Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Geografi (Atmosfer) MAN 1 Bandar Lampung

Dinamika Atmosfer

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Geografi (Atmosfer)
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Geografi
Dinamika Atmosfer
I Spesifikasi
Nama Penyusun Fahmi Astathi, S.Pd., Gr.
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Geografi
Fase/Kelas/Semester E / X / 2
Topik Pembelajaran Dinamika Atmosfer
Alokasi Waktu 12 JP (6 Pertemuan x 2 JP @ 45 menit)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

 

Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman dasar siswa mengenai perbedaan cuaca dan iklim, fenomena hujan, serta perubahan suhu udara di sekitar Bandar Lampung.

2 Dimensi Profil Lulusan
  • DPL 1: Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME (v)

  • DPL 2: Kewargaan (v)

  • DPL 3: Penalaran Kritis (v)

  • DPL 4: Kreativitas (v)

  • DPL 5: Kolaborasi (v)

  • DPL 6: Kemandirian (v)

  • DPL 7: Kesehatan

  • DPL 8: Komunikasi (v)

3 Topik Panca Cinta
  • TOPIK 1: Cinta Allah dan Rasul-Nya (v)

  • TOPIK 2: Cinta Ilmu (v)

  • TOPIK 3: Cinta Lingkungan (v)

  • TOPIK 4: Cinta Diri dan Sesama Manusia (v)

  • TOPIK 5: Cinta Tanah Air (v)

4 Materi Integrasi KBC
  • Cinta Allah & Rasul-Nya: Mengagumi keagungan penciptaan lapisan atmosfer sebagai pelindung bumi dari radiasi berbahaya (QS. Al-Anbiya: 32).

  • Cinta Ilmu: Menumbuhkan sikap teliti dan kritis dalam mempelajari dinamika cuaca, iklim, dan fenomena meteorologi.

  • Cinta Lingkungan & Tanah Air: Meningkatkan kepedulian terhadap isu pemanasan global serta kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia/Lampung.

III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025 Peserta didik mampu memahami dinamika atmosfer, menganalisis proses pembentukan cuaca dan iklim, mengidentifikasi fenomena perubahan iklim global, serta merumuskan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi.
2 Tujuan Pembelajaran
  • Melalui observasi infografis digital (Condition), peserta didik (Audience) dapat menganalisis struktur perlapisan atmosfer dan unsur cuaca (suhu & tekanan) (Behavior) secara rinci dan tepat (Degree).

  • Melalui simulasi data kelembapan dan pengamatan gambar awan (Condition), peserta didik (Audience) dapat mengklasifikasikan jenis angin, awan, dan proses presipitasi (Behavior) secara cermat dan kolaboratif (Degree).

  • Melalui analisis peta iklim dan data cuaca lokal (Condition), peserta didik (Audience) dapat membandingkan berbagai klasifikasi iklim (Koppen, Junghuhn, Schmidt-Ferguson) (Behavior) secara logis dan sistematis (Degree).

  • Melalui studi kasus pemanasan global (Condition), peserta didik (Audience) dapat menganalisis dampak perubahan iklim serta fenomena El Niño/La Niña terhadap kehidupan (Behavior) secara kritis (Degree).

  • Melalui eksplorasi aplikasi BMKG dan data alat ukur cuaca (Condition), peserta didik (Audience) dapat merumuskan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi (Behavior) secara kontekstual dan aplikatif (Degree).

  • Melalui kegiatan evaluasi berbasis digital (Condition), peserta didik (Audience) dapat mengukur pemahaman materi Dinamika Atmosfer (Behavior) dengan bersikap jujur dan bertanggung jawab (Degree).

3 Kerangka Pembelajaran
  • Praktik Pedagogis: Model Pembelajaran LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi). Metode: Observasi cuaca, analisis data iklim, diskusi kelompok, presentasi digital.

  • Kemitraan Pembelajaran: Kolaborasi kelompok antarpeserta didik dan pemanfaatan kanal data terbuka (BMKG / Aplikasi BMKG Info).

  • Lingkungan Pembelajaran: Kelas inklusif; Ruang virtual (Aplikasi BMKG, Mentimeter, Padlet, Google Forms).

  • Pemanfaatan Digital: Smartphone/Laptop, LCD Proyektor, Aplikasi Info BMKG, Google Earth, Video Animasi Atmosfer.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Topik: Karakteristik Atmosfer dan Unsur Cuaca/Iklim (Suhu & Tekanan)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Mengucapkan salam, berdoa bersama, mempresensi kehadiran, dan merapikan ruang kelas.

  • Ice Breaking: Kuis tebak suhu udara berbagai kota di Indonesia.

  • Apersepsi: Menampilkan foto langit berawan dan penjelasan lapisan pelindung bumi.

  • Pertanyaan Pemantik: “Apa yang terjadi pada bumi jika tidak ada lapisan atmosfer yang menyelimutinya?”

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran dan alokasi waktu.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Peserta didik membaca e-modul mengenai 5 lapisan atmosfer (Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, Eksosfer) dan faktor-faktor yang memengaruhi suhu udara.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru memperlihatkan grafik penurunan suhu terhadap ketinggian tempat (Lapse Rate) di wilayah pegunungan vs pesisir.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Peserta didik berkelompok (4–5 orang) membuat infografis Canva tentang fungsi tiap lapisan atmosfer dan menghitung perkiraan suhu udara suatu wilayah berdasarkan ketinggiannya.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Peserta didik merefleksikan keagungan Allah SWT yang menciptakan atmosfer sebagai atap pelindung kehidupan di bumi (Cinta Allah & Cinta Ilmu).
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru memberikan ulasan dan penguatan konsep perlapisan atmosfer.

  • Memberikan apresiasi pada kelompok dengan karya infografis terbaik.

  • Mengingatkan peserta didik membaca materi jenis angin dan hujan.

  • Memimpin doa penutup kafaratul majlis dan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Kuis lisan perbedaan cuaca dan iklim.
Asesmen Proses Rubrik penilaian infografis Canva perlapisan atmosfer.
Asesmen Akhir Latihan soal perhitungan suhu berdasarkan ketinggian tempat.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
Topik: Unsur Cuaca II (Angin, Kelembapan, Awan, dan Presipitasi)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Salam pembuka, doa bersama, presensi, dan memeriksa kesiapan belajar.

  • Ice Breaking: Tebak bentuk awan dari gambar unik.

  • Pertanyaan Pemantik: “Mengapa angin laut berembus pada siang hari sedangkan angin darat pada malam hari?”

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Peserta didik menyimak video tentang dinamika angin (angin muson, angin lokal), tingkat kelembapan udara, bentuk-bentuk awan (Cumulus, Stratus, Cirrus), dan jenis hujan.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menunjukkan gambar pembentukan Hujan Orografis di daerah lereng pegunungan.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Peserta didik berdiskusi kelompok menganalisis data kelembapan relatif dan mengelompokkan jenis awan yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir (Cumulonimbus).
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Peserta didik menyadari pentingnya hujan sebagai sumber air bersih bagi kehidupan (Cinta Lingkungan & Cinta Allah).
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru memberikan umpan balik dan konfirmasi jawaban hasil diskusi.

  • Memberikan penghargaan atas keaktifan kelompok.

  • Menyampaikan tugas pembacaan materi klasifikasi iklim.

  • Menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Pertanyaan pemantik mengenai proses terjadinya hujan.
Asesmen Proses Lembar observasi diskusi klasifikasi awan dan jenis hujan.
Asesmen Akhir Kuis perhitungan kelembapan relatif udara.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
Topik: Klasifikasi Tipe Iklim dan Iklim di Indonesia
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Salam, doa bersama, presensi, dan mengondisikan kesiapan kelas.

  • Apersepsi: Menampilkan peta zona tanaman pembagian iklim Junghuhn.

  • Pertanyaan Pemantik: “Mengapa tanaman teh tumbuh subur di Puncak/Pesisir Barat tetapi kurang cocok tumbuh di dataran rendah Bandar Lampung?”

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Peserta didik membaca materi klasifikasi iklim Matahari, Junghuhn, Koppen, Schmidt-Ferguson, dan Oldeman melalui e-book geografi.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru mensimulasikan perhitungan pembagian bulan basah dan bulan kering menurut Schmidt-Ferguson.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Peserta didik berdiskusi kelompok menentukan tipe iklim suatu wilayah di Indonesia menggunakan data curah hujan bulanan yang disediakan pada LKPD.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Peserta didik bersyukur atas kondisi iklim tropis Indonesia yang mendukung sektor pertanian sepanjang tahun (Cinta Tanah Air).
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru memberikan penguatan rumus klasifikasi iklim.

  • Memberikan apresiasi terhadap ketelitian kelompok.

  • Menugaskan membaca isu pemanasan global untuk pertemuan berikutnya.

  • Doa penutup dan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Kuis lisan jenis iklim matahari.
Asesmen Proses Penilaian LKPD perhitungan tipe iklim Schmidt-Ferguson/Oldeman.
Asesmen Akhir Soal pilihan ganda penetapan zona iklim Junghuhn.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Topik: Perubahan Iklim Global, El Niño, La Niña, dan Dampaknya
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Salam, doa bersama, mempresensi murid, dan merapikan ruang belajar.

  • Ice Breaking: Tebak cuaca ekstrem terkini di dunia.

  • Pertanyaan Pemantik: “Mengapa akhir-akhir ini cuaca terasa semakin panas dan musim hujan menjadi makin sulit diprediksi?”

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Peserta didik mengamati video edukasi tentang Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global, serta fenomena anomali suhu Samudra Pasifik (El Niño & La Niña).
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menunjukkan berita dampak El Niño terhadap kekeringan lahan pertanian di wilayah Sumatra/Lampung.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Peserta didik berkelompok menganalisis artikel dampak perubahan iklim pada papan Padlet dan menyusun rencana aksi nyata pengurangan emisi karbon di lingkungan sekolah.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Peserta didik menanamkan komitmen Cinta Lingkungan dengan menghemat penggunaan energi dan mengurangi sampah plastik.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru menyimpulkan pentingnya aksi kolektif menghadapi perubahan iklim global.

  • Apresiasi atas gagasan aksi lingkungan siswa.

  • Pengumuman materi minggu depan tentang alat pengukur cuaca dan peran BMKG.

  • Doa penutup dan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Pertanyaan pemantik pengertian pemanasan global.
Asesmen Proses Rubrik penilaian ide aksi lingkungan pada papan Padlet.
Asesmen Akhir Soal uraian perbedaan fenomena El Niño dan La Niña.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5
opik: Pengukuran Cuaca, Peran BMKG, dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  • Salam, doa bersama, mempresensi, dan mengondisikan perangkat digital.

  • Apersepsi: Membuka aplikasi Info BMKG untuk mengecek prakiraan cuaca Kota Bandar Lampung.

  • Pertanyaan Pemantik: “Bagaimana BMKG dapat memprediksi hujan atau angin kencang beberapa jam sebelum kejadian?”

  • Menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Peserta didik membaca materi tentang fungsi alat pengukur cuaca (Anemometer, Barometer, Higrometer, Ombrometer) dan peran BMKG dalam peringatan dini bencana.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru memaparkan jenis bencana hidrometeorologi (banjir, puting beliung, kekeringan) dan langkah kesiapsiagannya.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Peserta didik berdiskusi kelompok menyusun panduan simulasi mitigasi bencana angin puting beliung/banjir untuk lingkungan madrasah.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Peserta didik menyadari bahwa kewaspadaan dan mitigasi merupakan ikhtiar nyata melindungi jiwa sesama (Cinta Diri & Sesama Manusia).
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  • Guru mengulas kesimpulan materi alat cuaca dan mitigasi.

  • Memberikan apresiasi atas keaktifan siswa.

  • Mengingatkan persiapan Asesmen Sumatif (Ulangan Harian Bab Atmosfer) pada pertemuan ke-6.

  • Doa kafaratul majlis dan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Pertanyaan nama alat pengukur hujan/angin.
Asesmen Proses Rubrik penilaian panduan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Asesmen Akhir Soal pilihan ganda fungsi instrumen meteorologi.
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Tes Tertulis Karakteristik Lapisan Atmosfer
Tes Tertulis dan Praktek Hujan, Awan dan pemanfaatannya serta miniaturnya
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang