Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Ilmu Hadis
MAN 1 Bandar Lampung
Daftar Isi
Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
| Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Ilmu Hadis MAN 1 Bandar Lampung |
||
| I | Spesifikasi | |
| Nama Penyusun | Sa’adatul Abadiyah, S.Th.I, M.Pd.I | |
| Satuan Pendidikan | Madrasah Aliyah | |
| Nama Madrasah | MAN 1 Bandar Lampung | |
| Mata Pelajaran | Ilmu Hadis | |
| Fase/Kelas/Semester | F/XI/Ganjil | |
| Topik Pembelajaran | Konsep Sunnah, Hadis, Khabar, dan Atsar (Pengertian, Bentuk-Bentuk, Persamaan, dan Perbedaannya) | |
| Alokasi Waktu | 9 JP x 45 menit (3 pertemuan) | |
| II | Identifikasi | |
| 1 | Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) | Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid. |
| 2 | Dimensi Profil Lulusan |
1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME (dan Berakhlak Mulia) Peserta didik menghayati bahwa seluruh ajaran yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW—baik berupa Sunnah maupun Hadis—merupakan petunjuk wahyu yang menjadi pedoman hidup dan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an. Nilai ini tercermin melalui:
2. Penalaran Kritis Peserta didik mampu menganalisis secara mendalam, objektif, dan sistematis mengenai terminologi keilmuan hadis (Musthalah al-Hadits). Nilai ini diwujudkan melalui:
3. Kolaborasi (Bergotong Royong) Peserta didik mampu bekerja sama secara aktif dan terbuka dalam mengkonstruksi pemahaman konsep melalui interaksi kelompok. Nilai ini tercermin melalui:
|
| 3 | Topik Panca Cinta | 1. Cinta Allah dan Rasul-Nya, 2. Cinta Ilmu, dan 3. Cinta diri dan sesama manusia |
| 4 | Materi Integrasi KBC |
|
| III | Desain Pembelajaran | |
| 1 | Capaian Pembelajaran (CP) sesuai Dirjen Pendis No. Nomor 9941 Tahun 2025 | Menganalisis konsep dasar sunnah, hadis, khabar, dan atsar; mengidentifikasi bentuk-bentuk sunnah; serta menganalisis persamaan dan perbedaan antara sunnah, hadis, khabar, dan atsar untuk memperkuat fondasi keilmuan hadis dan sikap kritis dalam menerima informasi.”
|
| 2 | Tujuan Pembelajaran |
|
| 3 | Kerangka Pembelajaran | a. Praktik Pedagogis
1) Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dipadukan dengan Cooperative Learning (tipe Think-Pair-Share & Diskusi Kelompok Matriks). 2) Metode: Literasi Teks Kritis, Diskusi Kelompok, Komparasi Matriks Tabel, Presentasi, dan Refleksi Terbimbing. b. Kemitraan pembelajaran (opsional): 1) Kolaborasi Perpustakaan Madrasah: Akses literatur kitab Musthalah al-Hadis (misal: Taisir Musthalah al-Hadits karya Dr. Mahmud ath-Thahhan, Qawa’id at-Tahdits). 2) Guru Bahasa Arab / TIK: Konfirmasi makna kebahasaan (isytiqaq) istilah Arab. c. Lingkungan Pembelajaran 1) Ruang fisik: Pengaturan meja kelompok fleksibel yang mendukung ruang diskusi dan kolaborasi. 2) Ruang virtual: Padlet untuk papan refleksi, materi ajar digital, dan penyerahan lembar kerja. 3) Budaya belajar: kolaborasi dengan adanya forum diskusi.
d. Pemanfaatan Digital (opsional): Slide presentasi interaktif (Canva), video singkat historiografi periwayatan hadis (YouTube), LKPD digital, dan aplikasi smartphone (e-book hadis). |
| Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3 | ||
| IV | Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R) | |
| Pertemuan Ke-1 Konsep Sunnah, Hadis, Khabar, dan Atsar (Pengertian, Bentuk-Bentuk, Persamaan, dan Perbedaannya) |
||
| Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
||
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) | ||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
a. Mengucapkan salam dan mengajak berdoa. d. Ice Breaking e. Apersepsi f. Pertanyaan Pemantik g. Penyampaian tujuan pembelajaran
|
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) | ||
| a | Literasi Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
|
| b | Orientasi Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
|
| c | Kolaborasi Mengaplikasi (Bermakna dan Menggembirakan |
|
| d | Refleksi Bermakna dan Berkesadaran |
Pertemuan 1 (Murid menuliskan 1 kalimat refleksi pada kertas/Padlet: “Mempelajari bentuk-bentuk sunnah Rasulullah SAW membuat saya sadar bahwa mencintai beliau bukan hanya di lisan, melainkan dengan cara …. |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
|
|
| D. Assesmen Pembelajaran | ||
| Asesmen Awal |
“Ketika kalian mendengar kata ‘Sunnah’ dan ‘Hadis’, apakah keduanya memiliki arti yang sama persis, atau ada perbedaan tertentu? Jika ada riwayat yang datang dari Sahabat Nabi, apakah itu juga disebut Hadis?” Tujuan : Mengetahui pemahaman intuitif murid mengenai ruang lingkup istilah sunnah dan hadis sebelum masuk ke teori para ulama. |
|
| Asesmen Proses |
|
|
| Asesmen Akhir |
“Seorang konten kreator menyebarkan kutipan perkataan Sahabat Ali bin Abi Thalib ra di media sosial, namun mencantumkan keterangan ‘Sabda Rasulullah SAW’. Berdasarkan materi yang telah dipelajari: (a) Termasuk kategori apakah kutipan tersebut (Hadis, Khabar, atau Atsar)? (b) Analisislah bahaya tindakan tersebut ditinjau dari nilai kejujuran ilmiah dan nilai antikorupsi!” |
|
| Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3 | ||
| Pertemuan Ke-2 Perbedaan dan Persamaan Sunnah, Hadis, Khabar, dan Atsar |
||
| Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
||
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) | ||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
|
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) | ||
| a | Literasi Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
|
| b | Orientasi Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
|
| c | Kolaborasi Mengaplikasi (Bermakna dan Menggembirakan |
|
| d | Refleksi Bermakna dan Berkesadaran |
– Pertemuan 2 (Guru memandu refleksi: “Para ulama hadis bekerja luar biasa teliti agar tidak ada satu huruf pun perkataan selain Nabi yang disusupkan seolah-olah sabda Nabi. Dari sini, bagaimana kita menjaga kejujuran akademik saat mengerjakan tugas atau menyebarkan pesan di WhatsApp/Instagram tanpa memalsukan fakta?” |
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
|
|
| D. Assesmen Pembelajaran | ||
| Asesmen Awal |
“Di era media sosial saat ini, sebuah berita yang tidak jelas sumbernya bisa menjadi viral dan menimbulkan fitnah. Mengapa ulama hadis dari berabad-abad lalu sangat disiplin membedakan mana perkataan Nabi (Hadis/Sunnah), perkataan selain Nabi (Khabar), dan perkataan sahabat (Atsar)? Apa bahayanya jika semua disamakan?” Tujuan: Memicu nalar kritis murid untuk menghubungkan disiplin ilmu musthalah hadis dengan etika digital, verifikasi informasi (tabayyun), dan nilai antikorupsi data. |
|
| Asesmen Proses | Pertemuan 2: Penilaian unjuk kerja pengisian “Matriks Komparasi 4 Istilah” (kelengkapan aspek persamaan & perbedaan, kejelasan argumen logika pembagian ulama, dan kerja sama tim). | |
| Asesmen Akhir |
“Seorang konten kreator menyebarkan kutipan perkataan Sahabat Ali bin Abi Thalib ra di media sosial, namun mencantumkan keterangan ‘Sabda Rasulullah SAW’. Berdasarkan materi yang telah dipelajari: (a) Termasuk kategori apakah kutipan tersebut (Hadis, Khabar, atau Atsar)? (b) Analisislah bahaya tindakan tersebut ditinjau dari nilai kejujuran ilmiah dan nilai antikorupsi!” |
|
| Pertemuan Ke-1Pertemuan Ke-2Pertemuan Ke-3 | ||
| Pertemuan Ke-3 Asasmen Formatif |
||
| Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R: Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) |
||
| A. Kegiatan Awal: (10 menit) | ||
| Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan |
|
|
| B. Kegiatan Inti (105 menit) | ||
| a | Literasi Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
Mendemonstrasikan penguasaan kognitif tingkat tinggi (HOTS) terkait pengertian, perbedaan, dan persamaan hadis, sunnah, khabar, dan atsar untuk memicu nalar kritis murid untuk menghubungkan disiplin ilmu musthalah hadis dengan etika digital, verifikasi informasi (tabayyun), dan nilai antikorupsi data |
| b | Orientasi Memahami (Bermakna dan Berkesadaran) |
Tes Tertulis Komprehensif Berbasis HOTS (10 Soal Pilihan Ganda) yang mengukur penguasaan murid atas pengertian, perbedaan, dan persamaan hadis, sunnah, khabar, dan atsar |
| c | Kolaborasi Mengaplikasi (Bermakna dan Menggembirakan |
|
| d | Refleksi Bermakna dan Berkesadaran |
Setelah memahami perbedaan dan persamaan hadis, sunnah, khabar, dan atsar, saya menyadari bahwa menyampaikan informasi bukan sekadar meneruskan pesan, tetapi juga menjaga kebenaran sumbernya. Seperti ulama hadis yang berhati-hati dalam menerima dan meriwayatkan berita, saya juga perlu melakukan tabayyun sebelum membagikan informasi di media digital agar tidak terjadi manipulasi, pemalsuan, atau penyalahgunaan data.
|
| C. Kegiatan Penutup (15 menit) | ||
| Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan |
|
|
| D. Assesmen Pembelajaran | ||
| Asesmen Awal | ||
| Asesmen Proses | ||
| Asesmen Akhir | ||
| Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang | ||
