Dra. Efriyenti
Guru Kimia MAN 1 Bandar Lampung

Dra. Efriyenti merupakan salah satu guru Kimia MAN 1 Bandar Lampung. Dilahirkan pada 10 April sebagai anak bungsu dari empat bersaudara di sebuah dikampung kecil Padang Tae, kenagarian Amping Parak kecamatan Batang Kapas yang sekarang sudah dipecah menjadi kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Kampung yang daerahnya dekat dengan pantai dengan pesisir pantainya yang sangat indah, berpasir putih dan air laut yang jernih biru , ombak laut lembut dan terkadang juga menggelora membuat semangat juga seperti alunan ombak. Menciptakan suara yang menenangkan dan menari-nari di atas pasir. Pantai ini juga menawarkan sunset , saat-saat langit berubah menjadi kanvas yang indah dengan warna yang memukau yang bercampur dalam harmoni yang sempurna, hangat dan memesona. Inilah sedikit gambaran tentang kampung kami tercinta .

Efriyenti kecil tumbuh dalam keluarga yang sangat memberikan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan 3 orang kakaknya, terpaut umur 13 tahun dengan kakak nomor 3 membuat Efriyenti kecil menjadi kesayangan saudara-saudaranya. Dipanggil dengan nama kesayangan Een oleh keluarga, saudara dan semua teman sekolah dan teman kuliah. Setelah menjadi guru semua murid dan rekan kerjanya memangil Bu Efri. Ayah dan ibu yang dipanggil amak dan abak merupkan petani yang sangat ulet menggarap sawah dan ladangnya. Merasa sangat beruntung dan bersyukur sekali punya orang tua yang sangat punya kesadaran yang baik untuk pendidikan anak-anaknya. Pada zaman itu belum banyak orang tua yang anak-anaknya sampai pendidikannya ke perguruan tinggi. Tak pernah lupa selalu mengirimkan doa untuk kedua orang tua tercinta yang sudah kembali ke haribaan Allah SWT, semoga beliau diampuni segala dosa dan khilafnya, dilapangkan alam kuburnya dan diberikan tempat kembali terbaik disisi Allah SWT. Amak sering mengungkapkan keinginannya agar anak-anaknya kehidupannya lebih mudah dan lebih baik dari yang beliau jalani dan itu jalannya dengan memiliki pendidikan formal yang baik.

Masa kecil dijalani dengan penuh kebahagiaan bermain dengan teman-teman sebaya. Efri kecil selalu unggul dalam semua permainan tradisional bersama teman – teman sebayanya yang saat itu belum mengenal gadget. Bermain congklak salah satu yang Efri kecil gemari karena melibatkan olah pikir untuk memenangkannya. Mencari buah kemunting salah satu kegemaran yang sampai saat ini masih terbayang rasanya yang manis dan khas. Buah nipah juga menjadi buah yang kami makan bersama saat kecil yang saat ini mungkin sudah tidak diminati lagi oleh anak-anak sekarang.
Masuk SD pada Januari 1975 saat itu tahun ajaran baru masih di awal tahun. Ke sekolah jalan kaki dengan jarak sekitar 1 km dijalani dengan rasa senang , saat itu tidak merasa jauh dan capek, berangkat bersama teman-teman terasanya dekat. Efri kecil memiliki minat yang sangat tinggi dalam membaca, setiap Sabtu selalu meminjam beberapa buku cerita anak-anak dengan merelakan uang jajannya untuk uang admin di perpustakaan sekolah. Saat SD sudah mulai terlihat prestasi akademiknya yang bagus karena kecintaannya terhadap belajar dan membaca. Bahkan koran bekas bungkus cabe amak dari pasarpun Efri baca karena koran saat itu masih sangat terbatas ketersediaannya. Buku himpunan pengetahuan umum adalah salah satu buku yang sering dibaca saat SD. Kegemaran membaca dan belajar menghantarkan Efri saat tamat SD menjadi peraih nilai akhir terbaik kelompok putri di kecamatannya dan mewakili bersama satu siswa putra terbaik mengikuti seleksi siswa teladan tingkat kabupaten dan alhamdulillah meraih peingkat ke-3 di Kabupaten Pesisir Selatan.

Selanjtnya Efri melanjutkan pendidikan ke SMP Standar Surantih yang berjarak 6 km dari rumah arah ke Utara. Naik sepeda setiap hari rombongan dengan teman-teman dan merasa santai dan bahagia saja menjalaninya tanpa mengeluh lelah. Masuk di kelas 1A bersama teman-teman yang nilainya terbaik semua dari SD masing-masing. Guru-guru SMP saat itu banyak guru-guru baru yang sangat muda dari IKIP Padang. Pada saat SMP inilah Efri muda mulai bercita-cita menjadi guru SMA terinspirasi oleh guru-guru SMP-nya. Menyelesaikan pendidikan SMP tahun 1984 masih meraih prestasi akademik yang sangat baik. Pendidikan seni dan pendidikan jasmani adalah 2 mapel yang tidak pernah bisa ditaklukkan oleh Efri untuk mendapat nilai bagus dan sangat menyadari kelemahan dalam 2 mapel tersebut.
Efri kemudian melanjutkan pendidikannya ke SMAN Lengayang yang juga berjarak 6 km ke arah Selatan juga masih naik sepeda setiap hari dengan bahagia bersama teman-teman. Pulangnya saat panas menyengatpun dilalui tanpa kuatir kulitnya gosong dan tidak cantik, santai saja dan merasa baik-baik saja.
Di SMA Efri berusaha lebih giat lagi belajarnya walaupun dengan keterbatasan belum ada listrik sebagai penerangan untuk belajar di malam hari, lampu minyak tanah dengan cahaya yang terbatas dan pagi saat bangun hidungnya hitam karena menempel jelaga hehehe, pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan. Efri tidak pernah terlambat ke sekolah dan tidak pernah punya pengalaman bolos saat belajar. Karena semangat belajar yang tinggi alhamdulillah menghantarkan Efri meraih prestasi akademik terbaiknya juara umum di sekolah dari semua tingkatan kelas 1,2 dan 3 . Efri masih konsisten dengan cita-citanya menjadi guru dan sudah memilih jurusan juga yaitu Kimia karena kecintaan terhadap pelajaran Kimia saat SMA walaupun guru matematika menyarankan Efri untuk melanjutkan ke matematika. Meraih NEM terbaik juga di sekolah saat menyelesaikan pendidikan SMA.
Melanjutkan pendidikan ke IKIP Padang jurusan Pendidikan Kimia sesuai dengan jurusan yang disukai. Pertama hidup terpisah dari orang tua, Efri kos dan belajar hidup mandiri, dengan bantuan dari kakak- kakaknya juga alhamdulillah tidak mengalami kesulitan dan fokus belajar saja. Dalam tulisan ini Efri ingin mengungkapkan rasa cinta yang tak ternilai juga untuk uniku Jariniswati, Rabanis dan udaku almarhum Alimunar yang sangat memberikan perhatian dan rasa kasih sayangnya. Semoga menjadi amal jariyah bagi kakanda. Setelah berjuang cukup berat alhamdulillah Efri menyelesaikan pendikan S1 pada awal tahun 1992.
Fase kehidupan baru Efri jalani dengan hijrah dari kampung halaman ke tanah lado yang kaya raya, indah dan nyaman untuk menjalani dan menikmati anugerah kehidupan. Ikut kakak perempuan tersayang di Lampung Selatan. Mengawali karir menjadi guru honorer di SMA Utama Bakti, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan selama 3 tahun. Pada tahun ketiga itu juga bertemu dengan sang pujaan hati, Dasril seorang laki-laki dewasa, tampan dan baik hati (karena sedang jatuh cinta wkwkk). Alhamdulillah menikah pada Mei tahun 1995 dan dikaruniai 3 orang putri , Filia Nurul Dasti, Hafidzah Oksa Melliana dan Arifah Putri Desenia yang melengkapi kebahagiaan kami.
Alhamdulilah pada tahun 1995 itu juga mendapat SK CPNS dari Kementerian Agama setelah melewati serangkaian tes seleksi menjadi guru. Menjadi guru Kimia di MAN Krui yang pada saat itu masih kabupaten Lampung Barat. Setelah 4 tahun mengabdi, pada tahun 1999 Efri pindah ke MAN 1 Bandar Lampung sampai saat ini. Merasa sangat beruntung, bersyukur sekali menjadi salah satu guru di MAN 1 Bandar Lampung dan menjadi keluarga besar MAN 1 Bandar Lampung. Tempat yang nyaman, teman- teman yang baik, guru-guru yang hebat, siswa-siswa yang cerdas membuat Efri sangat mensyukuri pilihannya menjadi guru. Menjadi guru yang memberikan contoh disiplin yang baik terhadap muridnya dan selalu mengajak siswa-siswanya untuk menanamkan kedisiplinan yang baik agar hal-hal yang di jalaninya menjadi lebih mudah. Mengutip beberapa kalimat bijak “Disiplin adalah fondasi dari semua kesuksesan” dan “Tanpa disiplin impian hanya akan menjadi impian”.
Ingin mengabdikan diri menjadi guru sampai masa purna bakti pada awal Mei 2028. Walaupun tidak semua hal menyenangkan dalam membimbing dan mendidik siswa dengan berbagai karakter tapi Efri sungguh sangat bahagia menjalaninya. Berharap semua ilmu yang diberikan bermanfaat dan tercatat sebagai amalan yang baik dan menjadi amal jariyah dalam hisab di yaumil akhir nantinya.












