Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Sejarah MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Sejarah
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Sejarah
Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
I Spesifikasi
Nama Penyusun Sri Lisdayeni
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Sejarah
Fase/Kelas/Semester F / XII (Dua Belas) /Ganjil
Topik Pembelajaran Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Alokasi Waktu 10 Jam Pelajaran (5 Pertemuan x 2 JP @ 45 Menit)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional)
  1. Apakah Proklamasi otomatis membuat Indonesia bebas dari ancaman?
  2. Mengapa kemerdekaan perlu dipertahankan?
2 Dimensi Profil Lulusan
  • Kewargaan: Menumbuhkan kesadaran sejarah dan tanggung jawab menjaga kedaulatan negara.
  • Penalaran Kritis: Menganalisis keputusan-keputusan sulit (dilema) yang diambil para pemimpin bangsa antara memilih perang atau berunding.
  • Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan: Memaknai perjuangan kemerdekaan sebagai jihad (perjuangan suci) dan anugerah Tuhan yang wajib disyukuri.
3 Topik Panca Cinta
  • Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya: Menanamkan keyakinan bahwa kemenangan yang tidak seimbang (bambu runcing vs senjata modern) adalah pertolongan Allah (Spirit “Takbir” Bung Tomo).
  • Cinta kepada Bangsa dan Negara: Mengapresiasi pengorbanan nyawa dan harta para pahlawan di berbagai daerah sebagai wujud cinta tanah air tertinggi.
  • Cinta kepada Sesama: Meneladani solidaritas rakyat (dapur umum, palang merah) yang membantu pejuang tanpa memandang suku atau agama.
4 Materi Integrasi KBC
  • Murid memahami nilai-nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta diri dan sesama, cinta tanah air dan bangsa, cinta lingkungan, serta cinta ilmu pengetahuan melalui pembelajaran tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
  • Murid meneladani semangat religius, persatuan, keberanian, rela berkorban, gotong royong, tanggung jawab, menghargai jasa para pahlawan, serta mencintai perdamaian dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Pada akhir Fase F, murid memiliki kesadaran sejarah melalui proses berpikir sejarah, pemahaman yang empatik melalui kegiatan literasi sejarah, meneliti dan menulis sejarah, serta mengaplikasikan sejarah Indonesia dalam konteks perkembangan dunia. murid mampu memahami dan menganalisis berbagai peristiwa sejarah Indonesia, termasuk proklamasi dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dengan menggunakan konsep-konsep dasar sejarah serta keterampilan berpikir historis
2 Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1:  kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan

●    Murid mampu menganalisis urgensi pembentukan kelengkapan negara pasca proklamasi bagi kedaulatan sebuah bangsa.

●    Murid dapat menunjukkan sikap tanggung jawab dalam simulasi peran sebagai perangkat pemerintahan awal.

 

Pertemuan 2: Berbagai peristiwa perjuangan bersenjata,

●    Murid mampu membandingkan strategi perlawanan rakyat di berbagai daerah (Surabaya, Bandung, dll) dalam menghadapi Sekutu/NICA.

●    Murid dapat mengembangkan rasa empati terhadap penderitaan dan keberanian rakyat di masa revolusi fisik.

 

Pertemuan 3: Perjuangan Diplomasi Meja Perundingan

●     Murid mampu mengevaluasi kelebihan dan kekurangan strategi diplomasi dibandingkan strategi gerilya.

●    Murid bersikap ikhlas dan bijaksana dalam memahami perbedaan pendapat antara golongan yang pro-diplomasi dan pro-perang.

Pertemuan 4: Lika-Liku Bentuk Negara

●    Murid mampu menguraikan proses transisi dari RIS kembali ke NKRI sebagai kemenangan politik bangsa Indonesia.

●    Murid dapat merefleksikan pentingnya persatuan (Sila ke-3) di atas kepentingan golongan/negara bagian.

3 Kerangka Pembelajaran
  1. Praktik Pedagogik : Cooperative Learning (Jigsaw), Role Playing (Simulasi Diplomasi), dan Historical Inquiry.
  2. Kemitraan Pembelajaran : Veteran (jika memungkinkan/video wawancara), Museum Perjuangan daerah setempat.
  3. Lingkungan Pembelajaran : Ruang kelas yang dikondisikan dengan poster pahlawan, serta ruang virtual (Google Classroom/Padlet) untuk diskusi.
  4. Pemanfaatan Digital : video dokumenter pertempuran.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
 Kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1.    Orientasi
  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan  mengajak murid berdoa bersama.
  2. Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.
  3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.
  4. Guru menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyampaikan secara singkat pentingnya mempelajari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

2.   Apersepsi:

  1. Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang suasana Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  2. Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang berkaitan dengan materi sebelumnya, misalnya:                                                                 ““Apakah setelah Proklamasi Indonesia langsung terbebas dari ancaman bangsa asing?”
  3. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengetahuan yang telah dimiliki.
  4. Guru mengaitkan jawaban peserta didik dengan materi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

3.   Motivasi :

  1. Guru menampilkan gambar, foto, atau video singkat tentang salah satu peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, misalnya Pertempuran Surabaya atau Bandung Lautan Api.
  2. Guru meminta peserta didik mengamati tayangan tersebut dan menyampaikan hal yang menarik perhatian mereka.
  3. Guru menanyakan materi yang sudah diajarkan Murid mampu menganalisis urgensi pembentukan kelengkapan negara pasca proklamasi bagi kedaulatan sebuah bangsa.
  1. Murid dapat menunjukkan sikap tanggung jawab dalam simulasi peran sebagai perangkat pemerintahan awal.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Murid membaca sumber belajar mengenai kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.
  • Guru memberikan bahan bacaan, gambar, peta, atau sumber sejarah yang berkaitan dengan:
    • Pembentukan pemerintahan Indonesia.
    • Pembentukan Komite Nasional Indonesia.
    • Pembentukan alat kelengkapan negara.
    • Kondisi ekonomi  politik dan keamanan setelah Proklamasi.
    • Kedatangan Sekutu dan NICA.
  • Murid mengidentifikasi informasi penting dari sumber yang dibaca.
  • Murid mencatat perubahan dan permasalahan yang dihadapi Indonesia pada awal kemerdekaan.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru menyajikan permasalahan: “Indonesia telah merdeka, tetapi mengapa keadaan negara setelah Proklamasi masih menghadapi berbagai masalah?”
  • Murid mengamati sumber informasi yang diberikan guru.
  • Murid mengidentifikasi berbagai kondisi Indonesia pada awal kemerdekaan, meliputi bidang politik, pemerintahan, ekonomi, sosial, dan keamanan.
  • Guru menjelaskan keterkaitan antara Proklamasi Kemerdekaan dengan proses pembentukan negara Indonesia.
  • Murid menyampaikan hasil pemahamannya secara lisan.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Guru membagi murid ke dalam beberapa kelompok
  • Setiap kelompok mengisi lembar kerja yang memuat:
    • Kondisi yang terjadi, faktor penyebab, Upaya bangsa Indonesia dalam mengatasinya, Nilai atau pelajaran yang dapat diambil.
  • Kelompok menyajikan hasil diskusinya dalam bentuk peta konsep, poster, tabel informasi, atau presentasi singkat.
  • Kelompok lain memberikan pertanyaan, tanggapan, atau tambahan informasi.
  • Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap hasil kerja setiap kelompok.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
  • Murid  melakukan refleksi secara individu.
  • Guru memberikan pertanyaan reflektif:
    • “Apa hal baru yang di pelajari tentang kondisi Indonesia setelah Proklamasi?”
    • “Nilai perjuangan apa yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari?”
  • Murid  menuliskan atau menyampaikan hasil refleksinya.
  • Guru memberikan penguatan bahwa Proklamasi merupakan awal berdirinya negara Indonesia, sedangkan membangun dan mempertahankan negara merupakan proses yang membutuhkan persatuan, kerja sama, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran, meliputi:
    • Kondisi politik dan pemerintahan,ekonomi dan sosial.
    • Upaya bangsa Indonesia membangun dan mempertahankan negara.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap keaktifan, kerja sama, dan keberanian peserta didik selama pembelajaran.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Tujuan:
Mengetahui pengetahuan awal murid mengenai Proklamasi Kemerdekaan dan kondisi Indonesia setelah merdeka.

Teknik: Tanya jawab dan pertanyaan tertulis.

Instrumen Asesmen:

  1. Menurut pendapatmu, apakah setelah Proklamasi Indonesia langsung menjadi negara yang aman dan tenteram? Jelaskan!
  2. Apa saja masalah yang mungkin dihadapi Indonesia setelah merdeka?
  3. Mengapa Indonesia masih harus berjuang setelah Proklamasi Kemerdekaan?

Kriteria hasil asesmen awal:

Kategori Deskripsi
Belum berkembang Belum mampu menjelaskan makna Proklamasi dan kondisi Indonesia setelah kemerdekaan.
Mulai berkembang Mampu menyebutkan fakta dasar tentang Proklamasi, tetapi belum memahami kondisi Indonesia setelah kemerdekaan.
Berkembang Mampu menjelaskan beberapa kondisi dan permasalahan Indonesia setelah Proklamasi.
Sangat berkembang Mampu menjelaskan kondisi Indonesia setelah Proklamasi serta menghubungkannya dengan upaya mempertahankan kemerdekaan.

Asesmen Proses
  • Tujuan:
    Mengetahui perkembangan pemahaman murid selama pembelajaran serta kemampuan dalam mengidentifikasi dan menganalisis berbagai kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.

  • Sikap kerjasama (Panca Cinta) selama kegiatan kelompok.
  • Teknik:

    • Observasi
    • Diskusi kelompok
    • Tanya jawab
    • LKPD

    1. Observasi Aktivitas Peserta Didik

    No. Aspek yang Diamati 1 2 3 4
    1 Keaktifan mengikuti pembelajaran
    2 Kemampuan mengemukakan pendapat
    3 Kemampuan bekerja sama dalam kelompok
    4 Kemampuan menganalisis informasi
    5 Menghargai pendapat teman
    6 Tanggung jawab menyelesaikan tugas

    Keterangan:

    • 1 = Belum terlihat
    • 2 = Mulai berkembang
    • 3 = Berkembang sesuai harapan
    • 4 = Sangat berkembang

    2. Asesmen LKPD

    Murid dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mengidentifikasi kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan dari beberapa aspek, seperti politik, ekonomi, sosial, keamanan, dan pemerintahan.

    Peserta didik melengkapi tabel berikut:

    Aspek Kondisi Indonesia setelah Proklamasi Permasalahan yang Dihadapi Upaya yang Dilakukan
    Politik
    Ekonomi
    Sosial
    Keamanan
    Pemerintahan

    Pertanyaan pemantik:

    1. Apa saja tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia pada masa awal kemerdekaan?
    2. Bagaimana kondisi keamanan Indonesia setelah Proklamasi?
    3. Apa hubungan antara kondisi Indonesia setelah Proklamasi dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan?

    3. Penilaian Diskusi Kelompok

    Aspek 1 2 3 4
    Pemahaman materi Belum memahami Memahami sebagian Memahami dengan baik Sangat memahami
    Keaktifan berdiskusi Pasif Kurang aktif Aktif Sangat aktif
    Kerja sama Belum bekerja sama Kerja sama kurang Bekerja sama dengan baik Sangat kompak
    Kemampuan menganalisis Belum mampu Analisis masih sederhana Analisis cukup baik Analisis sangat baik
    Penggunaan informasi Tidak sesuai Sebagian sesuai Sesuai Sangat tepat dan lengkap

    4. Penilaian Presentasi

    Murid mempresentasikan hasil analisis kelompok mengenai kondisi Indonesia setelah Proklamasi.

    Aspek Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
    Penguasaan materi Sangat kurang Kurang Baik Sangat baik
    Ketepatan informasi Banyak kesalahan Ada beberapa kesalahan Sebagian besar tepat Sangat tepat
    Penyampaian Tidak jelas Kurang jelas Jelas Sangat jelas dan sistematis
    Kemampuan menjawab pertanyaan Belum mampu Dengan banyak bantuan Cukup mampu Mampu menjawab dengan tepat
    Kerja sama Tidak terlihat Kurang Baik Sangat baik
Asesmen Akhir

Tujuan:
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran setelah murid mempelajari kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Teknik: Tes tertulis dan tugas produk.


2. Soal Uraian

1. Jelaskan kondisi Indonesia dalam bidang politik dan pemerintahan setelah Proklamasi Kemerdekaan!

2. Jelaskan upaya pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai permasalahan setelah Proklamasi!

3. Nilai-nilai perjuangan apa yang dapat kamu teladani dari masyarakat Indonesia dalam menghadapi kondisi setelah Proklamasi? Jelaskan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari!

Pedoman Penskoran Uraian

Skor Kriteria
4 Jawaban sangat tepat, lengkap, sistematis, dan disertai penjelasan
3 Jawaban tepat dan cukup lengkap
2 Jawaban sebagian benar tetapi masih terdapat kekurangan
1 Jawaban kurang tepat dan sangat terbatas
0 Tidak menjawab atau jawaban tidak sesuai

3. Tugas Produk

Peserta didik membuat infografis/peta konsep/poster dengan tema:

“Kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan”

Produk harus memuat:

  1. Kondisi politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan  dan pemerintahan.
  2. Upaya pemerintah dan rakyat dalam menghadapi tantangan.
  3. Nilai-nilai perjuangan yang dapat diteladani.

Rubrik Penilaian Produk

Aspek 1 2 3 4
Kelengkapan isi Sangat kurang Kurang lengkap Lengkap Sangat lengkap
Ketepatan informasi Banyak kesalahan Ada beberapa kesalahan Sebagian besar tepat Sangat tepat
Kemampuan menganalisis Belum mampu Masih sederhana Baik Sangat baik
Kreativitas Kurang Cukup Kreatif Sangat kreatif
Kerapian Tidak rapi Kurang rapi Rapi Sangat rapi

D. Tindak Lanjut Asesmen

1. Remedial

Murid  yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan kegiatan remedial berupa:

  • Membaca kembali materi tentang kondisi Indonesia setelah Proklamasi.
  • Mengamati gambar, video, atau sumber sejarah yang relevan.
  • Membuat peta konsep sederhana mengenai permasalahan Indonesia setelah Proklamasi.
  • Mengerjakan soal latihan dengan tingkat kesulitan bertahap.
  • Mendapatkan bimbingan secara individu atau kelompok kecil.

2. Pengayaan

Murid yang telah mencapai tujuan pembelajaran diberikan kegiatan pengayaan berupa:

  • Membandingkan kondisi Indonesia pada bidang politik, ekonomi, sosial, dan keamanan setelah Proklamasi.
  • Menganalisis hubungan antara kondisi Indonesia setelah Proklamasi dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
  • Membuat tulisan singkat tentang pentingnya persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

E. Refleksi Murid

Murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa saja kondisi Indonesia yang saya ketahui setelah Proklamasi Kemerdekaan?
  2. Tantangan apa yang menurut saya paling penting untuk dipahami?
  3. Nilai perjuangan apa yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

F. Refleksi Guru

  1. Apakah murid mampu menjelaskan Kondisi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan?
  2. Apakah murid mampu mengidentifikasi permasalahan  yang muncul setelah kemerdekaan?
  3. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah membantu murid memahami materi?
  4. Murid mana yang memerlukan remedial?
  5. Murid mana yang memerlukan pengayaan?

Kriteria: Kedalaman materi, kreativitas penyajian, dan refleksi nilai Panca Cinta.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
  • Berbagai Peristiwa Perjuangan Bersenjata
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan .Visualisasi: Menonton cuplikan film “Pertempuran Surabaya” atau mendengarkan pidato Bung Tomo.

Afirmasi: Menanamkan nilai keberanian (Cinta Diri: Harga Diri).

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid mengamati gambar, video, peta, atau sumber bacaan tentang perjuangan bangsa Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan, seperti Pertempuran Surabaya, Bandung Lautan Api, Pertempuran Ambarawa, dan Medan Area. Murid  membaca dan mencermati informasi mengenai latar belakang, tokoh, jalannya peristiwa, serta dampak perjuangan tersebut. murid  mencatat informasi penting dan menuliskan hal yang menarik atau pertanyaan yang muncul dari sumber yang dipelajari. Guru membimbing peserta didik untuk menghubungkan peristiwa perjuangan tersebut dengan pentingnya mempertahankan kemerdekaan
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru memberikan pertanyaan pemantik: “Mengapa kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan masih harus diperjuangkan?” dan “Apa yang akan terjadi jika para pejuang tidak mempertahankan kemerdekaan?” murid menyampaikan pendapat berdasarkan hasil literasi. Guru menjelaskan secara singkat bentuk perjuangan fisik dan diplomasi dalam mempertahankan kemerdekaan
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Murid dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapatkan satu topik/peristiwa perjuangan, misalnya Pertempuran Surabaya, Bandung Lautan Api, Pertempuran Ambarawa, Medan Area, atau perjuangan diplomasi. Peserta didik bekerja sama menganalisis sumber yang diberikan dengan mengisi lembar kerja: (1) latar belakang peristiwa, (2) tokoh yang terlibat, (3) jalannya perjuangan, (4) hasil/dampak perjuangan, dan (5) nilai-nilai perjuangan yang dapat diteladani. Setiap kelompok menyajikan hasilnya dalam bentuk poster, peta konsep, timeline, atau presentasi singkat. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. Guru memberikan penguatan dan apresiasi terhadap hasil kerja murid
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Murid  melakukan refleksi secara individu dengan menjawab pertanyaan: “Apa hal baru yang saya pelajari hari ini?”, “Nilai perjuangan apa yang paling penting bagi saya?”, dan “Bagaimana saya dapat menerapkan nilai perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari?” Beberapa murid menyampaikan hasil refleksinya. Guru memberikan penguatan bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan berkontribusi positif bagi bangsa.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Menguatkan pemahaman dengan suasana menyenangkan
    • Guru mengajak murid  mengikuti kuis singkat atau permainan “Tebak Tokoh dan Peristiwa” berkaitan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
    •  Murid  menjawab pertanyaan secara individu atau berkelompok dengan suasana santai dan menyenangkan.
    • Guru memberikan apresiasi kepada murid  atas partisipasi, keberanian, dan kerja sama selama pembelajaran.
  • Menyimpulkan pembelajaran
    • Guru bersama murid  menyimpulkan materi tentang berbagai bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, baik melalui perjuangan fisik maupun diplomasi.
    • Murid menyampaikan satu hal penting yang mereka ingat dari pembelajaran hari ini.
    • Guru memberikan penguatan mengenai nilai-nilai yang dapat diteladani, seperti keberanian, persatuan, kerja sama, pantang menyerah, cinta tanah air, dan rela berkorban.
  • Refleksi menyenangkan
    • Guru mengajak murid  melakukan refleksi dengan metode “Satu Kata untuk Pembelajaran Hari Ini”.
    • Peserta didik menyebutkan satu kata yang menggambarkan pengalaman belajarnya, misalnya “menyenangkan”, “inspiratif”, “semangat”, “bangga”, atau “berkesan”, kemudian menjelaskan alasannya secara singkat.
    • Guru memberikan apresiasi terhadap berbagai jawaban murid
  • Tindak lanjut
    • Guru menyampaikan tugas sederhana, misalnya murid mencari informasi tentang satu tokoh yang berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menuliskan nilai perjuangan yang dapat diteladani.
  • Penutup
    • Guru memberikan pesan kepada murid agar menerapkan nilai perjuangan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Tujuan:
Mengetahui pengetahuan awal, pemahaman, dan pengalaman murid mengenai berbagai peristiwa perjuangan bersenjata dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Teknik: Tanya jawab dan tes tertulis singkat.

Instrumen:

  1. Sebutkan satu contoh peristiwa perjuangan bersenjata yang kamu ketahui!
  2. Mengapa rakyat Indonesia melakukan perjuangan bersenjata setelah Proklamasi Kemerdekaan?
  3. Apa nilai atau sikap yang dapat kamu teladani dari para pejuang?

Kriteria hasil asesmen awal:

  • Mulai berkembang: Murid mampu menyebutkan contoh peristiwa, tetapi belum mampu menjelaskan latar belakang dan maknanya dengan tepat.
  • Berkembang: Murid mampu menyebutkan beberapa peristiwa dan menjelaskan latar belakangnya secara sederhana.
  • Sangat berkembang: Murid mampu menjelaskan beberapa peristiwa perjuangan bersenjata, tokoh yang terlibat, serta nilai perjuangan yang dapat diteladani.

Asesmen Proses

Tujuan:
Memantau perkembangan pemahaman murid selama proses pembelajaran serta mengetahui kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi tentang berbagai peristiwa perjuangan bersenjata.

Teknik:

  • Diskusi kelompok
  • Penugasan/LKPD
  • Tanya jawab
Asesmen Akhir

Tujuan:
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran setelah murid mempelajari materi berbagai peristiwa perjuangan bersenjata.

Bentuk: Tes tertulis dan tugas produk.

 Soal Uraian

  1. Jelaskan latar belakang terjadinya Pertempuran Surabaya!
  2. Jelaskan secara singkat peristiwa Bandung Lautan Api!
  3. Sebutkan dua tokoh yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan jelaskan perannya!
  4. Bagaimana cara kamu menerapkan nilai semangat perjuangan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari?

Pedoman Penskoran Uraian

  • 4: Jawaban sangat tepat, lengkap, dan disertai penjelasan yang logis.
  • 3: Jawaban tepat dan cukup lengkap.
  • 2: Jawaban sebagian benar tetapi masih terdapat kekurangan.
  • 1: Jawaban kurang tepat dan sangat terbatas.
  • 0: Tidak menjawab/jawaban tidak sesuai.

3. Tugas Produk

Peserta didik membuat poster/infografis/peta konsep tentang salah satu peristiwa perjuangan bersenjata.

Produk minimal memuat:

  1. Nama peristiwa.
  2. Waktu dan tempat.
  3. Tokoh yang terlibat.
  4. Latar belakang.
  5. Jalannya peristiwa.
  6. Hasil atau dampak.
  7. Nilai perjuangan yang dapat diteladani.

Rubrik Penilaian Produk:

Aspek Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
Kelengkapan isi Sangat kurang Kurang lengkap Lengkap Sangat lengkap
Ketepatan informasi Banyak kesalahan Ada beberapa kesalahan Hampir seluruhnya tepat Sangat tepat
Kreativitas Kurang kreatif Cukup kreatif Kreatif Sangat kreatif
Kerapian Tidak rapi Kurang rapi Rapi Sangat rapi
Kemampuan menyampaikan makna Belum mampu Masih terbatas Baik Sangat baik

D. Tindak Lanjut Asesmen

Murid  yang sudah mencapai tujuan pembelajaran:

  • Diberikan pengayaan dengan membandingkan dua peristiwa perjuangan bersenjata.
  • Membuat tulisan singkat tentang relevansi nilai perjuangan para pahlawan dengan kehidupan masa kini.

Murid  yang belum mencapai tujuan pembelajaran:

  • Mendapatkan bimbingan dan pembelajaran remedial.
  • Menggunakan media gambar, video, garis waktu, atau peta untuk membantu memahami kronologi peristiwa.
  • Mengerjakan soal latihan dengan tingkat kesulitan bertahap.
  • Mendapatkan pendampingan secara individu atau kelompok kecil.

E. Refleksi murid

Setelah pembelajaran, murid menjawab pertanyaan berikut:

  1. Apa hal baru yang saya pelajari hari ini?
  2. Peristiwa perjuangan apa yang paling saya pahami? Mengapa?
  3. Nilai perjuangan apa yang dapat saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
  4. Apa yang akan saya lakukan agar pemahaman saya menjadi lebih baik?

F. Refleksi Guru

  1. Apakah murid mampu menjelaskan kondisi Indonesia setelah Proklamasi?
  2. Apakah murid mampu mengidentifikasi permasalahan dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan keamanan?
  3. Apakah metode pembelajaran yang digunakan sudah membantu murid memahami materi?
  4. Murid mana yang memerlukan remedial?
  5. Murid mana yang memerlukan pengayaan?
Pertemuan Ke-3
Perjuangan Diplomasi Meja Perundingan
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan mengajak murid mempersiapkan diri untuk belajar dengan tenang.
  • Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar atau cuplikan sumber sejarah tentang Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville, Perjanjian Roem-Royen, dan Konferensi Meja Bundar (KMB).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
    • “Mengapa Indonesia yang telah merdeka masih harus melakukan perundingan dengan Belanda?”
    • “Apakah diplomasi dapat menjadi bentuk perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan?”
  • Murid menyampaikan pengetahuan awal dan pendapat berdasarkan pengalaman belajar sebelumnya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat mempelajari perjuangan diplomasi bagi kehidupan murid masa kini.

Nilai KBC: menumbuhkan cinta tanah air, menghargai perjuangan para pendahulu, dan mensyukuri kemerdekaan.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  • Guru menyediakan berbagai sumber literasi, seperti:
    • buku teks Sejarah;
    • artikel sejarah;
    • foto tokoh;
    • dokumen atau kutipan sumber sejarah;
    • peta dan gambar yang berkaitan dengan perjuangan diplomasi.
  • Guru memberikan bacaan mengenai:
    1. Perundingan Linggarjati;
    2. Perjanjian Renville;
    3. Perundingan Roem-Royen;
    4. Konferensi Meja Bundar.
  • Guru memberikan Lembar Kerja Murid (LKM) untuk membantu murid menemukan informasi penting.

Murid:

  • Murid membaca sumber sejarah secara mandiri dan cermat.
  • Murid menandai informasi penting dari bahan bacaan.
  • Murid menemukan istilah, tokoh, tempat, tanggal, dan peristiwa penting.
  • Murid mencatat informasi yang belum dipahami.
  • Murid membandingkan informasi dari beberapa sumber.
  • Murid menyusun informasi dalam bentuk tabel atau peta konsep.

Contoh Lembar Literasi

Perundingan Latar Belakang Tokoh Isi/Hasil Dampak bagi Indonesia
Linggarjati … … … …
Renville … … … …
Roem-Royen … … … …
KMB … … … …

Nilai KBC: cinta ilmu, cinta sejarah, menghargai jasa para tokoh, dan menghormati perbedaan pandangan.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

Kegiatan Guru:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
  • Guru mengajak murid menyiapkan diri secara fisik dan mental agar fokus mengikuti pembelajaran.
  • Guru menampilkan gambar/foto tokoh dan suasana Perundingan Linggarjati, Renville, Roem-Royen, dan Konferensi Meja Bundar.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
    • “Mengapa Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaan masih harus melakukan perundingan?”
    • “Apakah perjuangan melalui diplomasi juga merupakan bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan?”
  • Murid mengemukakan pengetahuan dan pengalaman belajar yang telah dimiliki.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan materi dengan kehidupan murid saat ini.
  • Guru menanamkan kesadaran bahwa kemerdekaan yang dinikmati murid merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan generasi sebelumnya.

Nilai KBC:
Cinta kepada Allah, cinta tanah air, cinta ilmu, dan menghargai jasa para pejuang.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisisnya.
  • Kelompok lain memberikan pertanyaan, tanggapan, atau tambahan informasi.
  • Guru memberikan studi kasus:

“Jika kalian berada dalam posisi tokoh Indonesia yang harus berunding dengan pihak Belanda, bagaimana cara mempertahankan kepentingan Indonesia melalui diplomasi?”

  • Murid melakukan simulasi meja perundingan. Beberapa murid berperan sebagai delegasi Indonesia, delegasi Belanda, dan pihak penengah sesuai skenario pembelajaran.
  • Murid menyusun argumen berdasarkan fakta sejarah, kemudian melakukan proses negosiasi.
  • Murid menunjukkan kemampuan mendengarkan, menyampaikan pendapat secara santun, menghargai perbedaan, dan mencari jalan keluar melalui musyawarah.
  • Guru mengamati proses diskusi dan memberikan penguatan terhadap nilai-nilai perjuangan diplomasi.

Nilai KBC: cinta sesama, persatuan, toleransi, musyawarah, tanggungjawab, dan cinta tanah air.

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

  • Murid melakukan refleksi secara individu dengan menjawab pertanyaan:
    1. Apa hal paling penting yang saya pahami tentang perjuangan diplomasi?
    2. Nilai apa dari para pejuang diplomasi yang dapat saya teladani?
    3. Bagaimana cara saya menerapkan sikap menghargai perbedaan dan menyelesaikan masalah melalui dialog?
    4. Mengapa perjuangan mempertahankan kemerdekaan perlu dihargai oleh generasi sekarang?
  • Beberapa murid membacakan hasil refleksinya.
  • Guru memberikan penguatan bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui kecerdasan, diplomasi, persatuan, kesabaran, dan kemampuan bernegosiasi.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

  • Murid melakukan refleksi secara individu dengan menjawab pertanyaan:
    1. Apa hal paling penting yang saya pahami tentang perjuangan diplomasi?
    2. Nilai apa dari para pejuang diplomasi yang dapat saya teladani?
    3. Bagaimana cara saya menerapkan sikap menghargai perbedaan dan menyelesaikan masalah melalui dialog?
    4. Mengapa perjuangan mempertahankan kemerdekaan perlu dihargai oleh generasi sekarang?
  • Beberapa murid membacakan hasil refleksinya.
  • Guru memberikan penguatan bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui kecerdasan, diplomasi, persatuan, kesabaran, dan kemampuan bernegosiasi.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Tujuan: mengetahui pengetahuan awal, pengalaman belajar, kesiapan, dan pemahaman awal murid mengenai perjuangan diplomasi.

Bentuk: Tanya jawab dan pertanyaan diagnostik

Guru memberikan pertanyaan kepada murid:

  1. Apa yang murid ketahui tentang diplomasi?
  2. Mengapa Indonesia masih harus berjuang setelah Proklamasi Kemerdekaan?
  3. Apa yang murid ketahui tentang Perundingan Linggarjati?
  4. Sebutkan perundingan antara Indonesia dan Belanda yang pernah murid dengar!
  5. Menurut murid, mengapa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan melalui perjuangan fisik dan diplomasi?
  6. Nilai perjuangan apa yang murid ketahui dari para tokoh diplomasi Indonesia?

Instrumen Penilaian Awal

Aspek Indikator Keterangan
Pengetahuan awal Murid mampu menyebutkan fakta dasar tentang diplomasi Belum tahu/Cukup/Baik
Pemahaman awal Murid mampu menjelaskan makna diplomasi Belum tahu/Cukup/Baik
Kesadaran sejarah Murid memahami pentingnya mempertahankan kemerdekaan Belum/Cukup/Baik
Nilai KBC Murid menunjukkan penghargaan terhadap perjuangan bangsa Belum/Cukup/Baik

Pemanfaatan hasil:
Hasil asesmen digunakan guru untuk menentukan kebutuhan belajar murid, memberikan penguatan materi dasar, serta menyesuaikan tingkat pendampingan selama proses pembelajaran.

Asesmen Proses

Tujuan: mengetahui perkembangan pemahaman, keterampilan, kolaborasi, dan karakter murid selama kegiatan pembelajaran.

A. Penilaian Literasi dan Pemahaman

Murid membaca sumber sejarah tentang:

  • Perundingan Linggarjati;
  • Perjanjian Renville;
  • Perundingan Roem-Royen;
  • Konferensi Meja Bundar.

Murid kemudian mengidentifikasi latar belakang, tokoh, proses, hasil, dan dampak masing-masing perundingan.

Rubrik Penilaian

Aspek 4 – Sangat Baik 3 – Baik 2 – Cukup 1 – Perlu Bimbingan
Literasi sejarah Mampu memahami dan mengolah berbagai sumber secara mendalam Mampu memahami sumber dengan baik Memahami sebagian informasi Belum mampu memahami sumber
Ketepatan informasi Informasi sangat tepat dan lengkap Informasi tepat Ada beberapa kekeliruan Banyak kekeliruan
Analisis Mampu menghubungkan sebab, proses, dan dampak Mampu melakukan analisis Analisis masih sederhana Belum mampu menganalisis
Komunikasi Menyampaikan gagasan dengan jelas dan santun Cukup jelas dan santun Kurang sistematis Belum mampu menyampaikan gagasan
Refleksi Mampu menghubungkan sejarah dengan kehidupan Mampu melakukan refleksi Refleksi masih terbatas Belum mampu melakukan refleksi

B. Penilaian Kolaborasi

Dilakukan ketika murid berdiskusi atau mengerjakan tugas kelompok.

Nilai yang Diamati Indikator
Cinta sesama Menghargai pendapat murid lain
Cinta tanah air Menunjukkan penghargaan terhadap perjuangan bangsa
Cinta ilmu Aktif membaca, bertanya, dan mencari informasi
Persatuan Mampu bekerja sama dalam kelompok
Tanggung jawab Menyelesaikan tugas yang diberikan
Toleransi Menerima perbedaan pendapat

Skala:
4 = selalu ditunjukkan
3 = sering ditunjukkan
2 = kadang-kadang ditunjukkan
1 = belum ditunjukkan


C. Penilaian Aktivitas Bermakna

Guru mengamati kemampuan murid dalam menjawab pertanyaan:

“Mengapa perjuangan melalui diplomasi tetap diperlukan meskipun Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaan?”

Murid diharapkan mampu:

  • menggunakan fakta sejarah;
  • menjelaskan hubungan sebab-akibat;
  • memberikan alasan yang logis;
  • menghubungkan dengan nilai perjuangan;
  • menyampaikan pendapat dengan santun.
Asesmen Akhir

Tujuan: mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran setelah murid mempelajari materi perjuangan diplomasi meja perundingan.

A. Tes Pengetahuan

Soal Uraian

  1. Jelaskan latar belakang dilaksanakannya perjuangan diplomasi Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan!
  2. Jelaskan tujuan dan hasil Perundingan Linggarjati!
  3. Jelaskan dampak Perjanjian Renville bagi perjuangan Indonesia!
  4. Mengapa Perundingan Roem-Royen memiliki arti penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan?
  5. Jelaskan arti penting Konferensi Meja Bundar bagi Indonesia!

Kriteria Penilaian

Skor Kriteria
4 Jawaban sangat tepat, lengkap, menggunakan fakta dan analisis
3 Jawaban tepat dan cukup lengkap
2 Jawaban sebagian benar tetapi masih terbatas
1 Jawaban kurang tepat
0 Tidak menjawab

B. Penilaian Produk

Tugas: “Jejak Perjuangan Diplomasi Indonesia”

Murid membuat salah satu produk:

  • infografis;
  • poster;
  • peta konsep;
  • timeline;
  • presentasi digital;
  • tulisan reflektif.

Produk memuat:

  1. latar belakang perundingan;
  2. tokoh yang terlibat;
  3. proses perundingan;
  4. hasil perundingan;
  5. dampak bagi Indonesia;
  6. nilai perjuangan yang dapat diteladani;
  7. relevansinya dengan kehidupan murid saat ini.

Rubrik Penilaian Produk

Aspek Bobot
Ketepatan fakta sejarah 30%
Kedalaman analisis 25%
Penggunaan sumber 15%
Kreativitas penyajian 10%
Nilai KBC 10%
Refleksi dan relevansi 10%
Total 100%

4. Penilaian Refleksi Akhir Berbasis KBC

Murid menjawab secara individu:

1. Hal paling bermakna yang saya pelajari hari ini adalah …

2. Nilai perjuangan para tokoh diplomasi yang ingin saya teladani adalah …

3. Saya dapat menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan cara …

4. Setelah mempelajari perjuangan diplomasi, bentuk cinta tanah air yang dapat saya lakukan sebagai murid adalah …

Indikator Refleksi

Murid mampu:

  • memahami makna perjuangan diplomasi;
  • menghargai pengorbanan para pejuang;
  • menunjukkan cinta tanah air;
  • menghargai perbedaan;
  • menerapkan nilai dialog, musyawarah, persatuan, dan tanggung jawab dalam kehidupan.

Ringkasan Asesmen PPM

Tahap Asesmen Teknik Instrumen Fokus
Awal Diagnostik Tanya jawab/tes awal Pertanyaan pemantik Pengetahuan awal dan kesiapan murid
Proses Formatif Observasi, literasi, diskusi LKPD dan rubrik Pemahaman, analisis, kolaborasi, KBC
Akhir Sumatif Tes, produk, refleksi Soal dan rubrik Penguasaan materi dan penerapan nilai
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Lika-Liku Bentuk Negara
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
  2. Guru menyapa dan mengecek kesiapan murid untuk mengikuti pembelajaran.
  3. Guru mengajak murid melakukan kegiatan singkat untuk memusatkan perhatian dan membangun suasana belajar yang nyaman.
  4. Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar/peta Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  5. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
    • “Apakah bentuk negara Indonesia selalu sama sejak Proklamasi?”
    • “Mengapa Indonesia pernah menjadi Republik Indonesia Serikat?”
    • “Mengapa Indonesia kemudian kembali menjadi negara kesatuan?”
  6. Murid menyampaikan pengetahuan awal dan pendapat berdasarkan apa yang telah diketahui.
  7. Guru menghubungkan jawaban murid dengan materi yang akan dipelajari.
  8. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan.
  9. Guru memberikan motivasi kepada murid bahwa mempelajari lika-liku bentuk negara penting untuk memahami proses panjang dalam mempertahankan kedaulatan, persatuan, dan keutuhan Indonesia.
  10. Guru menanamkan nilai KBC dengan mengajak murid menyadari bahwa persatuan Indonesia merupakan hasil perjuangan yang perlu dihargai dan dijaga.

Nilai KBC yang dikembangkan:

  • Cinta tanah air
  • Cinta ilmu
  • Cinta persatuan
  • Tanggung jawab
  • Rasa syukur
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

Kegiatan Guru

Guru menyediakan sumber literasi berupa buku teks, artikel sejarah, gambar, peta, atau sumber sejarah mengenai perubahan bentuk negara Indonesia.

Materi literasi meliputi:

  1. Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah Proklamasi
  2. Republik Indonesia Serikat (RIS)
  3. Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Latar belakang perubahan bentuk negara
  5. Dinamika politik dan perjuangan mempertahankan persatuan Indonesia

Kegiatan Murid

  • Murid membaca sumber sejarah secara mandiri.
  • Murid mencatat informasi penting.
  • Murid menemukan istilah dan konsep yang belum dipahami.
  • Murid membuat timeline perubahan bentuk negara Indonesia.
  • Murid mengidentifikasi:
    • bentuk negara;
    • periode/waktu;
    • latar belakang perubahan;
    • peristiwa penting;
    • dampak perubahan;
    • nilai persatuan yang dapat diteladani.
  • Murid membandingkan bentuk NKRI dan RIS berdasarkan sumber yang dipelajari.

Tabel Literasi Murid

Periode Bentuk Negara Latar Belakang Peristiwa Penting Dampak
Setelah Proklamasi NKRI … … …
1949–1950 RIS … … …
Setelah 1950 NKRI … … …

Nilai KBC

Murid mengembangkan cinta ilmu dan cinta tanah air melalui pemahaman bahwa bentuk negara Indonesia mengalami dinamika dalam proses mempertahankan kedaulatan dan persatuan.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

Kegiatan Guru

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa.
  • Guru mengajak murid mempersiapkan diri dan memusatkan perhatian sebelum pembelajaran.
  • Guru menampilkan gambar/peta Indonesia pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik:
    • “Apakah bentuk negara Indonesia selalu sama sejak Proklamasi Kemerdekaan?”
    • “Mengapa Indonesia pernah berubah menjadi negara serikat?”
    • “Mengapa Indonesia kemudian kembali menjadi negara kesatuan?”
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mengaitkan materi dengan kehidupan murid saat ini, khususnya pentingnya persatuan dan menjaga keutuhan bangsa.

Kegiatan Murid

  • Murid mengamati gambar/peta yang ditampilkan.
  • Murid menyampaikan pengetahuan awal tentang bentuk negara Indonesia.
  • Murid mengajukan pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan.
  • Murid menyampaikan pendapat mengenai pentingnya persatuan dan keutuhan negara.

Nilai KBC

  • Cinta tanah air
  • Cinta persatuan
  • Cinta ilmu
  • Mensyukuri kemerdekaan dan keutuhan Indonesia
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

Kegiatan Guru

  • Guru membagi murid dalam beberapa kelompok.
  • Setiap kelompok mendapatkan fokus kajian berbeda.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk diskusi.

Pembagian Kelompok

Kelompok 1:
Mengkaji kondisi Indonesia setelah Proklamasi dan bentuk NKRI.

Kelompok 2:
Mengkaji latar belakang terbentuknya Republik Indonesia Serikat.

Kelompok 3:
Mengkaji dinamika RIS dan berbagai negara bagian.

Kelompok 4:
Mengkaji proses kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kegiatan Murid

  • Murid berdiskusi berdasarkan sumber sejarah.
  • Murid menyusun hasil diskusi dalam bentuk peta konsep, infografis, timeline, atau poster.
  • Murid mempresentasikan hasil kelompok.
  • Kelompok lain memberikan pertanyaan dan tanggapan.
  • Murid membandingkan hasil kajian setiap kelompok.
  • Murid menyimpulkan hubungan antara perubahan bentuk negara dengan dinamika perjuangan mempertahankan persatuan Indonesia.

Aktivitas Menggembirakan: “Jejak Perubahan Bentuk Negara”

Guru memberikan beberapa kartu yang berisi:

  • tanggal;
  • tokoh;
  • peristiwa;
  • bentuk negara;
  • keputusan politik.

Murid secara berkelompok menyusun kartu tersebut menjadi urutan sejarah yang benar.

Setelah selesai, murid menjelaskan alasan penyusunan urutan tersebut.

Nilai KBC

  • Gotong royong
  • Persatuan
  • Menghargai pendapat
  • Tanggung jawab
  • Cinta tanah air
  • Toleransi
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi terhadap pembelajaran.

Refleksi Individu

Murid menjawab pertanyaan:

  1. Apa hal baru yang saya pahami tentang lika-liku bentuk negara Indonesia?
  2. Mengapa Indonesia pernah mengalami perubahan bentuk negara?
  3. Apa yang saya pelajari tentang pentingnya persatuan dari sejarah perubahan bentuk negara Indonesia?
  4. Nilai perjuangan apa yang dapat saya teladani?
  5. Bagaimana saya dapat menunjukkan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari?

Refleksi KBC

Murid melengkapi kalimat:

“Setelah mempelajari lika-liku bentuk negara, saya semakin memahami bahwa persatuan Indonesia penting karena ….”

“Sebagai murid, bentuk cinta tanah air yang dapat saya lakukan untuk menjaga persatuan adalah ….”

Guru memberikan penguatan bahwa perjalanan bentuk negara Indonesia menunjukkan adanya dinamika sejarah dalam mempertahankan kedaulatan, persatuan, dan keutuhan bangsa.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang lika-liku bentuk negara Indonesia, mulai dari NKRI, perubahan menjadi RIS, hingga kembali menjadi NKRI.
  2. Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan hal yang paling menarik atau bermakna dari pembelajaran.
  3. Murid melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan:
    • “Apa hal penting yang saya pahami hari ini?”
    • “Mengapa persatuan sangat penting bagi Indonesia?”
    • “Nilai apa yang dapat saya teladani dari perjalanan sejarah bentuk negara Indonesia?”
    • “Apa yang dapat saya lakukan sebagai murid untuk menjaga persatuan Indonesia?”
  4. Guru memberikan penguatan bahwa dinamika bentuk negara merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa dalam mempertahankan kedaulatan dan persatuan Indonesia.
  5. Guru memberikan exit ticket kepada murid:

    “Satu hal yang saya pahami, satu nilai yang saya teladani, dan satu tindakan yang akan saya lakukan untuk menjaga persatuan Indonesia adalah ….”

  6. Guru memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran dan apresiasi atas partisipasi murid.
  7. Guru menyampaikan gambaran materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
  8. Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Penguatan Deep Learning

Pada akhir pembelajaran, murid diharapkan telah melalui proses:

Mengamati → Memahami → Menghubungkan → Merefleksikan → Memaknai → Menerapkan

Sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hafalan mengenai NKRI dan RIS, tetapi membantu murid memahami makna sejarah dan menerapkan nilai persatuan, cinta tanah air, tanggung jawab, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Asesmen Diagnostik

Tujuan: mengetahui pengetahuan awal dan pemahaman murid tentang bentuk negara Indonesia.

Pertanyaan

  1. Apa yang murid ketahui tentang NKRI?
  2. Apakah bentuk negara Indonesia selalu berupa negara kesatuan sejak Proklamasi?
  3. Apa yang murid ketahui tentang Republik Indonesia Serikat (RIS)?
  4. Mengapa persatuan penting bagi sebuah negara?
  5. Menurut murid, apa yang dapat terjadi jika persatuan suatu negara tidak terjaga?

Instrumen Penilaian Awal

Aspek Indikator
Pengetahuan awal Murid mengetahui konsep NKRI
Pemahaman Murid memahami pengertian bentuk negara
Kesadaran sejarah Murid memahami pentingnya mempelajari perubahan bentuk negara
Nilai KBC Murid menunjukkan sikap menghargai persatuan dan keutuhan Indonesia

Pemanfaatan: hasil asesmen digunakan guru untuk mengetahui kebutuhan belajar murid dan memberikan penguatan pada konsep yang belum dipahami

Asesmen Proses

Asesmen Formatif

Penilaian dilakukan selama kegiatan Literasi dan Kolaborasi.

A. Penilaian Literasi

Aspek 4 – Sangat Baik 3 – Baik 2 – Cukup 1 – Perlu Bimbingan
Membaca sumber Sangat cermat Cermat Cukup Kurang
Menemukan informasi Sangat lengkap Lengkap Cukup Kurang
Ketepatan fakta Sangat tepat Tepat Cukup tepat Belum tepat
Analisis Mendalam Baik Sederhana Belum mampu
Kesimpulan Sangat tepat Tepat Cukup Belum tepat

B. Penilaian Kolaborasi

Aspek Indikator
Kerja sama Aktif bekerja bersama murid lain
Tanggung jawab Menyelesaikan tugas yang diberikan
Komunikasi Menyampaikan pendapat dengan jelas
Toleransi Menghargai pendapat yang berbeda
Persatuan Mengutamakan kepentingan kelompok
Cinta tanah air Menghargai sejarah dan keutuhan Indonesia

Skor:
4 = sangat baik
3 = baik
2 = cukup
1 = perlu bimbingan


C. Penilaian Produk Kelompok

Produk: Timeline/Peta Konsep/Infografis “Lika-Liku Bentuk Negara Indonesia”

Aspek Bobot
Ketepatan fakta sejarah 30%
Kelengkapan informasi 20%
Kemampuan analisis 20%
Kreativitas 15%
Kerja sama 15%
Total 100%
Asesmen Akhir

Asesmen Sumatif

A. Tes Tertulis

Soal Uraian

  1. Jelaskan bentuk negara Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan!
  2. Mengapa Indonesia mengalami perubahan dari negara kesatuan menjadi Republik Indonesia Serikat?
  3. Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia!
  4. Apa makna perubahan bentuk negara Indonesia bagi perjalanan sejarah bangsa?
  5. Nilai apa yang dapat murid teladani dari dinamika perubahan bentuk negara Indonesia?

Kriteria Penilaian

Skor Kriteria
4 Jawaban tepat, lengkap, dan disertai analisis
3 Jawaban tepat dan cukup lengkap
2 Jawaban sebagian benar
1 Jawaban kurang tepat
0 Tidak menjawab

Murid membuat refleksi singkat dengan tema:

“Menjaga Persatuan Indonesia di Masa Kini”

Isi refleksi mencakup:

  • hal penting yang dipahami;
  • pelajaran dari dinamika bentuk negara;
  • nilai persatuan yang diperoleh;
  • tindakan nyata yang dapat dilakukan murid untuk menjaga persatuan.

Rubrik Refleksi

Aspek Bobot
Pemahaman sejarah 30%
Kedalaman refleksi 25%
Nilai cinta tanah air 20%
Keterkaitan dengan kehidupan 15%
Bahasa dan penyajian 10%
Total 100%

C. RINGKASAN ASESMEN

Tahap Bentuk Asesmen Fokus
Penilaian Awal Tanya jawab/diagnostik Pengetahuan awal tentang NKRI dan RIS
Penilaian Proses Literasi, diskusi, observasi, produk Pemahaman, analisis, kolaborasi, dan nilai KBC
Penilaian Akhir Tes tertulis dan refleksi Penguasaan materi, pemikiran mendalam, dan penerapan nilai

Alur Pembelajaran Mendalam

Orientasi → Literasi → Memahami → Kolaborasi → Mengaplikasi → Refleksi

Melalui alur ini, murid tidak hanya menghafal perubahan bentuk negara, tetapi memahami mengapa perubahan itu terjadi, bagaimana prosesnya, apa dampaknya, dan apa maknanya bagi persatuan Indonesia saat ini. Ini sekaligus menguatkan nilai cinta tanah air, cinta ilmu, persatuan, gotong royong, tanggung jawab, dan menghargai perbedaan dalam KBC.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-5
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang