Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Kimia MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Kimia
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Kimia
Kimia di Sekitar Kita
I Spesifikasi
Nama Penyusun Dra. Efriyenti
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Kimia
Fase/Kelas/Semester E/X/Ganjil
Topik Pembelajaran Kimia di Sekitar Kita
Alokasi Waktu 3 kali pertemuan @ 2JP (2×2=4 JP), 1 JP =45 menit, total waktu 270 menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia : Fokus pada Akhlak Kepada Alam. Murid menunjukkan rasa syukur atas ketersediaan sumber daya alam dengan menjaga kebersihan lingkungan, memahami dampak pencemaran, dan aktif mencari solusipencegahannya

2. Penalaran Kritis: Murid memproses informasi secara objektif melalui penerapan metode ilmiah, membedakan fakta dan opini saat mengamati perubahan materi, serta menganalisis karakteristik zat (unsur, senyawa, campuran). Menganalisis data kualitas lingkungan (misalnya pH air, kadar polutan udara) dan mengevaluasi efektivitas solusi berdasarkan prinsip-prinsip Kimia Hijau.

3. Kreativitas: Murid mampu merancang prosedur eksperimen sederhana secara sistematis untuk membuktikan hipotesis ilmiah terkait fenomena alam di sekitarnya

4. Kolaborasi:Murid berkolaborasi dalam kelompok untuk menginvestigasi isu-isu lingkungan lokal, berbagi peran, dan secara sukarela mengampanyekan solusi penanganan limbah atau polusi di lingkungan sekolah.

5. Kemandirian: Murid menumbuhkan kesadaran akan keselamatan diri dan orang lain dengan secara sadar memahami serta menaati tata tertib, simbol bahaya, dan prosedur kerja di laboratorium kimia.

 

3 Topik Panca Cinta 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

Menumbuhkan rasa takjub dan syukur (spiritual deep engagement) atas keteraturan struktur materi dari skala subatomik hingga makrokosmos yang diciptakan Allah Swt. dalam keseimbangan sempurna.

2.Cinta Ilmu

Memotivasi siswa untuk mengeksplorasi susunan rahasia zat di alam semesta secara tekun, jujur, objektif, dan berbasis data autentik (scientific integrity).

3.Cinta Diri dan Sesama

Memahami hakikat perubahan materi agar dapat memperlakukan zat-zat kimia di sekitar dengan aman (safety first), guna melindungi kesehatan diri sendiri serta keselamatan lingkungan sosial. Memahami korelasi polusi toksik dengan degradasi kesehatan manusia, serta aktif membangun kolaborasi kelompok yang inklusif, toleran, dan suportif.

4.Cinta Lingkungan

Menyadari dampak makro dari perubahan materi mikro sehingga berkomitmen mengaplikasikan prinsip dasar Kimia Hijau (Green Chemistry) untuk mencegah kerusakan bumi (cegah fasad). Menumbuhkan kepedulian mendalam terhadap krisis perubahan iklim dan berkomitmen nyata mengadopsi gaya hidup bebas emisi serta minim plastik

5. Tanah Air: Mengarahkan pemahaman kimia guna mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan sumber daya alam Indonesia secara bijaksana dan berkelanjutan demi kedaulahan sains bangsa.

4 Materi Integrasi KBC Cinta lingkungan sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap kelestarian alam, menumbuhkan kepedulian mendalam terhadap krisis perubahan iklim.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Pemahaman Kimia

Pemahaman fakta, konsep, prinsip,hukum, dan teori pada materi struktur atom, ikatan kimia, bentukmolekul, gaya intermolekuler,termokimia, laju reaksi,kesetimbangan kimia, selelektrokimia, senyawa karbon, danmakromolekul

Keterampilan Proses

Keterampilan yang dibutuhkanmurid dalam memahami kimiayang meliputi kemampuanmengamati; mempertanyakan danmemprediksi; merencanakan dan
melakukan penyelidikan;memproses, menganalisis data dan informasi; mengevaluasi danrefleksi; serta mengomunikasikan hasil. Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang
dinamis yang dapat disesuaikanberdasarkan perkembangan dankemampuan murid.

2 Tujuan Pembelajaran Pemahaman Kimia

1.Murid mampu menganalisis hakikat ilmu kimia secara mendalam sebagai ilmu yang mempelajari struktur, sifat, komposisi, dan perubahan materi secara kritis.

2. Murid mampu mengaitkan interaksi makroskopis materi kimia dengan bukti mikroskopis (kekuasaan penciptaan Allah Swt.) melalui penalaran logis

3.Menganalisis fenomena kimia lingkungan (seperti hujan asam dan eutrofikasi) secara kritis melalui penelusuran reaksi kimia makroskopis dan mikroskopis

 

Keterampilan Proses

1. Murid mampu merancang argumen berbasis data mengenai peranan esensial ilmu kimia dalam menyelesaikan problem global secara bertanggung jawab dan beretika

2. Merancang aksi solusi nyata berdasarkan 12 prinsip Kimia Hijau (Green Chemistry) sebagai manifestasi tanggung jawab ekologis menjaga bumi

3. Menginternalisasi karakter luhur Panca Cinta (Religius, Cinta Ilmu, Peduli Lingkungan, Empati Sesama, dan Nasionalisme) selama proses penyelidikan ilmiah.

3 Kerangka Pembelajaran 1. Praktik Pedagogik
a. Model Pembelajaran: LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi), yang meliputi kegiatan memperoleh informasi melalui literasi, menghubungkan informasi dengan materi melalui orientasi, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas melalui kolaborasi, serta mengevaluasi pengalaman belajar melalui refleksi.b. Metode Pembelajaran: tanya jawab, diskusi, penugasan, dan presentasi.2. Kemitraan pembelajaran (opsional):Lingkungan Sekolah: Guru berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan sumber belajar dan mengarahkan murid untuk membaca, membahas, dan mengidentifikasi unsur-unsur Procedure Text, seperti tujuan, bahan atau alat, dan langkah-langkah kegiatan. Teman sebaya menjadi mitra belajar melalui kegiatan diskusi kelompok, pemilihan kegiatan, penyusunan kerangka teks, dan pemberian umpan balik terhadap Procedure Text yang dibuat. Perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menemukan berbagai contoh Procedure Text dan mendukung pengembangan kerangka teks menjadi teks.3. Lingkungan Pembelajaran

a. Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel agar murid dapat bekerja secara individu, berpasangan, maupun berkelompok. Papan tulis digunakan untuk mencatat kosakata, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang dibahas selama pembelajaran.

b. Ruang Virtual: Internet digunakan untuk mencari informasi dan contoh teks yang mendukung kegiatan pembelajaran. Murid dapat memanfaatkan media digital untuk mengakses materi, mengolah informasi, mengerjakan tugas, mengembangkan teks, serta memublikasikan hasil karya melalui media yang sesuai.

c. Budaya Belajar

– Budaya Kolaboratif: Murid bekerja secara berkelompok dan berpasangan untuk berlatih dialog, membaca dan mendiskusikan Procedure Text, mengidentifikasi tujuan, bahan atau alat, dan langkah-langkah kegiatan, serta memberikan masukan terhadap teks teman.

– Budaya Kritis: Murid menganalisis Procedure Text dengan mengidentifikasi tujuan, bahan atau alat, serta urutan langkah-langkah dan menilai keterkaitan antarbagian tersebut.

– Budaya Interaktif: Murid berinteraksi dengan guru dan teman melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, praktik mengikuti prosedur, serta pemberian tanggapan terhadap hasil pekerjaan teman.

– Budaya Reflektif: Murid menyampaikan hal yang telah dipelajari, bagian pembelajaran yang dirasakan sulit, serta hal yang perlu diperbaiki berdasarkan pengalaman selama proses pembelajaran.

4. Pemanfaatan Digital (opsional)

Pemanfaatan gambar dan infografis sebagai bahan pengamatan, audio sebagai bahan menyimak, monitor dan laptop untuk menampilkan materi pembelajaran, serta internet untuk mengakses sumber informasi dan memublikasikan hasil karya murid.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Hakikat Ilmu Kimia
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

 

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Apersepsi:
Guru menanyakan materi yang sudah diajarkan sebelumnya ditingkat SMP

pertanyaannya…..

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pembelajaran sebelumnya. Lalu guru mengaitkannya dengan pelajaran sekarang:

5. Pertanyaan Pemantik:

Guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengajak murid mulai berpikir tentang isu yang akan dibahas. Beberapa murid menyampaikan pendapatnya.

6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan menyimak . Murid juga akan menyampaikan pendapat dan argumen secara lisan mengenai isu yang dibahas.

 

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
• Murid membaca artikel pendek atau infografis tentang sejarah penemuan produk kimia sehari-hari (seperti sabun, obat-obatan, atau plastik).
• Murid mengamati demonstrasi sederhana guru atau video pendek mengenai perubahan materi (misal: kertas dibakar atau larutan yang berubah warna).
• Murid mencatat istilah-istilah penting dan fenomena menarik yang mereka temukan berdasarkan materi bacaan dan tayangan visual
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
• Guru memberikan pertanyaan pemantik berdasarkan hasil literasi: ‘Apakah semua yang ada di sekitar kita terbentuk dari bahan kimia? Apa sebenarnya yang dipelajari dalam ilmu kimia?’
• Guru memetakan pemahaman awal murid dan menjelaskan secara garis besar ruang lingkup hakikat ilmu kimia (metode ilmiah, materi, unsur, senyawa, campuran, serta peranan ilmu kimia dalam kehidupan).
• Murid mengidentifikasi masalah utama: merumuskan apa itu hakikat ilmu kimia dan klasifikasi materi di sekitarnya
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
• Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk menyelesaikan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).
• Setiap kelompok berdiskusi untuk mengklasifikasikan berbagai contoh benda di sekitar ke dalam unsur, senyawa, atau campuran, serta menganalisis peranan kimia positif vs negatif (isu lingkungan).
• Murid bersama kelompoknya menyusun kesimpulan hasil diskusi dalam bentuk peta konsep (mind map) atau presentasi singkat.
• Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, sementara kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Murid didik bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai hakikat ilmu kimia dan pentingnya metode ilmiah dalam memecahkan masalah.
• Murid  melakukan evaluasi diri secara tertulis atau lisan mengenai apa yang sudah dipahami, apa yang masih membingungkan, dan bagaimana perasaan mereka selama proses belajar.
• Guru memberikan umpan balik (feedback) penguatan dan apresiasi atas kerja sama kelompok murid.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

a. Menyimpulkan Materi: Guru bersama murid merangkum hakikat ilmu kimia (pemahaman tentang komposisi, struktur, sifat, dan perubahan zat) serta perannya dalam kehidupan.

b. Refleksi Pembelajaran: Guru meminta murid menyampaikan kesan atau hal baru yang dipelajari mengenai apa itu ilmu kimia.

c. Evaluasi/Kuis Singkat: Murid mengerjakan soal latihan atau evaluasi singkat untuk mengukur pemahaman materi.

d. Tindak Lanjut: Guru memberikan informasi mengenai materi atau tugas baca untuk pertemuan berikutnya.

e. Penutup dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
  1. Guru dapat menunjukkan es batu, air, gula, garam, obat, sabun, atau foto besi berkarat, kemudian bertanya:

    “Apa kesamaan dari benda-benda tersebut? Mengapa perubahan yang terjadi pada benda-benda tersebut dapat menjadi objek kajian ilmu kimia?”

  2. Mengapa besi dapat berkarat, sedangkan emas relatif tidak mudah berkarat?

  3. Menurut kalian, apa hubungan ilmu kimia dengan bidang kesehatan, pertanian, lingkungan, dan teknologi?

Asesmen Proses

Observasi selama diskusi dan pembelajaran:

  1. Apa yang dimaksud dengan ilmu kimia?

  2. Apa saja yang menjadi objek kajian ilmu kimia?

  3. Mengapa materi dan perubahannya menjadi bagian penting dalam ilmu kimia?

  4. Berikan contoh penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari.

  5. Apa hubungan ilmu kimia dengan bidang ilmu lain seperti fisika, biologi, dan kedokteran?

  6. Mengapa proses pembakaran, perkaratan, dan fermentasi dapat dipelajari dalam ilmu kimia?

  7. Apa manfaat ilmu kimia bagi kehidupan manusia?

  8. Bagaimana ilmu kimia dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan?

Asesmen Akhir

1. Di sekitar kita terjadi berbagai perubahan materi, misalnya besi berkarat, gula larut dalam air, kayu terbakar, dan air membeku.

Analisislah bagaimana contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari struktur, komposisi, sifat, dan perubahan materi. Jelaskan perbedaan aspek yang dikaji dalam setiap contoh tersebut dan berikan alasan mengapa ilmu kimia diperlukan untuk memahami fenomena tersebut.

2. Perhatikan pernyataan berikut:

“Ketika sebuah lilin dinyalakan, lilin semakin lama semakin habis. Sebagian orang menganggap bahwa materi lilin hanya menghilang.”

Apakah kamu setuju dengan pernyataan tersebut? Analisislah berdasarkan konsep perubahan materi dan teori partikel. Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada materi lilin berdasarkan bukti yang dapat diamati secara makroskopis dan proses yang terjadi pada tingkat mikroskopis.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2,
Pertemuan Ke-2
     Kimia Lingkungan.
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1.  Orientasi
  • Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

2. Stimulus

Guru menampilkan dua kondisi:

Gambar A: Sungai tercemar limbah deterjen/industri.

Gambar B: Proses produksi yang menggunakan bahan lebih aman, menghasilkan sedikit limbah, dan menggunakan bahan yang dapat diperbarui.

Guru mengajukan pertanyaan:

“Mana yang lebih baik: membersihkan pencemaran setelah terjadi atau mencegah pencemaran sejak proses produksi?”

Kemudian:

“Bagaimana ilmu kimia dapat membantu kita bukan hanya mengatasi pencemaran, tetapi mencegah pencemaran sejak awal?”

Murid menyampaikan pendapat awal.

3. Apersepsi

Guru bertanya

Pada pertemuan sebelumnya kita sudah mempelajari bahwa  reaksi kimia dapat menghasilkan produk baru. apakah semua produk dan limbah dari suatu reaksi kimiaaman bagi lingkungan?

Kemudian guru menghubungkannya dengan materi baru

Bagaimana kalau sejak awal suatu proses kimia dirancang agar menghasilkan lebih sedikit zat berbahaya? inilah yang akan kita pelajari melalui konsep kimia hijau

4. Pertanyaan pemantik

  • Apakah semua produk kimia yang kita gunakan sehari-hari  berdampak buruk terhadap lingkungan?
  • Bagaimana menghasilkan produk kimia tanpa menghasilkan banyak limbah?
  • Apakah suatu industri tetap menghasilkan keuntungan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan?

“Jika kita dapat merancang suatu proses kimia agar menghasilkan lebih sedikit limbah, bagaimana konsep kimia hijau dapat digunakan untuk mewujudkannya?”

6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

Murid mendapatkan bacaan/studi kasus berikut.

Studi Kasus: Deterjen dan Pencemaran Air

“Penggunaan deterjen dalam kehidupan sehari-hari membantu membersihkan pakaian dan peralatan rumah tangga. Namun, air limbah yang mengandung bahan tertentu dari deterjen dapat masuk ke lingkungan perairan. Jika jumlahnya berlebihan, kualitas air dapat terganggu dan kehidupan organisme air dapat terdampak. Para ahli kemudian mengembangkan produk dan proses yang lebih ramah lingkungan, misalnya menggunakan bahan yang lebih mudah terurai dan mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan”.

Murid membaca kasus kemudian menjawab:

  1. Apa masalah lingkungan yang terdapat pada kasus?
  2. Zat atau bahan apa yang berpotensi menjadi pencemar?
  3. Apa dampaknya terhadap lingkungan?
  4. Apakah masalah tersebut dapat diselesaikan hanya dengan membersihkan air yang sudah tercemar?
  5. Bagaimana jika sejak awal produk dirancang agar menghasilkan dampak lingkungan yang lebih kecil?

    Konsep yang diarahkan Guru memperkenalkan kimia hijau.

    Kimia hijau adalah pendekatan dalam perancangan produk dan proses kimia yang bertujuan mengurangi atau menghilangkan penggunaan maupun pembentukan zat berbahaya.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

Guru memberikan beberapa contoh penerapan kimia.

Kasus Permasalahan
Penggunaan pelarut berbahaya Berpotensi menghasilkan limbah berbahaya
Plastik sekali pakai Menghasilkan limbah dalam jumlah besar
Proses industri menghasilkan banyak limbah Membutuhkan pengolahan limbah
Penggunaan bahan bakar fosil Menghasilkan emisi
Produk menggunakan bahan yang sulit terurai Berpotensi terakumulasi di lingkungan

Guru kemudian bertanya:

“Bagaimana jika seorang ahli kimia diminta merancang ulang produk atau proses tersebut sehingga limbahnya lebih sedikit?”

Murid diarahkan mengenali prinsip-prinsip kimia hijau.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

Murid dibagi menjadi beberapa kelompok.

Setiap kelompok menentukan  satu permasalahan lingkungan.

Tantangan kelompok

“Bagaimana kalian menggunakan prinsip kimia hijau untuk mencegah atau mengurangi masalah lingkungan tersebut?”

Setiap kelompok menyampaikan hasilnya secara singkat.

Kelompok lain memberikan pertanyaan:

“Prinsip kimia hijau apa yang digunakan?”

“Apakah solusi tersebut benar-benar mencegah terbentuknya limbah atau hanya mengolah limbah setelah terbentuk?”

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Murid melakukan refleksi individu.

Refleksi 3-2-1

3 hal yang saya pahami

  1. …
  2. …
  3. …

2 hal yang menarik/mengubah cara berpikir saya

  1. …
  2. …

1 tindakan yang dapat saya lakukan

“Satu tindakan yang dapat saya lakukan untuk menerapkan prinsip kimia hijau dalam kehidupan sehari-hari adalah ….”

Kemudian guru memberikan pertanyaan reflektif:

“Apakah menjadi ahli kimia hanya berarti mampu membuat suatu produk, atau juga harus memikirkan dampak produk tersebut terhadap lingkungan?”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

Menyusun kesimpulan bersama

Guru bersama murid menyusun hubungan konsep:

Aktivitas manusia, penggunaan/produksi bahan kimia, [imbah dan zat pencemar, Pencemaran lingkungan,  bagaimana kimia lingkungan mempelajari dan menganalisis dampaknya, Kimia hijau merancang proses dan produk yang lebih aman, Pencegahan pencemaran dari sumbernya.

Murid menjawab:

“Jelaskan perbedaan utama antara kimia lingkungan dan kimia hijau serta bagaimana keduanya saling berkaitan dalam menyelesaikan masalah lingkungan.”

Jawaban ideal mengarah pada:

Kimia lingkungan → memahami dan menganalisis masalah/perubahan kimia di lingkungan.

Kimia hijau → merancang produk dan proses kimia agar lebih aman dan mengurangi pembentukan limbah/pencemar.

Keduanya → saling melengkapi dalam menjaga kualitas lingkungan.

Penguatan nilai

Guru menutup dengan refleksi:

“Ilmu kimia memberikan manusia kemampuan untuk memahami materi dan mengubahnya menjadi berbagai produk. Namun, kemampuan tersebut perlu disertai tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan lingkungan.”

Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

1. Perhatikan beberapa fenomena berikut.

  1. Air sungai berubah warna dan berbau setelah menerima limbah.
  2. Es batu mencair ketika diletakkan pada suhu ruang.
  3. Ikan di sungai mati dalam jumlah yang tidak biasa.
  4. Sampah plastik menumpuk di sekitar aliran sungai.
  5. Air hujan mengisi genangan di halaman.

Fenomena yang paling menunjukkan adanya permasalahan kimia lingkungan adalah ….

A. 1, 2, dan 3
B. 1, 3, dan 4
C. 1, 2, dan 5
D. 2, 4, dan 5
E. 3, 4, dan 5

Kunci: B

2. Suatu sungai yang sebelumnya jernih berubah menjadi keruh setelah menerima buangan dari aktivitas manusia. Berdasarkan konsep kimia lingkungan, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai pencemaran apabila ….

A. warna air berubah meskipun tidak memberikan pengaruh terhadap lingkungan
B. jumlah air sungai berkurang akibat musim kemarau
C. terdapat zat atau bahan yang menyebabkan kualitas lingkungan menurun dan mengganggu kehidupan
D. air sungai mengalami perubahan suhu akibat sinar matahari
E. terjadi perubahan bentuk aliran sungai akibat hujan deras

Kunci: C

3. Perhatikan kegiatan berikut.

  1. Membuang limbah ke sungai setelah proses produksi.
  2. Mengolah limbah sebelum dibuang ke lingkungan.
  3. Merancang proses produksi yang menghasilkan limbah seminimal mungkin.
  4. Mengganti bahan berbahaya dengan bahan yang lebih aman.
  5. Menggunakan bahan sebanyak mungkin agar produk lebih banyak.

Kegiatan yang paling sesuai dengan konsep kimia hijau adalah ….

A. 1 dan 5
B. 1 dan 2
C. 2 dan 5
D. 3 dan 4
E. 2 dan 4

Kunci: D

4. Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan konsep kimia hijau adalah ….

A. ilmu yang mempelajari semua tumbuhan yang berwarna hijau
B. pendekatan yang hanya berfokus pada pengolahan limbah setelah terbentuk
C. pendekatan dalam merancang produk dan proses kimia untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan dan pembentukan zat berbahaya
D. metode untuk menggantikan seluruh bahan kimia dengan bahan alami
E. cara mengurangi penggunaan produk kimia dalam kehidupan sehari-hari

Kunci: C

5. Sebuah perusahaan mengganti bahan baku yang berasal dari sumber tidak terbarukan dengan bahan baku yang dapat diperbarui dan tetap menghasilkan produk dengan fungsi yang sama. Prinsip kimia hijau yang paling sesuai adalah ….

A. efisiensi energi
B. analisis secara langsung untuk mencegah pencemaran
C. penggunaan bahan baku terbarukan
D. pengurangan penggunaan katalis
E. peningkatan jumlah produk samping

Kunci: C

Asesmen Proses Murid membentuk kelompok anggota 5-6 orang, setiap kelompok mendapatkan salah satu kasus:

Buatlah analisis dengan pola:

Masalah → Penyebab → Zat yang terlibat → Dampak → Prinsip kimia hijau → Solusi

Pertanyaan pengarah

1. Apa zat atau bahan yang berpotensi menjadi pencemar?

2. Apa perubahan yang terjadi terhadap lingkungan?

3. Prinsip kimia hijau apa yang paling relevan?

4. Bagaimana penerapan prinsip tersebut dapat mencegah pencemaran?

5. Apakah solusi yang kalian tawarkan realistis diterapkan? Jelaskan.

Asesmen Akhir

Soal 1 — Analisis Pencemaran Air

Sebuah sungai digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas. Dalam beberapa bulan terakhir, air sungai menjadi lebih keruh dan berbau. Jumlah ikan juga berkurang.

a. Analisislah kemungkinan penyebab perubahan kualitas air tersebut.
b. Jelaskan hubungan antara zat pencemar dengan perubahan kondisi lingkungan.
c. Data kimia apa saja yang perlu diperiksa untuk memperkuat kesimpulan?

Soal 2 — Analisis Data

Perhatikan data berikut.

Parameter Sungai A Sungai B
pH 5,2 7,0
DO 3 mg/L 7 mg/L
Bau Menyengat Tidak berbau
Kekeruhan Tinggi Rendah

a. Sungai manakah yang menunjukkan kualitas lingkungan lebih terganggu berdasarkan data tersebut?
b. Jelaskan alasanmu menggunakan minimal dua data.
c. Bagaimana kondisi tersebut dapat memengaruhi organisme air?

Soal 3 — Kimia Hijau

Sebuah perusahaan menghasilkan produk dengan proses yang menghasilkan banyak limbah. Perusahaan tersebut kemudian mengusulkan dua pilihan:

Pilihan A: tetap menggunakan proses lama tetapi memasang alat pengolah limbah.

Pilihan B: merancang ulang proses sehingga jumlah limbah yang dihasilkan jauh lebih sedikit.

Analisislah kedua pilihan tersebut berdasarkan konsep kimia hijau.

Sebuah industri menggunakan pelarut yang berbahaya bagi lingkungan dalam proses produksinya.

Jika kamu menjadi konsultan kimia di perusahaan tersebut:

a. Apa yang akan kamu sarankan?
b. Prinsip kimia hijau apa yang kamu gunakan?
c. Mengapa solusi tersebut lebih ramah lingkungan?

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
Ulangan, Remedial dan Pengayaan.
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5
………………………………………….
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen Proses
Asesmen Akhir
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang