Perencanaan Pembelajaran DIgital Terintegrasi Mata Pelajaran Al Qur’an Hadis MAN 1 Bandar Lampung

Perencanaan Pembelajaran
Digital Terintegrasi
Mata Pelajaran Al Qur’an Hadis
MAN 1 Bandar Lampung

Daftar Isi

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Ke-1
Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3
Pertemuan Ke-4

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Berbasis Cinta
Mata Pelajaran Al Qur’an Hadis 

Menjaga Kelestarian Lingkungan

I Spesifikasi
Nama Penyusun Poppy Novitasari, S.Ag, M.Pd
Satuan Pendidikan Madrasah Aliyah
Nama Madrasah MAN 1 Bandar Lampung
Mata Pelajaran Al Qur’an
Fase/Kelas/Semester F/XII/Ganjil
Topik Pembelajaran Menjaga Kelestarian Lingkungan
Alokasi Waktu 8 JP @45 Menit
II Identifikasi
1 Asesmen pada Awal Pembelajaran (Opsional)

Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengetahuan awal murid, misalnya:

  1. Apa yang terjadi jika manusia terus membuang sampah sembarangan?
  2. Mengapa Allah melarang manusia membuat kerusakan di bumi?
  3. Pernahkah kalian melihat lingkungan sekolah yang rusak atau kotor? Apa penyebabnya?
  4. Apa hubungan menanam pohon dengan ajaran Islam?
  5. Menurut kalian, apakah menjaga lingkungan termasuk bentuk ibadah?

.

2 Dimensi Profil Lulusan

1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia

Murid memahami bahwa lingkungan dan seluruh alam merupakan ciptaan Allah Swt. yang harus dijaga dan dipelihara. Murid menghayati pesan QS. Ar-Rum [30]: 41–42, QS. Al-A’raf [7]: 56–58, QS. Sad [38]: 27, QS. Al-Furqan [25]: 45–50, QS. Al-Baqarah [2]: 204–206 serta hadis tentang menanam tanaman sebagai bagian dari tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.

2. Penalaran Kritis

Murid menganalisis berbagai bentuk kerusakan lingkungan, penyebabnya, dampaknya bagi kehidupan manusia, serta solusi yang dapat dilakukan berdasarkan kandungan ayat dan hadis.

3. Kreativitas

Murid mengembangkan pemahaman tentang kepedulian lingkungan melalui produk kreatif seperti poster, infografis, mind map, slogan, video pendek, kampanye lingkungan, atau proyek sederhana penghijauan kelas/sekolah.

4. Kolaborasi

Murid bekerja sama dalam kelompok untuk membaca, memahami, menganalisis ayat dan hadis, mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitar, serta merancang solusi atau aksi nyata menjaga lingkungan.

5. Kemandirian

Murid mampu mengenali kebiasaan yang dapat merusak lingkungan dan menyusun komitmen pribadi untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

6. Komunikasi

Murid mampu menyampaikan hasil analisis kandungan ayat dan hadis tentang lingkungan secara lisan maupun tertulis melalui diskusi, presentasi, kampanye, dan produk pembelajaran.

3 Topik Panca Cinta

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

Murid memahami bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan bentuk ketaatan kepada Allah Swt. serta penerapan ajaran Rasulullah Saw.

2. Cinta Ilmu

Murid mempelajari dan menganalisis QS. Ar-Rum [30]: 41–42, QS. Al-A’raf [7]: 56–58, QS. Sad [38]: 27, QS. Al-Furqan [25]: 45–50, QS. Al-Baqarah [2]: 204–206, serta hadis riwayat Bukhari-Muslim dari Anas bin Malik tentang menanam tanaman.

3. Cinta Diri dan Sesama

Murid menyadari bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari memberikan manfaat bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

4. Cinta Lingkungan

Murid membiasakan diri menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat tanaman, menghemat air dan energi, serta tidak melakukan tindakan yang menyebabkan kerusakan lingkungan sebagai wujud Ḥubbul Bîah.

5. Cinta Tanah Air

Murid menyadari bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara untuk mempertahankan kelestarian alam Indonesia.

4 Materi Insersi KBC dan Pendidikan Antikorupsi

Nilai KBC

Cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, dan cinta tanah air melalui pembiasaan hidup bersih, peduli, bertanggung jawab, menjaga alam, dan tidak melakukan tindakan yang merusak lingkungan.

Nilai Pendidikan Antikorupsi

Jujur, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, mandiri, dan berani.

Nilai tersebut diterapkan melalui:

  • jujur dalam menyampaikan kondisi lingkungan;
  • disiplin membuang sampah pada tempatnya;
  • bertanggung jawab merawat tanaman;
  • bekerja keras melakukan kegiatan kebersihan;
  • hidup sederhana dan tidak berlebihan menggunakan sumber daya;
  • mandiri menjaga kebersihan;
  • berani mengingatkan teman ketika melakukan tindakan yang merusak lingkungan.
III Desain Pembelajaran
1 Capaian Pembelajaran (CP)

SK Dirjen PenDis no 9941 Tahun 2025

Menganalisis QS. ar-Rum [30]: 41-42 dan QS. al- A’raf [7]: 56
58 tentang penyebab kerusakan di bumi, menganalisis QS.
Shad [38]: 27 dan QS. al Furqan [25]: 45-50 untuk memahami tujuan penciptaan alam semesta, menganalisis QS. al-Baqarah [2]: 204-206 dan hadis riwayat Bukhari Muslim dari Anas bin Malik, merancang sebuah proyek sederhana sebagai wujud aksi
nyata menjaga kelestarian lingkungan.
2 Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Membaca QS. Ar-Rum [30]: 41–42, QS. Al-A’raf [7]: 56–58, QS. Sad [38]: 27, QS. Al-Furqan [25]: 45–50 dan QS. Al-Baqarah [2]: 204–206 dengan baik dan benar.
  2. Menganalisis kandungan QS. Ar-Rum [30]: 41–42 tentang kerusakan lingkungan yang terjadi akibat perbuatan manusia.
  3. Menganalisis kandungan QS. Al-A’raf [7]: 56–58 tentang larangan membuat kerusakan di bumi dan pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan.
  4. Menganalisis QS. Sad [38]: 27 tentang penciptaan langit dan bumi yang memiliki tujuan dan bukan sesuatu yang sia-sia.
  5. Menganalisis QS. Al-Furqan [25]: 45–50 tentang tanda-tanda kekuasaan Allah melalui alam dan pentingnya mengambil pelajaran darinya.
  6. Menganalisis QS. Al-Baqarah [2]: 204–206 tentang perilaku manusia yang tampak baik tetapi melakukan kerusakan di bumi.
  7. Menganalisis kandungan HR Bukhari-Muslim dari Anas bin Malik tentang keutamaan menanam tanaman yang memberikan manfaat bagi manusia dan makhluk hidup.
  8. Mengidentifikasi berbagai bentuk kerusakan dan permasalahan lingkungan di sekitar sekolah maupun tempat tinggal.
  9. Menghubungkan pesan ayat dan hadis dengan permasalahan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
  10. Menunjukkan perilaku Ḥubbul Bîah melalui tindakan nyata seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, mengurangi sampah, dan menjaga kelestarian lingkungan.
  11. Menyajikan hasil analisis ayat dan hadis dalam bentuk poster, infografis, mind map, video pendek, slogan, kampanye lingkungan, atau produk kreatif lainnya.
  12. Membuat komitmen pribadi untuk menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
3 Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogik

Model Pembelajaran: LOK-R

Model LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi) digunakan melalui kegiatan membaca dan memahami ayat serta hadis, menghubungkannya dengan masalah lingkungan di sekitar murid, bekerja sama menganalisis permasalahan dan mencari solusi, kemudian melakukan refleksi serta aksi nyata.

Model ini sejalan dengan contoh dokumen yang menggunakan LOK-R untuk kegiatan membaca, memahami, menghubungkan dengan kehidupan, bekerja sama, dan melakukan refleksi.

Metode Pembelajaran

  • membaca Al-Qur’an;
  • menyimak;
  • tanya jawab;
  • picture analysis;
  • diskusi kelompok;
  • kajian ayat dan hadis;
  • environmental case study;
  • permainan edukatif;
  • observasi lingkungan sekolah;
  • presentasi;
  • penugasan;
  • pembuatan produk;
  • aksi nyata;
  • refleksi.

b. Metode Pembelajaran: membaca dan menyimak;
tanya jawab;
diskusi kelompok;
kajian ayat dan hadis;
studi kasus;
presentasi;
penugasan;
pembuatan produk;
refleksi.

Kemitraan Pembelajaran (opsional)
Lingkungan Sekolah: Guru berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan sumber belajar berupa Al-Qur’an, hadis, buku teks, dan media pembelajaran. Murid bekerja sama dengan teman sebaya untuk menganalisis kandungan QS. al-Baqarah [2]: 155–157 tentang macam-macam ujian, menganalisis QS. Ali Imran [3]: 186 dan hadis riwayat Muslim dari Suhaib tentang keniscayaan ujian, menganalisis hadis riwayat Tirmidzi dari Mus’ab bin Sa’ad tentang tingkatan ujian
3. Lingkungan Pembelajaran
a. Ruang Fisik: Kelas diatur secara fleksibel agar murid dapat belajar secara individu, berpasangan, maupun berkelompok. Papan tulis/whiteboard digunakan untuk menuliskan kata kunci, kandungan ayat dan hadis, contoh perilaku sederhana, serta hasil analisis murid.
b. Ruang Virtual: Internet dan media digital digunakan untuk mengakses Al-Qur’an dan hadis, tafsir, materi pendukung, video pembelajaran, serta contoh penerapan pola hidup sederhana dan kepedulian terhadap dhuafa. Murid dapat menggunakan media digital untuk menyusun dan mempresentasikan hasil analisis dalam bentuk poster, infografis, mind mapping, atau media lainnya.
c. Budaya Belajar
– Budaya Kolaboratif: Murid bekerja secara berkelompok untuk membaca, mengidentifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan kandungan ayat serta hadis tentang sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan
– Budaya Kritis: Murid menganalisis berbagai bentuk ujian dan respons manusia terhadap ujian.
– Budaya Interaktif: Murid berinteraksi dengan guru dan teman melalui kegiatan tanya jawab, diskusi, permainan edukatif, presentasi, pemberian tanggapan, dan demonstrasi perilaku yang mencerminkan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan
– Budaya Reflektif: Murid merefleksikan menyadari bahwa setiap manusia memiliki ujian dan menentukan sikap yang tepat ketika menghadapinya.
4. Pemanfaatan Digital (opsional)
Pemanfaatan Al-Qur’an digital, video pembelajaran, gambar/infografis, PPT interaktif, laptop dan monitor untuk menampilkan ayat dan hadis, contoh ujian dan cobaan yang diterima kaum terdahulu, serta berbagai aktivitas yang mendukung pemahaman murid. Media digital juga digunakan untuk membuat dan mempresentasikan produk pembelajaran.

 

Pertemuan Ke-1 Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4
IV Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R)
Pertemuan Ke-1

QS. al-Baqarah [2]: 155–157 

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan 1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
2. Guru mengondisikan murid agar siap mengikuti pembelajaran.
3. Guru memeriksa kehadiran murid.
4. Guru melakukan ice breaking “Pernahkah Kamu Mengalami?”
Guru menyebutkan beberapa keadaan:
  • pernah merasa takut;
  • pernah kekurangan uang;
  • pernah kehilangan sesuatu yang disayangi;
  • pernah gagal mendapatkan sesuatu;
  • pernah menghadapi masalah dengan teman.

Murid mengangkat tangan sesuai pengalaman mereka.

5. Guru melakukan apersepsi:
“Apakah setiap manusia pasti pernah mendapatkan ujian?”
“Apakah ujian selalu berupa kesulitan?
“A
pakah ujian selalu berupa kesulitan?
6. Pertanyaan pemantik:
“Mengapa Allah memberikan ujian kepada manusia?”
“Bagaimana seharusnya sikap seorang mukmin ketika mendapatkan ujian?”
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
a. Literasi

Memahami – Bermakna dan Berkesadaran

  1. Guru menampilkan QS. al-Baqarah [2]: 155–157 melalui PPT.
  2. Murid membaca ayat secara bergantian dengan memperhatikan makhraj dan tajwid.
  3. Murid membaca terjemah dan materi pendukung.
  4. Murid menemukan kata kunci:

الخَوْفِ – الْجُوعِ – الْأَمْوَالِ – الْأَنْفُسِ – الثَّمَرَاتِ – الصَّابِرِينَ

  1. Murid mencatat macam-macam ujian yang terdapat dalam ayat.
  2. Guru memberikan penguatan tentang kandungan QS. al-Baqarah [2]: 155–157.

b. Orientasi

Memahami – Bermakna dan Berkesadaran

Guru memberikan beberapa kasus:

Kasus 1: Seorang murid kehilangan barang kesayangannya.

Kasus 2: Seorang murid mengalami kesulitan ekonomi sehingga harus mengurangi beberapa kebutuhannya.

Kasus 3: Seorang murid gagal dalam perlombaan meskipun sudah berusaha.

Kasus 4: Seorang murid mengalami masalah dengan teman.

Murid menentukan:

  • bentuk ujian;
  • respons yang mungkin dilakukan;
  • sikap yang sesuai dengan QS. al-Baqarah [2]: 155–157.

Guru menghubungkan jawaban murid dengan konsep sabar dan berharap pertolongan Allah.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

c. Kolaburasi

Strategi “Peta Ujian dan Sabar”

  1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok.
  2. Setiap kelompok mendapatkan satu bentuk ujian.
  3. Kelompok mengisi LKPD:
Bentuk Ujian Contoh dalam Kehidupan Sikap yang Salah Sikap Sabar
Ketakutan … … …
Kelaparan … … …
Kekurangan harta … … …
Kehilangan jiwa … … …
Kekurangan hasil … … …
  1. Kelompok menyusun kesimpulan.
  2. Kelompok mempresentasikan hasil.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan.
  4. Guru memberikan penguatan.

d. Refleksi

Bermakna dan Berkesadaran

Murid melengkapi kalimat:

“Ujian yang pernah membuat saya belajar adalah …”

“Ketika menghadapi masalah, biasanya saya …”

“Setelah mempelajari QS. al-Baqarah [2]: 155–157, saya akan …”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru bersama murid menyimpulkan macam-macam ujian.
  2. Guru menegaskan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan manusia.
  3. Guru menjelaskan bahwa orang yang sabar mendapatkan kabar gembira dan rahmat Allah.
  4. Guru memberikan exit ticket:

“Satu hal yang saya pahami tentang ujian hari ini adalah …”

  1. Guru memberikan apresiasi.
  2. Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya.
  3. Guru mengajak murid berdoa.
  4. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang ujian dan cobaan. Pertanyaan yang digunakan antara lain:

Pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan ujian?
  2. Apakah setiap manusia pasti mendapatkan ujian?
  3. Sebutkan contoh ujian yang pernah dialami manusia.
  4. Bagaimana biasanya seseorang bereaksi ketika menghadapi masalah?
Asesmen Proses

Guru mengamati murid selama kegiatan membaca dan memahami ayat Al-Qur’an dan hadis, mengidentifikasi kandungan QS. al-Baqarah [2]: 155–157 

Asesmen dilakukan melalui pengamatan terhadap kemampuan murid dalam:

Guru mengamati:

  1. kemampuan membaca QS. al-Baqarah [2]: 155–157;
  2. kemampuan menemukan macam-macam ujian;
  3. kemampuan menganalisis kasus;
  4. keaktifan diskusi;
  5. kerja sama kelompok;
  6. kemampuan menyampaikan pendapat.

.

7. Memberikan tanggapan terhadap pendapat kelompok lain.

Guru memberikan apresiasi terhadap keterlibatan dan jawaban yang tepat serta memberikan penguatan dan bimbingan terhadap pemahaman yang masih kurang tepat.

Asesmen Akhir

Murid mengerjakan asesmen tertulis secara individu berupa pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan/atau uraian untuk mengukur kemampuan murid dalam:
1. menjelaskan kandungan QS. al-Baqarah [2]: 155–157;
2. mengidentifikasi macam-macam ujian;
3. menganalisis contoh ujian dalam kehidupan;
4. menentukan sikap yang sesuai terhadap ujian;
5. menjelaskan hikmah kesabaran.

Pertemuan Ke-1 Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-2
QS. Ali Imran [3]: 186 dan hadis riwayat Muslim dari Suhaib
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
2. Guru mengondisikan murid agar siap mengikuti pembelajaran.
3. Guru memeriksa kehadiran murid dan memberikan apresiasi atas kehadiran mereka.

4. Guru mengajak murid melakukan ice breaking “

Jika Aku Mengalami…”

Guru menyampaikan situasi:
“Jika kamu diejek teman, apa yang kamu lakukan?”
“Jika usaha kamu gagal, bagaimana sikapmu?”
“Jika mendapatkan kabar yang menyenangkan, bagaimana sikapmu?”
5.
Guru mengaitkan jawaban dengan materi.
6. Pertanyaan pemantik:
“Mengapa orang beriman tetap akan mendapatkan ujian?”
7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran:
Murid diharapkan mampu membaca dan menganalisis kandungan QS. Ali Imron 186 dan Hr Muslim dari Suhaib

B. Kegiatan Inti (105 menit)
 

 

 

 

 

 

Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi
  1. Guru menampilkan QS. Ali Imran [3]: 186.
  2. Murid membaca ayat secara bergantian.
  3. Murid membaca hadis riwayat Muslim dari Suhaib.
  4. Murid menemukan kata kunci berkaitan dengan:
    • harta;
    • jiwa;
    • perkataan yang menyakitkan;
    • sabar;
    • syukur.
  5. Guru menjelaskan hubungan ayat dan hadis.

b. Orientasi

–

Guru menampilkan beberapa keadaan:

  • mendapatkan pujian;
  • mendapatkan keuntungan;
  • mengalami kegagalan;
  • mendapatkan kritik;
  • kehilangan sesuatu;
  • menghadapi perkataan yang menyakitkan.

Murid menentukan:

“Apa respons seorang mukmin?”

Guru mengarahkan murid memahami bahwa seorang mukmin berusaha merespons kesenangan dengan syukur dan kesulitan dengan sabar.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi

1

Diskusi “Respons Seorang Mukmin”

Setiap kelompok mendapatkan kartu kasus.

Kelompok menentukan:

  1. Apa masalahnya?
  2. Apa bentuk ujiannya?
  3. Bagaimana respons yang salah?
  4. Bagaimana respons berdasarkan ayat dan hadis?
  5. Apa hikmah yang dapat diperoleh?

Kelompok mempresentasikan hasilnya.

 

Bermakna dan Berkesadaran d. Refleksi

Murid menjawab:

“Ketika mendapatkan kesenangan, saya akan …”

“Ketika mendapatkan kesulitan, saya akan …”

“Ketika mendapatkan perkataan yang menyakitkan, saya akan …”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru dan murid menyimpulkan materi.
  2. Guru menegaskan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan.
  3. Guru menguatkan sikap syukur ketika mendapat nikmat dan sabar ketika mendapat kesulitan.
  4. Murid mengerjakan exit ticket.
  5. Guru memberikan apresiasi.
  6. Doa dan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal:

asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.

Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid :
  1. Mengapa manusia mendapatkan ujian?
  2. Apa yang kamu lakukan ketika mendapatkan masalah?
  3. Apakah orang beriman terbebas dari ujian?
Asesmen Proses:

Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid selama kegiatan membaca, memahami, dan menganalisis QS. Ali Imran 186 dan hadis Riwayat Muslim dari Suhaib,

Guru mengamati:

  1. kemampuan membaca ayat dan hadis;
  2. kemampuan menganalisis kasus;
  3. kemampuan menghubungkan ayat/hadis dengan kehidupan;
  4. kerja sama;
  5. komunikasi.
Asesmen Akhir:

Asesmen untuk mengukur pencapaian TP 1–3 pada akhir pembelajaran.

Murid mengerjakan asesmen tertulis secara individu berupa pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan/atau uraian untuk mengukur kemampuan memahami dan menganalisis kandungan QS.  Ali Imran 186 dan Hadis riwayat Muslim dari Suhaib

Murid mampu:

  1. menjelaskan kandungan QS. Ali Imran [3]: 186;
  2. menjelaskan keniscayaan ujian;
  3. menjelaskan pesan hadis Suhaib;
  4. membedakan sikap sabar dan syukur;
  5. memberikan contoh penerapannya.
Pertemuan Ke-1 Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-3
Hadis Riwayat Tirmidzi dari Mus’ab Bin Sa’ad
Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa bersama.
2. Guru mengondisikan murid agar siap mengikuti pembelajaran.
3. Guru memeriksa kehadiran murid dan memberikan apresiasi atas kehadiran serta kesiapan murid mengikuti pembelajaran.
4. Guru melakukan ice breaking

  1. Guru menampilkan beberapa situasi kehidupan.
  2. Murid menyampaikan pendapat.
  3. Guru memberikan pertanyaan pemantik:

“Mengapa ujian setiap orang berbeda?”

“Apakah semakin berat ujian berarti Allah membenci seseorang?”

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)

a. Literasi

  1. Guru menampilkan hadis riwayat Tirmidzi dari Mus’ab bin Sa’ad.
  2. Murid membaca hadis.
  3. Murid membaca arti dan kandungannya.
  4. Murid menemukan kata kunci:
    • para nabi;
    • orang-orang yang dekat dengan mereka;
    • tingkat keimanan;
    • ujian;
    • kesabaran.
  5. Guru menjelaskan kandungan hadis.

b. Orientasi.

Guru menyampaikan beberapa situasi:

A: Siswa mendapat tugas sulit.

B: Siswa mengalami kegagalan dalam perlombaan.

C: Siswa menghadapi masalah keluarga.

D: Siswa mengalami kesulitan ekonomi.

Murid mendiskusikan:

“Apakah ukuran berat-ringannya ujian sama bagi setiap orang?”

Guru menegaskan bahwa setiap manusia memiliki bentuk dan tingkat ujian yang berbeda.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan

c. Kolaburasi

Strategi “Tangga Kesabaran”

Kelompok membuat diagram:

Ujian → Respons → Sabar → Ikhtiar → Doa → Tawakal → Hikmah

Kemudian kelompok menganalisis:

  1. Mengapa manusia perlu bersabar?
  2. Apa hubungan iman dan ujian?
  3. Bagaimana cara menghadapi ujian yang berat?
  4. Apa akibat jika seseorang tidak sabar?
  5. Apa hikmah dari ujian?

Setiap kelompok mempresentasikan hasil.

 

 

Bermakna dan Berkesadaran

d. Refleksi

Murid menjawab:

“Saya menyadari bahwa ujian …”

“Ketika menghadapi ujian berat, saya perlu …”

“Sikap yang harus saya kurangi adalah …”

“Sikap yang akan saya biasakan adalah …”

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan
  1. Guru bersama murid menyimpulkan kandungan hadis.
  2. Guru menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian dari kehidupan.
  3. Guru menguatkan pentingnya sabar, ikhtiar, doa, dan tawakal.
  4. Guru memberikan tugas persiapan produk pembelajaran.
  5. Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya murid akan membuat produk “Menghadapi Ujian dan Cobaan dengan Senyuman.”
  6. Doa dan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal
Asesmen untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
Guru memberikan pertanyaan apersepsi dan pertanyaan pemantik pada kegiatan awal untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang ujian dan cobaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan yang digunakan antara lain:
  1. Apakah ujian setiap orang sama?
  2. Mengapa manusia membutuhkan kesabaran?
  3. Apa yang kamu lakukan ketika mendapatkan masalah yang berat?
Asesmen Proses
Asesmen untuk memantau proses belajar murid selama kegiatan pembelajaran.

Guru mengamati murid selama kegiatan membaca, memahami, menganalisis, berdiskusi, dan menyusun aksi
Asesmen dilakukan melalui pengamatan terhadap kemampuan murid dalam:

  1. kemampuan memahami hadis;
  2. kemampuan menganalisis tingkatan ujian;
  3. kemampuan memecahkan kasus;
  4. kemampuan bekerja sama;
  5. kemampuan menyampaikan argumentasi.
Asesmen Akhir
Asesmen untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada akhir pembelajaran.
Murid mengerjakan asesmen tertulis secara individu berupa pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan/atau uraian untuk mengukur kemampuan memahami dan menganalisis kandungan
  1. menjelaskan kandungan hadis;
  2. menjelaskan hubungan iman dan ujian;
  3. menganalisis tingkatan ujian;
  4. menentukan sikap yang tepat ketika mendapatkan ujian;
  5. menjelaskan hikmah ujian.
Pertemuan Ke-1 Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4
Pertemuan Ke-4

Proyek Produk Pembelajaran

MENGHADAPI UJIAN DAN COBAAN DENGAN SENYUMAN”

 

Pengalaman Belajar (Menggunakan Model LOK-R:
Literasi, Orientasi, Kolaborasi, Refleksi)
A. Kegiatan Awal: (10 menit)
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
  1. Guru memberi salam dan mengajak murid berdoa.
  2. Guru memeriksa kehadiran.
  3. Guru mengingatkan kembali materi:
    • macam-macam ujian;
    • keniscayaan ujian;
    • sikap mukmin ketika mendapatkan ujian;
    • tingkatan ujian.
  4. Guru menampilkan kata:

UJIAN – SABAR – IKHTIAR – DOA – TAWAKAL – HIKMAH

  1. Guru memberikan pertanyaan:

“Setelah mempelajari ayat dan hadis, apa yang berubah dari cara pandang kalian terhadap ujian?”

  1. Guru menjelaskan tugas produk.
B. Kegiatan Inti (105 menit)
Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
a. Literasi

Murid membuka kembali:

  • QS. al-Baqarah [2]: 155–157;
  • QS. Ali Imran [3]: 186;
  • hadis riwayat Muslim dari Suhaib;
  • hadis riwayat Tirmidzi dari Mus’ab bin Sa’ad.

Murid memilih pesan utama yang akan dimasukkan ke dalam produk.

Memahami
(Bermakna dan Berkesadaran)
b. Orientasi

Guru menjelaskan pilihan produk:

Pilihan 1 – Poster

Tema:

“Sabar Menghadapi Ujian”

Pilihan 2 – Infografis

Tema:

“Macam-Macam Ujian dan Cara Menghadapinya”

Pilihan 3 – Mind Map

Tema:

Ujian → Sabar → Hikmah”

Pilihan 4 – Komik

Cerita tentang seorang pelajar yang menghadapi ujian kemudian memilih bersabar dan berikhtiar.

Pilihan 5 – Video Pendek

Durasi 2–4 menit tentang pengalaman menghadapi ujian dan cara menyikapinya.

Mengaplikasi
(Bermakna dan Menggembirakan
c. Kolaborasi

Proyek “SABAR ITU KUAT”

1. Murid bekerja dalam kelompok.

2. Kelompok memilih salah satu produk.

3. Produk wajib memuat:

a. minimal satu ayat/hadis yang dipelajari;

b. bentuk ujian;

c. sikap yang salah dalam menghadapi ujian;

d. sikap sabar yang seharusnya dilakukan;

e. ikhtiar;

f. doa/tawakal;

g. hikmah yang diperoleh.

4. Murid menyelesaikan produk.

5. Setiap kelompok mempresentasikan produknya.

6. Kelompok lain memberikan apresiasi dan tanggapan.

7. Guru memberikan penguatan.

Bermakna dan Berkesadaran d. Refleksi

Murid menuliskan:

“Dulu ketika mendapatkan masalah saya …”

“Sekarang saya memahami bahwa …”

“Ketika mendapatkan ujian, saya akan …”

“Satu sikap sabar yang akan saya biasakan mulai hari ini adalah …”

Guru memberikan penguatan bahwa sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berusaha, berdoa, mengendalikan diri, dan menerima ketetapan Allah dengan sikap yang baik.

C. Kegiatan Penutup (15 menit)
Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan 1. Guru bersama murid menyimpulkan keseluruhan materi.
2. Guru mengajak murid menyebutkan kembali:

Macam ujian → Keniscayaan ujian → Tingkatan ujian → Sabar → Ikhtiar → Doa → Tawakal.

  1. Guru memberikan apresiasi terhadap produk dan kerja sama murid.
  2. Guru memberikan penguatan:

“Ujian bukan alasan untuk menyerah. Ujian menjadi kesempatan untuk belajar sabar, memperkuat iman, memperbaiki diri, dan semakin dekat kepada Allah Swt.”

  1. Murid mengerjakan exit ticket:

“Setelah pembelajaran ini, ketika saya menghadapi ujian saya akan …”

  1. Guru mengajak murid berdoa.
  2. Guru menutup pembelajaran dengan salam.
D. Assesmen Pembelajaran
Asesmen Awal

Guru memberikan pertanyaan:

  1. Apa yang dimaksud dengan ujian?
  2. Mengapa manusia mendapatkan ujian?
  3. Sebutkan contoh ujian dalam kehidupan pelajar.
  4. Apa yang biasanya kamu lakukan ketika menghadapi masalah?
  5. Apa arti sabar menurut pemahamanmu?
Asesmen Proses

Guru mengamati:

  1. kemampuan membaca ayat dan hadis;
  2. kemampuan menemukan informasi penting;
  3. kemampuan menganalisis kandungan ayat dan hadis;
  4. kemampuan menghubungkan materi dengan kehidupan;
  5. keaktifan diskusi;
  6. kerja sama kelompok;
  7. tanggung jawab;
  8. kemampuan menyampaikan pendapat;
  9. sikap sabar dan menghargai pendapat teman;
  10. keterlibatan dalam pembuatan produk.

Pola asesmen proses ini disesuaikan dengan contoh asesmen dalam dokumen Ibu yang menilai pemahaman materi, analisis, diskusi, kerja sama, presentasi, dan tanggapan murid.

Asesmen Akhir

Murid mengerjakan asesmen tertulis berupa pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, dan/atau uraian.

Asesmen mengukur kemampuan murid dalam:

  1. menjelaskan kandungan QS. al-Baqarah [2]: 155–157;
  2. menganalisis macam-macam ujian;
  3. menjelaskan kandungan QS. Ali Imran [3]: 186;
  4. menganalisis keniscayaan ujian;
  5. menjelaskan pesan hadis riwayat Muslim dari Suhaib;
  6. menganalisis sikap mukmin ketika mendapatkan kesenangan dan kesulitan;
  7. menjelaskan kandungan hadis riwayat Tirmidzi dari Mus’ab bin Sa’ad;
  8. menganalisis hubungan antara iman dan ujian;
  9. menentukan sikap yang tepat ketika menghadapi ujian;
  10. menyimpulkan hikmah ujian dan cobaan;
  11. menghubungkan ayat dan hadis dengan kehidupan pelajar;
  12. menunjukkan internalisasi sikap sabar melalui produk pembelajaran
Pertemuan Ke-1 Pertemuan Ke-2
Pertemuan Ke-3 Pertemuan Ke-4
Kampus Ceria Kampusnya Para Bintang