Perencanaan Pembelajaran Digital Terintegrasi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia X MAN 1 Bandar Lampung

Modul 2 Mengungkapkan Kritik Lewat Humor

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia X
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-5
Pertemuan Ke-6

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
I Spesifikasi
Nama Penyusun Riya Septiyana, M.Pd.
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Fase/Kelas/Semester E/ X/ Ganjil
Topik Pembelajaran Teks Anekdot dan Lawakan Tunggal
Alokasi Waktu 6 Pertemuan (18 JP, 3 JP x 45 menit = 135 menit per pertemuan)
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional)
  • Asesmen Kognitif: Tes singkat melalui kuis digital (Google Forms/Kahoot) untuk mengukur pemahaman awal murid mengenai perbedaan antara fakta, opini, kritik sosial, dan humor/sindiran.

  • Asesmen Non-Kognitif: Angket singkat mengenai minat humor murid, cara murid menyampaikan kritik/pendapat sehari-hari, serta media digital kesukaan murid (TikTok/YouTube Shorts/Instagram).

2 Dimensi Profil Lulusan Pilih DPL yang ingin dicapai melalui proses pembelajaran dari 8 DPL yang tersedia!
DPL 1 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME: Murid menyadari bahwa kemampuan berfikir, bertutur kata, dan menyampaikan kebenaran atau kritik melalui humor adalah karunia Tuhan yang harus digunakan secara bijak, santun, serta tidak menyakiti atau merendahkan martabat sesama.
DPL 2 Kewargaan: Murid menunjukkan sikap menghargai keberagaman pendapat dan budaya dalam berdiskusi tentang teks anekdot dan lawakan tunggal, serta berkontribusi positif dalam kegiatan kelompok sebagai warga sekolah yang baik.
DPL 3 Penalaran Kritis: Murid mengembangkan kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menafsirkan informasi dalam teks anekdot dan lawakan tunggal secara logis, membedakan fakta dari opini, serta menarik simpulan yang tepat.
DPL 4 Kreativitas: Murid mengekspresikan gagasan secara orisinal melalui kegiatan menulis dan mengalihwahanakan teks anekdot dan lawakan tunggal, serta menemukan cara baru dalam menyajikan karya.
DPL 5 Kolaborasi: Murid bekerjasama secara aktif, saling mendengarkan, dan berbagi peran dalam kelompok saat menganalisis maupun mengkreasikan pertunjukan lawakan tunggal/anekdot digital.
DPL 6 Kemandirian: Murid menunjukkan inisiatif, tanggung jawab, dan kontrol diri dalam mengelola waktu penyelesaian tugas mandiri serta bersikap bijak dalam memilah humor yang positif.
DPL 7 Kesehatan: Murid memahami nilai humor sehat bagi kesehatan mental (well-being), mampu mengelola stres melalui kelakar yang santun, serta menghindari bentuk bullying atau body shaming dalam penyampaian humor.
DPL 8 Komunikasi: Murid mengembangkan keterampilan komunikasi lisan dan tulisan yang efektif dan santun dalam menyampaikan serta mempresentasikan gagasan terkait teks anekdot dan lawakan tunggal.

.

3 Topik Panca Cinta Pilih topik KBC dari PANCA CINTA, yang sesuai dengan materi pembelajaran!
TOPIK 1 Cinta Allah dan Rasul-Nya: Menerapkan kejujuran dan kesantunan berbahasa sebagai wujud kepatuhan pada ajaran agama saat menyampaikan kebenaran atau kritik.
TOPIK 2 Cinta Ilmu: Menumbuhkan rasa antusias untuk terus belajar mengamati fakta sosial di sekitar dan menuangkannya secara cerdas dalam bentuk karya sastra/humor kritis.
TOPIK 3 Cinta Lingkungan: Mengangkat isu-isu pelestarian lingkungan hidup dan kebersihan sekitar sebagai tema/topik dalam penulisan teks anekdot atau naskah stand-up comedy.
TOPIK 4 Cinta Diri dan Sesama Manusia: Mengembangkan rasa empati dengan menyampaikan humor yang membangun tanpa melakukan celaan fisik (body shaming), cyberbullying, atau ujaran kebencian.
TOPIK 5 Cinta Tanah Air: Kepedulian terhadap kemajuan bangsa dan negara yang diwujudkan melalui kritik sosial yang konstruktif dan solutif demi perbaikan sarana/layanan publik di Indonesia.
4 Materi Integrasi KBC Mengajarkan murid menyampaikan kritik sosial secara santun, jujur, dan bertanggung jawab tanpa menyakiti perasaan orang lain. Melalui pendekatan ini, ungkapan humor diproses secara bernalar kritis untuk membedakan fakta dan opini, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap isu lingkungan serta kemajuan masyarakat. Hasilnya, pembelajaran tidak hanya mengasah kreativitas dan keterampilan komunikasi murid, tetapi juga membentuk karakter yang penuh empati dan menghargai keberagaman.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 046 Tahun 2025
Elemen Capaian Pembelajaran (Fase)
Menyimak Mengevaluasi gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan mengevaluasi unsur intrinsik dan ekstrinsik teks sastra berbentuk teks aural.
Membaca dan Memirsa Mengevaluasi informasi berupa gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud visual dan/atau audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan (simpati, peduli, dan empati) dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual secara kreatif; mengevaluasi kualitas dan/atau kredibilitas dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual menggunakan sumber informasi lain; dan membandingkan isi teks.
Berbicara dan Mempresentasikan Mempresentasikan gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan berbagai tipe teks berbentuk monolog, dialog, dan/atau gelar wicara secara sistematis, kritis, dan/atau kreatif; dan mengungkapkan kepedulian dari berbagai tipe teks dan/atau teks multimodal secara kreatif.
Menulis Menulis gagasan, pandangan, arahan, pesan, dan/atau imajinasi dalam berbagai tipe teks secara logis, kritis, dan kreatif; dan memublikasikan hasil karya di media cetak, elektronik, dan/atau digital.

 

2 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini, murid mampu mengevaluasi pesan dan menentukan struktur teks anekdot serta lawakan tunggal, menilai akurasi kritik sosial, menulis teks eksposisi berdasarkan penelitian sederhana, mengubah teks anekdot menjadi komik potongan, dan menampilkan lawakan tunggal yang santun, kritis, dan kreatif
3 Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
  • Model Pembelajaran: LOK-R(Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi).  Guru memfasilitasi murid menafsirkan kritik sosial, menyusun teks humor yang santun, dan menampilkannya dengan percaya diri dalam suasana yang menggembirakan dan saling menghargai.
  • Metode: tanya-jawab, brain storming,diskusi, presentasi, penugasan,
Kemitraan Pembelajaran
  • Pembelajaran dapat melibatkan kerja sama dengan kegiatan ekstrakurikuler seni atau teater sekolah untuk mendukung penampilan lawakan tunggal. Guru bermitra dengan rekan sejawat untuk berbagi referensi teks anekdot, serta melibatkan orang tua dalam mendukung latihan murid di rumah.
  • Kolaborasi antarpeserta didik melalui diskusi kelompok dan presentasi silang.
Lingkungan Pembelajaran
  • Ruang fisik: kelas inklusif yang aman dan saling memuliakan. Pembelajaran dirancang di kelas yang nyaman dan suportif dengan area panggung sederhana untuk penampilan lawakan tunggal.
  • Ruang virtual: media visual dan audiovisual digunakan agar pembelajaran menjadi bermakna.
  • Budaya belajar: kolaborasi dengan adanya forum diskusi. Guru menciptakan budaya kelas yang menghargai humor yang sehat dan kritik yang santun, serta memajang karya komik potongan murid.
Pemanfaatan Digital Pembelajaran memanfaatkan video lawakan tunggal yang mendidik, presentasi digital, aplikasi pembuat komik sederhana, perekam video untuk mendokumentasikan penampilan, serta sumber referensi daring. Penggunaan teknologi disesuaikan dengan kemampuan murid dan sarana sekolah
Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-1

Menyimak – Membaca
 ( pengertian dan ciri teks anekdot serta mengevaluasi pesannya)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)

A. Kegiatan Awal: (10 menit)

Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

 

1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas.

2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.

3. Ice Breaking: (“Tawa Santun”) Guru mengajak murid bermain tebak kata/Tebak Humor Singkat yang menyampaikan pesan moral secara ringan untuk mencairkan suasana dan membangkitkan kegembiraan belajar.

4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru melakukan apersepsi dengan membacakan anekdot pendek yang lucu dan bertanya: Apa yang membuat cerita ini lucu sekaligus menyindir?

5. Pertanyaan Pemantik:

  • “Mengapa humor sering kali digunakan seseorang untuk menyampaikan kebenaran atau sindiran?”

  • “Bagaimana cara kita menyampaikan kritik secara jujur namun tetap santun sesuai dengan ajaran kebaikan?”

6. Penyampaian Tujuan:

Murid mampu menjelaskan pengertian dan ciri teks anekdot serta mengevaluasi pesannya melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan pentingnya dimensi Cinta Allah dan Rasul-Nya (kejujuran dan kesantunan berbahasa).

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menyajikan teks anekdot contoh, murid membaca dan mengidentifikasi pesannya.
b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
Guru menjelaskan pengertian teks anekdot, ciri-cirinya, dan fungsinya sebagai kritik sosial yang menghibur.
c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
Murid berdiskusi dalam kelompok mengevaluasi pesan dan kritik dalam teks anekdot menggunakan Lembar Kerja Murid. Guru memfasilitasi.
d Refleksi
Bermakna dan Berkesadaran
Kelompok berbagi temuan dan merefleksikan bagaimana humor dapat menyampaikan kritik secara halus.
C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru memberikan penguatan konsep mengenai pentingnya menyikapi permasalahan sosial secara bijak melalui kritik yang membangun serta merangkum poin-poin utama materi teks anekdot.
  • Apresiasi: Guru memberikan apresiasi dan pujian (praise) kepada seluruh murid serta kelompok atas kerja keras, keaktifan, dan kesantunan dalam berdiskusi selama proses pembelajaran.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan Ke-2: mengevaluasi pesan dari menyimak lawakan tunggal)
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Teknik: Tanya jawab lisan dan observasi partisipasi awal.

Instrumen: Lembar pertanyaan diagnostik seputar pengetahuan awal murid tentang teks anekdot dan lawakan tunggal

Waktu Pelaksanaan: Awal bab, sekitar 20-30 menit.

Asesmen Proses Teknik: Observasi, penilaian kinerja, pemeriksaan draf, dan penilaian antarteman

Instrumen: Lembar observasi, rubrik penilaian, catatan anekdot, dan lembar umpan balik teman

Waktu Pelaksanaan: Berkelanjutan di setiap pertemuan.

Asesmen Akhir Teknik: Tes tulis

Instrumen:10 soal pilihan ganda dan 5 soal esai.

Waktu Pelaksanaan: Akhir bab

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-2

Menyimak – Membaca

(mengevaluasi pesan dari menyimak lawakan tunggal)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas.
  2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  3. Ice Breaking: (“Cermin Senyum”) Murid diminta berpasangan untuk saling memberikan senyuman dan kata pujian singkat secara bergantian untuk membangun suasana kelas yang penuh empati (Cinta Diri & Sesama).
  4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan video stand-up comedy pendek (1–2 menit) dari komika Indonesia yang mengangkat isu kehidupan sehari-hari melalui proyektor.
  5. Pertanyaan Pemantik: 

“Mengapa materi pertunjukan komika tadi terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari kita?”

“Menurut kalian, di mana batas antara kelakar yang menghibur dengan sindiran yang menyakiti perasaan orang lain?”

Penyampaian Tujuan: Murid mampu mengevaluasi pesan dari menyimak lawakan tunggal melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Diri dan Sesama Manusia.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penayangan Media Digital: Guru memutarkan rekaman audio/video penampilan lawakan tunggal pilihan yang memuat kritik sosial yang santun.

  • Menyimak Aktif: Murid menyimak tayangan dengan cermat sambil mencatat poin-poin utama, bit/joke yang disampaikan, serta gagasan kritik sosial di dalamnya.

  • Pencatatan Pesan: Murid mengidentifikasi pesan moral, keresahan sosial, serta topik utama yang dibawakan oleh komika pada lembar catatan mandiri.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penjelasan Konsep: Guru menjelaskan secara rinci mengenai pengertian lawakan tunggal (stand-up comedy), struktur pertunjukan (set up, punchline, rule of three), serta fungsinya sebagai media penyampaian kritik sosial.

  • Penguatan Nilai KBC (Cinta Diri & Sesama): Guru menekankan pentingnya batasan etika dalam berhumor. Humor yang bernilai adalah humor yang mengedukasi dan menghibur tanpa melakukan body shaming, celaan fisik, fitnah, atau ujaran kebencian (hate speech).

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit)
  • Pembentukan Pasangan: Murid berpasangan dengan teman sebangku (think-pair-share).

  • Pengerjaan LKM (Lembar Kerja Murid): Setiap pasangan mendiskusikan dan mengevaluasi pesan tersirat, kebenaran fakta/kritik sosial, serta nilai kesantunan dalam pertunjukan lawakan tunggal yang telah disimak.

  • Fasilitasi Guru: Guru mendampingi setiap pasangan, memberikan arahan, serta memastikan proses diskusi berlangsung secara santun dan saling menghargai pendapat.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Berbagi Temuan: Beberapa pasangan menyampaikan hasil analisis dan evaluasi pesannya di depan kelas.

  • Diskusi Etika Humor: Murid bersama guru merefleksikan dan menarik garis tegas antara humor yang santun/membangun dengan humor yang menyinggung atau merendahkan martabat orang lain.

  • Apresiasi & Umpan Balik: Murid lain memberikan tanggapan positif terhadap hasil analisis teman pasangannya.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru memberikan penguatan konsep bahwa kritik sosial melalui stand-up comedy harus didasari rasa empati agar pesan perbaikan dapat diterima dengan baik tanpa melukai perasaan sesama.
  • Apresiasi: Guru memberikan pujian (praise) atas fokus menyimak, kerja sama yang baik antar-pasangan, serta keterbukaan murid dalam berdiskusi.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru menyampaikan gambaran materi untuk Pertemuan Ke-3 (menentukan struktur teks anekdot dan lawakan tunggal) serta mengingatkan murid untuk selalu bijak dalam mengonsumsi hiburan di media sosial.
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Teknik: Tanya jawab lisan dan observasi partisipasi awal.

Instrumen: Lembar pertanyaan diagnostik seputar pengetahuan awal murid tentang teks laporan hasil observasi.

Waktu Pelaksanaan: Awal bab, sekitar 20-30 menit.

Asesmen Proses Teknik: Observasi, penilaian kinerja, pemeriksaan draf, dan penilaian antarteman

Instrumen: Lembar observasi, rubrik penilaian, catatan anekdot, dan lembar umpan balik teman

Waktu Pelaksanaan: Berkelanjutan di setiap pertemuan.

Asesmen Akhir Teknik: Tes tulis

Instrumen:10 soal pilihan ganda dan 5 soal esai.

Waktu Pelaksanaan: Akhir bab

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-3

Menyimak – Membaca

(menentukan struktur teks anekdot dan lawakan tunggal)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas.
  2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  3. Ice Breaking: (“Susun Kata Kunci”) Murid diajak bermain tebak susun potongan kalimat acak di slide presentasi menjadi sebuah gagasan yang utuh dan bernilai humor positif untuk mencairkan suasana.
  4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan slide perbandingan digital antara bagan alur narasi teks anekdot dan alur penyampaian stand-up comedy pendek.
  5. Pertanyaan Pemantik

“Mengapa sebuah cerita humor atau kelakar perlu memiliki tahapan penyampaian dari awal hingga puncak kejutan agar pesannya tersampaikan dengan baik?”

“Bagaimana penataan struktur teks yang sistematis dapat membantu kita menyampaikan kritik secara jelas dan bijak?”

Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa murid mampu menentukan struktur teks anekdot dan lawakan tunggal secara tepat melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Ilmu

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Pemodelan Teks Contoh: Guru memodelkan cara bedah struktur dengan menayangkan contoh teks anekdot dan naskah lawakan tunggal di layar proyektor.

  • Membaca & Menyimak Terpandu: Murid membaca dan memperhatikan pemodelan guru dalam menguraikan tiap bagian teks, mulai dari pembuka hingga bagian punchline/koda.

  • Identifikasi Bagian Teks: Murid mencatat penanda kata kunci yang membedakan awal cerita, puncak konflik/humor, dan bagian penutup.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penjelasan Konsep Struktur: Guru menjelaskan secara terperinci struktur teks anekdot (abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, koda) serta struktur lawakan tunggal (set-up, punchline, dan rule of three).

  • Penguatan Nilai KBC (Cinta Ilmu & Cinta Tanah Air): Guru menekankan bahwa memahami susunan alur berpikir (struktur) adalah bagian dari kecintaan pada ilmu pengetahuan. Gagasan kritik sosial yang tersusun rapi akan menghasilkan penyampaian yang konstruktif untuk kemajuan masyarakat.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit)
  • Pembentukan Kelompok: Murid dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (4–5 murid per kelompok).

  • Pengerjaan LKM (Lembar Kerja Murid): Setiap kelompok berdiskusi membedah dan menentukan bagian-bagian struktur dari dua teks yang disediakan (satu teks anekdot dan satu naskah lawakan tunggal) menggunakan Lembar Kerja Murid digital/cetak.

  • Fasilitasi Guru: Guru mendampingi jalannya diskusi kelompok, memberikan panduan jika ada kesulitan, dan mengapresiasi kolaborasi aktif antar-murid

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Presentasi Kelompok: Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis bedah strukturnya di depan kelas.

  • Tanggapan & Diskusi: Kelompok lain memberikan tanggapan, masukan, dan apresiasi secara santun.

  • Konfirmasi Guru: Guru memberikan konfirmasi kebenaran analisis struktur dan membahas poin-poin yang masih memerlukan pemahaman lebih lanjut.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru menyimpulkan kembali pentingnya memahami alur dan struktur teks anekdot maupun lawakan tunggal agar pesan kritik sosial dapat tersampaikan secara logis dan runtut.
  • Apresiasi: Guru memberikan pujian (praise) atas ketelitian bernalar, kekompakan kelompok, serta keberanian murid dalam menyampaikan hasil analisis.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru menyampaikan gambaran materi untuk Pertemuan Ke-4 (Menggunakan Kaidah Bahasa untuk Menyampaikan Kritik).
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Teknik: Tanya jawab lisan dan observasi partisipasi awal.

Instrumen: Lembar pertanyaan diagnostik seputar pengetahuan awal murid tentang teks laporan hasil observasi.

Waktu Pelaksanaan: Awal bab, sekitar 20-30 menit.

Asesmen Proses Teknik: Observasi, penilaian kinerja, pemeriksaan draf, dan penilaian antarteman

Instrumen: Lembar observasi, rubrik penilaian, catatan anekdot, dan lembar umpan balik teman

Waktu Pelaksanaan: Berkelanjutan di setiap pertemuan.

Asesmen Akhir Teknik: Tes tulis

Instrumen:10 soal pilihan ganda dan 5 soal esai.

Waktu Pelaksanaan: Akhir bab

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-4
Berbicara – Menulis (Murid mampu menggunakan kaidah bahasa untuk menyampaikan kritik dan menulis teks eksposisi)
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas.
  2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  3. Ice Breaking: (“Kata Berganti”) Murid diajak permainan cepat menyambung kata menjadi kalimat sindiran yang halus dan bernilai humor positif untuk mencairkan suasana.
  4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menampilkan slide infografis digital yang memuat opini/kritik sosial terkait isu kebersihan lingkungan sekolah dan fasilitas publik.
  5. Pertanyaan Pemantik:
  • “Bagaimana cara kita menyampaikan argumen kritik terhadap masalah di sekitar agar terdengar santun namun tetap tegas dan berbobot?”

  • “Mengapa penggunaan kaidah bahasa yang tepat sangat berpengaruh terhadap penerimaan ide kritik kita?”

Penyampaian Tujuan:

Guru menyampaikan bahwa murid mampu menggunakan kaidah bahasa untuk menyampaikan kritik secara santun dan menulis draf teks eksposisi laporan hasil analisis isu sosial melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Lingkungan & Cinta Tanah Air.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Pemodelan Guru: Guru memodelkan analisis teks eksposisi bernuansa kritik sosial di layar proyektor.

  • Pengamatan Kaidah Kebahasaan: Murid menyimak pemodelan guru dalam menandai penggunaan kalimat retoris, konjungsi urutan/sebab-akibat, kata kerja material, serta gaya bahasa sindiran halus (ironi/sinisme) yang santun.

  • Pencatatan Mandiri: Murid mencatat contoh-contoh pola kalimat penegasan argumen dalam draf teks yang dipamerkan.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penjelasan Konsep Kebahasaan & Struktur: Guru menjelaskan kaidah kebahasaan untuk menyampaikan kritik (kalimat sindiran santun, konjungsi, kalimat retoris) serta struktur utama teks eksposisi (tesis/pernyataan pendapat, argumen pendukung, dan penegasan ulang).

  • Penguatan Nilai KBC (Cinta Lingkungan & Tanah Air): Guru menekankan bahwa menyampaikan argumen kritik terhadap isu lingkungan atau fasilitas umum adalah bentuk Cinta Tanah Air. Kritik harus disampaikan secara objektif berbasis data/fakta, bukan asumsi tanpa dasar.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit)
  • Riset Sederhana Kelompok: Murid berdiskusi dalam kelompok kecil melakukan riset sederhana mengenai isu sosial/lingkungan di sekitar sekolah (misal: pengelolaan sampah, disiplin waktu, atau penggunaan fasilitas digital).

  • Penyusunan Draf Eksposisi: Murid menulis draf teks eksposisi pada Lembar Kerja Murid (LKM) dengan memuat tesis, argumen logis, serta penggunaan kaidah bahasa kritik yang santun.

  • Fasilitasi Guru: Guru mendampingi tiap kelompok, memberikan bimbingan teknis kebahasaan, dan memastikan seluruh anggota kelompok terlibat aktif.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit)
  • Peer Review (Ulasan Sejawat): Murid bertukar draf antar-kelompok/pasangan untuk saling membaca dan memberikan masukan konstruktif terkait ketepatan struktur serta kebahasaan.

  • Refleksi Menulis: Murid merefleksikan tantangan dalam mengolah kritik emosional menjadi argumen yang logis, tertata, dan santun.

  • Konfirmasi Guru: Guru memberikan masukan umum atas draf yang telah ditinjau antar-murid.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru menyimpulkan pentingnya menguasai struktur eksposisi dan kaidah bahasa santun sebagai bekal menjadi warga negara yang kritis, santun, dan peduli lingkungan.
  • Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas antusiasme, sikap saling menghargai saat peer review, dan kerja keras murid dalam menyusun draf.
  • Informasi Tindak Lanjut:  Guru menugaskan murid untuk menyempurnakan draf eksposisi secara mandiri di rumah sebagai persiapan untuk Pertemuan Ke-5 (Mengalihwahanakan Teks Eksposisi menjadi Anekdot/Lawakan Tunggal Digital).
  • Penutup & Doa: uru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Teknik: Tanya jawab lisan dan observasi partisipasi awal.

Instrumen: Lembar pertanyaan diagnostik seputar pengetahuan awal murid tentang teks laporan hasil observasi.

Waktu Pelaksanaan: Awal bab, sekitar 20-30 menit.

Asesmen Proses Teknik: Observasi, penilaian kinerja, pemeriksaan draf, dan penilaian antarteman

Instrumen: Lembar observasi, rubrik penilaian, catatan anekdot, dan lembar umpan balik teman

Waktu Pelaksanaan: Berkelanjutan di setiap pertemuan.

Asesmen Akhir Teknik: Tes tulis

Instrumen:10 soal pilihan ganda dan 5 soal esai.

Waktu Pelaksanaan: Akhir bab

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-5

Menulis

(mengubah teks anekdot menjadi komik potongan secara kreatif)

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Pembukaan & Doa: Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam, menyapa murid dengan hangat, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas.
  2. Pengondisian & Presensi: Guru memeriksa kerapian kelas, menciptakan suasana belajar yang kondusif, mempresensi murid, serta mengapresiasi kehadiran seluruh murid.
  3. Ice Breaking: (“Tebak Ekspresi Visual”) Murid diajak permainan cepat menebak emosi/ekspresi karakter melalui ilustrasi gambar sederhana di slide presentasi untuk memicu imajinasi visual.
  4. Apersepsi & Pemanfaatan Digital: Guru menayangkan contoh komik potongan (comic strip) digital bernuansa kritik sosial dari platform media sosial (seperti Webtoon atau Instagram) melalui proyektor.
  5. Pertanyaan Pemantik:
  • “Mengapa pesan kritik sosial atau humor sering kali lebih cepat dipahami dan menarik ketika disampaikan dalam bentuk visual gambar dan dialog singkat?”

  • “Bagaimana cara kita menjaga agar ilustrasi dan dialog dalam komik tetap estetik, komunikatif, serta tidak menyinggung fisik seseorang?

Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan bahwa murid mampu mengubah (mengalihwahanakan) teks anekdot menjadi komik potongan secara kreatif dan terstruktur melalui alur kegiatan LOK-R, serta mengintegrasikan nilai Cinta Diri dan Sesama Manusia.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
a Literasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Pameran Contoh Komik: Guru menampilkan contoh alih wahana dari satu teks anekdot tulisan menjadi komik potongan 3–4 panel di layar proyektor.

  • Pengamatan Alur Visual: Murid mencermati bagaimana alur narasi teks tulisan diterjemahkan menjadi visual adegan, ekspresi tokoh, balok dialog (speech bubble), dan teks narasi pendukung.

  • Identifikasi Komponen Komik: Murid menandai bagian krisis/humor teks yang menjadi klimaks (punchline) pada panel komik.

b Orientasi
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran 25 menit)
  • Penjelasan Langkah Alih Wahana: Guru menjelaskan langkah-langkah teknis mengubah teks anekdot menjadi komik potongan:

    • Memilih adegan kunci dari struktur teks anekdot (orientasi, krisis, reaksi).

    • Membagi cerita ke dalam 3–4 panel gambar.

    • Menuliskan dialog yang singkat, padat, dan jelas.

    • Menentukan ekspresi wajah serta gestur karakter yang mendukung suasana humor/kritik.

  • Penguatan Nilai KBC (Cinta Diri & Sesama): Guru memberikan arahan agar penggambaran karakter komik dibuat secara umum/simbolis, menghindari karikatur yang mengejek fisik (body shaming), serta menjunjung tinggi norma kesantunan visual.

c Kolaborasi
Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan 35 menit)
  • Pembuatan Karya Kreatif: Murid bekerja secara individu atau berpasangan untuk mengalihwahanakan draf teks anekdot yang telah dibuat sebelumnya menjadi komik potongan pada Lembar Kerja Murid (LKM) atau menggunakan aplikasi desain digital (seperti Canva/MediBang/kertas gambar).

  • Pengolahan Visual & Dialog: Murid menggambar panel, menentukan tata letak balok dialog, dan menyusun dialog kritik yang santun namun mengena.

  • Fasilitasi Guru: Guru berkeliling memberikan masukan teknis, menyemangati murid yang merasa ragu dengan kemampuan menggambarnya, dan memfasilitasi kebebasan ekspresi seni murid.

d Refleksi
(Bermakna dan Berkesadaran 20 menit)
  • Pameran Karya (Gallery Walk): Murid memajang hasil komik potongannya di dinding kelas atau di meja masing-masing (atau mengunggahnya pada padlet/drive kelas untuk versi digital).

  • Keliling & Apresiasi: Murid saling mengelilingi pameran (gallery walk), membaca komik karya teman, dan menempelkan catatan apresiasi (sticky notes) berisi pujian positif.

  • Refleksi Menulis Visual: Murid menyimpulkan pengalaman dan tantangan dalam menyederhanakan teks panjang menjadi narasi visual yang menarik.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  •  Penguatan: Guru menyimpulkan bahwa media visual seperti komik potongan adalah sarana komunikasi modern yang sangat efektif untuk menyebarkan pesan kebaikan, kritik sosial, dan kesadaran publik secara luas.
  • Apresiasi: Guru memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas daya cipta, keberanian berekspresi, serta sikap saling mendukung yang ditunjukkan murid selama kegiatan gallery walk.
  • Informasi Tindak Lanjut: Guru menyampaikan gambaran materi untuk Pertemuan Ke-6 (Persiapan dan Menampilkan Pertunjukan Lawakan Tunggal / Presentation of Learning).
  • Penutup & Doa: Guru mengajak murid membaca doa syukur atas ilmu yang bermanfaat (Alhamdulillah) dan mengakhiri pembelajaran dengan salam hangat.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal Teknik: Tanya jawab lisan dan observasi partisipasi awal.

Instrumen: Lembar pertanyaan diagnostik seputar pengetahuan awal murid tentang teks laporan hasil observasi.

Waktu Pelaksanaan: Awal bab, sekitar 20-30 menit.

Asesmen Proses Teknik: Observasi, penilaian kinerja, pemeriksaan draf, dan penilaian antarteman

Instrumen: Lembar observasi, rubrik penilaian, catatan anekdot, dan lembar umpan balik teman

Waktu Pelaksanaan: Berkelanjutan di setiap pertemuan.

Asesmen Akhir Teknik: Tes tulis

Instrumen:10 soal pilihan ganda dan 5 soal esai.

Waktu Pelaksanaan: Akhir bab

Pertemuan Ke-1, Pertemuan Ke-2, Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4, Pertemuan Ke-5, Pertemuan Ke-6
Pertemuan Ke-6
Ulangan, Remedial dan Pengayaan
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang