1959 dengan lahirnya Demokrasi Terpimpin!
  6. Bagaimana kondisi politik Indonesia menjelang berakhirnya Demokrasi Liberal?
  7. Nilai-nilai apa yang dapat murid teladani dari peristiwa berakhirnya Demokrasi Liberal?
  8. Bagaimana murid dapat menerapkan sikap musyawarah, toleransi, dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari?

B. Penilaian Produk

Murid membuat infografis/peta konsep dengan tema:

“Dari Demokrasi Liberal Menuju Demokrasi Terpimpin”

Produk memuat:

  • Kondisi Demokrasi Liberal.
  • Faktor penyebab berakhirnya Demokrasi Liberal.
  • Permasalahan Konstituante.
  • Dekrit Presiden 5 Juli 1959.
  • Lahirnya Demokrasi Terpimpin.
  • Hubungan sebab-akibat antarperistiwa.
  • Nilai-nilai KBC.
  • Refleksi murid.

4. Rubrik Penilaian

Aspek 4 – Sangat Baik 3 – Baik 2 – Cukup 1 – Perlu Bimbingan
Pemahaman sejarah Sangat tepat, lengkap, dan mendalam Tepat dan cukup lengkap Sebagian tepat Banyak kekeliruan
Analisis sebab-akibat Hubungan sebab-akibat sangat jelas dan logis Hubungan cukup jelas Analisis masih sederhana Belum mampu menghubungkan peristiwa
Produk Sangat informatif, sistematis, dan kreatif Informatif dan sistematis Cukup informatif Belum lengkap
Kolaborasi Sangat aktif dan menghargai semua anggota Aktif bekerja sama Cukup bekerja sama Kurang bekerja sama
Komunikasi Sangat jelas, santun, dan percaya diri Jelas dan santun Cukup jelas Kurang jelas
Refleksi KBC Mendalam dan mampu menghubungkan dengan kehidupan nyata Relevan dengan kehidupan Masih sederhana Belum menunjukkan refleksi
Tanggung jawab Sangat bertanggung jawab dan mandiri Bertanggung jawab Cukup bertanggung jawab Membutuhkan bimbingan

Integrasi Deep Learning

Bermakna: Murid menghubungkan peristiwa berakhirnya Demokrasi Liberal dengan pentingnya penyelesaian perbedaan secara damai dalam kehidupan sekarang.

Berkesadaran: Murid menyadari pentingnya musyawarah, toleransi, tanggung jawab, dan persatuan.

Menggembirakan: Murid menunjukkan pemahamannya melalui diskusi, analisis sumber, pembuatan diagram/infografis, presentasi, dan refleksi.

Hasil akhir yang diharapkan: Murid tidak hanya mampu mengetahui kapan dan bagaimana Demokrasi Liberal berakhir, tetapi juga mampu menganalisis sebab-akibat dan mengambil nilai pembelajaran untuk kehidupan sehari-hari

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Demokrasi Terpimpin dan Dampaknya bagi Indonesia
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

Orientasi

  1. Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
  2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid mengikuti pembelajaran.
  3. Guru menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan.
  4. Guru mengajak murid melakukan kegiatan awal dengan pertanyaan:

    “Apa yang murid pahami tentang demokrasi?”

  5. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
  6. Guru memberikan apresiasi terhadap setiap jawaban murid.

Apersepsi

  1. Guru menampilkan gambar atau sumber visual tentang:
    • Presiden Soekarno;
    • Dekret Presiden 5 Juli 1959;
    • DPR-GR;
    • Nasakom;
    • kondisi ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin.
  2. Murid mengamati gambar tersebut.
  3. Guru mengajukan pertanyaan:

    “Apa hubungan gambar-gambar tersebut dengan perjalanan demokrasi di Indonesia?”

  4. Murid menyampaikan pendapatnya.
  5. Guru menghubungkan pengetahuan awal murid dengan materi yang akan dipelajari.

Motivasi

Guru menyampaikan bahwa mempelajari sejarah bukan hanya untuk mengingat tanggal dan tokoh, tetapi untuk memahami pengalaman bangsa Indonesia dan mengambil nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan saat ini.

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan murid

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  1. Guru menyediakan bahan literasi berupa teks, gambar, infografis, atau sumber sejarah mengenai Demokrasi Terpimpin.
  2. Murid membaca dan mengamati sumber yang diberikan.
  3. Murid menemukan informasi penting mengenai:
    • latar belakang Demokrasi Terpimpin;
    • Dekret Presiden 5 Juli 1959;
    • ciri-ciri Demokrasi Terpimpin;
    • kedudukan Presiden Soekarno;
    • Nasakom dan Manipol USDEK;
    • DPR-GR dan MPRS;
    • kebijakan ekonomi;
    • politik luar negeri;
    • dampak Demokrasi Terpimpin.
  4. Murid mencatat informasi penting yang ditemukan.
  5. Murid menuliskan minimal dua pertanyaan berdasarkan hasil literasi.
  6. Guru membimbing murid agar mampu membaca sumber secara kritis dan membedakan fakta, interpretasi, serta pendapat.

Nilai KBC:
Murid menunjukkan cinta terhadap ilmu pengetahuan dengan membaca dan mencari informasi berdasarkan sumber sejarah.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  1. Guru menampilkan gambar/timeline yang berkaitan dengan Demokrasi Terpimpin.
  2. Guru mengajak murid mengamati dan menghubungkan informasi yang diperoleh dari kegiatan literasi.
  3. Guru memberikan pertanyaan:

    “Apa yang menyebabkan Demokrasi Terpimpin muncul di Indonesia?”

    “Bagaimana perubahan sistem politik tersebut dapat memengaruhi kehidupan masyarakat?”

  4. Murid menyampaikan pendapat berdasarkan sumber yang telah dibaca.
  5. Guru memberikan penjelasan singkat untuk membangun pemahaman bersama mengenai:
    • latar belakang Demokrasi Terpimpin;
    • Dekret Presiden 5 Juli 1959;
    • karakteristik Demokrasi Terpimpin;
    • kebijakan politik dan ekonomi;
    • kondisi sosial dan hubungan internasional.
  6. Murid menghubungkan materi dengan pengalaman kehidupan berbangsa dan bermasyarakat saat ini.

Nilai KBC:
Murid belajar mencintai bangsa dan tanah air dengan memahami perjalanan sejarah Indonesia secara objektif dan bertanggung jawab

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  1. Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok memperoleh tugas untuk menganalisis dampak Demokrasi Terpimpin.

Kelompok 1 – Dampak Politik

Murid menganalisis:

Bagaimana Demokrasi Terpimpin memengaruhi kehidupan politik Indonesia?

Kelompok 2 – Dampak Ekonomi

Murid menganalisis:

Bagaimana kondisi ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin dan faktor apa yang memengaruhinya?

Kelompok 3 – Dampak Sosial

Murid menganalisis:

Bagaimana kondisi politik dan ekonomi pada masa Demokrasi Terpimpin memengaruhi kehidupan sosial masyarakat?

Kelompok 4 – Hubungan Internasional

Murid menganalisis:

Apa kebijakan penting Indonesia dalam hubungan internasional pada masa Demokrasi Terpimpin dan apa dampaknya?

Kelompok 5 – Nilai dan Pembelajaran

Murid menganalisis:

Apa nilai yang dapat dipelajari dari pengalaman Demokrasi Terpimpin untuk kehidupan berbangsa saat ini?

  1. Murid berdiskusi dan mengolah informasi dari sumber yang tersedia.
  2. Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta konsep, tabel sebab-akibat, atau poster.
  3. Murid membagi tugas dalam kelompok secara adil.
  4. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat.
  5. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  6. Murid menghargai perbedaan pendapat dan menyampaikan tanggapan dengan bahasa yang santun.
  7. Guru memberikan penguatan dan meluruskan informasi yang kurang tepat.

Nilai KBC:
Murid mempraktikkan cinta kepada sesama melalui kerja sama, saling menghargai, membantu anggota kelompok, dan menjaga komunikasi yang baik

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi secara individu.

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa hal baru yang murid pahami tentang Demokrasi Terpimpin?
  2. Apa dampak Demokrasi Terpimpin yang paling murid pahami?
  3. Bagaimana perasaan murid setelah mempelajari kondisi Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin?
  4. Nilai apa yang dapat murid ambil dari pembelajaran hari ini?
  5. Bagaimana murid dapat menerapkan sikap menghargai perbedaan pendapat dalam kehidupan sehari-hari?
  6. Mengapa persatuan penting dalam kehidupan berbangsa?

Murid menuliskan refleksi pada lembar refleksi/exit ticket.

Guru memberikan penguatan:

“Mempelajari sejarah bukan hanya untuk mengetahui apa yang terjadi pada masa lalu, tetapi juga untuk memahami pengalaman bangsa dan mengambil pelajaran agar kita dapat menjadi bagian dari masyarakat yang lebih bertanggung jawab, menghargai sesama, dan mencintai bangsa Indonesia.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran.
  2. Murid menyampaikan kembali poin penting tentang:
    • latar belakang Demokrasi Terpimpin;
    • Dekret Presiden 5 Juli 1959;
    • ciri-ciri Demokrasi Terpimpin;
    • kebijakan politik dan ekonomi;
    • dampak Demokrasi Terpimpin;
    • nilai yang dapat dipelajari.
  3. Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar murid.
  4. Guru menyampaikan keterkaitan materi dengan kehidupan berbangsa saat ini.
  5. Guru memberikan tugas tindak lanjut:

“Tuliskan satu pelajaran penting dari masa Demokrasi Terpimpin yang menurut murid dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.”

  1. Guru memberikan apresiasi terhadap kerja sama dan keaktifan murid.
  2. Guru mengajak murid berdoa.
  3. Guru menutup pembelajaran dengan salam
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal dan pemahaman murid sebelum mempelajari materi Demokrasi Terpimpin.

Teknik: Tanya jawab dan tes diagnostik singkat.

Pertanyaan Penilaian Awal

  1. Apa yang murid ketahui tentang demokrasi?
  2. Apa yang murid ketahui tentang Demokrasi Liberal?
  3. Mengapa Indonesia mengalami perubahan sistem demokrasi?
  4. Siapa tokoh yang berperan penting dalam pelaksanaan Demokrasi Terpimpin?
  5. Apa yang murid ketahui tentang Dekret Presiden 5 Juli 1959?
  6. Menurut pemahaman murid, apa yang dimaksud dengan Demokrasi Terpimpin?
  7. Apa dampak yang mungkin terjadi ketika sistem politik suatu negara mengalami perubahan?

Kriteria Penilaian Awal

Kategori Deskripsi
Murid sangat siap Murid mampu menjelaskan konsep Demokrasi Terpimpin dan menyebutkan beberapa peristiwa penting dengan tepat.
Murid siap Murid mengetahui konsep dasar dan beberapa fakta tentang Demokrasi Terpimpin.
Murid cukup siap Murid memiliki pengetahuan awal tetapi masih terdapat beberapa pemahaman yang kurang tepat.
Murid perlu bimbingan Murid belum memiliki pemahaman yang memadai tentang Demokrasi Terpimpin.

Tindak lanjut:
Murid yang sudah memahami materi diberikan pertanyaan pengayaan, sedangkan murid yang masih membutuhkan bantuan diberikan penjelasan dan sumber belajar pendukung

Tujuan: Mengetahui pengetahuan awal dan pemahaman murid sebelum mempelajari materi Demokrasi Terpimpin.

Teknik: Tanya jawab dan tes diagnostik singkat.

Pertanyaan Penilaian Awal

  1. Apa yang murid ketahui tentang demokrasi?
  2. Apa yang murid ketahui tentang Demokrasi Liberal?
  3. Mengapa Indonesia mengalami perubahan sistem demokrasi?
  4. Siapa tokoh yang berperan penting dalam pelaksanaan Demokrasi Terpimpin?
  5. Apa yang murid ketahui tentang Dekret Presiden 5 Juli 1959?
  6. Menurut pemahaman murid, apa yang dimaksud dengan Demokrasi Terpimpin?
  7. Apa dampak yang mungkin terjadi ketika sistem politik suatu negara mengalami perubahan?

Kriteria Penilaian Awal

Kategori Deskripsi
Murid sangat siap Murid mampu menjelaskan konsep Demokrasi Terpimpin dan menyebutkan beberapa peristiwa penting dengan tepat.
Murid siap Murid mengetahui konsep dasar dan beberapa fakta tentang Demokrasi Terpimpin.
Murid cukup siap Murid memiliki pengetahuan awal tetapi masih terdapat beberapa pemahaman yang kurang tepat.
Murid perlu bimbingan Murid belum memiliki pemahaman yang memadai tentang Demokrasi Terpimpin.

Tindak lanjut:
Murid yang sudah memahami materi diberikan pertanyaan pengayaan, sedangkan murid yang masih membutuhkan bantuan diberikan penjelasan dan sumber belajar pendukung

Asesmen Proses

Tujuan: Menilai perkembangan pemahaman, keterampilan, dan sikap murid selama proses pembelajaran.

Teknik: Observasi, diskusi, literasi, presentasi, dan penugasan kelompok.

1. Penilaian Literasi

Guru mengamati kemampuan murid ketika membaca dan menganalisis sumber sejarah.

Indikator 1 2 3 4
Murid membaca sumber dengan sungguh-sungguh
Murid menemukan informasi penting
Murid mampu membedakan fakta dan pendapat
Murid mengajukan pertanyaan berdasarkan sumber

Keterangan:

  • 4 = Sangat baik
  • 3 = Baik
  • 2 = Cukup
  • 1 = Perlu bimbingan

2. Penilaian Kolaborasi

Indikator 1 2 3 4
Murid aktif mengikuti diskusi
Murid bekerja sama dengan anggota kelompok
Murid menghargai pendapat teman
Murid bertanggung jawab terhadap tugas
Murid membantu anggota kelompok

3. Penilaian Analisis

Murid menganalisis dampak Demokrasi Terpimpin pada bidang politik, ekonomi, sosial, dan hubungan internasional.

Skor Kriteria
4 Murid mampu menganalisis sebab, kebijakan, dan dampak secara tepat serta menggunakan bukti dari sumber sejarah.
3 Murid mampu menjelaskan sebab dan dampak dengan cukup tepat.
2 Murid mampu menyebutkan dampak tetapi belum mampu menjelaskan hubungan sebab-akibat dengan baik.
1 Murid belum mampu menganalisis dampak Demokrasi Terpimpin.

4. Penilaian Presentasi

Aspek 1 2 3 4
Penguasaan materi
Ketepatan informasi
Kemampuan menyampaikan pendapat
Kemampuan menjawab pertanyaan
Kerja sama kelompok
Asesmen Akhir

Tujuan: Mengetahui pencapaian kompetensi murid setelah mengikuti pembelajaran materi Demokrasi Terpimpin dan Dampaknya bagi Indonesia.

Bentuk Penilaian  :   Soal Uraian

Soal 1:
Jelaskan latar belakang munculnya Demokrasi Terpimpin di Indonesia!

Soal 2:
Jelaskan tiga karakteristik penting kehidupan politik pada masa Demokrasi Terpimpin!

Soal 3:
Analisislah dampak Demokrasi Terpimpin terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia!

Soal 4:
Bagaimana kondisi politik pada masa Demokrasi Terpimpin memengaruhi kehidupan sosial masyarakat?

Soal 5:
Tuliskan nilai atau pelajaran yang dapat murid ambil dari pengalaman Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin!


Rubrik Penilaian Uraian

Skor Kriteria
4 Murid menjawab dengan sangat tepat, lengkap, menggunakan fakta sejarah, dan mampu melakukan analisis sebab-akibat.
3 Murid menjawab dengan tepat dan cukup lengkap, tetapi analisis masih terbatas.
2 Murid memberikan jawaban yang sebagian benar tetapi kurang lengkap dan kurang menunjukkan analisis.
1 Murid memberikan jawaban yang kurang tepat dan sangat terbatas.
0 Murid tidak menjawab atau jawabannya tidak sesuai dengan pertanyaan.

D. Penilaian Sikap Berbasis KBC

Selama pembelajaran, guru dapat mengamati sikap murid berdasarkan nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Nilai Indikator yang Diamati
Cinta kepada Tuhan Murid mengikuti doa dan menghargai nilai kehidupan bersama.
Cinta kepada diri sendiri Murid percaya diri, disiplin, dan bertanggung jawab.
Cinta kepada sesama Murid menghargai pendapat dan membantu teman.
Cinta kepada bangsa Murid menunjukkan kepedulian terhadap sejarah dan persatuan Indonesia.
Cinta ilmu pengetahuan Murid aktif membaca, bertanya, mencari informasi, dan menggunakan sumber sejarah.

Kategori Penilaian

4 = Sangat berkembang
Murid selalu menunjukkan sikap yang dinilai.

3 = Berkembang sesuai harapan
Murid sering menunjukkan sikap yang dinilai.

2 = Mulai berkembang
Murid kadang-kadang menunjukkan sikap yang dinilai.

1 = Perlu bimbingan
Murid belum menunjukkan sikap yang dinilai secara konsisten.


E. Rekapitulasi Penilaian

Jenis Penilaian Bentuk Tujuan
Penilaian Awal Tanya jawab/tes diagnostik Mengetahui pengetahuan awal murid
Penilaian Proses Literasi, observasi, diskusi, kolaborasi, presentasi Menilai perkembangan murid selama pembelajaran
Penilaian Akhir Tes tertulis dan uraian Mengukur pemahaman akhir murid
Penilaian Sikap KBC Observasi Menilai penerapan nilai cinta dalam pembelajaran

Contoh Bobot Nilai

  • Penilaian awal: diagnostik, tidak masuk nilai akhir
  • Penilaian proses: 40%
  • Penilaian akhir: 50%
  • Sikap/nilai KBC: 10%

Dengan demikian, penilaian tidak hanya mengukur seberapa banyak materi yang dihafal murid, tetapi juga melihat kemampuan murid dalam memahami sumber sejarah, menganalisis dampak, bekerja sama, berkomunikasi, melakukan refleksi, serta menerapkan nilai cinta kepada sesama dan bangsa

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang