Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Bahasa Inggris Hortatory Exposition Text

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Bab III. Hortatory Exposition Text
I Spesfikasi
Nama Penyusun Heny Astuti, M.Pd.
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Fase/Kelas/Semester F/XI/1
Topik Pembelajaran Hortatory Exposition Text
Alokasi Waktu 6 kali pertemuan @ 3JP (3×6=18 JP), 1 JP =45 menit, total waktu 810 menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia

Murid mengidentifikasi nilai-nilai positif dalam Hortatory Exposition Text yang berkaitan dengan sikap peduli, bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan menyampaikan pendapat secara santun.

2. Penalaran Kritis

Murid mengidentifikasi thesis, arguments, dan recommendation dalam Hortatory Exposition Text serta menilai relevansi argumen dalam mendukung pendapat dan rekomendasi penulis.

3. Kreativitas

Murid mengembangkan Hortatory Exposition Text berdasarkan isu yang dipilih dan menyajikannya secara kreatif melalui tulisan yang dilengkapi gambar, infografis, atau media pendukung lainnya.

4. Kolaborasi

Murid bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan isu yang dipilih, mengidentifikasi arguments yang mendukung pendapat, kemudian menyusun kerangka Hortatory Exposition Text yang memuat thesis, arguments, dan recommendation.

5. Kemandirian

Murid secara mandiri mengembangkan kerangka Hortatory Exposition Text yang telah disusun menjadi tulisan utuh sepanjang ±250 kata dengan memuat thesis, arguments, dan recommendation serta menggunakan unsur kebahasaan yang sesuai.

6. Komunikasi

Murid menyampaikan Hortatory Exposition Text yang telah dibuat secara lisan dan tulisan.

3 Topik Panca Cinta

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

Melalui pembelajaran Hortatory Exposition Text, murid mengetahui bahwa menyampaikan pendapat dan mengajak kepada kebaikan perlu dilakukan dengan cara yang santun dan bertanggung jawab. Murid meneladani Rasulullah saw. dengan menyampaikan pendapat, alasan, dan rekomendasi yang baik serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Cinta Ilmu

Melalui pembelajaran Hortatory Exposition Text, murid memperoleh informasi dari teks dan media visual untuk mengidentifikasi thesis, arguments, recommendation, serta unsur kebahasaannya, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyusun Hortatory Exposition Text sesuai dengan strukturnya dan menyampaikan teks yang telah dibuat.

3. Cinta Lingkungan

Melalui pembelajaran Hortatory Exposition Text, murid membahas berbagai isu lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Murid mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menyampaikan pendapat, argumen, dan rekomendasi tentang tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

4. Cinta Tanah Air

Melalui pembelajaran Hortatory Exposition Text, murid membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan di Indonesia. Murid mengembangkan rasa cinta tanah air dengan menyampaikan pendapat, argumen, dan rekomendasi tentang tindakan yang dapat dilakukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga keberlanjutan kehidupan di Indonesia.

4 Materi Integrasi KBC Tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat dan memberikan rekomendasi yang bijak untuk kebaikan bersama.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025

Menyimak – Berbicara

Memahami alur informasi secara keseluruhan dari teks lisan fiksi dan non fiksi tentang isu terkini atau topik terkait mata pelajaran lain; menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik yang dibahas.

Membaca – Memirsa

Mengevaluasi informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks fiksi dan non fiksi tertulis atau teks multimodal tentang isu terkini atau topik yang terkait mata pelajaran lain.

Menulis – Mempresentasikan

Mengomunikasikan gagasan atau pengalaman secara tertulis atau multimodal dalam berbagai jenis teks fiksi dan nonfiksi dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat dan kompleks dengan menggunakan berbagai media presentasi (cetak dan digital) untuk mencapai tujuan yang berbeda-beda; menunjukkan strategi koreksidalam kaidah menulis baik dengan bantuan pendidik maupun mandiri; mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang isu terkini atau topik yang terkait mata pelajaran lain.

2 Tujuan Pembelajaran

Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)

1. Murid mampu menemukan gagasan utama dari teks hortatory exposition lisan yang diperdengarkan.

2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks hortatory exposition lisan yang diperdengarkan.

3. Murid mampu mengidentifikasi pendapat, argumen, serta saran atau rekomendasi yang terdapat dalam teks hortatory exposition lisan yang diperdengarkan.

4. Murid mampu menyampaikan saran atau rekomendasi berdasarkan isu yang dibahas dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

5. Murid mampu mempraktikkan dialog yang mengandung ekspresi memberikan saran dan rekomendasi (The Expression of Giving Suggestions and Recommendations) dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)

1. Murid mampu menemukan gagasan utama dari teks Hortatory Exposition tulis maupun visual secara tepat.

2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks Hortatory Exposition tulis maupun visual secara tepat.

3. Murid mampu mengidentifikasi informasi yang dirujuk oleh kata ganti (reference) dalam teks Hortatory Exposition secara tepat.

4. Murid mampu mengidentifikasi pendapat, argumen, serta saran atau rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks Hortatory Exposition.

5. Murid mampu menemukan makna kosakata tertentu dalam teks Hortatory Exposition, termasuk istilah dan frasa penting, serta mengidentifikasi sinonim dan antonim berdasarkan konteks.

6. Murid mampu menarik kesimpulan berdasarkan argumen, saran, atau rekomendasi yang disajikan dalam teks Hortatory Exposition.

7. Murid mampu mengidentifikasi unsur kebahasaan seperti Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions yang terdapat dalam teks Hortatory Exposition.

Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)

1. Murid mampu menyusun kerangka Hortatory Exposition Text dengan struktur thesis, arguments, dan recommendation, serta menentukan isu, pendapat, alasan pendukung, dan rekomendasi.

2. Murid mampu membuat contoh penggunaan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions dalam kerangka Hortatory Exposition Text sesuai dengan konteks isu yang dibahas.

3. Murid mampu mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat menjadi Hortatory Exposition Text sepanjang ±250 kata.

4. Murid mampu mempresentasikan Hortatory Exposition Text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai.

3 Kerangka Pembelajaran 1. Praktik Pedagogik

a. Model Pembelajaran: LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi), yang meliputi kegiatan memperoleh informasi melalui literasi, menghubungkan informasi dengan materi melalui orientasi, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas melalui kolaborasi, serta mengevaluasi pengalaman belajar melalui refleksi.

b. Metode Pembelajaran: tanya jawab, diskusi, penugasan, dan presentasi.

2. Kemitraan pembelajaran (opsional): 

Lingkungan Sekolah: Guru berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan sumber belajar dan mengarahkan murid untuk membaca, membahas, dan mengidentifikasi unsur-unsur Hortatory Exposition Text, seperti thesis, arguments, dan recommendation. Teman sebaya menjadi mitra belajar melalui kegiatan diskusi kelompok, pemilihan isu, penyusunan kerangka teks, dan pemberian umpan balik terhadap Hortatory Exposition Text yang dibuat. Perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menemukan berbagai contoh Hortatory Exposition Text dan mendukung pengumpulan informasi untuk mengembangkan argumen serta rekomendasi tentang isu yang dibahas.

3. Lingkungan Pembelajaran

a. Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel agar murid dapat bekerja secara individu, berpasangan, maupun berkelompok. Papan tulis digunakan untuk mencatat kosakata, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang dibahas selama pembelajaran.

b. Ruang Virtual: Internet digunakan untuk mencari informasi dan contoh teks yang mendukung kegiatan pembelajaran. Murid dapat memanfaatkan media digital untuk mengakses materi, mengolah informasi, mengerjakan tugas, mengembangkan teks, serta memublikasikan hasil karya melalui media yang sesuai.

c. Budaya Belajar

– Budaya Kolaboratif: Murid bekerja secara berkelompok dan berpasangan untuk berlatih dialog, membaca dan mendiskusikan Hortatory Exposition Text, mengidentifikasi thesis, arguments, dan recommendation, serta memberikan masukan terhadap teks teman.

– Budaya Kritis: Murid menganalisis Hortatory Exposition Text dengan mengidentifikasi pendapat dan argumen yang mendukungnya serta menilai keterkaitan argumen dengan recommendation yang disampaikan.

– Budaya Interaktif: Murid berinteraksi dengan guru dan teman melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, penyampaian pendapat, serta pemberian tanggapan terhadap hasil pekerjaan teman.

– Budaya Reflektif: Murid menyampaikan hal yang telah dipelajari, bagian pembelajaran yang dirasakan sulit, serta hal yang perlu diperbaiki berdasarkan pengalaman selama proses pembelajaran.

4. Pemanfaatan Digital (opsional)

Pemanfaatan gambar dan infografis sebagai bahan pengamatan, audio sebagai bahan menyimak, monitor dan laptop untuk menampilkan materi pembelajaran, serta internet untuk mengakses sumber informasi dan memublikasikan hasil karya murid.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal:  (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Giving Suggestions and Recommendations

Guru mengajak murid melakukan ice breaking “Giving Suggestions and Recommendations” dengan membacakan beberapa situasi sederhana. Murid merespons dengan memberikan saran atau rekomendasi yang sesuai menggunakan ekspresi yang telah mereka ketahui.

–Guru: Your friend often comes late to school.
Murid: …………………………………………………….

–Guru: Your friend has a lot of homework.
Murid: …………………………………………………

–Guru: Your friend wants to improve their English.
Murid: ……………………………………………………………..

–Guru: Your friend feels tired after studying.
Murid: …………………………………………………..

–Guru: Your friend wants to stay healthy.
Murid: ………………………………………………..

5. Apersepsi

Guru menanyakan materi yang sudah diajarkan sebelumnya:

How do you express your opinion about an issue?

How can you support your opinion with arguments?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pembelajaran sebelumnya.

Lalu guru mengaitkannya dengan pelajaran sekarang:

Good. In the previous lesson, you learned how to express opinions and support them with arguments. Today, we will discuss a common issue among teenagers, “Teenagers Should Limit Their Screen Time,” and learn how to give suggestions and recommendations about it.

6. Pengenalan Hortatory Exposition Text

Guru memperkenalkan Hortatory Exposition Text secara singkat dengan bahasa yang sederhana dan mengaitkannya dengan isu kehidupan remaja yang akan dibahas.

“Teenagers often face different problems in their daily lives. We can have opinions about these problems, give reasons to support our opinions, and suggest what teenagers should do. In English, a text that presents an opinion, gives arguments, and recommends an action is called a Hortatory Exposition Text.”

Guru menjelaskan secara sederhana:

“Hortatory Exposition Text is a text that presents the writer’s opinion about an issue, gives arguments to support the opinion, and recommends what readers should do. The purpose is to persuade readers to take a certain action.”

Guru memberikan contoh sederhana:

“For example, if you think that teenagers should limit their screen time, you can explain why too much screen time can be a problem and give reasons to support your opinion. Then, you can recommend what teenagers should do, such as spending less time on their phones and taking regular breaks.”

Selanjutnya, guru memperkenalkan struktur umum Hortatory Exposition Text:

-Thesis: introduces the issue and states the writer’s opinion or position.

-Arguments: presents reasons, explanations, or evidence to support the writer’s opinion.

-Recommendation: tells readers what they should or should not do about the issue.

Guru memperkenalkan beberapa unsur kebahasaan yang umum digunakan:

  • Simple Present Tense – used to state facts, opinions, and general conditions.
  • Action Verbs – used to describe actions, such as reduce, avoid, limit, and use.
  • Temporal Conjunctions – used to organize ideas or arguments, such as firstly, secondly, moreover, and finally.

Guru menegaskan materi yang akan dipelajari:

“Today, we will focus on Hortatory Exposition Text about issues related to teenagers. You will learn how to express an opinion, support it with clear arguments, and give a recommendation about what teenagers should do.”

7. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengajak murid mulai berpikir tentang isu yang akan dibahas.

  • Do you think teenagers should limit their screen time?
  • Why do you think so?
  • What can teenagers do to reduce their screen time?

Beberapa murid menyampaikan ide atau pendapatnya.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan menyimak Hortatory Exposition Text bertema “Teenagers Should Limit Their Screen Time” untuk menemukan gagasan utama, informasi rinci, pendapat penulis, dan rekomendasi yang disampaikan. Murid juga akan menyampaikan saran dan rekomendasi secara lisan mengenai isu yang dibahas.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru memutar audio pendek berjudul “Teenagers Should Limit Their Screen Time”.

2. Murid menyimak audio untuk memperoleh informasi umum tentang penggunaan screen time di kalangan remaja dan dampaknya.

3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan audio yang telah didengarkan:

  • What is the audio about?
  • Why should teenagers limit their screen time?
  • What suggestions or recommendations are given in the audio?

4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka dengarkan.

5. Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama.

b. Orientasi

1. Guru mengajak murid menghubungkan informasi yang telah mereka dengarkan dengan kehidupan sehari-hari melalui beberapa pertanyaan:

-How much time do you usually spend on your phone every day?
-Do you think teenagers should limit their screen time?
-Why do you think so?

2. Beberapa murid menyampaikan pendapat mereka berdasarkan informasi dari audio dan pengalaman mereka.

3. Guru memperkenalkan bahwa ketika memberikan suggestions or recommendation, seseorang dapat menggunakan beberapa ekspresi untuk menyampaikan saran. Guru memberikan beberapa contoh sederhana:

-You should limit your screen time.
-I recommend spending less time on your phone.
-You should take a break after using your screen for a long time.

4. Guru menjelaskan bahwa memberikan saran atau rekomendasi untuk mendorong seseorang melakukan suatu tindakan merupakan bagian penting dalam Hortatory Exposition Text yang akan dipelajari murid pada pertemuan ini.

5. Guru memperkenalkan beberapa kosakata kunci yang terdapat dalam teks lisan yang akan mereka pelajari hari ini, yaitu: screen time, social media, smartphone, digital devices, sleep, concentration, distraction, healthy habits, take a break, dan reduce.

6. Guru menjelaskan makna kosakata dan memberikan contoh penggunaannya dalam konteks penggunaan screen time oleh remaja. Murid mencermati dan mengucapkan kosakata tersebut.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

1. Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa.

2. First Listening – Main Idea
Guru memutar audio teks “Teenagers Should Limit Their Screen Time” satu kali. Murid menyimak secara berkelompok untuk menemukan gagasan utama teks dan mendiskusikan jawabannya berdasarkan pertanyaan:

What is the text mainly about?

3. Second Listening – Detailed Information
Guru memutar kembali audio. Murid menyimak untuk menemukan informasi rinci dan mendiskusikan jawaban dari pertanyaan di bawah ini.

-Why should teenagers limit their screen time?
-How can too much screen time affect teenagers’ sleep?
-How can excessive screen time affect teenagers’ concentration?
-What can teenagers do to reduce their screen time?

3. Third Listening – Writer’s Opinion and Recommendations
Guru memutar kembali audio. Murid menyimak dan berdiskusi untuk mengidentifikasi writer’s opinion serta recommendations yang disampaikan dalam teks.

Writer’s Opinion: …………………………………………………….

Recommendations:

  • ……………………………………………………………….
  • ……………………………………………………………….
  • ……………………………………………………………….

4. Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan jawaban mereka.

5. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara lisan.

6. Guru dan murid membahas hasil diskusi bersama.

7. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberikan penjelasan terkait jawaban yang kurang tepat.

Asesmen

Murid menyimak teks audio lain berjudul “Teenagers Should Manage Their Time Wisely” dan menjawab soal pilihan ganda secara individu.

Klik di SINI untuk menginput nilai siswa.

Bermakna dan Berkesadaran

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

-What did you learn about giving suggestions and recommendations today?
-What suggestions would you give to teenagers about limiting their screen time?
-Which part of the audio about screen time did you find difficult to understand?

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

-Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilalui hari ini.

-Guru menegaskan bahwa dalam Hortatory Exposition Text, penulis menyampaikan opinion yang didukung oleh arguments dan diikuti oleh recommendations untuk mendorong pembaca melakukan suatu tindakan.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah berpartisipasi dalam pembelajaran.

3. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang, yaitu pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan kegiatan Listening–Speaking dengan mempelajari Expressing Suggestions and Recommendations serta berlatih memberikan saran dan rekomendasi secara lisan.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran

Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang materi sebelumnya serta pengetahuan awal mereka tentang isu penggunaan screen time di kalangan remaja.

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid ketika menyimak audio, menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok, mengidentifikasi main idea, detailed information, writer’s opinion, dan recommendations, serta menyampaikan hasil diskusi secara lisan. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberikan penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid menyimak teks audio “Teenagers Should Manage Their Time Wisely” kemudian mengerjakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda secara individu. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, writer’s opinion, dan recommendations dalam teks Hortatory Exposition lisan yang diperdengarkan.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Quick Advice

Guru menyebutkan beberapa situasi sederhana yang berkaitan dengan kehidupan remaja, kemudian menunjuk beberapa murid untuk memberikan saran atau rekomendasi singkat menggunakan ungkapan “You should…”, “You could…”, atau “I suggest…” untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan pengetahuan awal murid.

Contoh:

Guru: Your friend uses their phone for eight hours a day. What should they do?
Murid: They should limit their screen time.

Guru: Your friend feels tired after studying. What do you suggest?
Murid: I suggest taking a short break.

Guru: Your friend has too much homework. What could they do?
Murid: They could make a study schedule.

5. Apersepsi

Guru menanyakan materi yang sudah diajarkan sebelumnya:

-What did you learn in the previous meeting?
-What was the writer’s opinion in “Teenagers Should Limit Their Screen Time,” and what recommendations were given?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pembelajaran sebelumnya.

Lalu guru mengaitkannya dengan pelajaran sekarang:

In the previous meeting, you listened to a Hortatory Exposition Text and identified the writer’s opinion and recommendations. Today, you will learn how to give advice and recommendations.

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengajak murid mulai berpikir tentang cara memberikan saran dan rekomendasi secara lisan.

-What do you usually say when you want to give advice to a friend?
-What expressions can you use to give a recommendation?
-Why is it important to give appropriate advice or recommendations?

Beberapa murid menyampaikan jawabannya.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu murid akan belajar keterampilan Menyimak-Berbicara materi The Expression of Giving Advice and Recommendations terkait isu kehidupan remaja. Murid akan berlatih dialog dan mempraktikkannya dengan memperhatikan pelafalan, intonasi, dan kelancaran dalam berbicara.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru memutar audio pendek berupa dialog berjudul Teenagers Should Reduce Their Use of Social Media.

2. Murid menyimak dialog untuk mengidentifikasi expressions of giving advice and recommendations yang digunakan oleh para pembicara.

3. Guru mengajukan pertanyaan:

-What is the conversation about?
-What suggestions and recommendations does the speaker give?

4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan dialog yang didengarkan dan guru memberikan feedback atas jawaban-jawaban murid.

b. Orientasi

1.Guru menampilkan naskah dialog yang telah diperdengarkan pada kegiatan Literasi dan mengajak murid mengidentifikasi ungkapan yang digunakan untuk memberikan saran dan rekomendasi melalui pertanyaan:

-Which expressions does the speaker use to give suggestions?
-Which expressions does the speaker use to give recommendations?

2. Guru menjelaskan bahwa The Expression of Giving Suggestions and Recommendations merupakan ungkapan yang digunakan untuk memberikan saran atau rekomendasi kepada seseorang mengenai suatu masalah atau situasi tertentu.

3. Guru menjelaskan beberapa pola sederhana dalam memberikan saran dan rekomendasi:

Giving Suggestions → You should + Verb 1

Giving Recommendations → I recommend + V-ing

Guru memberikan contoh:

You should reduce your use of social media.
I recommend spending less time on social media.

Guru menjelaskan pola dan fungsi masing-masing ungkapan dalam kalimat tersebut.

4. Guru menyampaikan materi The Expression of Giving Suggestions and Recommendations secara lengkap, meliputi:

  • You should …
  • You shouldn’t …
  • You could …
  • Why don’t you …?
  • I suggest …
  • I recommend …

Guru menjelaskan fungsi dan memberikan contoh penggunaan setiap expression dalam kalimat dengan konteks yang sesuai tema pembelajaran.

5. Guru memberikan contoh dialog yang menggunakan berbagai expressions of giving suggestions and recommendations dalam konteks isu penggunaan media sosial oleh remaja.

6. Guru bersama murid membahas dialog tersebut dengan mengidentifikasi penggunaan ungkapan untuk memberikan saran dan rekomendasi serta respons terhadap saran atau rekomendasi yang diberikan.

7. Guru menjelaskan bahwa pada kegiatan berikutnya murid akan berlatih dan mempraktikkan dialog tersebut secara berpasangan dengan memperhatikan pelafalan, intonasi, dan kelancaran dalam berbicara.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi

Latihan Dialog (20 menit)

1. Guru meminta murid secara berpasangan berlatih dialog The Expression of Giving Suggestions and Recommendations dengan tema penggunaan sosial media oleh remaja yang telah dipelajari dengan memerhatikan pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.

2. Guru berkeliling mengamati kegiatan murid, memberikan umpan balik, dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam mempraktikkan dialog.

Menampilkan Dialog (35 menit)

2. Murid secara berpasangan tampil di depan kelas untuk mempraktikkan dialog.

3. Guru menilai kemampuan berbicara murid berdasarkan pengucapan, intonasi, dan kelancarannya.

4. Guru memberikan umpan balik singkat terhadap penampilan murid.

Klik di sini untuk menginput nilai siswa.

Merefleksi
(Bermakna dan Berkesadaran)

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  1. What did you learn from giving suggestions and recommendations?
  2. Which expression of giving suggestions or recommendations did you find interesting?
  3. Which part of the speaking activity did you find difficult?
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

-Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan hari ini.

-Guru menegaskan bahwa dalam memberikan saran dan rekomendasi, murid dapat menggunakan berbagai expressions of giving suggestions and recommendations sesuai dengan konteks yang dibicarakan.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar Reading–Viewing masih dengan materi Hortatory Exposition Text.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap pembelajaran sebelumnya tentang Hortatory Exposition Text, khususnya writer’s opinion dan recommendations, serta pengetahuan awal murid tentang cara memberikan saran dan rekomendasi.

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid ketika menyimak dialog, mengidentifikasi expressions of giving suggestions and recommendations, menjawab pertanyaan, serta berlatih dialog secara berpasangan. Guru memberikan umpan balik dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan, pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid secara berpasangan mempraktikkan dialog The Expression of Giving Suggestions and Recommendations di depan kelas. Guru menilai kemampuan berbicara masing-masing murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancarannya.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal (10 Menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1.Guru memberi salam kepada murid dan mengajak murid berdoa bersama.

2.Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.

3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Picture Guessing 

Guru menampilkan beberapa gambar yang berkaitan dengan penggunaan telepon saat belajar. Murid mengamati gambar dan menebak topik pada gambar untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan pengetahuan awal murid.

Lalu guru memberikan pertanyaan sederhana kepada murid:

  • What topic do the pictures show?
  • How can using a phone affect studying?
  • Why should teenagers avoid using their phones during study time?

Contoh:

Guru: What topic do these pictures show?
Murid: Using phones during study time.

Guru: How can using a phone affect studying?
Murid: It can distract students.

Guru: Why should teenagers avoid using their phones during study time?
Murid: Because it can help them concentrate on their studies.

Guru menanyakan materi yang sudah diajarkan sebelumnya:

– What did you learn about Giving Suggestions and Recommendations in the previous meeting?
-What expressions can you use to give suggestions and recommendations?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pembelajaran sebelumnya.

Lalu guru mengaitkannya dengan pelajaran sekarang:

“In the previous meeting, you learned how to give suggestions and recommendations. Today, you will read and view a Hortatory Exposition Text and identify the main idea, detailed information, references, the writer’s opinion, arguments, suggestions, and recommendations.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan terbuka untuk mengajak murid mulai berpikir tentang pendapat, argumen, serta saran atau rekomendasi dalam teks tertulis dan visual mengenai penggunaan telepon saat waktu belajar.

– What do you think about using phones during study time?
– Why should teenagers avoid using their phones during study time?
– What suggestions or recommendations can help teenagers focus on their studies?

Beberapa murid menyampaikan pendapatnya.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan belajar Reading–Viewing melalui Hortatory Exposition Text berjudul “Teenagers Should Avoid Using Their Phones During Study Time.” Murid akan berlatih menemukan gagasan utama dan informasi rinci, mengidentifikasi informasi yang dirujuk oleh kata atau frasa referensial, mengidentifikasi pendapat, argumen, serta saran atau rekomendasi yang disampaikan penulis, menemukan makna kosakata berdasarkan konteks termasuk istilah, frasa penting, sinonim, dan antonim, menarik kesimpulan berdasarkan argumen, saran, atau rekomendasi dalam teks, serta mengidentifikasi unsur kebahasaan berupa Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru menampilkan beberapa gambar yang berkaitan dengan penggunaan telepon pada waktu belajar.

2. Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi aktivitas yang dilakukan oleh murid dalam gambar.

3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan pengamatan murid pada topik using phones during study time:

  • What is the student doing in the first picture?
  • What is happening in the second picture?
  • What is the student doing in the third picture?

4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari gambar.

5. Guru dan murid membahas jawaban bersama sebagai pengantar menuju pembelajaran Reading–Viewing Hortatory Exposition Text.

b. Orientasi

1. Guru menampilkan sebuah infografik sederhana tentang penggunaan telepon pada waktu belajar yang menunjukkan beberapa dampak penggunaan telepon terhadap kegiatan belajar.

2. Murid mengamati infografik tersebut.

3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan infografik tersebut:

-What activities are shown in the infographic?
-What problems can you identify from the infographic?
-What happens when students are distracted by their phones?

4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang terdapat dalam infografik.

5. Guru dan murid membahas jawaban bersama serta menghubungkan informasi dalam infografik dengan materi pelajaran hari ini, yaitu “Teenagers Should Avoid Using Their Phones During Study Time.”

6. Guru memperkenalkan beberapa kosakata kunci yang terdapat dalam teks yaitu: distraction, concentration, study time, social media, notifications, screen time, focus, productivity, academic performance, dan digital devices.

7. Guru menjelaskan makna kosakata tersebut dan memberikan contoh penggunaannya dalam kalimat yang berkaitan dengan topik penggunaan telepon pada waktu belajar.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan)

c. Kolaborasi

1. Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa.

2. Guru meminta murid membaca teks “Teenagers Should Avoid Using Their Phones During Study Time” secara keseluruhan.

3. Setelah membaca, setiap kelompok mendiskusikan dan menjawab beberapa pertanyaan untuk menemukan gagasan utama dan informasi rinci, seperti:

– What is the text mainly about?
-Why can using phones during study time distract teenagers?
-How can phone notifications affect students’ concentration?
-What can teenagers do to stay focused while studying?

4. Guru mengingatkan kembali bahwa Hortatory Exposition Text menyampaikan opinion yang didukung oleh beberapa arguments dan diikuti oleh suggestions atau recommendations.

5. Setiap kelompok mengidentifikasi writer’s opinion, arguments, dan suggestions or recommendations yang terdapat dalam teks.

Writer’s Opinion:
……………………………………….

Arguments:

……………………………………………………………..

……………………………………………………………..

……………………………………………………………..

Suggestions/Recommendations:

……………………………………………………………..

……………………………………………………………..

6. Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan kesimpulan berdasarkan pertanyaan: Why should teenagers avoid using their phones during study time?

7. Guru menjelaskan unsur kebahasaan yang digunakan dalam Hortatory Exposition Text yaitu Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions, beserta contoh penggunaannya dalam teks.

7. Setiap kelompok mencari dan mencatat beberapa contoh Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions yang terdapat dalam teks.

8. Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya.

9. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya.

10. Guru bersama murid membahas hasil diskusi. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat serta penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.

Asesmen

Guru meminta murid secara individu menjawab soal pilihan ganda Reading–Viewing berdasarkan teks Hortatory Exposition berjudul “Teenagers Should Avoid Distractions When Studying”

Merefleksi
(Bermakna dan Berkesadaran)

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  1. What information about using phones during study time did you find interesting?
  2. How did the pictures or infographic help you understand the topic?
  3. Which part of the reading and viewing activity did you find difficult?
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

-Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini.

-Guru menegaskan bahwa Hortatory Exposition Text menyampaikan writer’s opinion yang didukung dengan arguments dan diikuti oleh suggestions or recommendations, serta memiliki unsur kebahasaan tertentu.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Writing–Presenting dengan materi Hortatory Exposition Text.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap pembelajaran sebelumnya tentang The Expression of Giving Suggestions and Recommendations serta pengetahuan awal murid tentang penggunaan telepon pada waktu belajar.

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru memperhatikan murid ketika mereka mengamati gambar dan infografik, menjawab pertanyaan, membaca teks, berdiskusi dalam kelompok, mengidentifikasi informasi dalam teks, serta menjawab soal pilihan ganda secara individu. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat serta penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid membaca dan memirsa teks Hortatory Exposition berjudul “Teenagers Should Avoid Distractions When Studying” beserta ilustrasinya, lalu mengerjakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda secara individu. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, informasi yang dirujuk oleh kata atau frasa referensial, writer’s opinion, arguments, serta suggestions or recommendations, makna kosakata berdasarkan konteks, kesimpulan, serta unsur kebahasaan berupa Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice breaking: Build the Idea

Guru menyebutkan beberapa isu sederhana yang berkaitan dengan kehidupan remaja, kemudian menunjuk beberapa murid untuk menyebutkan pendapat, satu alasan, dan satu rekomendasi secara singkat untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan ide sebelum menulis.

Contoh:

Guru: Teenagers should avoid using their phones during study time. What do you think?
Murid: I agree because phones can distract students. They should put their phones away while studying.

Guru: Teenagers should get enough sleep. What do you think?
Murid: I agree because sleep helps students stay focused. They should sleep early.

Guru: Teenagers should exercise regularly. What do you think?
Murid: I agree because exercise keeps them healthy. They should exercise every day.

5. Apersepsi

Guru mengulas materi Reading–Viewing pada pertemuan sebelumnya dan menghubungkannya dengan kegiatan menulis yang akan dilakukan melalui beberapa pertanyaan:

-What did you learn about Hortatory Exposition Text in the previous meeting?
-What are the three parts of a Hortatory Exposition Text
-What language features are commonly used in a Hortatory Exposition Text?

Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pembelajaran sebelumnya.

Guru kemudian menghubungkan materi sebelumnya dengan pembelajaran hari ini:

“In the previous meeting, you identified the thesis, arguments, and recommendation in a Hortatory Exposition Text. Today, you will use the same structure to create an outline for your own Hortatory Exposition Text about an issue related to teenagers.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru menampilkan beberapa gambar yang berkaitan dengan isu kehidupan remaja, seperti penggunaan telepon saat belajar, penggunaan media sosial, dan kebiasaan tidur, kemudian mengajukan pertanyaan:

-What issues related to teenagers can you find in the pictures?
-Which issue is important to you?
-What do you think teenagers should do about it?
-Why do you think so?

Beberapa murid menyampaikan pendapat berdasarkan pengalaman dan kehidupan mereka sehari-hari.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan menyusun kerangka Hortatory Exposition Text dengan struktur thesis, arguments, dan recommendation, serta menentukan isu, pendapat, alasan pendukung, dan rekomendasi. Murid juga akan membuat contoh penggunaan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions dalam kerangka sesuai dengan konteks isu yang dibahas.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami (Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru menampilkan 5 pilihan topik yang berkaitan dengan isu kehidupan remaja:

-Teenagers Should Avoid Cyberbullying
-Teenagers Should Spend Less Time Playing Online Games
-Teenagers Should Read More Books
-Teenagers Should Avoid Sharing Personal Information Online
-Teenagers Should Participate in School Activities

2. Murid memilih satu topik yang akan dikembangkan menjadi Hortatory Exposition Text.

3. Guru menampilkan kembali contoh Hortatory Exposition Text yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

4. Murid membaca contoh tersebut dan mengidentifikasi:

– Thesis
– Arguments
– Recommendation

5. Guru mengingatkan kembali unsur kebahasaan yang digunakan dalam Hortatory Exposition Text, yaitu Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions.

6. Guru menampilkan beberapa contoh kalimat yang mengandung language features tersebut dari Hortatory Exposition Text yang telah dipelajari sebelumnya.

b. Orientasi

1. Guru menjelaskan langkah-langkah menyusun Hortatory Exposition Text, yaitu memilih isu, menyatakan pendapat, mengembangkan argumen, memberikan recommendation.

2. Guru menjelaskan kembali fungsi setiap bagian dalam Hortatory Exposition Text.

-Thesis digunakan untuk memperkenalkan isu dan menyatakan pendapat penulis tentang isu yang dibahas.

-Arguments digunakan untuk memberikan alasan yang mendukung pendapat penulis.

-Recommendation digunakan untuk memberikan saran atau rekomendasi mengenai tindakan yang sebaiknya dilakukan berdasarkan argumen yang telah disampaikan.

3. Guru memberikan pertanyaan panduan untuk membantu murid mengembangkan topik yang telah dipilih:

– What is the issue?

– What is your opinion about the issue?

– What is your first reason?

– What is your second reason?

– What is your third reason?

– What recommendation can you give?

4. Guru mengingatkan murid bahwa setiap argumen harus relevan dengan thesis dan dapat dijelaskan dengan alasan, fakta, atau contoh yang sesuai.

5. Guru menjelaskan bahwa kerangka yang dibuat harus memuat thesis, arguments, dan recommendation serta menggunakan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions secara tepat.

c. Kolaborasi

1. Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 5 anggota berdasarkan topik yang dipilih, yaitu:

– Teenagers Should Avoid Cyberbullying
– Teenagers Should Spend Less Time Playing Online Games
– Teenagers Should Read More Books
– Teenagers Should Avoid Sharing Personal Information Online
– Teenagers Should Participate in School Activities

2. Setiap kelompok mendiskusikan topik yang dipilih untuk menentukan isu, pendapat utama, dan alasan yang dapat mendukung pendapat tersebut.

3. Setiap kelompok menyusun kerangka Hortatory Exposition Text berdasarkan hasil diskusi dengan struktur thesis, arguments, dan recommendation, serta menuliskan contoh penggunaan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions yang sesuai dengan konteks isu yang dipilih.

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

-What did you learn from today’s writing activity?
-What was the most interesting part of today’s activity
-What was difficult when you made your Hortatory Exposition Text outline?

C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

-Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari memilih topik hingga menyusun kerangka Hortatory Exposition Text.

-Guru menegaskan bahwa kerangka yang telah disusun akan menjadi dasar untuk mengembangkan Hortatory Exposition Text dengan struktur thesis, arguments, dan recommendation.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mengembangkan kerangka menjadi Hortatory Exposition Text sepanjang ±250 kata, melakukan revisi, dan memublikasikan karya melalui media yang sesuai.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6

Pertemuan Ke-5
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)

A. Kegiatan Awal: (10 menit)

Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Continue the Idea

Guru menyebutkan beberapa isu yang berkaitan dengan kehidupan remaja, kemudian menunjuk beberapa murid untuk melanjutkan sebuah pernyataan dengan memberikan alasan atau rekomendasi secara singkat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali ide yang akan dikembangkan murid dalam tulisan.

Contoh:

Guru: Teenagers should avoid cyberbullying because…
Murid: …it can hurt other people’s feelings.

Guru: Teenagers should spend less time playing online games because…
Murid: …it can affect their study time.

5. Apersepsi

Guru mengulas kegiatan pada pertemuan sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan:

-What did you do in the previous meeting?
-What is the structure of your Hortatory Exposition Text outline?

Guru menghubungkan kegiatan sebelumnya dengan pembelajaran hari ini:

“Last meeting, you made an outline for your Hortatory Exposition Text. Today, you will develop your outline into a complete text of about 250 words and present it using suitable media.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk mendorong murid memikirkan cara mengembangkan kerangka menjadi tulisan yang utuh:

-What information can you add to support each argument
-How can you make your arguments convincing?
-What recommendation can you give to encourage readers to take action?

Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi Hortatory Exposition Text sepanjang ±250 kata dengan struktur thesis, arguments, dan recommendation, serta menggunakan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions secara tepat. Murid juga akan merevisi tulisan dan mempresentasikan hasilnya menggunakan media yang sesuai.

B. Kegiatan Inti (105 menit)

Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Lanjutan Kegiatan Pertemuan Sebelumnya

1. Murid secara individu mengembangkan kerangka tulisan yang sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya menjadi Hortatory Exposition Text sepanjang ±250 kata dengan menggunakan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions.

2. Murid bertukar hasil tulisan dengan teman sebangku untuk memberikan masukan terkait dengan:

– kelengkapan struktur teks: thesis, arguments, dan recommendation;

– keterkaitan antara pendapat dan argumen;

– penggunaan Simple Present Tense;

– penggunaan Action Verbs;

– dan penggunaan Temporal Conjunctions.

3. Murid memperbaiki tulisannya berdasarkan masukan yang diperoleh.

4. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik selama proses penulisan dan revisi.

5. Murid menyiapkan tulisan yang telah diperbaiki untuk dipresentasikan menggunakan media yang sesuai.

6. Murid mempresentasikan Hortatory Exposition Text yang telah dibuat dengan menggunakan media yang sesuai, lalu memberikan aksesnya kepada guru agar tulisannya bisa dinilai.

7. Guru memberikan apresiasi terhadap hasil karya murid dan memberikan penguatan terhadap tulisan dan presentasi yang sudah baik serta koreksi terhadap bagian yang masih perlu diperbaiki.

8. Guru menilai Hortatory Exposition Text yang telah direvisi dan dipresentasikan berdasarkan kriteria penilaian yang meliputi kelengkapan struktur thesis, arguments, dan recommendation, keterkaitan antara pendapat dan argumen, penggunaan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions, serta ketepatan dan kejelasan isi tulisan.

b. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

-Which part of writing the text was interesting for you?
-Which part of writing the text was difficult for you?
-How do you feel about presenting your Hortatory Exposition Text using suitable media?

C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan 1.Penguatan

-Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari mengembangkan kerangka menjadi Hortatory Exposition Text, memberikan dan menerima masukan, melakukan revisi, hingga mempresentasikan hasil tulisan menggunakan media yang sesuai.

-Guru menegaskan bahwa Hortatory Exposition Text disusun dengan struktur thesis, arguments, dan recommendation, serta menggunakan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha, kreativitas, dan partisipasi mereka dalam menyelesaikan dan mempresentasikan karya.

3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Listening–Speaking dengan materi Discussion Text.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Asesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Asesmen untuk mengetahui kesiapan dan pengetahuan awal murid sebelum mengembangkan kerangka menjadi Hortatory Exposition Text. Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid tentang struktur dan language features Hortatory Exposition Text, serta kesiapan murid dalam mengembangkan kerangka yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pengembangan dan revisi tulisan. Guru mengamati murid ketika mengembangkan kerangka menjadi Hortatory Exposition Text, menggunakan struktur thesis, arguments, dan recommendation, menerapkan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions, bertukar tulisan, memberikan dan menerima masukan, serta melakukan revisi. Guru memberikan bimbingan, apresiasi, dan umpan balik terhadap proses dan hasil kerja murid.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada akhir rangkaian kegiatan.

Murid menghasilkan Hortatory Exposition Text sepanjang ±250 kata berdasarkan kerangka yang telah dibuat, dengan struktur thesis, arguments, dan recommendation, serta menggunakan Simple Present Tense, Action Verbs, dan Temporal Conjunctions. Setelah melakukan revisi, murid mempresentasikan hasil tulisannya menggunakan media yang sesuai. Guru menilai teks akhir dan presentasi murid berdasarkan kelengkapan struktur, keterkaitan antara pendapat dan argumen, penggunaan unsur kebahasaan, ketepatan dan kejelasan isi tulisan, serta keruntutan penyampaian saat presentasi.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
MAN 1 Bandar Lampung, Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang