Perencanaan Pembelajaran Kurikulum Berbasis Cinta Mata Pelajaran Bahasa Inggris Narrative Text 1

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Bab I. Narrative Text 1
I Spesfikasi
Nama Penyusun Heny Astuti, M.Pd.
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Fase/Kelas/Semester E/X/1
Topik Pembelajaran Narrative Text 1
Alokasi Waktu 6 kali pertemuan @ 3JP (3×6=18 JP), 1 JP =45 menit, total waktu 810 menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional) Memberikan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
2 Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia

Murid mengidentifikasi nilai-nilai positif dari perilaku tokoh dalam Narrative Text jenis Fable, kemudian mengambil pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penalaran Kritis

Murid mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik dan penyelesaian dalam Narrative Text jenis Fable serta menentukan pesan moral berdasarkan tindakan tokoh dan penyelesaian cerita.

3. Kreativitas

Murid mengembangkan Narrative Text jenis Fable berdasarkan ide yang dipilih dan menyajikannya secara kreatif melalui tulisan yang dilengkapi gambar, ilustrasi, atau media pendukung lainnya.

4. Kolaborasi

Murid bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan tokoh, karakter tokoh, konflik, dan penyelesaian masalah, kemudian menyusun kerangka Narrative Text jenis Fable sesuai strukturnya.

5. Kemandirian

Murid secara mandiri mengembangkan kerangka Narrative Text jenis Fable yang telah disusun menjadi cerita utuh sepanjang ±200 kata dengan memuat orientation, complication, dan resolution serta menggunakan unsur kebahasaan yang sesuai.

6. Komunikasi

Murid menyampaikan Narrative Text jenis Fable yang telah dibuat secara lisan dan tulisan.

3 Topik Panca Cinta

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fable, murid mengetahui bahwa nilai-nilai kebaikan seperti menyayangi sesama, menjaga amanah, dan berbuat baik merupakan bagian dari akhlak yang baik. Murid mengidentifikasi nilai-nilai tersebut melalui perilaku tokoh dalam cerita dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

2. Cinta Ilmu

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fable, murid memperoleh informasi dari teks dan media visual untuk mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, penyelesaian masalah, serta unsur kebahasaannya, kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyusun dan mengembangkan cerita sesuai dengan strukturnya serta menyampaikan cerita yang telah dibuat.

3. Cinta Diri dan Sesama

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fable, murid mengenali berbagai perilaku tokoh dalam menghadapi konflik dan berinteraksi dengan tokoh lainnya. Murid mengembangkan sikap peduli terhadap diri sendiri dan sesama dengan mengambil pelajaran dari perilaku tokoh dan menerapkan hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

4. Cinta Tanah Air

Melalui pembelajaran Narrative Text jenis Fable, murid mengenal nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, dan kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Murid mengembangkan sikap menghargai keberagaman dan menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama sebagai bagian dari kecintaan terhadap kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

4 Materi Integrasi KBC Kebaikan dan kebijaksanaan sebagai nilai moral yang tercermin melalui perilaku tokoh-tokoh hewan dalam cerita fabel.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025

Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)

Memahami alur informasi secara keseluruhan, gagasan utama dan detail dalam teks lisan fiksi dan non fiksi mengenai berbagai macam topik yang relevan dengan topik sehari-hari atau isu terkini; menggunakan bahasa Inggris untuk mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik yang dibahas.

Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)

Memahami alur informasi secara keseluruhan, menganalisis dan menyimpulkan informasi tersurat dan tersirat dari berbagai jenis teks fiksi dan non fiksi tertulis atau teks multimodal tentang topik sehari-hari atau isu terkini.

Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)

Mengomunikasikan gagasan dan pengalaman mereka secara tertulis atau multimodal dalam berbagai jenis teks fiksi dan nonfiksi dengan menggunakan berbagai media presentasi (cetak atau digital) untuk mencapai tujuan tertentu dengan struktur teks dan unsur kebahasaan yang tepat; mengungkapkan pendapat dan mempertahankan argumen tentang topik sehari-hari atau isu terkini.

2 Tujuan Pembelajaran

Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)

1. Murid mampu menemukan gagasan utama dari teks naratif lisan yang diperdengarkan.

2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks naratif lisan yang diperdengarkan.

3. Murid mampu menemukan pesan moral dari teks naratif lisan yang diperdengarkan.

4. Murid mampu menceritakan kembali teks naratif yang telah diperdengarkan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

5. Murid mampu mempraktikkan dialog yang mengandung ekspresi emosi (Showing Emotions and Feelings) dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)

1. Murid mampu menemukan gagasan utama dari teks naratif tulis maupun visual secara tepat.

2. Murid mampu menemukan informasi rinci dari teks naratif tulis maupun visual secara tepat.

3. Murid mampu mengidentifikasi nilai moral yang terdapat dalam teks naratif.

4. Murid mampu menemukan makna kosakata tertentu dalam teks naratif, termasuk istilah dan frasa penting, serta mengidentifikasi sinonim dan antonim berdasarkan konteks.

5. Murid mampu menentukan kata atau frasa yang dirujuk oleh kata ganti (reference pronouns) dalam teks narrative secara tepat.

6. Murid mampu menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang disajikan dalam teks naratif.

7. Murid mampu mengidentifikasi unsur kebahasaan seperti Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs yang terdapat dalam teks naratif.

Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)

1. Murid mampu menyusun kerangka Narrative Text jenis Fable dengan struktur orientation, complication, dan resolution, serta menentukan tokoh, tempat, waktu, konflik, penyelesaian, dan pesan moral dalam cerita.

2. Murid mampu membuat contoh penggunaan Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs dalam kerangka Narrative Text jenis Fable sesuai dengan konteks cerita.

3. Murid mampu mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat menjadi Narrative Text jenis Fable sepanjang ±200 kata.

4. Murid mampu mempresentasikan atau menceritakan Narrative Text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai.

3 Kerangka Pembelajaran 1. Praktik Pedagogik

a. Model Pembelajaran: LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi), yang meliputi kegiatan memperoleh informasi melalui literasi, menghubungkan informasi dengan materi melalui orientasi, bekerja sama dalam menyelesaikan tugas melalui kolaborasi, serta mengevaluasi pengalaman belajar melalui refleksi.

b. Metode Pembelajaran: tanya jawab, diskusi, penugasan, dan presentasi.

2. Kemitraan pembelajaran (opsional): 

Guru berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan sumber belajar dan mengarahkan murid untuk membaca, membahas, dan mengidentifikasi unsur-unsur Narrative Text jenis Fable, seperti tokoh, karakter tokoh, konflik, dan penyelesaian masalah. Teman sebaya menjadi mitra belajar melalui kegiatan diskusi kelompok, penyusunan kerangka cerita, dan pemberian umpan balik terhadap Fable yang dibuat. Perpustakaan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk menemukan berbagai cerita Fable dan mendukung pengembangan cerita.

3. Lingkungan Pembelajaran

a. Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel agar murid dapat bekerja secara individu, berpasangan, maupun berkelompok. Papan tulis digunakan untuk mencatat kosakata, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang dibahas selama pembelajaran.

b. Ruang Virtual: Internet digunakan untuk mencari informasi dan contoh teks yang mendukung kegiatan pembelajaran. Murid dapat memanfaatkan media digital untuk mengakses materi, mengolah informasi, mengerjakan tugas, mengembangkan teks, serta memublikasikan hasil karya melalui media yang sesuai.

c. Budaya Belajar

– Budaya Kolaboratif: Murid bekerja secara berkelompok dan berpasangan untuk menjawab soal listening, berlatih dialog, membaca dan mendiskusikan Narrative Text jenis Fable, mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, dan penyelesaian masalah, membuat kerangka teks, serta memberikan masukan terhadap cerita teman.

– Budaya Kritis: Murid menganalisis informasi dalam Narrative Text jenis Fable, mengidentifikasi karakter dan konflik, serta menentukan pesan moral berdasarkan perilaku tokoh dan penyelesaian masalah.

– Budaya Interaktif: Murid berinteraksi dengan guru dan teman melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, membaca, serta pemberian tanggapan terhadap hasil pekerjaan teman.

– Budaya Reflektif: Murid menyampaikan hal yang telah dipelajari, bagian pembelajaran yang dirasakan sulit, serta hal yang perlu diperbaiki berdasarkan pengalaman selama proses pembelajaran.

4. Pemanfaatan Digital (opsional)

Pemanfaatan gambar sebagai bahan pengamatan, audio sebagai bahan menyimak, monitor dan laptop untuk menampilkan materi pembelajaran, serta internet untuk mengakses sumber informasi dan memublikasikan hasil karya murid.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal:  (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2. Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3. Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Who Am I?

Guru mengajak murid melakukan ice breaking “Who Am I?” dengan memberikan beberapa petunjuk sederhana tentang tokoh hewan untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan pengetahuan awal murid.

Guru membacakan beberapa petunjuk, murid menebak nama hewan berdasarkan karakteristik yang disebutkan.

– I am big and strong. I am often called the king of the jungle. Who am I?
…………………………………………………………..

–I am small and clever. I like to eat cheese. Who am I?
………………………………………………………….

–I am slow, but I never give up. Who am I?
…………………………………………………………..

–I am soft and furry. I like to catch mice and enjoy sleeping. Who am I?
……………………………………………………………

–I am very clever and sometimes use tricks to get what I want. Who am I?
……………………………………………………………

5. Apersepsi

Guru mengajak murid mengingat pengalaman mereka membaca atau mendengar cerita yang memiliki tokoh hewan.

Have you ever read or heard a story with animal characters?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka.

Guru memberikan beberapa pertanyaan sederhana:

-What animal characters do you remember?
-What kind of character was the animal?
-What happened in the story?

Guru kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dipelajari:

“Good. Today, we will learn about Narrative Text, especially Fable. A Fable is a story that uses animals as characters and often teaches us a moral lesson.”

6. Pengenalan Narrative Text

Guru memperkenalkan Narrative Text secara singkat dengan bahasa yang sederhana dan mengaitkannya dengan cerita yang telah dibahas.

“Stories are everywhere. Some stories are told to entertain us, make us think, or teach us a lesson. In English, stories like these are called Narrative Texts.”

Guru menjelaskan secara sederhana:

“Narrative Text is a text that tells a story. It usually has characters, a setting, a problem, and a solution. The purpose is mainly to entertain the readers, and some stories also teach a lesson.”

Guru memperkenalkan beberapa jenis Narrative Text yang umum dijumpai:

  • Fable – a story with animal characters, usually with a moral lesson.
  • Fairy Tale – a magical story, often involving princesses, kings, or magical creatures.
  • Legend – a traditional story connected to a particular place or culture.
  • Myth – a traditional story about gods, supernatural beings, or the origin of something.
  • Mystery – stories involving a mystery that needs to be solved
    Horror – stories designed to create fear or suspense
    Romance – stories about love and relationships
  • Science Fiction – a story about science, technology, space, or life in the future.

Selanjutnya, guru memperkenalkan struktur umum Narrative Text:

  • Orientation – introduces the characters, place, and time of the story.
  • Complication – tells about the problem or conflict faced by the characters.
  • Resolution – tells how the problem or conflict is solved.

Guru menegaskan materi yang akan dipelajari:

“As you’ve known, there are different types of Narrative Text. Today, we will focus on Fable, a story in which animals act like humans and often teaches us a moral lesson.”

7. Pertanyaan Pemantik

Guru memberikan beberapa pertanyaan pemantik untuk mengarahkan murid pada kegiatan menyimak Narrative Text jenis Fable:

– What fable do you know?
– What animal characters are usually found in a fable?
– What problem might the animals face in a fable?
– How do you think the animals will solve the problem?

Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengetahuan mereka.

8. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan menyimak Narrative Text jenis Fable berjudul “The Ant and the Grasshopper” untuk menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dari cerita yang diperdengarkan. Murid juga akan menceritakan kembali teks naratif yang telah diperdengarkan dengan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru memutar audio pendek berjudul “The Ant and the Grasshopper”.

2. Murid menyimak audio untuk memperoleh informasi umum tentang cerita dan tokoh-tokoh di dalamnya.

3. Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan audio yang telah didengarkan:

-What is the story about?
-Who are the characters in the story?

4. Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka dengarkan.

5. Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama.

b. Orientasi

1. Guru mengajak murid menghubungkan informasi yang telah mereka dengarkan dengan pengalaman mereka tentang cerita fabel melalui beberapa pertanyaan:

-Have you ever heard a story about animals?
-What animal characters do you remember?
-What lesson did you learn from the story?

2. Beberapa murid menyampaikan jawaban mereka berdasarkan informasi dari audio yang diperdengarkan dan pengalaman mereka.

3. Guru mengajak murid menceritakan kembali secara singkat bagian cerita yang mereka ingat berdasarkan audio yang telah didengarkan.

4. Guru memperkenalkan beberapa kosakata kunci yang terdapat dalam teks lisan yang akan mereka pelajari hari ini.

5. Guru menjelaskan makna kosakata dan memberikan contoh penggunaannya dalam konteks cerita.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

c. Kolaborasi

Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa.

1. First Listening – Main Idea
Guru memutar audio dari teks “The Ant and the Grasshopper” versi lengkap satu kali. Murid menyimak secara berkelompok untuk menemukan gagasan utama cerita dan mendiskusikan jawabannya berdasarkan pertanyaan:

What is the story about?

2. Second Listening – Detailed Information
Guru memutar kembali audio. Murid menyimak untuk menemukan informasi rinci dan mendiskusikan jawaban dari pertanyaan di bawah ini.

-What did the ant do during the summer?
-What did the grasshopper do during the summer?
-What happened when winter came?
-How did the ant help the grasshopper?

3. Third Listening – Moral Lesson
Guru memutar kembali audio. Murid menyimak dan berdiskusi untuk menemukan pesan moral yang terdapat dalam cerita.

4. Setiap kelompok mendiskusikan dan menuliskan hasil jawaban mereka.

5. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara lisan.

6. Guru dan murid membahas hasil diskusi bersama.

7. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberi penjelasan terkait jawaban yang kurang tepat.

8. Murid mendengarkan sebuah teks audio lagi berjudul “The Wise Owl and the Impatient Rabbit” dan menjawab soal pilihan ganda secara individu. Teks yang digunakan berbeda dari teks yang telah dibahas dalam kegiatan kelompok agar kemampuan murid dapat diukur secara mandiri berdasarkan kemampuan mereka dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dari teks narrative yang baru. Namun demikian, teks yang digunakan tetap berhubungan erat dengan materi yang dipelajari, yaitu Narrative Text jenis Fable, sehingga murid tetap menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam kegiatan pembelajaran.

Klik di SINI untuk menginput nilai murid.

Bermakna dan Berkesadaran

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

-What did you learn from today’s listening activities?
-Which part of the listening activities was the most interesting for you?
-Which part of the listening activities did you find difficult?

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilalui hari ini.
  • Guru menegaskan bahwa dalam Narrative Text jenis Fable, cerita dapat memberikan pesan moral yang dapat dipelajari dari peristiwa dan perilaku tokoh.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah berpartisipasi dalam pembelajaran.

3. Guru menyampaikan informasi kegiatan yang akan datang, yaitu pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan kegiatan Listening-Speaking dengan mempelajari Expressing Emotions and Feelings serta berlatih dan mempraktekkan dialognya.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran

Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang Narrative Text dan cerita yang melibatkan tokoh hewan. Pertanyaan yang digunakan antara lain:

-Have you ever heard a story about animals?
-What animal characters do you remember?
-What lesson did you learn from the story?

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid ketika menyimak audio, menjawab pertanyaan, berdiskusi dalam kelompok, mengidentifikasi main idea, detailed information dan pesan moral cerita serta menyampaikan hasil diskusi secara lisan. Guru memberikan apresiasi terhadap jawaban yang benar dan memberikan penjelasan terkait jawaban yang kurang tepat.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid menyimak audio “The Wise Owl and the Impatient Rabbit”, kemudian mengerjakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda secara individu. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, dan pesan moral dalam teks Narrative Text lisan yang diperdengarkan.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2
Menyimak-Berbicara (Listening-Speaking)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2.Guru mengondisikan murid  untuk siap belajar.

3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Guess the Feeling

Guru mengajak murid melakukan ice breaking “Guess the Feeling” dengan menyebutkan beberapa situasi sederhana. Murid secara bergantian menebak emosi atau perasaan yang sesuai menggunakan ungkapan “I feel…” untuk melatih konsentrasi dan mengaktifkan pengetahuan awal murid tentang Expressing Emotions and Feelings.

Guru menyebutkan satu situasi, kemudian menunjuk beberapa murid untuk menyebutkan perasaan yang sesuai.

  • getting a good score
  • losing your favorite thing
  • meeting your best friend
  • being late for school

Contoh:

Guru: You get a good score. How do you feel?
Murid: I feel happy.

Guru: You are late for school. How do you feel?
Murid: I feel worried.

5. Apersepsi

Guru mengaitkan materi Expressing Emotions and Feelings dengan Fable yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya dengan mengajukan pertanyaan:

  • What happened to the grasshopper in “The Ant and the Grasshopper”?
  • How did the grasshopper feel when winter came?
  • Why did the grasshopper feel that way?

Murid menjawab berdasarkan cerita yang telah didengarkan pada pertemuan sebelumnya.

Guru kemudian menjelaskan:

“In the previous meeting, you listened to a Fable and learned about the grasshopper’s experience. Today, you will learn how to express your emotions and feelings in different situations.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan murid pada materi Expressing Emotions and Feelings:

-How do you feel when someone says something nice about you?
-How do you feel when you have an important test tomorrow?
-How do you feel when your friend cancels your plan?

Beberapa murid menyampaikan jawaban berdasarkan pengalaman mereka.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa murid akan belajar The Expression of  Showing Emotions and Feelings), berlatih dan mempraktikkan dialognya dengan memperhatikan pelafalan dan intonasi yang tepat serta menyampaikannya dengan lancar.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1.Guru memutar audio pendek berupa dialog tentang Showing Emotions and Feelings.

2.Murid menyimak dialog untuk mendapatkan gambaran umum tentang isi dialog dan mengidentifikasi ekspresi emosi dan perasaan yang disampaikan oleh para pembicara.

3.Guru mengajukan pertanyaan:

  • What is the conversation about?
  • What emotions or feelings do the speakers express?
  • What situations make the speakers feel that way?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan dialog yang didengarkan dan guru memberikan feedback atas jawaban-jawaban murid.

b. Orientasi

1.Guru menampilkan naskah dialog yang telah diperdengarkan pada kegiatan Literasi dan mengajak murid mengidentifikasi ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan emosi dan perasaan melalui pertanyaan:

-Which expressions does the speaker use to show emotions and feelings?
-What feelings does each speaker express?

2.Guru menjelaskan bahwa Showing Emotions and Feelings merupakan ungkapan yang digunakan untuk menyampaikan perasaan atau emosi seseorang terhadap suatu situasi.

3.Guru menjelaskan pola sederhana dalam menyampaikan emosi dan perasaan:

Situation → Emotion/Feeling

Guru memberikan contoh:

I lost my favorite book. I feel sad.

4.Guru menjelaskan situasi dan ekspresi emotion/feeling dalam dialog tersebut.

5.Guru menyampaikan materi Showing Emotions and Feelings secara lengkap, meliputi:

  • Expressing Happiness
  • Expressing Sadness
  • Expressing Anger
  • Expressing Fear
  • Expressing Surprise
  • Expressing Worry
  • Expressing Excitement

6.Guru menjelaskan fungsi dan memberikan contoh penggunaan setiap expression dalam kalimat dengan konteks yang relevan.

7.Guru memberikan contoh dialog yang menggunakan berbagai expressions of emotions and feelings.

8.Guru bersama murid membahas dialog tersebut dengan mengidentifikasi situasi dan ungkapan emosi atau perasaan yang terdapat dalam dialog.

9. Guru menjelaskan bahwa pada kegiatan berikutnya murid akan berlatih dan mempraktikkan dialog tersebut secara berpasangan.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi

Latihan Dialog (20 menit)

  1. Guru meminta murid secara berpasangan berlatih dialog Showing Emotions and Feelings yang telah dipelajari dengan memerhatikan pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.
  2. Guru berkeliling mengamati kegiatan murid, memberikan umpan balik, dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam mempraktikkan dialog.

Mempraktikkan Dialog (35 menit)

  1. Murid secara berpasangan tampil di depan kelas untuk mempraktikkan dialog Showing Emotions and Feelings.
  2. Guru menilai kemampuan berbicara murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancaran, serta ketepatan dalam menyampaikan ekspresi emosi dan perasaan.
  3. Guru memberikan umpan balik singkat terhadap penampilan murid.
Klik di sini untuk menginput nilai siswa.
Merefleksi
(Bermakna dan Berkesadaran)
d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

What did you learn about showing emotions and feelings?
Which expression of emotion or feeling did you find interesting?
Which part of this material did you find difficult?

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

a.Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan hari ini.

b. Guru menegaskan bahwa dalam menyampaikan emosi dan perasaan, murid dapat menggunakan berbagai expressions of emotions and feelings sesuai dengan situasi yang dialami.

3.Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

4. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar Reading–Viewing masih dengan materi Narrative Text jenis Fable.

5. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap pembelajaran sebelumnya tentang Fable serta pengetahuan awal murid tentang cara mengungkapkan emosi dan perasaan secara lisan. Pertanyaan yang digunakan antara lain:

– What happened to the grasshopper when winter came?
-How did the grasshopper feel when winter came?
-How do you feel when someone says something nice about you?
-How do you feel when you have an important test tomorrow?
-How do you feel when your friend cancels your plan?

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid ketika menyimak dialog, mengidentifikasi expressions of emotions and feelings, menjawab pertanyaan, serta berlatih dialog secara berpasangan. Guru memberikan umpan balik dan membantu murid yang mengalami kesulitan dalam menggunakan ungkapan, pengucapan, intonasi, dan kelancaran berbicara.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid secara berpasangan mempraktikkan dialog Showing Emotions and Feelings di depan kelas. Guru menilai kemampuan berbicara masing-masing murid berdasarkan pengucapan, intonasi, kelancaran, serta ketepatan dalam menyampaikan ekspresi emosi dan perasaan.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3
Membaca-Memirsa (Reading-Viewing)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal (10 Menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1.Guru memberi salam kepada murid dan mengajak murid berdoa bersama.

2.Guru mengondisikan murid untuk siap belajar.

3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4.Ice Breaking: Guess the Animal Sound

Guru memutar atau menirukan beberapa suara binatang yang familiar. Murid menebak nama binatang berdasarkan suara yang didengar.

  • 🐱 Meow → Cat
  • 🐶 Woof → Dog
  • 🐮 Moo → Cow
  • 🦆 Quack → Duck

Cara bermain:

Guru memutar atau menirukan satu suara binatang dan meminta beberapa murid menebak nama binatang berdasarkan suaranya.

Selanjutnya guru bertanya:

-Which animal sound was the easiest to recognize?
-Which one was the most difficult?

5. Apersepsi

Guru bertanya materi pada pertemuan sebelumnya:

-What did you learn from “The Ant and the Grasshopper”?
-Which part of the story do you remember most?

Murid menyampaikan jawaban berdasarkan pembelajaran sebelumnya.

Lalu guru mengaitkannya dengan pembelajaran hari ini:

In the previous meeting, you listened to a Fable and practiced expressing emotions and feelings. Today, you will read and view a new Fable and explore the story through reading.

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk membangun rasa ingin tahu murid terhadap cerita yang akan dipelajari:

-Have you ever heard a story about a clever animal?
-What can a clever animal do to solve a problem?
-What would you do if you had to cross a river but there were crocodiles in it?

Beberapa murid menyampaikan pendapatnya.

7. Penyampain Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan belajar Reading–Viewing melalui Narrative Text jenis Fable berjudul “The Mouse Deer and the Crocodiles.” Murid akan berlatih menemukan gagasan utama dan informasi rinci, mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, penyelesaian, dan pesan moral, menemukan makna kosakata berdasarkan konteks termasuk sinonim dan antonim, menentukan informasi yang dirujuk oleh kata atau frasa referensial, menarik kesimpulan berdasarkan informasi dalam teks, serta mengidentifikasi unsur kebahasaan yang digunakan dalam teks.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1.Guru menampilkan beberapa gambar yang berkaitan dengan cerita “The Mouse Deer and the Crocodiles”.

2.Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi tokoh serta situasi yang ditampilkan.

3.Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengarahkan pengamatan murid:

    • Who can you see in the pictures?
    • Where are they?
    • What do you think is happening?

4.Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari gambar.

5.Guru dan murid membahas jawaban bersama sebagai pengantar menuju pembelajaran Reading–Viewing Narrative Text jenis Fable.

b. Orientasi

1.Guru menampilkan teks “The Mouse Deer and the Crocodiles” beserta ilustrasinya.

2.Murid membaca teks sambil mengamati ilustrasi untuk menemukan informasi penting dalam cerita.

Guru mengajukan beberapa pertanyaan berdasarkan teks:

    • What is the main problem in the story?
    • How does the Mouse Deer solve the problem?

3.Murid menyampaikan jawaban berdasarkan informasi dalam teks.

4.Guru dan murid membahas jawaban bersama-sama.

5.Guru memperkenalkan kosakata kunci dalam teks seperti: clever, cross, river, crocodiles, trick, count, hungry, dan promise.

6. Guru menjelaskan makna kosakata tersebut berdasarkan konteks cerita.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan)

c. Kolaborasi

Murid membentuk kelompok yang terdiri dari 4 siswa.

1. Guru meminta murid membaca teks “The Mouse Deer and the Crocodiles” secara keseluruhan.

2. Setelah membaca, setiap kelompok mendiskusikan dan menjawab beberapa pertanyaan untuk menemukan gagasan utama dan informasi rinci, seperti:

  • What is the story mainly about?
  • Why does the Mouse Deer need to cross the river?
  • How does the Mouse Deer trick the crocodiles?
  • What happens after the Mouse Deer crosses the river?

3. Setiap kelompok mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, dan penyelesaian dalam cerita.

Characters:
……………………………………….

Characters’ Traits:
……………………………………….

Conflict:
……………………………………….

Resolution:
……………………………………….

4. Setiap kelompok mendiskusikan pesan moral yang terdapat dalam cerita berdasarkan tindakan tokoh dan penyelesaian konflik.

Moral Message:
……………………………………………………………..

5. Guru menjelaskan unsur kebahasaan yang digunakan dalam Narrative Text jenis Fable, yaitu Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs, beserta contoh penggunaannya dalam teks.

6. Setiap kelompok mencari dan mencatat contoh Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs yang terdapat dalam teks.

Simple Past Tense:
……………………………………………………………..

Adverbs of Time and Place:
……………………………………………………………..

Action Verbs:
……………………………………………………………..

7. Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya.

8. Guru meminta perwakilan setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya.

9. Guru bersama murid membahas hasil diskusi. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat serta penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.

10. Guru meminta murid secara individu menjawab soal pilihan ganda berdasarkan teks baru berjudul “The Mouse Deer and the Farmer”. Guru menggunakan teks yang berbeda karena jika menggunakan teks yang telah dibahas dalam diskusi kelompok, murid sudah mengetahui jawabannya sehingga hasil tes kurang dapat menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami teks secara mandiri. Meskipun berbeda, teks yang digunakan tetap berkaitan dengan materi yang dipelajari, yaitu Narrative Text jenis Fable dan masih mengangkat cerita si Kancil.

Merefleksi
(Bermakna dan Berkesadaran)

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  1. What did you learn from “The Mouse Deer and the Crocodiles”?
  2. What lesson did you learn from the story?
  3. Which part of the reading and viewing activity did you find difficult?
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1. Guru memberikan penguatan

–Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini.

-Guru menegaskan bahwa Narrative Text jenis Fable menceritakan kisah tokoh dengan konflik dan penyelesaian tertentu serta mengandung pesan moral. Guru juga mengingatkan penggunaan unsur kebahasaan Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs dalam teks.

2. Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3. Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Writing-Presenting dengan materi Narrative Text jenis Fable.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid terhadap pembelajaran sebelumnya tentang Narrative Text jenis Fable serta pengetahuan dan pendapat awal murid tentang cerita yang akan dipelajari. Pertanyaan yang digunakan antara lain:

  • What did you learn from “The Ant and the Grasshopper”?
  • What can a clever animal do to solve a problem?
  • What would you do if you had to cross a river but there were crocodiles in it?
Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru memperhatikan murid ketika mereka mengamati gambar, menjawab pertanyaan, membaca teks, mengidentifikasi tokoh, karakter tokoh, konflik, penyelesaian, dan pesan moral, mendiskusikan unsur kebahasaan dalam kelompok, serta menyampaikan hasil diskusi. Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap jawaban yang tepat serta penjelasan terhadap jawaban yang kurang tepat.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning): Asesmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran.

Murid secara individu mengerjakan tes tertulis dengan soal pilihan ganda. Teks Fable yang digunakan berjudul “The Mouse Deer and the Farmer”. Soal mengukur kemampuan murid dalam menemukan gagasan utama, informasi rinci, tokoh, karakter tokoh, konflik, penyelesaian, pesan moral, kesimpulan, serta unsur kebahasaan berupa Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1.Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2.Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran.

3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4.Ice Breaking: Complete the Story

Guru memulai sebuah cerita dengan satu kalimat, kemudian beberapa murid secara bergantian melanjutkan cerita dengan satu kalimat sederhana.

Contoh:

Teacher: One day, a little rabbit found a strange box in the forest.

Student 1: …………………………………………

Student 2: ………………………………………..

Student 3: ………………………………………..

Student 4: ………………………………………..

Guru dapat menghentikan cerita setelah 4–5 murid melanjutkan.

Guru kemudian mengatakan:
“Great! You have just created a story together. Today, you will create your own Fable.”

5.Apersepsi

Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan materi pada pertemuan sebelumnya melalui beberapa pertanyaan:

  • What Fable did you read in the previous meeting?
  • Who were the characters in the story?
  • What was the conflict in the story?
  • How was the conflict resolved?
  • What was the moral message of the story?

Beberapa murid menyampaikan jawabannya.

Guru kemudian menghubungkan jawaban murid dengan pembelajaran hari ini:

“In the previous meeting, you learned about the characters, conflict, resolution, and moral message of a Fable. Today, you will use these elements to create your own Fable.”

6.Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk membangun ide dan kreativitas murid sebelum menulis:

  • Which animals do you want to use in your story?
  • What problem do you want the animals to face?
  • What lesson do you want readers to learn from your story?

Beberapa murid menyampaikan ide atau pendapatnya.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan menyusun kerangka Narrative Text jenis Fable dengan struktur orientation, complication, dan resolution. Murid juga akan menentukan tokoh, konflik, penyelesaian, dan pesan moral yang akan dikembangkan dalam cerita.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami (Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

1. Guru menampilkan beberapa pilihan ide cerita yaitu:

  • The Clever Kancil and the Tiger
  • The Buffalo and the Small Bird
  • The Monkey and the Turtle
  • The Deer and the Snail
  • The Monkey and the Crab

2. Murid memilih satu ide cerita yang akan dikembangkan menjadi Narrative Text jenis Fable.

3. Guru menampilkan kembali contoh Narrative Text jenis Fable yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, yaitu “The Mouse Deer and the Crocodiles”.

4. Murid membaca contoh tersebut dan mengidentifikasi:

-Orientation
-Complication
-Resolution

5. Guru mengingatkan kembali unsur kebahasaan yang digunakan dalam Narrative Text jenis Fable, yaitu Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs.

6. Guru menunjukkan beberapa contoh kalimat yang mengandung language features tersebut dari teks “The Mouse Deer and the Crocodiles”.

b. Orientasi

1. Guru menjelaskan langkah-langkah menyusun Narrative Text jenis Fable, yaitu menentukan ide dan tokoh cerita, mengembangkan orientation, complication, dan resolution, kemudian merevisi tulisan.

2. Guru menjelaskan kembali fungsi setiap bagian dalam Narrative Text jenis Fable:

-Orientation digunakan untuk memperkenalkan tokoh, tempat, waktu, dan situasi awal cerita.

-Complication digunakan untuk menceritakan masalah atau konflik yang dihadapi tokoh.

-Resolution digunakan untuk menceritakan penyelesaian masalah atau konflik.

3. Guru menunjukkan kepada murid bagaimana ide cerita dikembangkan menjadi orientation, kemudian complication, dan diselesaikan melalui resolution.

4. Guru memberikan pertanyaan panduan untuk membantu murid mengembangkan ide cerita:

  • Who are the characters in your story?
  • Where and when does the story happen?
  • What problem does the main character face?
  • How does the character solve the problem?
  • What lesson can readers learn from the story?

5. Guru mengingatkan murid bahwa cerita yang dibuat harus memiliki orientation, complication, dan resolution serta dikembangkan menjadi sekitar 200 kata.

6. Guru mengingatkan murid untuk menggunakan Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs secara tepat dalam menyusun cerita.

C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1.Penguatan

a.Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari memilih ide cerita hingga menyusun kerangka Narrative Text jenis Fable.

b.Guru menegaskan bahwa kerangka yang telah disusun akan menjadi dasar untuk mengembangkan Narrative Text dengan struktur orientation, complication, dan resolution.

2.Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3.Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text sepanjang 200 kata, melakukan revisi, dan mempresentasikan atau menceritakan karya yang telah dibuat dengan menggunakan media yang sesuai.

4.Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6

Pertemuan Ke-5
Menulis-Mempresentasikan (Writing-Presenting)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)

A. Kegiatan Awal: (10 menit)

Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1.Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.

2.Guru mengondisikan murid untuk siap mengikuti pembelajaran.

3.Guru memeriksa kehadiran murid dan mengapresiasi kehadiran mereka.

4. Ice Breaking: Continue the Story

Guru mengingatkan kembali permainan One-Sentence Story pada pertemuan sebelumnya. Guru memulai cerita dengan satu kalimat, kemudian beberapa murid secara bergantian melanjutkan cerita dengan satu kalimat.

Teacher: The rabbit was at home.

Student 5: ………………………………………
Student 6: ……………………………………..
Student 7: ……………………………………..
Student 8: ……………………………………..

5. Apersepsi

Guru mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengingat kembali kegiatan pada pertemuan sebelumnya:

  • What Fable did you choose in the previous meeting?
  • Who are the characters in your story?
  • What is the problem in your story?
  • How will you solve the problem in your story?

Beberapa murid menyampaikan jawabannya.

Guru kemudian menghubungkan jawaban murid dengan pembelajaran hari ini:

“In the previous meeting, you created an outline for your Fable. Today, you will develop your outline into a complete story and present it.”

6. Pertanyaan Pemantik

Guru mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan murid pada kegiatan mengembangkan kerangka menjadi cerita utuh:

  • How can you develop your outline into a complete story?
  • What details can you add to make your story more interesting?

Beberapa murid menyampaikan ide atau pendapatnya.

7. Penyampaian Tujuan Pembelajaran

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text jenis Fable sederhana sepanjang 200 kata dengan menggunakan Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs secara tepat. Murid juga akan mempresentasikan atau menceritakan Narrative Text yang telah dibuat secara runtut dengan menggunakan media yang sesuai.

B. Kegiatan Inti (105 menit)

Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Lanjutan kegiatan pada pertemuan sebelumnya.

1.Murid mengembangkan kerangka yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya menjadi Narrative Text jenis Fable sepanjang ±200 kata dengan menggunakan Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs secara tepat.

2. Murid bertukar hasil tulisan dengan teman sebangku untuk memberikan masukan terkait dengan:

-kelengkapan struktur teks: orientation, complication, dan resolution;
-kelogisan antara konflik dan penyelesaian;
-penggunaan Simple Past Tense;
-penggunaan Adverbs of Time and Place;
-dan penggunaan Action Verbs.

3.Murid memperbaiki tulisan masing-masing sesuai dengan masukan yang diterima.

4. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik selama proses penulisan dan revisi.

5. Murid menyiapkan Narrative Text yang telah diperbaiki untuk dipresentasikan dengan menggunakan media yang sesuai.

6. Murid melakukan publikasi teksnya masing-masing dan memberikan alamat untuk mengaksesnya agar guru bisa melakukan penilaian.

7.Guru memberikan apresiasi terhadap hasil karya murid dan memberikan penguatan terhadap tulisan serta penyampaian yang sudah baik, kemudian memberikan koreksi terhadap bagian yang masih perlu diperbaiki.

d. Refleksi

Guru mengajak murid melakukan refleksi dengan mengajukan pertanyaan berikut.

  1. What did you learn from today’s writing and presenting activity?
  2. What was difficult when you developed your outline into a complete Fable?
  3. How did you feel when you presented your Fable?
C. Kegiatan Penutup (10 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan

1.Penguatan

a.Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, mulai dari mengembangkan kerangka menjadi Narrative Text jenis Fable, melakukan revisi, hingga mempresentasikan cerita.

b.Guru menegaskan bahwa Narrative Text jenis Fable disusun dengan struktur orientation, complication, dan resolution serta menggunakan Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs secara tepat.

2.Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi dan kreativitas mereka dalam kegiatan pembelajaran hari ini.

3.Guru menyampaikan bahwa pembelajaran Narrative Text jenis Fable telah selesai dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya mereka akan belajar Listening-Speaking dengan materi Recount Text.

4. Guru mengajak murid membaca doa sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh dan menutup pembelajaran dengan salam.

D. Asesmen Pembelajaran
Asesmen Awal/Formatif
(assessment as learning): Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Asesmen untuk mengetahui kesiapan dan pengetahuan awal murid sebelum mengembangkan Narrative Text jenis Fable. Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pemahaman murid tentang struktur dan language features Narrative Text jenis Fable, serta kesiapan murid untuk mengembangkan kerangka yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya.

Asesmen Proses/Formatif
(assessment for learning): Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pengembangan dan penyempurnaan tulisan. Guru mengamati murid ketika mengembangkan kerangka menjadi teks, bertukar tulisan, memberikan dan menerima masukan, melakukan revisi, serta mempersiapkan dan mempresentasikan cerita. Guru memberikan bimbingan, apresiasi, dan umpan balik terhadap proses dan hasil kerja murid.

Asesmen Akhir/Sumatif
(assessment of learning)
Asesmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada akhir rangkaian kegiatan.

Murid menghasilkan Narrative Text jenis Fable sepanjang ±200 kata berdasarkan kerangka yang telah dibuat, dengan struktur orientation, complication, dan resolution, serta menggunakan Simple Past Tense, Adverbs of Time and Place, dan Action Verbs. Murid kemudian mempresentasikan teks yang telah dibuat dengan menggunakan media yang sesuai. Guru menilai teks dan presentasi murid berdasarkan kelengkapan struktur, ketepatan penggunaan unsur kebahasaan, kejelasan isi, dan keruntutan cerita.

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
MAN 1 Bandar Lampung, Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang