Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
MAN 1 Bandar Lampung
Daftar Isi
Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6
| Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Bahasa Inggris Bab I. Narrative Text 2 |
||
| I | Spesfikasi | |
| Nama Penyusun | Heny Astuti, M.Pd. | |
| Satuan Pendidikan | Madrasah Aliyah | |
| Nama Madrasah | MAN 1 Bandar Lampung | |
| Mata Pelajaran | Bahasa Inggris | |
| Fase/Kelas/Semester | F/XI/1 | |
| Topik Pembelajaran | Narrative Text 2 | |
| Alokasi Waktu | 6 kali pertemuan @ 3JP (3×6=18 JP), 1 JP =45 menit, total waktu 810 menit | |
| II | Identifikasi | |
| 1 | Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) | Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
| 2 | Dimensi Profil Lulusan |
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia Murid mengidentifikasi nilai-nilai positif dalam Narrative Text jenis Legend yang berkaitan dengan sikap jujur, bertanggung jawab, menghormati orang lain, dan menjaga hubungan dengan sesama, kemudian menyampaikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 2. Penalaran Kritis Murid mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, dan penyelesaian dalam Narrative Text jenis Legend serta menentukan pesan moral berdasarkan tindakan tokoh dan penyelesaian cerita. 3. Kreativitas Murid mengembangkan Narrative Text jenis Legend berdasarkan ide yang dipilih dan menyajikannya secara kreatif melalui tulisan yang dilengkapi gambar, ilustrasi, atau media pendukung lainnya. 4. Kolaborasi Murid bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, dan penyelesaian dalam Narrative Text jenis Legend, serta menyusun kerangka cerita yang memuat orientasi, komplikasi, dan resolusi. 5. Kemandirian Murid secara mandiri mengembangkan kerangka Narrative Text jenis Legend yang telah disusun menjadi cerita utuh sepanjang ±250 kata dengan memuat orientation, complication, dan resolution serta menggunakan unsur kebahasaan yang sesuai. 6. Komunikasi Murid menyampaikan Narrative Text jenis Legend yang telah dibuat secara lisan dan tulisan. |
| 3 | Topik Panca Cinta |
1. Cinta Allah dan Rasul-Nya Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Legend, murid mengenali nilai-nilai kebaikan melalui perilaku tokoh dalam cerita dan mengaitkannya dengan akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Murid menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap jujur, bertanggung jawab, menghormati sesama, dan berbuat baik. 2. Cinta Ilmu Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Legend, murid memperoleh informasi dari teks dan media visual untuk mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, penyelesaian masalah, serta unsur kebahasaannya, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyusun Narrative Text jenis Legend sesuai dengan strukturnya dan menyampaikan teks yang telah dibuat. 3. Cinta Diri dan Sesama Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Legend, murid mengenali sikap dan tindakan tokoh dalam menghadapi konflik serta hubungan tokoh dengan orang lain. Murid mengembangkan sikap menghargai diri sendiri dan sesama dengan meneladani perilaku positif tokoh serta menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. 4. Cinta Tanah Air Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Legend, murid mengenal cerita yang berkaitan dengan sejarah, budaya, atau asal-usul suatu tempat di Indonesia. Murid mengembangkan rasa bangga dan menghargai kekayaan budaya serta warisan cerita yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. |
| 4 | Materi Integrasi KBC | Penghargaan terhadap budaya dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita legenda. |
| III | Desain Pembelajaran | |
| 1 | Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 |
Menyimak – Berbicara Membaca – Memirsa Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks fiksi dan non fiksi tertulis atau teks multimodal tentang isu terkini atau topik yang terkait mata pelajaran lain. Menulis – Mempresentasikan Mengomunikasikan gagasan atau pengalaman secara tertulis atau multimodal dalam berbagai jenis teks fiksi dan nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat dan kompleks dengan menggunakan berbagai media presentasi (cetak dan digital) untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda; menunjukkan strategi koreksidalam kaidah menulis baik dengan bantuan pendidik maupun mandiri; mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu terkini atau topik yang terkait mata pelajaran lain. |
| 2 | Tujuan Pembelajaran |
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking) 2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks narrative lisan yang diperdengarkan. 3. Murid mampu menemukan pesan moral dari teks narrative lisan yang diperdengarkan. 4. Murid mampu menceritakan teks narrative yang telah diperdengarkan dengan menggunakan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar. 5. Murid mampu mempraktikkan dialog yang mengandung ekspresi ketidakpercayaan dan keterkejutan (The Expression of Disbelief and Surprise) dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar. Membaca-Memirsa (Reading-Viewing) 1. Murid mampu menemukan gagasan utama dari teks narrative tulis maupun visual secara tepat. 2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks narrative tulis maupun visual secara tepat. 3. Murid mampu mengidentifikasi nilai moral yang terdapat dalam teks narrative. 4. Murid mampu menemukan makna kosakata tertentu dalam teks narrative, termasuk istilah dan frasa penting, serta mengidentifikasi sinonim dan antonim berdasarkan konteks. 5. Murid mampu menentukan kata atau frasa yang dirujuk oleh kata ganti (reference pronouns) dalam teks narrative secara tepat. 6. Murid mampu menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang disajikan dalam teks narrative. 7. Murid mampu mengidentifikasi unsur kebahasaan seperti Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech yang terdapat dalam teks narrative. Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting) 1. Murid mampu menyusun kerangka Narrative Text jenis Legend dengan struktur orientation, complication, dan resolution, serta menentukan tokoh, tempat, waktu, konflik, penyelesaian, dan pesan moral dalam cerita. 2. Murid mampu membuat contoh penggunaan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech dalam kerangka Narrative Text jenis Legend sesuai dengan konteks cerita. 3. Murid mampu mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat menjadi Narrative Text jenis Legend sepanjang ±250 kata. 4. Murid mampu mempresentasikan atau menceritakan Narrative Text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai. |
| 3 | Kerangka Pembelajaran | 1. Praktik Pedagogik a. Model Pembelajaran: LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi), yang meliputi kegiatan memperoleh informasi melalui literasi, menghubungkan informasi dengan materi melalui orientasi, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas melalui kolaborasi, serta mengevaluasi pengalaman belajar melalui refleksi. b. Metode Pembelajaran: tanya jawab, diskusi, penugasan, dan presentasi. 2. Kemitraan pembelajaran (opsional): Lingkungan Sekolah: Guru berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan sumber belajar dan mengarahkan murid untuk membaca, membahas, dan mengidentifikasi unsur-unsur Narrative Text jenis Legend, seperti tokoh, karakter tokoh, konflik, rangkaian peristiwa, dan penyelesaian masalah. Teman sebaya menjadi mitra belajar melalui kegiatan diskusi kelompok, pemilihan cerita, penyusunan kerangka cerita, dan pemberian umpan balik terhadap teks Legend yang dibuat. Perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menemukan berbagai cerita Legend dan mendukung pengembangan cerita yang akan dibuat. 3. Lingkungan Pembelajaran a. Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel agar murid dapat bekerja secara individu, berpasangan, maupun berkelompok. Papan tulis digunakan untuk mencatat kosakata, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang dibahas selama pembelajaran. b. Ruang Virtual: Internet digunakan untuk mencari informasi dan contoh teks yang mendukung kegiatan pembelajaran. Murid dapat memanfaatkan media digital untuk mengakses materi, mengolah informasi, mengerjakan tugas, mengembangkan teks, serta memublikasikan hasil karya melalui media yang sesuai. c. Budaya Belajar |
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
||
| IV | Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R) | |
| Pertemuan Ke-1 Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking) |
||
| Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
||
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) | ||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan | 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
2. Guru mengondisikan murid untuk siap belajar. 3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka. 4. Ice Breaking: Guess the Story Guru memberikan beberapa petunjuk sederhana tentang sebuah cerita legenda Indonesia yang sudah dikenal murid. Murid menebak judul cerita berdasarkan petunjuk yang diberikan. Teacher: This story is about a young man who becomes very successful. He returns to his hometown with his wife and does not recognize his mother. His mother is very sad and angry with him. Guru memberikan apresiasi kepada murid yang menjawab dengan tepat, kemudian melanjutkan:
5. Apersepsi Guru mengajak murid mengingat pengalaman mereka membaca atau mendengar cerita tentang asal-usul suatu tempat atau peristiwa. Have you ever read or heard a story about the origin of a place or something in your area? Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka. Guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana: – What legend do you remember? Guru kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari: “Good. Today, we will learn about Narrative Text, especially Legend. A Legend is a traditional story that is often connected with the origin of a place, historical event, or cultural tradition and usually contains a moral lesson.” 6. Pertanyaan Pemantik Guru memberikan beberapa pertanyaan pemantik untuk mengarahkan murid pada kegiatan menyimak Narrative Text jenis Legend: – What legend do you think we will listen to today? Beberapa murid menyampaikan jawabannya. 7. Penyampaikan Tujuan Pembelajaran Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan menyimak Narrative Text jenis Legend yang diperdengarkan untuk menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dari cerita. Murid juga akan menceritakan kembali Narrative Text yang telah diperdengarkan dengan menggunakan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar. |
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) | ||
| Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
a. Literasi 1. Guru memutar audio pendek berjudul “Malin Kundang”. 2. Murid menyimak audio untuk memperoleh informasi umum tentang cerita dan tokoh-tokoh di dalamnya. 3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan audio yang telah diperdengarkan: – What is the story about? 4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka dengarkan. 5. Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama. b. Orientasi |
|
| Mengaplikasi (Bermakna dan Menggembirakan |
||
| Bermakna dan Berkesadaran |
d. Refleksi Guru mengajak murid melakukan refleksi terhadap kegiatan menyimak dan berbicara yang telah dilakukan melalui beberapa pertanyaan: -What did you learn from today’s listening activities? Murid menyampaikan jawaban dan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan pembelajaran. |
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan | ||
| D. Assesmen Pembelajaran | ||
|
Asesmen Awal/Formatif |
Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang cerita legenda. Pertanyaan yang digunakan antara lain: – Have you ever heard a legend? |
|
| Asesmen Proses/Formatif (assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran. |
Guru mengamati murid ketika menyimak audio, menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok, mengidentifikasi main idea, detailed information, dan moral lesson dalam cerita, serta menyampaikan hasil diskusi secara lisan. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberikan penjelasan terkait jawaban yang kurang tepat. |
|
| Asesmen Akhir/Sumatif (assessment of learning) Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran. |
Murid menyimak audio “The Legend of Lake Toba”, kemudian mengerjakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda secara individu. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dalam teks Narrative Text lisan jenis legenda yang diperdengarkan. |
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
||
| Pertemuan Ke-2 Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking) |
||
| Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
||
| A. Kegiatan Awal (10 menit) | ||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama. 2.Guru mengondisikan murid untuk siap belajar. 3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka. 4. Ice Breaking: Guess the Expression Guru mengajak murid melakukan ice breaking “Guess the Expression” dengan menyebutkan beberapa situasi sederhana. Murid menebak ungkapan yang sesuai dengan situasi tersebut. -winning a million rupiahs Contoh: Guru: You hear that someone won a million rupiahs. What do you say? Guru: You hear that your friend met her favorite singer. What do you say? Guru: You hear that your classmate got the highest score at school. What do you say? 5. Apersepsi Guru mengaitkan materi The Expression of Disbelief and Surprise dengan Legend yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan:
Murid menjawab berdasarkan cerita yang telah didengarkan pada pertemuan sebelumnya. Guru kemudian menjelaskan: “In the previous meeting, you listened to a Legend and learned about Malin Kundang’s story. Today, you will learn how to express disbelief and surprise in different situations.” 6. Pertanyaan Pemantik
Guru mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan murid pada materi The Expression of Disbelief and Surprise: – What do you say when you hear surprising news? Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka. 7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan mempraktikkan dialog yang mengandung ekspresi ketidakpercayaan dan keterkejutan (The Expression of Disbelief and Surprise) dengan memperhatikan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar. |
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) | ||
| Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
a. Literasi 1.Guru memutar audio pendek berupa dialog tentang The Expression of Disbelief and Surprise. 2. Murid menyimak dialog untuk mendapatkan gambaran umum tentang isi dialog dan mengidentifikasi ekspresi ketidakpercayaan dan keterkejutan yang disampaikan oleh para pembicara. 3. Guru mengajukan pertanyaan:
Murid menyampaikan jawaban berdasarkan dialog yang didengarkan dan guru memberikan feedback atas jawaban-jawaban murid. b. Orientasi
1. Guru menampilkan naskah dialog yang telah diperdengarkan pada kegiatan Literasi dan mengajak murid mengidentifikasi ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan ketidakpercayaan dan keterkejutan melalui pertanyaan:
2. Guru menjelaskan bahwa The Expression of Disbelief and Surprise merupakan ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan ketidakpercayaan atau keterkejutan terhadap suatu situasi atau informasi. 3. Guru menjelaskan beberapa ungkapan sederhana yang dapat digunakan untuk menunjukkan ketidakpercayaan dan keterkejutan: Situation → Expression of Disbelief/Surprise Guru memberikan contoh: Your friend says, “I won a million rupiahs.” 4. Guru menjelaskan situasi dan ungkapan disbelief atau surprise dalam dialog tersebut. 5. Guru menyampaikan materi The Expression of Disbelief and Surprise secara lengkap, meliputi:
6. Guru menjelaskan fungsi dan memberikan contoh penggunaan setiap expression dalam kalimat dengan konteks yang relevan. 7. Guru memberikan contoh dialog yang menggunakan berbagai expressions of disbelief and surprise. 8. Guru bersama murid membahas dialog tersebut dengan mengidentifikasi situasi dan ungkapan ketidakpercayaan atau keterkejutan yang terdapat dalam dialog. 9. Guru menjelaskan bahwa pada kegiatan berikutnya murid akan berlatih dan mempraktikkan dialog tersebut secara berpasangan. |
|
| Mengaplikasi (Bermakna dan Menggembirakan |
c. Kolaborasi
Latihan Dialog (20 menit) 1.Guru meminta murid secara berpasangan berlatih dialog The Expression of Disbelief and Surprise yang telah dipelajari dengan memerhatikan pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara. 2.Guru berkeliling mengamati kegiatan murid, memberikan umpan balik, dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam mempraktikkan dialog. Mempraktikkan Dialog (35 menit) 1.Murid secara berpasangan tampil di depan kelas untuk mempraktikkan dialog The Expression of Disbelief and Surprise. 2.Guru menilai kemampuan berbicara murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancaran, serta ketepatan dalam menyampaikan ekspresi ketidakpercayaan dan keterkejutan. 3.Guru memberikan umpan balik singkat terhadap penampilan murid. |
|
| Merefleksi (Bermakna dan Berkesadaran) |
d. Refleksi Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.
|
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
1. Guru memberikan penguatan a. Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan hari ini. b. Guru menegaskan bahwa dalam menyampaikan ketidakpercayaan dan keterkejutan, murid dapat menggunakan berbagai expressions of disbelief and surprise sesuai dengan situasi yang dialami. 3. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini. 4. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar Reading–Viewing masih dengan materi Narrative Text jenis Legend. 5. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam. |
|
| D. Assesmen Pembelajaran | ||
| Asesmen Awal/Formatif (assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap pembelajaran sebelumnya tentang Legend serta pengetahuan awal murid tentang cara mengungkapkan ketidakpercayaan dan keterkejutan secara lisan. |
|
| Asesmen Proses/Formatif (assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran. |
Guru mengamati murid ketika menyimak dialog, mengidentifikasi expressions of disbelief and surprise, menjawab pertanyaan, serta berlatih dialog secara berpasangan. Guru memberikan umpan balik dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan, pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara. |
|
| Asesmen Akhir/Sumatif (assessment of learning) Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran. |
Murid secara berpasangan mempraktikkan dialog The Expression of Disbelief and Surprise di depan kelas. Guru menilai kemampuan berbicara masing-masing murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancaran, serta ketepatan dalam menyampaikan ekspresi ketidakpercayaan dan keterkejutan. |
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
||
| Pertemuan Ke-3 Membaca-Memirsa (Reading-Viewing) |
||
| Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
||
| A. Kegiatan Awal (10 Menit) | ||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan | 1.Guru memberi salam kepada murid dan mengajak murid berdoa bersama.
2.Guru mengondisikan murid untuk siap belajar. 3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka. 4. Ice Breaking: Guess the Story Guru membacakan beberapa kalimat clue tentang sebuah legenda. Murid mendengarkan dan menebak judul legenda yang dimaksud. Teacher: This story is about a beautiful princess who lives in a kingdom. A powerful prince wants to marry her. She asks him to build 1,000 temples in one night. The prince almost completes the challenge before sunrise. What legend is it? Murid: ………………………… |
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) | ||
| Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
a. Literasi 1. Guru menampilkan beberapa gambar yang berkaitan dengan cerita “The Legend of Roro Jonggrang”.
2. Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi tokoh serta situasi yang ditampilkan. 3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan pengamatan murid:
4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari gambar. 5. Guru dan murid membahas jawaban bersama sebagai pengantar menuju pembelajaran Reading–Viewing Narrative Text jenis Legend. b. Orientasi 1.Guru menampilkan teks “The Legend of Roro Jonggrang” beserta ilustrasinya. 2. Murid membaca teks sambil mengamati ilustrasi untuk menemukan informasi penting dalam cerita. Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan teks:
3. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi dalam teks. 4. Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama. 5. Guru memperkenalkan kosakata kunci dalam teks seperti: princess, kingdom, prince, marry, challenge, temple, dawn, villagers, statue, dan curse. 6. Guru menjelaskan makna kosakata tersebut berdasarkan konteks cerita. |
|
| Mengaplikasi (Bermakna dan Menggembirakan) |
1.Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa. 2. Guru meminta murid membaca teks “The Legend of Roro Jonggrang” secara keseluruhan. 2. Setelah membaca, setiap kelompok mendiskusikan dan menjawab beberapa pertanyaan untuk menemukan gagasan utama dan informasi rinci, seperti:
3. Setiap kelompok mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, dan penyelesaian dalam cerita. Characters: Characters’ Traits: Conflict: Resolution: 4. Setiap kelompok mendiskusikan pesan moral yang terdapat dalam cerita berdasarkan tindakan tokoh dan penyelesaian konflik. Moral Message: 5. Guru menjelaskan unsur kebahasaan yang digunakan dalam Narrative Text jenis Legend, yaitu Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech, beserta contoh penggunaannya dalam teks. 6. Setiap kelompok mencari dan mencatat contoh Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech yang terdapat dalam teks. Simple Past Tense: Time Connectives: Direct Speech: 7. Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya. 8. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya. 9. Guru bersama murid membahas hasil diskusi. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat serta penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat. |
|
| Asesmen |
Guru meminta murid secara individu menjawab soal pilihan ganda berdasarkan teks baru berjudul “The Legend of Lake Toba”. Guru menggunakan teks yang berbeda karena jika menggunakan teks yang telah dibahas dalam diskusi kelompok, murid sudah mengetahui jawabannya sehingga hasil tes kurang dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami teks secara mandiri. Meskipun berbeda, teks yang digunakan tetap berkaitan dengan materi yang dipelajari, yaitu Narrative Text jenis Legend dan masih mengangkat cerita legenda dari Indonesia. Klik di SINI untuk menginput nilai murid. |
|
| Merefleksi (Bermakna dan Berkesadaran) |
d. Refleksi Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.
|
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
1. Guru memberikan penguatan – Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini. – Guru menegaskan bahwa Narrative Text jenis Legend menceritakan asal-usul suatu tempat, benda, atau peristiwa melalui rangkaian peristiwa yang melibatkan tokoh, konflik, dan penyelesaian tertentu serta mengandung pesan moral. Guru juga mengingatkan penggunaan unsur kebahasaan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech dalam teks. 2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini. 3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Writing–Presenting dengan materi Narrative Text jenis Legend. 4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam. |
|
| D. Assesmen Pembelajaran | ||
| Asesmen Awal/Formatif (assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap pembelajaran sebelumnya tentang Narrative Text jenis Legend serta pengetahuan dan pendapat awal murid tentang cerita yang akan dipelajari. Pertanyaan yang digunakan antara lain:
|
|
| Asesmen Proses/Formatif (assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran. |
Guru mengamati murid ketika mereka memperhatikan gambar, menjawab pertanyaan, membaca teks, mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, penyelesaian, dan pesan moral, mendiskusikan unsur kebahasaan dalam kelompok, serta menyampaikan hasil diskusi. |
|
| Asesmen Akhir/Sumatif (assessment of learning) Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran. |
Murid secara individu mengerjakan tes tertulis dengan soal pilihan ganda. Teks Legend yang digunakan berjudul “The Legend of Lake Toba”. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, tokoh, karakter tokoh, konflik, penyelesaian, pesan moral, kesimpulan, serta unsur kebahasaan berupa Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech. |
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
||
| Pertemuan Ke-4 Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting) |
||
| Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
||
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) | ||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan | 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
2. Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran. 3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka. 4. Ice Breaking: Complete the Legend Guru memulai sebuah cerita legenda dengan satu kalimat, kemudian beberapa murid secara bergantian melanjutkan cerita dengan satu kalimat sederhana. Contoh: Teacher: Long ago, a beautiful princess lived in a kingdom in Java. Student 1: ………………………………………… Guru dapat menghentikan cerita setelah 4–5 murid melanjutkan. Guru kemudian mengatakan: “Great! You have just created a legend together. Today, you will create your own Legend.” 5. Apersepsi
Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan materi pada pertemuan sebelumnya melalui beberapa pertanyaan:
Beberapa murid menyampaikan jawabannya. Guru kemudian menghubungkan jawaban murid dengan pembelajaran hari ini: “In the previous meeting, you learned about the characters, conflict, resolution, and moral message of a Legend. Today, you will use these elements to create your own Legend.” 6. Pertanyaan Pemantik Guru mengajukan pertanyaan untuk membangun ide dan kreativitas murid sebelum menulis:
Beberapa murid menyampaikan ide atau pendapatnya. 7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan menyusun kerangka Narrative Text jenis Legend dengan struktur orientation, complication, dan resolution**. Murid juga akan menentukan tokoh, konflik, penyelesaian, dan pesan moral yang akan dikembangkan dalam cerita. |
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) | ||
| Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
a. Literasi 1. Guru menampilkan beberapa pilihan ide cerita yaitu:
2. Murid memilih satu ide cerita yang akan dikembangkan menjadi Narrative Text jenis Legend. 3. Guru menampilkan kembali contoh Narrative Text jenis Legend yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, yaitu “The Legend of Roro Jonggrang”. 4. Murid membaca contoh tersebut dan mengidentifikasi:
5. Guru mengingatkan kembali unsur kebahasaan yang digunakan dalam Narrative Text jenis Legend, yaitu Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech. 6. Guru menunjukkan beberapa contoh kalimat yang mengandung language features tersebut dari teks “The Legend of Roro Jonggrang”. b. Orientasi 1. Guru menjelaskan langkah-langkah menyusun Narrative Text jenis Legend, yaitu menentukan ide dan tokoh cerita, mengembangkan orientation, complication, dan resolution, kemudian merevisi tulisan. 2. Guru menjelaskan kembali fungsi setiap bagian dalam Narrative Text jenis Legend:
3.Guru menunjukkan kepada murid bagaimana ide cerita dikembangkan menjadi orientation, kemudian complication, dan diselesaikan melalui resolution dengan memberikan pertanyaan panduan untuk membantu murid mengembangkan ide cerita:
4. Guru mengingatkan murid bahwa cerita yang dibuat harus memiliki orientation, complication, dan resolution, dikembangkan menjadi sekitar 250 kata, serta menggunakan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech secara tepat. |
|
| Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
c. Kolaborasi 1. Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 5 anggota berdasarkan ide cerita yang telah dipilih. 2. Setiap kelompok mendiskusikan ide cerita untuk menentukan tokoh, tempat, waktu, konflik, penyelesaian, dan pesan moral sebagai dasar dalam membuat kerangka Narrative Text jenis Legend. 3. Setiap kelompok menyusun kerangka cerita berdasarkan orientation, complication, dan resolution yang telah ditentukan. 4. Setiap kelompok menuliskan contoh penggunaan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech dalam kalimat yang berkaitan dengan cerita yang akan dibuat sebagai persiapan untuk mengembangkan kerangka menjadi cerita. d. Refleksi Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.
|
|
| C. Kegiatan Penutup (10 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
1. Penguatan a. Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari memilih ide cerita hingga menyusun kerangka Narrative Text jenis Legend. b. Guru menegaskan bahwa kerangka yang telah disusun menjadi dasar untuk mengembangkan Narrative Text dengan struktur orientation, complication, dan resolution serta menggunakan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech secara tepat. 2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini. 3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi Narrative Text sepanjang 250 kata, melakukan revisi, dan mempresentasikan atau menceritakan karya yang telah dibuat dengan menggunakan media yang sesuai. 4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam. |
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
||
|
Pertemuan Ke-5 |
||
|
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: |
||
|
A. Kegiatan Awal: (10 menit) |
||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan | 1.Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
2.Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran. 3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka. 4. Ice breaking: Continue the Legend Guru mengingatkan kembali permainan One-Sentence Story pada pertemuan sebelumnya. Guru memulai cerita dengan satu kalimat, kemudian beberapa murid secara bergantian melanjutkan cerita dengan satu kalimat. Teacher: Long ago, a young man lived in a small village near a mountain. Student 1: ……………………………………… 5. Apersepsi Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengingat kembali kegiatan pada pertemuan sebelumnya:
Beberapa murid menyampaikan jawabannya. Guru kemudian menghubungkan jawaban murid dengan pembelajaran hari ini: “In the previous meeting, you created an outline for your Legend. Today, you will develop your outline into a complete story and present it.” 6. Pertanyaan Pemantik Guru mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan murid pada kegiatan mengembangkan kerangka menjadi cerita utuh:
Beberapa murid menyampaikan ide atau pendapatnya. 7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text jenis Legend sepanjang 250 kata dengan menggunakan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech secara tepat. Murid juga akan mempresentasikan atau menceritakan Narrative Text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai. |
|
|
B. Kegiatan Inti (105 menit) |
||
| Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
Lanjutan Kegiatan Pertemuan Sebelumnya
1. Murid mengembangkan kerangka yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya menjadi Narrative Text jenis Legend sepanjang ±250 kata dengan menggunakan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech secara tepat. 2. Murid bertukar hasil tulisan dengan teman sebangku untuk memberikan masukan terkait dengan:
3. Murid memperbaiki tulisan masing-masing sesuai dengan masukan yang diterima. 4. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik selama proses penulisan dan revisi. 5. Murid menyiapkan Narrative Text yang telah diperbaiki untuk dipresentasikan atau diceritakan dengan menggunakan media yang sesuai. 6. Murid mempresentasikan atau menceritakan Narrative Text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai. 7. Guru memberikan apresiasi terhadap hasil karya dan penyampaian murid serta memberikan penguatan terhadap bagian yang sudah baik dan koreksi terhadap bagian yang masih perlu diperbaiki. d. Refleksi Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.
|
|
| C. Kegiatan Penutup (10 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
1. Penguatan a. Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text jenis Legend, melakukan revisi, hingga mempresentasikan atau menceritakan cerita. b. Guru menegaskan bahwa Narrative Text jenis Legend disusun dengan struktur orientation, complication, dan resolution serta menggunakan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech secara tepat. 2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi dan kreativitas mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini. 3. Guru menyampaikan bahwa pembelajaran Narrative Text jenis Legend telah selesai dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Listening-Speaking dengan materi Analytical Exposition Text. 4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam. |
|
| D. Asesmen Pembelajaran | ||
| Asesmen Awal/Formatif (assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid tentang struktur dan language features Narrative Text jenis Legend, serta kesiapan murid untuk mengembangkan kerangka teks yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya. |
|
| Asesmen Proses/Formatif (assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran. |
Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pengembangan dan penyempurnaan tulisan. Guru mengamati murid ketika mengembangkan kerangka menjadi teks, bertukar tulisan, memberikan dan menerima masukan, melakukan revisi, serta mempersiapkan dan mempresentasikan atau menceritakan cerita. Guru memberikan bimbingan, apresiasi, dan umpan balik terhadap proses dan hasil kerja murid. |
|
| Asesmen Akhir/Sumatif (assessment of learning) Asesmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada akhir rangkaian kegiatan. |
Murid menghasilkan Narrative Text jenis Legend sepanjang ±250 kata berdasarkan kerangka yang telah dibuat, dengan struktur orientation, complication, dan resolution, serta menggunakan Simple Past Tense, Time Connectives, dan Direct Speech. Murid kemudian mempresentasikan atau menceritakan teks yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai. Guru menilai teks dan presentasi murid berdasarkan kelengkapan struktur, ketepatan penggunaan unsur kebahasaan, kejelasan isi, keruntutan cerita, serta penyampaian cerita. |
|
| Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6 |
||
| Pertemuan Ke-6 Ulangan, Remedial dan Pengayaan |
||
| MAN 1 Bandar Lampung, Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang | ||
