Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Bahasa Jerman MAN 1 Bandar Lampung #3

Die Zahlen, der Tag, das Datum, die Zeit

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Jerman
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi#PertemuanKe1

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Jerman Die Zahlen, Der Tag, das Datum, Die Zeit
I Spesifikasi
Nama Penyusun Fitria Agustina, M.Pd
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Jerman
Fase/Kelas/Semester F/XI/1
Topik Pembelajaran Die Zahlen, Tag, Datum, Die Zeit
Alokasi Waktu 6 x 2 JP
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan 1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME
Murid membiasakan mengucapkan salam dan berdoa sebelum belajar sebagai wujud syukur atas nikmat ilmu di sekolah. Murid mengidentifikasi nilai disiplin dan tepat waktu dalam budaya sekolah Jerman (Pünktlichkeit) sebagai cerminan dari sikap menghargai waktu yang diajarkan dalam Islam.Murid menanamkan kepada diri sendiri untuk selalu bersyukur atas nikmat Waktu yang Allah berikan dengantidak menyia-nyiakan waktu dan mempergunakan waktu dengan hal-ha yang bermanfaat.2. Penalaran Kritis
Murid membandingkan sistem pembagian waktu Jerman (offiziell 24-Stunden-System & inoffiziell: halb, Viertel, vor, nach) dengan sistem waktu di Indonesia (jam karet), mengidentifikasi pola logika angka terbalik pada penyebutan jam, dan menilai pentingnya manajemen waktu untuk efektivitas belajar melalui analisis Tagesablauf sendiri.3. Kreativitas
Murid mengembangkan kosakata die Zahlen, der Tag, das Datum dan die Zeit produk kreatif berupa poster Stundenplan, kalimat sederhana.4. Kolaborasi
Murid bekerja dalam kelompok untuk menyusun permainan Bingo Zahlen/Uhrzeit, membuat Kalender Geburtstag kelas, dan melakukan role-play tanya jawab membuat janji/termin (Wann treffen wir uns? Passt dir Montag um 15 Uhr?) serta menyepakati waktu pertemuan bersama.5.Kemandirian
Murid secara mandiri membuat jadwal harian miliknya (mein Tagesablauf) dengan menggunakan struktur um + Uhrzeit, menghitung durasi tidur dan belajarnya sendiri (Ich schlafe 8 Stunden), dan menulis teks pendek 5-6 kalimat tentang aktivitasnya dalam sehari (Am Morgen stehe ich um 5 Uhr auf… Am Abend schlafe ich um 22 Uhr).6. Komunikasi
Murid menyampaikan informasi tentang waktu kegiatan yang disukai (Ich esse um 19 Uhr gern mit meiner Familie), bertanya tentang waktu kepada teman (Wie spät ist es? Wann hast du Deutsch? Wann hast du Geburtstag?), dan mempresentasikan Tagesablauf miliknya secara lisan dan tulisan dengan santun, percaya diri, dan struktur kalimat yang tepat (Es ist halb sieben / Um Viertel nach sieben
3 Topik Panca Cinta 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
Murid membiasakan mengawali hari dengan doa dan bersyukur atas waktu yang diberikan Tuhan sebagai nikmat yang berharga. Murid mengidentifikasi waktu-waktu ibadah dalam sehari dan membuat jadwal sholat/belajar agama dengan struktur um … Uhr sebagai wujud disiplin spiritual, misalnya Um 5 Uhr bete ich morgens dan menilai bahwa tepat waktu dalam beribadah adalah cerminan cinta kepada Tuhan2. Cinta Diri Sendiri dan sesama
Murid mengembangkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan diri melalui manajemen waktu yang teratur seperti jam tidur, jam makan, dan jam belajar. Murid membuat poster Mein gesunder Tagesablauf dengan kalimat Ich schlafe um 22 Uhr und ich schlafe 8 Stunden. Das ist gesund serta merefleksikan bahwa menghargai waktu istirahat adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Murid bekerja dalam kelompok untuk menyusun jadwal pertemuan dan melakukan role-play membuat janji dengan teman dan keluarga3. Cinta Ilmu
Murid memperoleh informasi tentang kosakata, struktur kalimat, dan cara penyebutan waktu cecara formal dan tidak formal.
4 Materi Integrasi KBC Murid mengidentifikasi bahwa untuk menyebut jam dalam bahasa Jerman, harus memecah menjadi komponen Stunde + Minute + vor/nach/halb/Viertel. Contoh: Jam 06:25 dipecah menjadi (6 jam + 25 menit) = Es ist fünf nach halb sieben atau Es ist 6 Uhr 25, sehingga murid mampu menyusun langkah-langkah menyebut waktu secara sistematis.

 

III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Memproduksi teks lisan sederhana tentang kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar mengintegrasikan pemahaman lintas budaya.
2 Tujuan Pembelajaran Murid dapat :
  1. Menyebutkan angka dari 1 -1000an
  2. Menuliskan angka dari 1 – 1000an dengan benar
  3. Menyebutkan nama-nama Hari
  4. menuliskan nama-nama hari dengan benar
  5. Menyebutkan tanggal dengan benar
  6. Menulis tanggal dengan benar
  7. Mengidentifikasi penyebutan waktu dalam bahasa jerman
  8. Membedakan bentuk waktu secara formal dan unformal
  9. Mendemonstrasikan penyebutan waktu dengan benar
3 Kerangka Pembelajaran 1. Praktik Pedagogik.

a. Model Pembelajaran: LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)

Literasi: Murid memperoleh informasi tentang die Zeit melalui menyimak audio jam dan dialog Wie spät ist es?, membaca teks Tagesablauf von Sophie (Teks asli A1), mengamati gambar jam analog/digital, dan infografis perbedaan offiziell vs. inoffiziell (halb, Viertel, vor, nach).

Orientasi: Murid menghubungkan informasi dengan pengalaman pribadi – membandingkan manajemen waktu mereka di MAN 1 Bandar Lampung (jam sholat, jam masuk sekolah 07.00, jam tidur) dengan kebiasaan Pünktlichkeit di Jerman, serta menghitung durasi tidur dan belajar mereka menggunakan die Zahlen.

Kolaborasi: Murid bekerja dalam kelompok dan berpasangan untuk membuat jam dinding kertas, kalender Geburtstagskalender, permainan Bingo Zahlen & Uhrzeit, dan role-play membuat janji/termin “Wann treffen wir uns? Passt dir Montag um 15 Uhr?”.

Refleksi: Murid mengevaluasi kosakata die Zeit dan struktur kalimat um … Uhr / am … yang sudah dikuasai serta merefleksikan pentingnya disiplin dan menghargai waktu sebagai wujud Pünktlichkeit dan cinta tanah air.

b. Metode Pembelajaran:
Tanya jawab, diskusi kelompok, penugasan proyek (Project Based Learning), presentasi, role-play, permainan edukatif (Bingo Uhrzeit, Uhrzeit-Domino, Was machst du um … Uhr?), dan Station Learning Panca Cinta.

2. Kemitraan Pembelajarana.

a. Lingkungan Sekolah:Guru sebagai fasilitator yang menyediakan media kartu gambar Schulsachen, contoh Stundenplan, dan video tour sekolah Jerman.Teman sebaya sebagai mitra belajar melalui kegiatan wawancara “Welche Fächer magst du?” dan saling memberi feedback pelafalan.

Pustakawan & Pengelola Sarpras: Perpustakaan dan Laboratorium Bahasa dimanfaatkan sebagai objek observasi untuk materi Schulräume.

b. Lingkungan Luar Sekolah (Opsional):
Orang tua/wali sebagai mitra untuk memotivasi murid merapikan Schulsachen di rumah dan membiasakan kalimat Jerman sederhana tentang sekolah.

2. Kemitraan Pembelajarana.

a.Lingkungan Sekolah:
Guru sebagai fasilitator yang menyediakan media jam dinding besar, kartu angka Zahlen 0-100, contoh Tagesablauf asli dari Jerman, dan audio jam. Teman sebaya sebagai mitra belajar melalui kegiatan wawancara “Wann hast du Geburtstag? Wie spät stehst du auf?” dan saling memberi feedback pelafalan halb, Viertel.
Guru BK & Guru Piket: Sebagai mitra untuk menguatkan budaya disiplin waktu datang ke sekolah pukul 07.00 tepat sebagai implementasi Cinta Tanah Air.

b. Lingkungan Luar Sekolah (Opsional):
Orang tua/wali sebagai mitra untuk memotivasi murid membuat Tagesablauf jujur di rumah, membiasakan kalimat Jerman sederhana tentang waktu (Ich schlafe um 22 Uhr) dan memantau jam tidur sehat 8 jam sebagai wujud Cinta Diri & Cinta Tuhan.

3. Lingkungan Pembelajarana.

a. Ruang Fisik:
Kelas diatur fleksibel:
Individu: Saat menyimak audio Wie spät ist es? dan mencatat Wortschatz Zeit, Zahlen, Tage.
Berpasangan: Saat latihan dialog “Wie spät ist es? Es ist halb sieben” dan “Wann hast du Mathe?”.
Kelompok (4-5 orang): Saat membuat Jam Dinding Kreatif, Poster Mein Tagesablauf, Kalender Ulang Tahun Kelas, dan Menyusun Algoritma Waktu (Integrasi KBC). Papan tulis digunakan untuk mencatat pola jam vor/nach/halb/Viertel dan konjugasi haben untuk umur.

b. Ruang Virtual:
Internet digunakan untuk mencari gambar jam Jerman, contoh Tagesablauf sekolah di Berlin, dan virtual timer/stopwatch.
Google Classroom / WhatsApp Group untuk pengumpulan tugas foto Jam Dinding dan video pendek 30 detik “Ein Tag in meinem Leben”.
Padlet / Canva untuk mempublikasikan poster digital “Meine Zeit, meine Liebe – Panca Cinta”.

c. Budaya Belajar:

Budaya Kolaboratif: Murid bekerja sama membuat produk kelompok jam dan kalender, menghargai pendapat teman saat menentukan waktu pertemuan kelompok.

Budaya Kritis: Murid menganalisis perbedaan sistem waktu offiziell (14.30 Uhr) vs. inoffiziell (halb drei), serta membedakan penggunaan am Montag / um 7 Uhr / am 13. Oktober pada Zeitangaben.Budaya Interaktif: Interaksi aktif melalui tanya jawab cepat jam, game Bingo Uhrzeit, dan role-play membuat janji Termin machen.

Budaya Reflektif: Murid menyampaikan 3 hal: Was habe ich gelernt? (Apa yang sudah dipelajari tentang Zeit), Was ist schwer? (Apa yang sulit – halb? Viertel?), Was mache ich morgen besser? (Apa komitmen pünktlich besok)

4. Pemanfaatan Digital (opsional)

Pemanfaatan gambar dan infografis sebagai bahan pengamatan, audio sebagai bahan menyimak, monitor dan laptop untuk menampilkan materi pembelajaran, serta internet untuk mengakses sumber informasi dan memublikasikan hasil karya murid.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1

Die Zahlen 1-100

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
Guten Morgen, liebe Schüler!Guru membuka dengan salam Jerman dan mengajak murid berdoa bersama sebagai wujud syukur atas nikmat waktu dan ilmu.2. Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
Guru memastikan murid dalam keadaan siap, rapi, buku die Zahlen dan alat tulis siap, serta jam dinding kelas terlihat oleh semua murid.3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.
Guru mengecek kehadiran dengan menyebut angka: Wie viele Schüler sind heute hier? 30? Sehr gut! Ihr seid pünktlich, das ist Pünktlichkeit! Guru mengapresiasi kehadiran sebagai wujud disiplin waktu.4. Guru mengajak murid melakukan ice breaking dengan menyebutkan angka secara acak dan meminta siswa yang ditunjuk temannya menjawab.
Ice Breaking: _Zahlen-Ball_
Guru melempar bola sambil menyebut angka Jerman secara acak (z.B. fünf!). Siswa yang menangkap harus cepat menjawab angka selanjutnya (sechs!) dan melempar ke teman lain sambil menyebut angka lain. Yang lambat menjawab mendapat tantangan menyebut umur dalam Jerman: Ich bin 16 Jahre alt.5. Apersepsi:
Guru bertanya kepada murid, Apa yang tidak bisa dihitung tanpa angka?
Guru memancing: Coba lihat sekeliling, apa yang butuh angka? Umur, jam, harga, nomor HP, tanggal lahir. Tanpa Zahlen, bisakah kita janjian?6. Pertanyaan Pemantik:
Dalam hidup kita, apa yang tidak bisa kembali dan tidak bisa diulang jika kita salah menghitung waktunya?Wenn du zu spät zur Prüfung kommst, was passiert?Wie alt bist du jetzt? Kannst du zurück zu 5 Jahre alt?Berapa nomor HP-mu? Kalau salah satu angka, nyambung tidak?
Guru mengaitkan dengan Panca Cinta: Menghargai angka = menghargai waktu = cinta diri & cinta Tuhan.7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan belajar:
Hari ini kita akan belajar die Zahlen 0-100. Di akhir pembelajaran, kalian mampu:Menyebut dan menulis angka 0-100 dalam bahasa Jerman.Menyebutkan umur, nomor HP, dan harga sederhana.Menggunakan Zahlen untuk masuk ke materi die Zeit dan das Datum.
Guru menuliskan di papan: Heute lernen wir: die Zahlen – Wie alt bist du? Wie ist deine Handynummer?
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

Guru menampilkan video die Zahlen.

Guru menjelaskan konsep die Zahlen dan adanya perubahan diangka 6 dan 7 (16,17,60,70)

Guru menampilkan flashcard angka 0-20 dan audio pelafalan asli Jerman. Murid menyimak dan menirukan: null, eins, zwei…Guru menjelaskan pola logika angka 21-100: einundzwanzig (satu-dan-dua-puluh) – konsep terbalik. Murid mencatat di buku Wortschatz.Murid membaca teks pendek: “Ich bin Sinta. Ich bin 16 Jahre alt. Meine Handynummer ist…”

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru mengaitkan dengan pengalaman pribadi:

Wie alt bist du? Wie ist deine Handynummer? Murid menjawab umur dan nomor HP masing-masing dalam Jerman.


Diskusi singkat: Perbedaan menyebut angka di Indonesia (dua puluh satu) vs Jerman (einundzwanzig) – melatih Penalaran Kritis..

 

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

c. Kolaborasi

Game Bingo Zahlen: Guru menyebut angka acak Jerman, murid mencoret di kartu Bingo-nya. Yang Bingo 5 angka duluan teriak Fertig!
Kerja Berpasangan: Wawancara “Wie alt bist du? Wann hast du Geburtstag?” menggunakan Zahlen.
Kerja Kelompok (4 orang): membuat tabel yang berisi nama, umur, no Telp.

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

Was ist schwer? Was ist leicht bei den Zahlen? Murid menyampaikan kesulitan di sechzehn vs. sechzig.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

a. Guru memberikan penguatan

  1. Pada angka 6 dan 7 akan ada perubahan di angka 16,17,60,70
  2. Untuk angka puluhan, yang disebutkan satuannya dulu baru puluhannya.

b. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah berpartisipasi dalam pembelajaran.

c. Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan materi die Zahlen

d. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang materi die Zahlen

Asesmen Proses Guru mengamati murid ketika menyimak audio, menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok,serta menyampaikan hasil diskusi secara lisan. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberikan penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.
Asesmen Akhir Hasil Tabel
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
Die Zahlen 100-1000an
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1 Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
Guten Morgen, liebe Schüler! Guru membuka dengan salam Jerman dan mengajak murid berdoa bersama sebagai wujud syukur atas nikmat waktu dan ilmu.

2. Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
Guru memastikan murid dalam keadaan siap, rapi, buku die Zahlen dan alat tulis siap, serta jam dinding kelas terlihat oleh semua murid.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Guru mengajak murid melakukan ice breaking dengan menyebutkan angka secara acak dan meminta siswa yang ditunjuk temannya menjawab.
Ice Breaking: _Zahlen-Ball_
Guru melempar bola sambil menyebut angka  1-100 secara acak . Siswa yang menangkap harus cepat menjawab angka selanjutnya (sechs!) dan melempar ke teman lain sambil menyebut angka lain. Yang lambat keluar dari lingkaran.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
  1. Guru menampilkan video die Zahlen 100-1000an
  2. Guru menampilkan flashcard angka ratusan sampai ribuan.

 

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru mengaitkan dengan pengalaman pribadi:

Was kostet das ? Das kostet 15000 Rupiah?

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
 Kolaborasi

Game Bingo Zahlen: Guru menyebut angka acak Jerman, murid mencoret di kartu Bingo-nya. Yang Bingo 5 angka duluan teriak Fertig!

Murid membuat kelompok berpasangan. Secara bergantian murid menyebutkan angka yang diberikan oleh pasangannya.

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

Was ist schwer? Was ist leicht bei den Zahlen 100-1000an ?

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Guru memberikan penguatan dengan bersama murid menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

Memberikan Apresiasi kepada murid yang berperan aktiv dalam pembelajaran.

Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari besok yaitu Kata benda plural. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Guru memberikan pertanyaan pemantik.

Apakah kalian siap untuk belajar angka 100 – 1000an ?

Asesmen Proses Guru mengamati murid ketika menyimak dialog, mengidentifikasi kelancaran dan pelafalan  serta berlatih dialog secara berpasangan. Guru memberikan umpan balik dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan, pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.
Asesmen Akhir Guru menilai kemampuan berbicara masing-masing murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancaran,
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3

Der Tag, Das Datum

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
Guuten Tag! Wie get es euch ?

.2. Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
Guru cek kesiapan, buku terbuka, dan menampilkan Kalender bulan Oktober .

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

Guru absen dengan pertanyaan hari: Welcher Tag ist heute? Heute ist Montag. Wer fehlt heute? Niemand? Super!

4. Guru mengajak murid melakukan ice breaking.
Ice Breaking: _Montag, Dienstag, Boom!_
Murid berdiri melingkar menyebut hari berurutan: Montag, Dienstag, Mittwoch… Setiap hari Jumat (Freitag) harus tepuk tangan, bukan sebut kata. Yang salah, dapat tantangan menyanyi Sieben Tage.

5. Apersepsi:
Guru bertanya: Kalau di Indonesia kita ada Senin, Selasa… di Jerman juga ada. Kenapa kita harus tahu hari dan tanggal?

6. Pertanyaan Pemantik:
Jika temanmu ulang tahun, tapi kamu lupa tanggalnya, apa yang terjadi? Bagaimana cara menanyakan ulang tahun dalam bahasa Jerman?
Wann hast du Geburtstag?

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:
Hari ini kita akan belajar die Tage, Monate und das Datum. Nanti kalian bisa bikin kalender ulang tahun kelas dalam bahasa Jerman.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

Literasi

  1. Murid menyimak audio lagu Die Wochentage Lied dan menirukan pelafalan Montag – Sonntag.
  2. Guru menampilkan flashcard bulan: Januar – Dezember dan pola tanggal: am ersten, am zweiten… am dreizehnten…
  3. Murid membaca teks pendek: Mein Geburtstag ist am 17. August. Heute ist Montag, der 13. Oktober 2026.Guru menjelaskan struktur penting: am + Datum + Monat (am 13. Oktober) dan Artikel der Tag.

 

Untuk menanyakan hari menggunakan : Welcher Tag ist heute ?

Der Tag

  • Montag
  • Dienstag
  • Mittwoch
  • Donnerstag
  • Freitag
  • Samstag
  • Sonntag

Das Datum

  1. am ertsten
  2. am zweiten
  3. am dritten
  4. am vierten
  5. am fuenften
  6. am sechten
  7. am siebten
  8. am achtten
  9. …
  10. ….
  11. …

19. am neunten

20 am einundzwanzigsten

…..

31. am dreissigsten

 

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menjelaskan bahwa
  1. penggunaan tanggal dan hari menggunakan : am
  2. tanggal 1-19 ditambah ten (ersten, zweiten, ….. neunzehnten)
  3. tanggal 20 – 31 ditambah sten  (einundzwanzigsten,….)
  4. Murid menghubungkan dengan pengalaman pribadi: Melihat kalender HP masing-masing, kapan ulang tahun sendiri? Kapan hari kemerdekaan Indonesia? Wann ist der Unabhängigkeitstag Indonesiens? Am 17. August.
  5.  Guru mengaitkan dengan Panca Cinta: Mengingat hari lahir orang tua sebagai wujud Cinta Keluarga.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Kerja Berpasangan: Wawancara Geburtstags-Interview: Wann hast du Geburtstag? Ich habe am … Geburtstag.

Game: Geburtstagslinie: Murid berbaris urut dari Januari – Desember sesuai bulan lahirnya sambil menyebut Ich habe im Mai Geburtstag.

Kerja Kelompok (4 orang): Membuat Geburtstagskalender der Klasse XI F3 – Poster besar 12 bulan berisi nama dan tanggal lahir semua anggota kelompok dalam bahasa Jerman.

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Murid refleksi: Was habe ich gelernt? (Hari, bulan, tanggal), Was ist schwer? (Membedakan am dritten vs. am dreizehnten).
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Memberikan Apresiasi kepada murid yang berperan aktiv dalam pembelajaran.

Guru dan murid menyimpulkan: Rumus tanggal am + Zahl + Monat.Asesmen Formatif: Guru tunjuk tanggal acak di kalender, murid jawab cepat: Heute ist…

Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari besok yaitu die Zeit. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Aoakah kalian siap untuk belajar angka sampai ribuan? ratusan ribu ?
Asesmen Proses Guru mengamati murid ketika berdiskusi dan  mendemonstrasikan pelafalan serta penulisan das Datum. Guru memberikan umpan balik dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan, pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.
Asesmen Akhir Menuliskan angka yang disebutkan dalam bahasa jerman
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Die Zeit (formell)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1.Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama agar diberikan kedisiplinan waktu.

Guten Morgen! Wie geht es euch?

2.Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice breaking:
Ice Breaking: _Tick Tack Boom!_
Murid melingkar, menyebut angka 1-24 berurutan. Setiap kelipatan 5 harus bilang UHR! sambil tepuk tangan.

 

5. Apersepsi

Dalam bahasa jerman penyebutan waktu dibagi menjadi 2, bentuk formal dan unformal. Penggunaannya sama seperti bahasa indonesia.

 

6. Pertanyaan Pemantik:

Nah kira-kira menurut kalian, kapankah bentuk formal dipakai ? Dimana?

Guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengajak murid mulai berpikir tentang cara menyampaikan pendapat dan alasan secara lisan.

Beberapa murid menyampaikan pendapatnya.

7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu murid akan belajar die Zeit dalam bentuk formal.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menampilkan jadwal kereta api Jerman (Deutsche Bahn) yang semuanya pakai format formal 14:30, 19:45.3.

Kemudian membandingkan dengan jadual pesawat.

Murid menyimak audio: Wie viel Uhr ist es? Es ist 08 Uhr.

Guru menjelaskan rumus KUNCI FORMAL

(Tulis besar di papan):

Rumus: Es ist + ANGKA + Uhr.

Es ist 7 Uhr. (07.00)

Es ist 7 Uhr 15. (07.15)

Es ist 19 Uhr 30. (19.30 = 07.30 malam)

Bedakan:

07.30 = Es ist sieben Uhr dreißig (pagi), 19.30 = Es ist neunzehn Uhr dreißig (malam)

Catatan: Uhr = jam dinding/tunjukan jam, Stunde = durasi (eine Stunde = 1 jam lamanya)

Murid membaca jadwal harian sekolah Jerman: Der Unterricht beginnt um 8 Uhr.Murid mencatat perbedaan WIB vs Waktu Jerman.

 

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
 

 

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Guru meminta murid untuk membuat kelompok.

Kelompok diberi lembar jadwal kereta api / jadwal penerbangan palsu, harus menjawab pertanyaan: Wann fährt der Zug nach Berlin? Um 15 Uhr 20.
Berpasangan: Interview Stundenplan: Wann hast du Deutsch? Ich habe Deutsch um 9 Uhr 45.

d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Guru kaitkan dengan kehidupan:

Penyebutan waktu bentuk formal dipakai ditempat-tempat tertentu dan kondisi tertentu. contohnya : di bandara untuk mengumumkan jadual penerbangan ataupun di Stasiun untuk mengumumkan jadual keberangkatan kereta.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Guru memberikan penguatan dengan bersama murid menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

Memberikan Apresiasi kepada murid yang berperan aktiv dalam pembelajaran.

Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari besok yaitu die Zeit dalam bentuk informal. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Bagaimana cara mengumumkan jadual keberangkatan kereta di stasiun ?
Asesmen Proses Guru mengamati murid ketika berdiskusi dan mengelompokkan kata benda, mengidentifikasi kelancaran dan pelafalan  serta berlatih mengucapkan secara benar. Guru memberikan umpan balik dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan, pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.
Asesmen Akhir Secara berkelompok murid membuat Fahrplan dan mempresentasikan hasil diskusinya.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5
Die Zeit informell
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
Guten Tag! Berdoa bersama, mensyukuri nikmat waktu.2. Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.
Guru menunjukkan jam dinding analog kelas: Schaut mal, wie spät ist es jetzt?3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.
Es ist jetzt 07.15 Uhr. Ihr seid pünktlich! Sehr gut! Apresiasi kedisiplinan sebagai Panca Cinta.4. Guru mengajak murid melakukan ice breaking.
Ice Breaking: _Die Zeit läuft!_
Guru putar lagu, murid oper bola. Saat musik berhenti, yang pegang bola harus jawab cepat: Guru sebut angka 07.30, murid jawab halb acht! Kalau salah, gerakan jarum jam pakai tangan.5. Apersepsi:
Guru bertanya: Tadi di materi Zahlen kita bisa sebut 07.30. Orang Jerman kalau ngobrol santai tidak bilang null sieben dreißig, mereka bilang apa ya?6. Pertanyaan Pemantik:
Di Indonesia kalau jam 07.30 kita bilang setengah delapan. Di Jerman juga! Tapi maksudnya setengah MENUJU delapan, bukan setengah tujuh. Kalau jam 07.15 dan 07.45 orang Jerman bilangnya gimana? Kira-kira kenapa lebih rumit?7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:
Hari ini kita belajar rahasia cara orang Jerman asli menyebut jam – die unformelle Zeit. Setelah ini kalian terdengar seperti native! Fokus: halb, Viertel nach, Viertel vor, vor, nach.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Murid menyimak audio dialog asli:

A: Wie spät ist es?

B: Es ist Viertel nach drei.

Guru menampilkan 2 jam berdampingan (Digital vs Analog) + Infografis Kunci:

14:30 = halb drei (setengah menuju jam 3)

14:15 = Viertel nach zwei

14:45 = Viertel vor drei

14:10 = zehn nach zwei

14:50 = zehn vor drei

Murid mencatat rumus di buku:

nach = lewat, vor = kurang, halb = setengah menuju jam berikutnya.

Murid menonton video pendek 2 menit TikTok orang Jerman menyebut jam.

 

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru kaitkan dengan kehidupan:

Wann stehst du auf?

Murid jawab: Ich stehe um halb fünf auf (setengah 5).

Wann schläfst du? Um Viertel vor zehn.

Diskusi Panca Cinta: Kenapa Jerman sangat pünktlich? Apa hubungan jam informal dengan kedisiplinan?

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Kerja Berpasangan: Uhrzeit-Domino: Kartu jam 07:15 harus disambung dengan kartu tulisan Viertel nach sieben.Kerja Kelompok (4 orang): Membuat jam dinding kertas besar yang jarumnya bisa diputar + membuat video role-play “Verabredung machen”:
A: Hallo! Treffen wir uns heute? B: Ja, um wie viel Uhr? A: Um halb vier vor der Bibliothek?
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Refleksi 3 pertanyaan: Was habe ich gelernt? (halb/Viertel),

Was ist schwer? (halb drei = 14:30 bukan 13:30),

Was mache ich morgen besser? (Lebih pünktlich).

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan Menyimpulan:

Guru tekankan jebakan halb – halb drei = jam 02:30, BUKAN 03:30!

Penguatan Panca Cinta: Komitmen datang tepat waktu besok sebagai wujud cinta tanah air.Doa penutup dan salam: Die Zeit ist um! Vielen Dank! Tschüss!

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Guru memberikan pertanyaan :

Wie spat ist es ?

Kalau jam 7.30, kalian menyebutnya jam berapa ? Setengah 8 atau 7.30 ?

Asesmen Proses Guru menyebut jam resmi → Murid jawab unformell.

Jika murid masih tertukar halb sieben vs halb acht, guru langsung ulang dengan jam analog.

Asesmen Akhir Tugas: Membuat Voice Note WA 30 detik: “Hallo, mein Tagesablauf ist…” menggunakan minimal 3 jam informal.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang